Anda di halaman 1dari 17

PRECEED-PROCEED MODEL

ts4qib@yahoo.co.id
• Model precede proceed yang dikembangkan oleh Lawrence W
Green dan Marshall W Kreuter
• Menekankan pada upaya promosi/ pendidikan kesehatan
untuk merubah perilaku dan mengelola lingkungan
• pendekatan pengelolaan yang komprehensif yang dapat
diterapkan pada berbagai masalah kesehatan
Precede proceed model
• kerangka kerja bagi proses pengembangan dan evaluasi program pendidikan/ promosi
kesehatan yang sistematik.
• Premis : pendidikan/ promosi kesehatan tergantung pada kerjasama dan partisipasi sukarela
klien dalam suatu proses yang memungkinkan determinasi praktik perilaku pribadi; dan
bahwa derajat perubahan pengetahuan dan praktik kesehatan berkaitan secara langsung
dengan derajat partisipasi aktif klien.
• Karenanya pada model ini pendidikan kesehatan yang tepat dipertimbangkan menjadi
intervensi (penatalaksanaan) bagi masalah yang didiagnosa dengan tepat pada satu populasi
target.
• Multidimensi, disusun berdasarkan ilmu sosial/ perilaku, epidemiologi, administrasi dan
pendidikan.
• Kesehatan dan perilaku kesehatan mempunyai penyebab multipel yang harus dievaluasi
untuk memastikan intervensi yang tepat.
• ok komprehensif model PRECEDE memungkinkan penerapan pada berbagai setting seperti
pendidikan kesehatan sekolah, pendidikan pasien, pendidikan kesehatan komunitas serta
setting pelayanan pasien.
• Tujuan PRECEDE PROCEED model adalah untuk
mengarahkan perhatian awal terhadap hasil bukan
pada input.
• Perencanaan dimulai dengan hasil yang diharapkan
dan bekerja ke belakang untuk menentukan apa yang
menyebabkannya, apa yang mendahului hasil.
• Intervensi diarahkan pada factor yang precede/
mendahului hasil pada outcome.
2 prinsip model
• prinsip partisipasi
• Peran penting faktor lingkungan dan perilaku
kesehatan sebagai determinan kesehatan
Diagnosis Sosial

• Fokus tahap ini adalah mengidentifikasi dan


mengevaluasi masalah social yang berdampak pada
kualitas hidup populasi target dan sebaliknya
bagaimana kualitas hidup menyebabkan masalah
social.
• Identifikasi hubungan antara masalah ini dan
masalah kesehatan spesifik
• Metode dapat dengan forum komunitas, nominal
groups, Focus group, survey, interview.
Diagnosis Epidemiologi

• Fase ini membantu menentukan isu kesehatan yang berkaitan dengan


kualitas hidup.
• membantu mengidentifikasi factor perilaku dan lingkungan yang berkaitan
dengan isu kualitas hidup.
• Focus fase ini adalah mengidentifikasi masalah kesehatan spesifik dan
factor non kesehatan yang berkaitan dengan kualitas hidup yang buruk.
• Prioritas ini dapat didefinisikan sebagai objektif program yang
menentukan populasi target (SIAPA), hasil yang diharapkan (APA), dan
SEBERAPA BANYAK keuntungan yang harus diperoleh populasi sasaran,
serta KAPAN keuntunngan itu akan terjadi.
• Contoh data epidemiologis statistic vital, tahun kehilangan hidup
potensial, kecacatan, prevalensi, morbiditas, insiden, mortalitas.
Diagnosis Behavioral dan
environmental
• Fase ini berfokus pada identifikasi sistematis praktik kesehatan dan faktor
lain yang mungkin berkaitan dengan masalah kesehatan yang ditentukan
pada fase 2.
• mencakup penyebab non perilaku (faktor personal dan lingkungan) yang
dapat berkontribusi pada masalah kesehatan, dapat mencakup
predisposisi genetik, usia, gender, penyakit yang ada, cuaca dan tempat
kerja, keadekuatan fasilitas perawatan dsb.
• Serta penyebab perilaku yang menyebabkan masalah kesehatan pada
populasi terget.
• Komponen penting lain pada fase ini adalah penentuan prioritas penting
dan dapat diubahnya setiap penyebab perilaku.
• Matrik perilaku: membantu mengidentifikasi target dimana intervensi
yang paling efektif dapat diaplikasikan.
Matriks perilaku
• ..\matriks perilaku.doc
Diagnosis Edukasional dan
organisasional
• Faseini mengkaji penyebab perilaku kesehatan yang
teridentifikasi di fase 3.
• Mencakup 3 jenis penyebab yaitu faktor predisposisi, faktor
enabling, serta faktor reinforcing.
• Elemen penting pada fase ini adalah pemilihan faktor yang
jika dimodifikasi, akan paling berhasil guna dalam perubahan
perilaku.
• Faktor predisposisi meliputi setiap karakteristik seseorang
atau populasi yang memotivasi perilaku sebelum perilaku
tersebut dilakukan, meliputi; pengetahuan mengenai
kesehatan, kepercayaan terhadap kesehatan (upaya promosi,
pencegahan, pengobatan, rehabilitasi), nilai tentang
kesehatan, serta sikap terhadap kesehatan secara spesifik
terkait masalah kesehatan yang terjadi.
• Faktor enabling meliputi karakteristik lingkungan yang
memfasilitasi tindakan dan suatu ketrampilan atau
sumber yang diperlukan untuk melakukan perilaku
spesifik. Misalnya ketrampilan kesehatan dan sumber
(dukungan/ rujukan sosial dan kesehatan) di komunitas
(aksesibilitas/ keterjangkauan dari aspek biaya, jarak,
transportasi, waktu pelayanan serta availabilitas/
ketersediaan), serta aturan atau hukum (lokal, propinsi,
negara).
• Faktor reinforcing mencakup reward dan punishmment
yang menyertai atau diantisipasi sebagai konsekuensi
dari perilaku. Ini berperan memperkuat motivasi
terhadap perilaku. meliputi dukungan, reward dan
punishment dari pihak yang berpengaruh di komunitas
misal keluarga, teman sebaya, guru, aparat, tokoh,
perilaku tenaga kesehatan dan sebagainya.
Diagnosis Administratif dan
kebijakan
• Fase ini berfokus pada konsern organisasi dan administrasi yang harus
diperhatikan sebelum implementasi program.
• Mencakup pengkajian sumber, pengembangan dan alokasi anggaran,
pengembangan timetable implementasi, organisasi dan personil
dalam program, serta koordinasi program dengan semua departemen,
organisasi institusi serta komunitas.

• Diagnosis administratif mencakup analisis kebijakan, sumber dan


lingkungan yang melingkupi situasi organisasi yang dapat
menghambat atau memfasilitasi pengembangan program kesehatan.

• Diagnosis kebijakan mencakup mengkaji kesesuaian tujuan dan


objektif program dengan keorganisasian dan keadministrasian, apakah
program sesuai dengan pernyataan misi, aturan dan regulasi.
Implementasi dan evaluasi program

• Implementasi
• Evaluasi Proses
Digunakan untuk mengevaluasi proses implementasi program.
• Evaluasi Dampak
mengukur kefektifan program pada objektif jangka menengah dan
perubahan pada aspek edukasional dan organisasional (faktor
predisposing, enabling, serta reinforcing) serta perilaku dan lingkungan
terkait masalah kesehatan spesifik yang terjadi.
• Evaluasi Hasil
mengukur perubahan semua objektif dan perubahan dalam kesehatan
dan manfaat sosial atau kualitas hidup. Perlu waktu yang sangat lama
untuk mendapatkan hasil dan dapat bertahun-tahun sebelum perubahan
nyata dalam kualitas hidup terlihat.
Aplikasi model pada pengkajian DM
..\S2 UI\TERM 1\PX Kom lanjut\aplikasi dm.doc
• Model PRECEDE PROCEED memberikan alternatif pendekatan
yang komprehensif dalam pengembangan program
• Dari pengkajian atau diagnosis, implementasi sampai evaluasi
tercakup pendataan, pengelolaan dan evaluasi aspek penting
terkait kesehatan baik sosial (kualitas hidup), epidemiologi,
perilaku dan lingkungan aspek edukasi dan organisasi serta
administrasi dan kebijakan terkait kesehatan.