Anda di halaman 1dari 3

Sialolithiasis adalah penyakit yang paling umum dari kelenjar ludah.

Diperkirakan bahwa hal ini


mempengaruhi 12 dari 1000 populasi orang dewasa. Pria lebih banyak dua kali lipat dari
perempuan. Anak-anak jarang terkena tetapi dari beberapa literatur mengungkapkan 100 kasus
submandibula pada anak usia 3 minggu sampai 15 tahun. Penyakit ini biasanya mempengaruhi
pasien usia menengah, dengan rentang usia antara 42 sampai 58,4 tahun.

Kelenjar submandibula yang paling sering terlibat diikuti oleh kelenjar parotid, sublingual
dan kelenjar ludah minor. Batu intraductal lebih umum dibandingkan dengan batu intraglandular.
Kelenjar submandibular adalah yang paling sering terlibat disebabkan karena lokasi anatominya,
panjangnya, berliku-liku dengan lubang saluran yang sempit dibandingkan dengan bagian utama
dari saluran. Seiring dengan faktor-faktor ini, cairan alkali yang kaya dengan kandungan musin
juga berkontribusi terhadap pembentukan batu.

40% dari parotis dan 20% dari batu submandibular tidak menampakkan gambaran radiopak
dan mungkin diperlukan sialography untuk menemukan lokasinya. Lokasi saliva biasanya
unilateral dan bukan merupakan penyebab dari mulut kering. Gambaran klinisnya bulat atau bulat
telur, kasar atau halus dan warnanya kekuningan. Kandungannya terutama terdiri dari kalsium
fosfat dengan sedikit jumlah karbonat dalam bentuk hidroksiapatit, dengan jumlah magnesium,
kalium dan amonia yang lebih sedikit. Kandungan tersebut terdistribusi secara merata. Batu
submandibular 82% anorganik dan 18% bahan organik sedangkan batu parotis terdiri dari 49%
anorganik dan 51% organik. Bahan organik terdiri dari berbagai karbohidrat dan asam amino.
unsur bakteri belum diidentifikasi dari inti sialolith.

1.2 RUMUSAN MASALAH

Bagaimana mengetahui etiologi, epidemiologi, manifestasi klinis, serta penatalaksanaan


dari sialolithiasis.
1.3 TUJUAN

Untuk mengetahui etiologi, epidemiologi, manifestasi klinis, serta penatalaksanaan dari


sialolithiasis.

1.4 MANFAAT

Adapun manfaat yang didapat adalah menambah wawasan mengenai ilmu kedokteran pada
umumnya, serta ilmu gigi dan mulut khususnya.

Sialolithiasis merupakan salah satu kelainan yang bisa terjadi pada kelenjar saliva, dimana
terjadi obstruksi pada kelenjar saliva. Sialolithiasis adalah pembentukan batu (calculi) diduga
karena penumpukan bahan degeneratif yang diproduksi oleh kelenjar saliva dan mengalami proses
kalsifikasi hingga terbentuk batu, sialolit ini umumnya berasat dari adanya deposit kalsium dan
memberikan rasa tidak nyaman pada penderita. Sialolithiasis menyumbangkan 30% dari penyakit
saliva, kurang lebih 80% sialolithiasis ini berasal dari ke1enjar submandibula, 6% pada kelenjar
parotid dan 2% terjadi pada kelenjar sublingualis dan kelenjar minor. Sialolithiasis kebanyakan
terjadi pada orang dewasa, yaitu insidennya pada laki-laki lebih sering dari pada perempuan. Rasa
sakit biasanya timbul ketika ada makanan yang sangat merangsang sekresi saliva.2

Pembahasan

Definisi

Sialolithiasis adalah penyakit umum kelenjar ludah dicirikan oleh terhalangnya sekresi
kelenjar ludah oleh kalkulus. Biasanya akan menimbulkan rasa sakit dan peradangan, dan dalam
beberapa keadaan dapat disertai infeksi kelenjar yang terkena. Kalkulus ini umumnya terdiri dari
campuran dari berbagai kalsium fosfat (terutama hidroksiapatit dan karbonat-apatit) bersama
dengan matriks organik. Ketika infeksi kadang-kadang terdapat juga amonium dan magnesium.3