Anda di halaman 1dari 6

HANDOUT PNEUMATIK

Oleh :
NAMA : Gopar Taufik
NUPTK : -
Nomor Peserta : 2016080889
No. Absensi : 9

SMK NEGERI 2 PENGASIH


JL. KRT. KERTODININGRAT, MARGOSARI, PENGASIH, KULONPROGO
TAHUN 2018
SMK NEGERI 2 PENGASIH
HANDOUT SISTEM KONTROL
No.: 1 Revisi: 00 Tgl: 20-02-2018 Hal. 1 dari6
Semester I Katup & Silinder Pneumatik 30 menit

HANDOUT
MATERI: KATUP DAN SILINDER PNEUMATIK

Satuan Pendidikan : SMK NEGERI 2 PENGASIH


Mata Pelajaran : DASAR PERANCANGAN TEKNIK MESIN
Kelas / Semester : X/I
Materi Pokok : Katup dan Silinder Pneumatik
Alokasi Waktu : 30 Menit

A. Kompetensi Dasar (KD)


3.9 Menganalisis sistem kontrol

B. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)


3.9.1 Menguraikan pengertian sistem kontrol pneumatik
3.9.2 Mendeskripsikan fungsi sistem kontrol pneumatik
3.9.3 Mengklasifikasikan komponen sistem kontrol pneumatik katup 3/2 knop dan silinder
kerja tunggal

C. Tujuan Pembelajaran
Melalui diskusi dan pengamatan dari berbagai sumber belajar dalam kegiatan
pembelajaran berbasis discovery learning, peserta didik diharapkan dengan benar dapat
3.9.1 Menguraikan pengertian sistem kontrol pneumatik dengan jujur
3.9.2 Mendeskripsikan fungsi sistem kontrol pneumatik dengan rasa ingin tahu
3.9.3 Mengklasifikasikan komponen sistem kontrol pneumatik katup 3/2 knop dan slinder
kerja tunggal dengan rasa ingin tahu

D. Materi
1. Pengertian sistem kontrol pneumatik
Pneumatik menggunakan hukum-hukum aeromekanika, yang menentukan keadaan
keseimbangan gas dan uap (khususnya udara atmosfir) dengan adanya gaya-gaya luar
(aerostatika) dan teori aliran (aerodinamika). Pneumatik dalam pelaksanaan teknik udara
bertekanan dalam industry merupakan ilmu pengetahuan dari semua proses mekanik
dimana udara memindahkan suatu gaya atau gerakan. Jadi pneumatik meliputi semua
komponen mesin atau peralatan, dalam mana terjadi proses-proses pneumatik. Dalam
bidang kejuruan teknik pneumatik dalam pengertian yang lebih sempit lagi adalah teknik
udara bertekanan (udara bertekanan).
Sistem udara bertekanan tidak terlepas dari upaya mengendalikan aktuator baik
berupa silinder maupun motor pneumatik, agar dapat bekerja sebagaimana yang
diharapkan. Masukan (input) diperoleh dari katup sinyal, selanjutnya diproses melalui katup
pemroses sinyal kemudian ke katup kendali sinyal. Bagian pemroses sinyal dan pengendali
sinyal dikenal dengan bagian kontrol. Bagian kontrol akan mengatur gerakan aktuator
(output) agar sesuai dengan kebutuhan. Sistem kontrol pneumatik merupakan bagian
pokok sistem pengendalian yang menjadikan sistem pneumatik dapat bekerja secara
otomatis. Adanya sistim kontrol pneumatik ini akan mengatur hasil kerja baik gerakan,
kecepatan, urutan gerak, arah gerakan maupun kekuatannya. Dengan sistem kontrol
pneumatik ini sistem pneumatik dapat didesain untuk berbagai tujuan otomasi dalam suatu
mesin industri.
Beberapa bidang aplikasi di industri yang menggunakan media pneumatik dalam hal
penangan material adalah sebagai berikut :
a. Pencekaman benda kerja
b. Penggeseran benda kerja
c. Pengaturan posisi benda kerja
d. Pengaturan arah benda kerja
2. Fungsi sistem kontrol pneumatik
Penggunaan udara bertekanan sebenarnya masih dapat dikembangkan untuk berbagai
keperluan proses produksi, misalnya untuk melakukan gerakan mekanik yang selama ini
dilakukan oleh tenaga manusia, seperti menggeser, mendorong, mengangkat, menekan,
dan lain sebagainya. Gerakan mekanik tersebut dapat dilakukan juga oleh komponen
pneumatik, seperti silinder pneumatik, motor pneumatik, robot pneumatik translasi, rotasi
maupun gabungan keduanya. Perpaduan dari gerakan mekanik oleh aktuator pneumatik
dapat dipadu menjadi gerakan mekanik untuk keperluan proses produksi yang terus
menerus (continue), dan flexibel.
Pemakaian pneumatik dibidang produksi telah mengalami kemajuan yang pesat,
terutama pada proses perakitan (manufacturing), elektronika, obat-obatan, makanan,
kimia dan lainnya. Pemilihan penggunaan udara bertekanan (pneumatik) sebagai sistem
kontrol dalam proses otomasinya, karena pneumatik mempunyai beberapa keunggulan,
antara lain: mudah diperoleh, bersih dari kotoran dan zat kimia yang merusak, mudah
didistribusikan melalui saluran (selang) yang kecil, aman dari bahaya ledakan dan
hubungan singkat, dapat dibebani lebih, tidak peka terhadap perubahan suhu dan
sebagainya.

3. Komponen Pneumatik
1) Sumber Energi
Pada pneumatik sumber energinya adalah udara bertekanan yaitu kompresor.
Kompresor berfungsi untuk membangkitkan/menghasilkan udara bertekanan
dengan cara menghisap dan memampatkan udara tersebut kemudian disimpan
dalam tangki udara kempa untuk disuplai kepada pemakai (sistem pneumatik).
Gambar di bawah ini salah satu contoh gambar kompresor.
(a) (b)
Gambar 1: Jenis kompresor (a) dan simbolnya (b)
2) Elemen masukan (sensors)
Katup berfungsi untuk mengatur atau mengendalikan arah udara kempa yang
akan bekerja menggerakan aktuator, dengan kata lain katup ini berfungsi untuk
mengendalikan arah gerakan aktuator. Gambar berikut ini adalah salah satu
gambar katup pneumtik:

(a) (b)
Gambar 2: Katup 3/2 knop, pembalik pegas (a) dan simbolnya (b)
3) Elemen pengolah (processors)
Keluaran yang dihasilkan oleh katup sinyal akan diproses melalui katup
pemroses sinyal (prosesor). Sebagai pengolah input/masukan dari katup sinyal,
maka hasil pengolahan sinyal akan dikirim ke katup kendali yang akan diteruskan
ke aktuator agar menghasilkan gerakan yang sesuai dengan harapan. Katup
pemroses sinyal terletak antara katup sinyal dan katup pengendalian. Katup
pemroses sinyal terdiri dari beberapa jenis, antara lain katup dua tekan (AND),
katup satu tekan (OR), katup NOT, katup pengatur aliran udara (cekik) satu arah,
katup pembatas tekanan, dan lain-lain, salah satu prosesor seperti gambar prosesor
berikut ini:

(a) (b)
Gambar 3: Jenis katup pemroses sinyal pneumatik
4) Elemen kerja (actuators)
1) Silinder kerja tunggal
Silinder kerja tunggal hanya mendapat suplai udara dari satu sisi saja, untuk
mengembalikan keposisi semula biasanya digunakan pegas. Silinder kerja tunggal
hanya dapat memberikan kerja tenaga pada satu sisi saja. Gambar di bawah ini adalah
gambar silinder kerja tunggal.

(a) (b)
Gambar 4: Jenis silinder kerja tunggal (a) dan simbolnya (b)
2) Silinder kerja ganda
Silinder kerja ganda sama dengan silinder kerja tunggal, tetapi tidak mempunyai
pegas pengembalin. Silinder kerja ganda mempunyai dua saluran (saluran masukan
dan saluran pembuangan). Silinder terdiri dari tabung silinder dan penutupnya,
piston dengan seal, batang piston, bantalan, ring pengikis dan bagian
penyambungan. Silinder kerja ganda dapat dilihat pada gambar berikut ini:

(a) (b)
Gambar 5: Jenis silinder kerja ganda (a) dan simbolnya (b)
DAFTAR PUSTAKA

Andri. 2017. Aplikasi Hidrolik Pada Berbagai Industri. http://topartsindonesia.blogspot.


co.id/2017/04/aplikasi-hidrolik-pada-berbagai-industri.html. Di akses pada
tanggal 21 Februari 2018 pukul 22.05 WIB.
Sudaryono. 2013. Pnuematik & Hidrolik. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
Wirawan Sumbodo, dkk. 2008. Teknik Produksi Mesin Industri Jilid 3. Jakarta: Direktorat
Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan