Anda di halaman 1dari 7

Unesa Journal of Chemical Education ISSN 2252-9454

Vol. 7 No. 1, pp. 58-64 January 2018

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAAN MINIBOOK BERBASIS SETS PADA MATERI


POKOK HIDROKARBON KELAS XI SMA IT AL USWAH SURABAYA

DEVELOPMENT MINIBOOKS AS LEARNING MEDIA BASED ON SETS IN SUBJECT MATTER


OF HYDROCARBONS IN GRADE XI SMAIT AL USWAH SURABAYA

Novita Elya Sari dan Dian Novita


Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Surabaya
Email: diannovita@unesa.ac.id

Abstrak
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran minibook berbasis SETS yang
ditinjau dari segi kelayakan kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan minibook pada materi pokok
hidrokarbon. Rancangan penelitian menggunakan Model 4-D (Four-D Models) diadaptasi dari Thiagarajan
yang terdiri dari 4 tahap pengembangan yaitu, pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan
penyebaran. Tetapi dalam pengembangan minibook ini hanya sampai pada tahap pengembangan dan
dilakukan uji coba terbatas di SMA IT Al Uswah Surabaya. Hasil analisis data menunjukkan bahwa media
pembelajaran minibook berbasis SETS ini layak digunakan dengan persentase kelayakan kevalidan sebesar
83% dari kelayakan isi, 84% dari komponen penyajian, dan 82% dari komponen kebahasaan. Sedangkan
dari segi kepraktisannya, kelayakan minibook mencapai persentase 77%. Kemudian, jika dilihat dari segi
keefektifan minibook mendapat nilai sebesar 75%. Berdasarkan hasil uji coba terbatas tersebut, media
pembelajaran minibook berbasis SETS layak untuk diterapkan pada pembelajaran kimia.
Kata Kunci: minibook, SETS, hidrokarbon.

Abstract
This research was conducted to determine the feasibility of learning media minibook based on SETS in
terms of feasibility of validity, practicality, and effectiveness of minibook on the subject matter of
hydrocarbons. The research uses Four-D Models design adapted from Thiagarajan consisting of 4 stage of
development, there is pendefinisian , the design of , the development of , and the distribution of . But in
the development of minibook it is only until during the preparatory stage of the development and try out
limited in SMAIT Al Uswah Surabaya. The result of data analysis shows that the learning media of
minibook based on SETS is feasible to be used with percentage of validity of 83% from content feasibility,
84% from component of presentation, and 82% from linguistic component. While in terms of practicality,
the feasibility of minibook reached 77% percentage. Then, when viewed from the aspect of the
effectiveness of minibooks get a value of 75%. Based on the results of these limited trials, SETS-based
minibook learning media is feasible to apply to chemistry learning.
Keywords: minibook, SETS, hydrocarbon.

dengan baik dikarenakan minat baca peserta didik


PENDAHULUAN
terhadap buku mengalami penurunan [1]. Tentu
Tujuan nasional yang tercantum dalam keadaannya akan semakin parah bila minat baca
pembukaan Undang-undang Dasar 1945 adalah peserta didik yang minim tersebut diperburuk oleh
mencerdaskan kehidupan bangsa. Tujuan mulia ini rendahnya kualitas buku pegangan yang menjadi
dapat tercapai salah satunya dengan peningkatan satu-satunya buku bacaan mereka. Mereka bisa jadi
mutu pendidikan. Usaha yang dapat dilakukan kehilangan minat terhadap buku pelajaran
untuk mewujudkan peningkatan mutu pendidikan di khususnya [2].
Indonesia adalah dengan memperhatikan proses Salah satu upaya menumbuhkan minat baca
pembelajaran, termasuk di dalamnya pengelolaan anak adalah menggunakan buku yang menarik dan
kelas dan fasilitas pembelajaran yang digunakan. sesuai dengan usia anak [3]. Kurikulum 2013
Tetapi berdasarkan penelitian yang dilakukan pada merupakan sebuah kurikulum yang mengutamakan
tahun 2009-2013 peserta didik masih belum pemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter,
memanfaatkan perpustakaan sekolah mereka peserta didik dituntut untuk paham atas materi,

58
Unesa Journal of Chemical Education ISSN 2252-9454
Vol. 7 No. 1, pp. 58-64 January 2018

aktif dalam berdiskusi dan presentasi serta memiliki dikembangkan oleh peneliti dapat meningkatkan
sopan santun disiplin yang tinggi. Salah satu tanggapan (aspek psikologi) peserta didik terhadap
pendekatan yang sesuai dengan kurikulum tersebut bahan pembelajaran sebesar 73,3% (kelas kecil)
adalah pendekatan SETS (Science, Environment, termasuk kategori sangat baik dan 74,6% (kelas
Technology, and Society). Pendekatan SETS besar) termasuk kategori baik [7].
menekankan pada peserta didik untuk learning to Pra Penelitian yang dilakukan di SMAIT Al
know, learning to do, learning to be, learning to live Uswah Surabaya terkait pembelajaran kimia di
together karena IPA pada hakikatnya terdiri dari kelas XI diperoleh kesimpulan antara lain: (1)
empat unsure utama, antara lain proses, produk, metode yang digunakan guru dalam mengajar kimia
sikap dan aplikasi [4]. Peserta didik tidak hanya sering berpusat pada guru bukan kepada peserta
sebagai penerima ilmu pengetahuan tetapi juga didik, (2) peserta didik masih terlihat pasif selama
dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari- mengikuti pembelajaran, (3) sebanyak 62% peserta
hari terutama pada pembelajaran kimia. didik merasa buku pelajaran yang digunakan tidak
Pembelajaran kimia memfokuskan pembelajaran bisa membantu mereka dalam memahami materi
pada keterampilan-keterampilan proses sains, tersebut dan membuat mereka menjadi tidak
dimana siswa diberi kesempatan untuk bekerja tertarik untuk membaca, (4) guru lebih banyak
dengan ilmu pengetahuan, tidak hanya menekankan aspek pengetahuan saja dan kurang
menceritakan atau mendengarkan cerita tentang menekankan pada keterkaitan antara ilmu kimia
ilmu pengetahuan [5]. dengan lingkungan, teknologi dan masyarakat
Karakteristik pembelajaran Kimia dengan (SETS), (5) buku pelajaran yang mereka gunakan
pendekatan SETS dalam kurikulum 2013 adalah (a) isinya monoton dan membosankan, hanya berisi
Pembelajaran konsep tetap diberikan (b) Peserta materi dan kurang memotivasi semangat mereka
didik dibawa ke situasi untuk melihat teknologi untuk membaca, (6) materi hidrokarbon merupakan
yang terkait (c) Peserta didik diminta untuk materi yang lumayan sulit untuk dipahami, (7)
menjelas-kan keterhubungan antara unsur dalam belum tersedianya bahan ajar bervisi SETS atau
ilmu kimia yang dibincangkan dengan unsur-unsur yang menghubungkan penerapan materi dalam
lain dalam SETS yang mempengaruhi berbagai kehidupan sehari-hari.
keterkaitan antar unsur tersebut (d) Peserta didik Dengan permasalahan tersebut diharapkan
dibawa untuk mempertimbangkan manfaat atau adanya buku yang dapat menjadi motivasi bagi
kerugian menggunakan konsep kimia tersebut bila siswa untuk belajar dan juga buku yang
diubah dalam bentuk teknologi (e) Peserta didik menekankan pada keterkaitan antara ilmu kimia
diajak mencari alternatif pengatasan terhadap yang mereka pelajari dengan lingkungan, teknologi
kerugian (bila ada) yang ditimbulkan oleh dan masyarakat. Dengan demikian peneliti merasa
penerapan ilmu kimia ke bentuk teknologi tersebut penting untuk melakukan penelitian pada peserta
terhadap lingkungan dan masyarakat (f) Dalam didik kelas XI SMAIT Al Uswah Surabaya dengan
konteks konstruktivisme, peserta didik diajak mengembangkan media pembelajaran minibook
berbincang tentang SETS berkaitan dengan konsep berbasis SETS pada materi hidrokarbon..
kimia yang dipelajari, dari berbagai macam arah Harapannya dengan adanya minibook yang
dan berbagai macam titik dampak yang timbul dikaitkan dengan fenomena yang terjadi dalam
akibat kimia dan teknologi dalam usaha pemenuhan kehidupan sehari-hari diharapkan peserta didik
kebutuhan masyarakat. [6] dapat termotivasi dan semangat mempelajari kimia
Bahan pembelajaran buku saku berbasis SETS dan lebih aktif di dalam kelas.
yang dikembangkan mempunyai tingkat
keterbacaan (aspek psikomotor) peserta didik METODE PENELITIAN
terhadap bahan pembelajaran sebesar 81,6% (kelas Penelitian ini merupakan penelitian pengem-
kecil) termasuk kategori sangat baik dan 80,7% bangan berdasarkan langkah-langkah pengemba-
(kelas besar) termasuk kategori sangat baik. Bahan ngan model 4-D (Four-D Models) yang diadaptasi
pembelajaran buku saku berbasis SETS yang dari Sivasailam Thiagarajan, Dorothy S. Semmel,

59
Unesa Journal of Chemical Education ISSN 2252-9454
Vol. 7 No. 1, pp. 58-64 January 2018

dan Melvyn I. Semmel dalam Trianto [8] seperti Data selanjutnya yang diperoleh adalah respon
yang disajikan pada Gambar 1. Model ini terdiri peserta didik untuk mengetahui seberapa besar
dari 4 tahap pengembangan yaitu, Define respon peserta didik terhadap pembelajaran kimia
(pendefinisian), Design (perancangan), Develop menggunakan minibook berbasis SETS.
(pengembangan), dan Disseminate (penyebaran). Selanjutnya data tersebut digunakan untuk
Tetapi dalam pengembangan minibook ini hanya mengukur kepraktisan minibook terhadap
sampai pada tahap pengembangan saja. Penelitian pembelajaran.
ini dilaksanakan pada bulan Mei 2017 di SMAIT Tabel 1. Respon Peserta Didik
Al Uswah Surabaya yang beralamat di Jl. Respon Siswa Skor
Medokan Semampir Indah No.127, Medokan Sangat Tidak Setuju 1
Semampir, Sukolilo, Kota Surabaya, Jawa Timur Tidak Setuju 2
60119. Sasaran dari penelitian ini adalah 12 peserta Setuju 3
didik Kelas XI di SMAIT Al Uswah Surabaya. Sangat Setuju 4
Analisis kurikulum Define

Analisis materi Analisis peserta


didik
Perumusan tujuan
[11]

Menyeleksi ilustrasi Selanjutnya data yang dihitung untuk mengukur


Design

keefektifan minibook adalah Analisis Hasil Tes


Desain awal media pembelajaran
Peserta Didik. Analisis hasil tes peserta didik
Draft 1 diperoleh dari nilai tes akhir yang digunakan untuk
Telaah mengetahui pemahaman peserta didik terhadap
Telaah Telaah Telaah
materi yang disajikan dalam minibook dengan
kevalidan kepraktisan keefektifan ketentuan benar atau salah. Kemudian skor
Develop

Revisi dikonversikan dalam bentuk persen.


Uji coba terbatas
HASIL DAN PEMBAHASAN
Draft akhir
Hasil penelitian pengembangan media
Gambar 1 Tahap-tahap Pengembangan 4-D Models pembelajaran minibook berbasis SETS pada materi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pokok hidrokarbon kelas XI SMAIT Al Uswah
kelayakan media pembelajaran minibook berbasis Surabaya diuraikan sebagai berikut :
SETS yang dikembangkan berdasarkan kriteria Hasil dan Analisis Data Uji Kevalidan
kualitas suatu produk yaitu kevalidan (validity), Kelayakan berdasarkan kevalidan minibook
kepraktisan (practicality), dan keefektifan diukur dari hasil validasi oleh dua dosen kimia dan
(effectivity) [9]. Kriteria kevalidan dilihat dari satu guru kimia dapat dilihat pada diagram dibawah
kelayakan isi, komponen penyajian, dan komponen ini:
kebahasaan.
Kelayakan minibook berdasarkaan tingkat
kevalidan diukur dengan menggunakan lembar
validasi oleh para ahli, dalam hal ini adalah 2
dosen kimia dan 1 guru kimia. Hasil dari penilaian
tersebut kemudian diakumulasikan dalam bentuk
persen.

skor kriteria = skor tertinggi x jumlah aspek x jumlah validator Gambar 2 Hasil Validasi
[10]

60
Unesa Journal of Chemical Education ISSN 2252-9454
Vol. 7 No. 1, pp. 58-64 January 2018

Berdasarkan diagram diatas dapat diketahui Tabel 2 Interpretasi Kelayakan


bahwa aspek pertama dalam minibook berbasis Persentase (%) Katagori
SETS pada materi Hidrokarbon yang 1%-20% Tidak layak
dikembangkan adalah kelayakan isi. Berdasarkan 21%-40% Kurang layak
validasi yang telah dilakukan, kelayakan isi 41%-60% Cukup layak
minibook berbasis SETS pada materi Hidrokarbon 61%-80% Layak
memperoleh persentase 83% dengan kategori 81%-100% Sangat Layak
sangat layak karena lebih dari 61% [10]. Pada [10]
aspek kelayakan isi tersebut terdapat 21 butir Hasil dan Analisis Data Uji Kepraktisan
penilaian dan butir pertama tentang penghayatan Kelayakan media pembelajaran minibook
terhadap agama yang dianutnya mendapatkan nilai berdasarkan kepraktisan diukur menggunakan hasil
terendah yaitu 63% dari dua orang validator yang respon peserta didik terhadap minibook yang
menilai. Hal tersebut dikarenakan pada fitur dikembangkan. Tabel 5 berikut adalah hasil respon
minibook sendiri penghayatan terhadap agama yang siswa terhadap minbook :
dianutnya hanya terdapat pada kalimat pembuka, Tabel 3 Hasil Angket Respon Peserta Didik
dan lebih banyak diterapkan pada uji coba terbatas Rata-
bukan pada fitur dalam minibook tersebut. rata Konver
No Aspek yang dinilai penilai si %
Sedangkan penilaian komponen SETS sendiri pada
an
butir 6-9 mendapatkan nilai sebesar 83% pada
1 Minibook menggunakan baha- 2.92 73%
komponen Science dan komponen Society, sa yang mudah dipahami
sedangkan pada komponen Environment dan 2 Minibook menggunakan kali- 3.00 75%
Technology mendapatkan nilai sebesar 92%, hal mat yang tidak menimbulkan
tersebut menunjukkan bahwa pada fitur minibook makna ganda
perlu ditambah aplikasi atau materi yang berkaitan 3 Petunjuk kegiatan dalam Mini 3.17 79%
book jelas, sehingga memper-
dengan komponen Science dan komponen Society.
mudah saya dalam melakukan
Aspek kedua yang dilakukan terkait kevalidan semua kegiatan
minibook berbasis SETS yang dikembangkan ialah 4 Pemilihan jenis huruf, ukuran 3.00 75%
komponen penyajian yang mendapatkan persentase serta spasi yang digunakan
nilai sebesar 84% dengan kategori sangat layak. mempermudah saya dalam
Hasil tersebut menunjukkan bahwa secara membaca Minibook
penyajian, minibook yang dikembangkan telah 5 Pada awal pembelajaran 2.92 73%
layak untuk diterapkan dalam pembelajaran. Pada menggunakan Minibook ini,
butir nomor 27 pada penilaian komponen ada sesuatu yang menarik bagi
penyajian ini mendapatkan nilai terendah yaitu saya
67%, hal ini menunjukkan bahwa perlu adanya 6 Gaya penyajian Minibook ini 3.25 81%
fitur pada minibook yang bisa membangkitkan tidak membosankan
motivasi peserta didik dalam mempelajari 7 Pada setiap halaman tidak 3.00 75%
hidrokarbon. terdapat kata atau kalimat
Aspek ketiga dalam penelitian pengembangan yang tidak saya pahami
minibook berbasis SETS adalah komponen 8 Variasi kegiatan, tugas, soal 3.17 79%
kebahasaan yang mendapatkan persentase nilai latihan, ilustrasi dan lain-lain
sebesar 82% dengan kategori baik. Hal ini membantu saya untuk me-
menunjukkan bahwa secara kebahasaan, minibook ngembangkan kemampuan
yang dikembangkan telah siap untuk diterapkan. kimia saya
Sedangkan dalam aspek komponen kebahasaaan 9 Ketika belajar saya selalu 2.83 71%
ini pada butir nomor 42, 43, 47, dan 47 memeriksa kembali hasil
mendapatkan penilaian terendah sebesar 75%. Hal pekerjaan yang saya peroleh
tersebut menunjukkan perlu adanya perbaikan dan membuat kesimpulan
sesuai dengan masalah yang
dalam menggunakan ejaan maupun struktur
ditanyakan
kalimat serta dalam mendorong peserta didik
dalam berpikir kritis.

61
Unesa Journal of Chemical Education ISSN 2252-9454
Vol. 7 No. 1, pp. 58-64 January 2018

Rata- persen menjadi 71%. Butir pernyataan nomor 9


rata Konver menyatakan bahwa ketika belajar peserta didik
No Aspek yang dinilai penilai si %
an selalu memeriksa kembali hasil pekerjaan yang
10 Dari setiap kegiatan yang ada 3.08 77%
mereka peroleh dan membuat kesimpulan sesuai
dalam Minibook ini saya dapat dengan masalah yang ditanyakan. Artinya, peserta
menyimpulkan dan meng- didik tidak selalu memeriksa kembali pekerjaan
ambil ide-ide penting me- mereka untuk memastikan kebenaran dari jawaban
ngenai materi hidrokarbon
yang mereka berikan karena terkendala waktu yang
11 Saya dapat menghubungkan 3.42 85%
isi Minibook ini dengan hal- terbatas.
hal yang telah saya lihat, saya Dari data diatas, diketahui rata-rata nilai
lakukan, atau saya pikirkan respon peserta didik mencapai persentase nilai
dalam kehidupan sehari-hari 77% dengan kategori layak berdasarkan skala
12 Saya dapat memperoleh 3.00 75% penilaian angket respon peserta didik menurut
pengetahuan dengan meng-
ikuti serangkaian kegiatan Riduwan (2010) karena lebih dari 61%.
dalam Minibook Berdasarkan hal tersebut dapat disimpukan bahwa
13 Setelah mempelajari hidro- 3.00 75% minibook dikatakan layak diterapkan dilihat dari
karbon menggunakan Mini kriteria kepraktisamn minibook terhadap proses
book ini saya percaya bahwa
pembelajaran.
saya akan berhasil dalam tes
14 Banyak materi dalam Mini 3.25 81%
book ini yang saya pahami
Hasil dan Analisis Data Uji Keefektifan
15 Saya senang mempelajari 3.42 85% Kelayakan media pembelajaran minibook
kimia khususnya hidrokarbon berdasarkan kepraktisan diukur menggunakan
menggunakan Minibook ini lembar analisis hasil tes peserta didik. Tabel 4
Total 3.09 77% dibawah ini merupakan hasil dari Lembar Analisis
Dalam angket respon yang diberikan kepada Hasil Tes Peserta Didik
peserta didik, terdapat 15 butir pernyataan dengan Tabel 4 Lembar Analisis Hasil Tes Peserta Didik
skala penilaian 1-4. Dari 15 butir pernyataan Nama nilai akhir keterangan
tersebut, butir nomor 11 dan 15 mendapatkan nilai Siswa
tertinggi yaitu 3,42 dan jika dikonversi dalam AUA 80 Tuntas
persen menjadi 85%. Butir nomor 11 menyatakan RRM 90 Tuntas
bahwa peserta didik dapat menghubungkan isi MNN 90 Tuntas
minibook ini dengan hal-hal yang telah mereka 90 Tuntas
AAR
lihat, mereka lakukan, atau mereka pikirkan dalam
SA 80 Tuntas
kehidupan sehari-hari, sedangkan butir nomor 15
menyatakan bahwa pembelajaran hidrokarbon R 80 Tuntas
menggunakan minibook berbasis SETS AVM 50 tidak tuntas
menyenangkan. Hal ini menunjukkan bahwa RRA 60 tidak tuntas
minibook yang dikembangkan dengan berbasis ZNI 80 Tuntas
SETS, design yang berwarna, dan ilustrasi yang RRKAW 70 tidak tuntas
menarik telah memotivasi peserta didik untuk 80 Tuntas
FA
mempelajari materi Hidrokarbon dan dengan
DR 80 Tuntas
minibook berbasis SETS ini peserta didik dapat
rata-rata kelas Tuntas
menghubungkan aplikasi hidrokarbon dalam
kehidupan sehari-hari. presentase ketuntasan 75%
Dari 15 butir pernyataan yang diajukan Berdasarkan data diatas diketahui bahwa rata-
kepada peserta didik, pernyataan pada butir nomor rata nilai yang diperoleh seluruh peserta didik
9 yang mendapat nilai terendah, yaitu adalah 77,5 dengan 9 peserta didik mencapai SKM
mendapatkan nilai 2,83 dan jika dikonversi dalam dan 3 peserta didik tidak tuntas SKM yang telah

62
Unesa Journal of Chemical Education ISSN 2252-9454
Vol. 7 No. 1, pp. 58-64 January 2018

ditetapkan untuk mata pelajaran kimia pada materi untuk diterapkan. Hal tersebut berdasarkan nilai
hidrokarbon di SMA IT Al Uswah Surabaya, yaitu yang diperoleh dilihat dari
75%. 1 orang peserta didik yang mendapatkan nilai 1. kriteria kevalidan (kelayakan isi 83%,
di bawah SKM dikarenakan kurang paham dalam komponen penyajian 84%, komponen
menentukan penamaan hidrokarbon, sedangkan 2 kebahasaan 82%)
orang peserta didik yang tidak lulus SKM 2. Kepraktisan minibook 77%, dan
dikarenakan mereka tidak mengerjakan beberapa 3. keefektifan minibook 75%.
soal dan berbicara sendiri pada saat diberi waktu
Saran
untuk mengerjakan soal itu. Berdasarkan nilai 75%
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, ada
yang diperoleh tersebut dapat disimpulkan bahwa
beberapa saran untuk yang diajukan, yaitu :
minibook berbasis SETS pada materi Hidrokarbon
1. Bagi penelitian selanjutnya diharapkan
dapat dinyatakan efektif untuk diterapkan dan baik
penerapan minibook bisa dilakukan dengan
untuk membantu peserta didik memahami materi
waktu yang lebih panjang agar penerapan
hidrokarbon.
minibook bisa berlangsung secara maksimal.
Uji Coba Terbatas 2. Fitur minibook dalam komponen SETS bisa
Uji coba terbatas minibook yang telah dimaksimalkan baik dalam pembuatan soal
dilakukan cukup menarik para peserta didik dalam minibook maupun dalam pembahasan
terutama pada pembahasan mengenai lembar SETS materi atau dalam lembaran SETS yang ada
yang ada pada minibook tersebut. Para peserta pada akhir materi, terutama pada aspek
didik saling memberikan contoh aplikasi Science dan Society, karena pada penelitian ini
hidrokarbon yang mereka temukan dalam kedua aspek tersebut dinilai kurang maksimal
kehidupan sehari-hari, ada pula peserta didik yang jika dilihat dari fitur yang ada dalam minibook
menanyakan kemungkinan aktivitas yang termasuk yang dikembangkan ini.
hidrokarbon atau bukan karena sebagian besar dari 3. Untuk lembar respon dan lembar observasi
peserta didik masih belum mengetahui aplikasi aktivitas peserta didik sebaiknya ada aspek
hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari dan yang khusus membahas tentang fitur SETS
mereka juga masih bingung mengklasifikasikan yang ada pada minibook dan manfaat dari
aplikasi hidrokarbon yang mereka temukan ke tampilan minibook yang berukuran kecil.
dalam unsur SETS yang mana. Selain itu juga saat 4. Untuk butir penilaian validasi minibook pada
uji coba terbatas pada hari pertama, peserta didik sub komponen sikap spiritual dan sosial tidak
terlihat tertarik dengan ukuran dan bentuk perlu dicantumkan dalam penilaian validasi
minibook yang dibagikan, karena pada saat karena kedua sub komponen tersebut
minibook dibagikan ada peserta didik yang dilakukan dalam uji coba terbatas.
bertanya apakah minibook itu hasil buatan sendiri
atau bukan sambil melihat-lihat cover dan isi DAFTAR PUSTAKA
minibook tersebut.. Berdasarkan beberapa kesan 1. Arianti, Fuji. 2012. Pengembangan Minibook
dari peserta didik di hari terakhir uji coba terbatas, Materi Struktur Dan Fungsi Sel Untuk
dapat diketahui bahwa menurut mereka Mendukung Pembelajaran Kelas XI-IPA
SMA Muhammadiyah 4 Surabaya. Skripsi
pembelajaran minibook berbasis SETS tersebut
yang tidak dipublikasikan. Surabaya : FMIPA
menarik karena bukunya unik, gampang bawanya, Universitas Negeri Surabaya.
dan mereka dapat mengetahui manfaat hidrokarbon
2. Amien, S. 2010. Rekonstruksi Buku Ajar
dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan Mempertimbangkan Karakteristik
Bidang Studi Dan Peserta Didik. Malang :
PENUTUP FAI Universitas Muhammadiyah Malang.
Simpulan 3. Kurniati, E. 2010. Menumbuhkan Minat Baca
Minibook berbasis SETS pada materi Pada Anak. Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu
Hidrokarbon yang dikembangkan dikatakan layak Agama. Vol 1 (1): hal. 19-27.

63
Unesa Journal of Chemical Education ISSN 2252-9454
Vol. 7 No. 1, pp. 58-64 January 2018

4. Subagia, Chandra dan Novita, Dian. 2017. SETS (Science, Environment, Technology,
Pengembangan Intrumen Penilaian Kinerja Society) Pada Materi zat Adiktif dan
(Performance Assesment) untuk Menilai Psikotropika di MTs NU 20 Kangkung
Ketermapilan Proses Sains Peserta Didik Kabupaten Kendal Kelas VIII Tahun Ajaran
pada Materi Reaksi Eksoterm dan Endoterm 2010-2011. Semarang : FMIPA UIN
Kelas XI SMA. Surabaaya : FMIPA Semarang.
Universitas Negeri Surabaya.
8. Trianto, 2007. Model Pembelajaran Terpadu
5. Urfa, Fahria dan Novita, Dian. 2017. dalam Teori dan Praktek. Jakarta : Prestasi
Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa Pustaka.
(LKS) Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk 9. Nieveen, N dan Plomp,T. 2013. Educational
Melatihkan Keterampilan Proses Sains Pada Design Research. Netherland : Enschede.
Materi Redoks Kelas X SMA. Surabaya :
FMIPA Universitas Negeri Surabaya. 10. Riduwan. 2010. Skala Pengukuran Variabel-
variabel Penelitian. Bandung : Alfa Beta.
6. Khasanah, Nur. 2015. SETS (Science,
Environment, Technology, Society) sebagai 11. Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006.
Pendekatan Pembelajaran IPA Modern pada Naskah Akademik Instrumen Penilaian Buku
Kurikulum 2013. Semarang : UIN Walisongo Teks Pelajaran Pendidikan Dasar dan
Semarang Menengah. Jakarta : BSNP.
7. Mutholib, Abdul. 2011. Pengembangan Buku
Saku sebagai Media Pembelajaran Berbasis

64