Anda di halaman 1dari 2

Konsumsi Susu Kedelai dan Tekanan Darah di antara Pasien Diabetes Tipe 2 dengan Nefropat

Tujuan: Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi susu kedelai
terhadap risiko kardiovaskular dan biomarker fungsi ginjal pada pasien diabetes tpe 2 dengan
nefropat.

Metode: Uji coba klinis terkontrol secara acak dan crossover, dilakukan pada 29 pasien diabetes
tpe 2 dengan nefropat. Peserta secara acak diberi makan-makanan yang mengandung susu
kedelai, atau makanan yang mengandung susu sapi, masing-masing selama 4 minggu. Ada 2
minggu tanpa pemberian keduanya antara dua periode intervensi. Pengukuran antropometri
dan biokimia dilakukan sesuai dengan protokol standar.

Hasil: Rata-rata usia dan indeks massa tubuh pasien masing-masing adalah 5110 tahun dan
284 kg / m2. Konsumsi susu kedelai menghasilkan penurunan tekanan darah sistolik yang
signifikan dibandingkan dengan konsumsi susu sapi (percent change: -4,50 vs 5,89%; P=.03).
kadar trigliserida menurun secara signifikan setelah konsumsi susu kedelai (percent change:
215,22 vs 2,37%; P 5 .02). Setelah disesuaikan dengan asupan karbohidrat, efek susu kedelai
pada kadar trigliserida tdak signifikan. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara susu kedelai
dan konsumsi susu sapi dalam hal pengaruhnya terhadap risiko kardiovaskular dan penanda
fungsi ginjal.

Kesimpulan: Konsumsi susu kedelai dikaitkan dengan tekanan darah yang lebih baik pada pasien
diabetes dengan nefropat.

Pendahuluan :
DIABETIC NEPHROPATHY (DN) adalah penyebab utama penyakit ginjal stadium akhir. Kelainan
metabolik dikaitkan dengan patologi Diabetk nefropat, diet sehat memainkan peran pentng
dalam mengendalikan komplikasi pada pasien diabetc nefropat
Beberapa penelitan telah menelit efek konsumsi kedelai pada risiko kardiovaskular. Temuan
terbaru menunjukkan bahwa protein kedelai dan konsumsi kedelai yang diisolasi meningkatkan
fungsi ginjal pada pasien Diabetk Nefropat tpe 2. Penelitan pada hewan juga melaporkan hasil
yang serupa. Dalam Sebagian besar penelitan, efek konsumsi protein kedelai telah dinilai di
antara pasien dengan DN. Meskipun uji klinis baru-baru ini mengungkapkan bahwa konsumsi
susu kedelai memiliki efek positf pada beberapa faktor kardiovaskular, penelitan ini berfokus
pada tekanan darah dan fungsi ginjal.
Efek positf dari seluruh produk kedelai, sepert susu kedelai, telah didokumentasikan, dengan
beberapa penelit menyarankan bahwa kedelai utuh mungkin lebih bermanfaat dari pada hanya
komponen kedelai di antara pasien dengan DN. Pada pasien dengan nefropat karena
kandungan fosfor yang tnggi dari produk susu maka konsumsi susu dibatasi dalam makanan.
Sebaliknya, kandungan fosfor susu kedelai yang rendah dapat menjadikannya pilihan yang lebih
baik untuk pasien ini dengan DN. Konsistensi makanan kedelai mungkin pentng dalam
ketersediaan dan metabolisme bio isoflavon kedelai karena kandungan isoflavon susu kedelai
menyerap pada tngkat yang lebih tnggi daripada makanan kedelai lainnya. Dengan demikian,
ini bisa menjadi pilihan makanan yang baik pada pasien dengan gangguan metabolisme.
Efek konsumsi susu kedelai pada fungsi kardiorenal belum dijelaskan secara jelas di antara
pasien dengan DN. Oleh karena itu, tujuan penelitian kami adalah untuk menentukan efek
konsumsi susu kedelai pada biomarker kardiorenal pada pasien ini.

Subjek dan Metode

Subjek
Percobaan klinis secara acak dan crossover ini dilakukan pada pasien diabetes tpe 2 dengan
nefropat. DN didefinisikan dengan gula darah puasa 126 mg / dL atau lebih atau menggunakan
agen hipoglikemik atau injeksi insulin, proteinuria lebih dari 300 mg / hari, dan laju filtrasi
glomerular (GFR) lebih dari 90 mL / menit . Untuk terdaftar dalam penelitan ini, peserta harus
didiagnosis DN. Individu yang sedang hamil; menyusui; atau menggunakan terapi sulih hormon,
alkohol, atau rokok tdak memenuhi syarat untuk penelitan ini. Kami juga tdak menyertakan
individu yang memiliki keganasan payudara atau alergi atau intoleransi terhadap susu kedelai
atau susu sapi. Pasien yang menggant dosis agen hipoglikemik oral, terapi insulin, atau obat
penurun lipid atau tdak mengikut diet yang dianjurkan dikeluarkan dari penelitan ini. Pasien
yang akan ditelit datang Rumah Sakit Alzahra Universitas Isfahan. Ukuran sampel untuk
penelitan ini dihitung berdasarkan rumus 9: n 5 [(Z12a / 2 1 Z12b) 2 3 S2] / 2D2, dimana
kesalahan (tpe 1) adalah 0,05, b (error tpe 2) adalah 0,2, S (varians dari kreatnin) adalah 1,3,
dan D menunjukkan perbedaan dalam cara kreatnin kencing (D 5 1).

Menurut formula ini, 18 pasien akan diminta untuk menyelesaikan percobaan. Tetapi , untuk
mengkompensasi kemungkinan exclusions dan loss to follow up, kami merekrut 32 pasien
diabetes.
Semua pasien mengisi informed consent. Penelitan ini telah disetujui dewan Riset dan Komite
Etka dari Universitas Ilmu Kedokteran Isfahan (nomor proyek penelitan: 185190). Penelitan ini
juga telah terdaftar di www.clinicaltrials.gov dan di Register Percobaan Klinis Iran, nomor ID
NCT01419912 dan IRCT201105282839N2