Anda di halaman 1dari 4

a.

Latar Belakang

Penyakit tidak menular atau non-communicable disease (NCD) merupakan keadaan


medis atau penyakit yang bukan disebabkan oleh infeksi dan tidak disebarkan diantara
manusia. NCD dapat berupa penyakit yang mempunyai durasi lama dan berkembang secara
lambat atau dapat berupa penyakit yang dapat menyebabkan kematian mendadak (Pranoto
2012). Yang termasuk dalam NCD adalah penyakit jantung, stroke, kanker, asma, diabetes,
penyakit ginjal kronis, osteoporosis, penyakit alzheimer, katarak, dan banyak lagi. Meskipun
terkadang disalah artikan sebagai penyakit kronis, NCD hanya disebabkan oleh penyakit
yang non-infeksi, bukan durasi penyakitnya yang lama. Beberapa penyakit kronis seperti
HIV / AIDS dan yang mempunyai kondisi serupa dengan NCD juga disebabkan oleh
penyakit infeksi. Kondisi tersebut memerlukan penatalaksanaan jangka panjang seperti
halnya penyakit kronik yang lain (Pranoto, 2012).

Faktor risiko seperti, gaya hidup seseorang dan lingkungan diketahui meningkatkan
kemungkinan beberapa NCD. Setiap tahun, sedikitnya 5 juta orang meninggal karena
penggunaan tembakau dan sekitar 2,8 juta meninggal karena kelebihan berat badan.
Kolesterol tinggi menyumbang sekitar 2,6 juta kematian dan 7,5 juta meninggal karena
hipertensi. Kasus tertinggi penyakit tidak menular di Jawa Tengah adalah kelompok penyakit
jantung dan pembuluh darah sebesar 66,51% atau sebanyak 806.208 kasus meningkat
dibandingkan tahun 2011 sebesar 62,43% atau sebanyak 773.315 kasus. Peningkatan PTM
juga terjadi di Kota Semarang dimana tahun 2010 sebesar 907 kasus, tahun 2011 sebesar
1.077 kasus, tahun 2012 sebesar 2.084 kasus, dan tahun 2013 sebesar 2.725 kasus (DKK
Semarang, 2014). Pada tahun 2030, kematian karena NCD kronis diperkirakan meningkat
menjadi 52 juta per tahun sementara kematian akibat penyakit menular, kesehatan ibu dan
anak, dan kekurangan gizi diperkirakan akan menurun sebesar 7 juta per tahun pada periode
yang sama. Data WHO menunjukkan bahwa sebanyak 57 juta (63%) angka kematian yang
terjadi di dunia dan 36 juta (43%) angka kesakitan disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular.
Global status report on NCD World Health Organization (WHO) tahun 2010 melaporkan
bahwa 60% penyebab kematian semua umur di dunia adalah karena PTM dan 4% meninggal
sebelum usia 70 tahun. Seluruh kematian akibat PTM terjadi pada orang-orang berusia
kurang dari 60 tahun, 29% di negara-negara berkembang, sedangkan di negara-negara maju
sebesar 13% (Astuti, Prasetyowati, Ariyanto, Epidemiologi, & Masyarakat, 2016).

Pertumbuhan NCD yang tidak dihambat, pada tahun 2020 NCD akan menyebabkan 7
dari setiap 10 kematian di negara berkembang, dan menewaskan 52 juta orang setiap
tahunnya di seluruh dunia pada 2030. Dengan statistik seperti ini, tidak mengherankan
apabila badan internasional seperti Organisasi Kesehatan Dunia & Bank Dunia telah
menjadikan pencegahan dan pengendalian NCD sebagai agenda kesehatan global yang
penting. Dengan demikian, seharusnya pembuat kebijakan dan masyarakat bergerak
membuat pencegahan dan pengobatan NCD sebagai prioritas. Langkah-langkah
berkesinambungan dapat diterapkan untuk menghambat (dan akhirnya mengurangi) ancaman
kesehatan global ini (Haniek Try Umayana, 2015).

Organisasi Kesehatan Dunia– Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia melakukan


upaya untuk mengatasi masalah NCD meliputi mengurangi kadar garam dalam makanan,
membatasi pemasaran makanan yang tidak sehat dan minuman non-alkohol kepada anak-
anak, meningkatkan kontrol penggunaan alkohol, kenaikkan pajak hasil tembakau, dan
membuat undang-undang membatasi merokok di tempat umum (Pranoto, 2012).
Pembahasan Symposium on Research, Policy & Action to Reduce the Burden of Non
Communicable Disease pada tahun 2013, kebijakan kesehatan yang dibuat oleh Pemerintah
Indonesia sebagai salah satu cara mencegah dan mengendalikan NCD meliputi :

1. PP No 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa
produk tembakau bagi kesehatan

2. Permenkes No 28 Tahun 2013 tentang pencantuman peringatan kesehatan dan informasi


kesehatan pada kemasan produk tembakau

3. Permenkes No 30 Tahun 2013 tentang pencantuman informasi kandungan gula, garam


dan lemak serta pesan kesehatan untuk pangan olahan dan pangan siap saji guna menekan
konsumen dari penyakit tidak menular
Sehubungan dengan hal diatas, kami membuat sebuah inovasi berupa Program
SADAR DIRI Sebagai Upaya Menurunkan Angka Kejadian NCD. Gagasan ini berupa suatu
program pendidikan kesehatan mengenai penerapan gaya hidup sehat sebagai upaya
promotif dan preventif yang diberikan kepada seluruh masyarakat. Program ini dilakukan
secara berkelanjutan dengan pemantauan pencapaian masyarakat dalam menerapkan gaya
hidup sehat. Program ini nantinya akan dilakukan oleh unit pelayanan dasar tingkat pertama
yaitu Puskesmas.
DAFTAR PUSTAKA

Armiatin.(n.d.). Penelitian, Kebijakan dan Aksi untuk Mengadapi Penyakit Tidak Menular.
Retrieved from
http://www.mutupelayanankesehatan.net/index.php/component/content/article/22/892