Anda di halaman 1dari 11

Lembar Kerja Peserta Didik KI 3

(LKPD Pengetahuan)
Jenis-Jenis Peralatan Proteksi System Tenaga Listrik

SMK Kelas XI Semester Gasal

Nama Siswa : ...........................................................................


Kelas : ...........................................................................
No. Absen : ...........................................................................
Alokasi Waktu : 45 menit

A. Kompetensi Dasar
3.3 Menganalisis jenis-jenis peralatan proteksi system tenaga listrik.

B. Indikator Pencapaian Kompetensi


3.3.1 Menyebutkan jenis-jenis peralatan proteksi system tenaga listrik.
3.3.2 Menyebutkan tipe konstruksi relay elektro-magnetis
3.3.3 Menyebutkan tipe konstruksi trafo arus
3.3.4 Menyebutkan macam-macam Pemutus Tenaga (PMT)

C. Tujuan Pembelajaran
3.3.1.1 Tanpa melihat materi ajar, peserta didik dapat menyebutkan jenis-jenis
peralatan proteksi system tenaga listrik dengan benar selama 10 menit.
3.3.2.2 Tanpa melihat materi ajar, peserta didik dapat menyebutkan tipe
konstruksi relay elektro-magnetis dengan benar selama 10 menit.
3.3.2.3 Tanpa melihat materi ajar, peserta didik dapat menyebutkan tipe
konstruksi trafo arus dengan benar selama 10 menit.
3.3.2.4 Tanpa melihat materi ajar, peserta didik dapat menyebutkan macam-
macam Pemutus Tenaga (PMT) dengan benar selama 10 menit.

D. Uraian Materi

1. Pengertian Umum Proteksi


Listrik memiliki peran vital dan strategis, ketersediannya harus
memnuhi aspek andal, aman dan akrab lingkungan. Keandalan sistem
tenaga listrik ditentukan oleh sistem dan konstruksi instalasi listrik yang
memenuhi ketentuan dan persyaratan yang berlaku. Keamanan sistem
tenaga listrik ditentukan oleh sistem pengaman (protection system) yang
baik, benar, andal atau tepat sesuai dengan kebutuhan sistem yang ada.
a. Pengertian/ definisi :
1) Proteksi : perlindungan/ pengaman.
2) Sistem tenaga listrik : suatu sistem yang terdiri dari dari
beberapa sub sistem, yaitu : pembangkitan (pembangkit tenaga
listrik), penyaluran (transmisi), pendistribusian (distribusi) dan
instalasi pemanfaatan.
3) Proteksi sistem tenaga listrik : perlindungan/ pengaman
pembangkitan (pembangkit tenaga listrik), penyaluran
(transmisi), pendistribusian (distribusi) dan instalasi
pemanfaatan.

b. Dua fungsi utama proteksi, adalah :


1) Mendeteksi adanya gangguan atau keadaan abnormal lainnya
pada bagian sistem yang diamankannya.
2) Melepaskan bagian sistem yang terganggu, sehingga bagian
sistem lainnya yang tidak mengalami gangguan dapat terus
beroperasi.
Contoh komponen (alat) proteksi yang paling sederhana, adalah
Pengaman Lebur (Fuse). Jika dalam memilih Fuse, tepat sesuai kebutuhan,
maka kedua fungsi tersebut di atas dapat dipenuhi. Untuk pengaman
sistem yang lebih kompleks, diperlukan komponen (alat) pengaman yang
lebih lengkap (terdiri dari berbagai jenis alat pengaman), misalnya :
1) Relay pengaman, berfungsi sebagai elemen perasa yang mendeteksi
adanya gangguan.
2) Pemutus Tenaga (PMT), berfungsi untuk pemutus arus dalam
rangkaian listrik, untuk melepas bagian sistem yang terganggu.
3) Trafo arus dan/ atau trafo tegangan, berfungsi untuk meneruskan
arus dan/atau tegangan pada sirkit tenaga (sirkit primer) ke sirkit
rele (sirkit sekunder).
4) Battery (Accu), berfungsi sebagai sumber tenaga untuk men-trip
PMT atau catu daya untuk rele (static relay) dan rele bantu.
5) Differential Relay, berfungsi sebagai pengaman utama Generator
pada pembangkit tenaga listrik, dan lain-lain.
6) Distance Relay, berfungsi sebagai pengaman utama pada
penyaluran (transmisi), dan lain-lain.
7) Differential Relay, berfungsi sebagai pengaman utama Trafo, dan
lain-lain.
8) Over Current Relay Trafo sisi 150 KV, sebagai pengaman cadangan
lokal Trafo pengaman cadangan jauh Bus B.
9) Over Current Relay dan Ground Fault Relay Trafo sisi 20 KV
pengaman utama Bus B1 pengaman cadangan jauh saluran BC.
10) Over Current Relay dan Ground Fault Relay pengaman utama
saluran BC pengaman cadangan jauh saluran CD.
11) Over Current Relay dan Ground Fault Relay di C pengaman utama
saluran CD pengaman jauh seksi berikutnya.

2. KRITERIA SISTEM PROTEKSI


a. Kepekaan (sensitivity)
1) Peralatan proteksi (rele) harus cukup peka dan mampu
mendeteksi gangguan di kawasan pengamannya.
2) Meskipun gangguan yang terjadi hanya memberikan rangsangan
yang sangat minim, peralatan pengaman (rele) harus mampu
mendeteksi secara baik.
b. Keandalan (reliability)
1) Dependability :
a) Peralatan proteksi (rele) harus memiliki tingkat kepastian
bekerja (dependability) yang tinggi.
b) Peralatan proteksi (pengaman) harus memiliki keandalan
tinggi (dapat mendeteksi dan melepaskan bagian yang
terganggu), tidak boleh gagal bekerja.
2) Security :
a) Peralatan proteksi (pengaman) harus memiliki tingkat
kepastian untuk tidak salah kerja atau tingkat security
(keamanannya) harus tinggi.
b) Yang dimasksud salah kerja adalah kerja yang semestinya
tidak kerja, misal : karena lokasi gangguan di luar kawasan
pengamannya atau sama sekali tidak ada gangguan.
c) Salah kerja bisa mengakibatkan terjadinya pemadaman, yang
semestinya tidak perlu terjadi.
c. Selektifitas (selectivity)
Peralatan proteksi (pengaman) harus cukup selektif dalam
mengamankan sistem. Dapat memisahkan bagian sistem yang
terganggu sekecil mungkin, yaitu hanya sub sistem yang terganggu
saja yang memang menjadi kawasan pengaman utamanya. Rele harus
mampu membedakan, apakah gangguan terletak di kawasan
pengaman utamanya, dimana rele harus bekerja cepat, atau terletak di
sub system berikutnya, dimana rele harus bekerja dengan waktu tunda
atau tidak bekerja sama sekali.
d. Kecepatan (speed)
Peralatan proteksi (pengaman) harus mampu memisahkan sub sistem
yang mengalami gangguan secepat mungkin. Untuk menciptakan
selektifitas yang baik, ada kemungkinan suatu pengaman terpaksa
diberi waktu tunda (time delay), tetapi waktu tunda tersebut harus
secepat mungkin. Dengan tingkat kecepatan yang baik, maka
terjadinya kerusakan/ kerugian, dapat diperkecil.

3. MACAM TIPE / KONSTRUKSI RELAY ELEKTRO-MAGNETIS


Beberapa jenis relay eIektro-magnetis yang banyak digunakan dalam
peraIatan-peraIatan proteksi sistem jaringan tenaga listriK antara lain
adaIah:
a. tipe torak (plunger)
Relay tipe torak mempunyai kumparan yang berbentuk silinder,
dimana pada bagian luarnya dilengkapi dengan rangkaian magnetik.
Torak (plunger) -nya terletak ditengah-tengah kumparan dan dapat
bergerak bebas ke atas-bawah.
Keuntungan:
1) Dapat digunakan untuk besaran arus bolak-balik maupun besaran
searah.
2) Bentuk kontruksinya sederhana.
3) Waktu reaksi kerjanya sangat cepat
4) Harganya murah
5) Dapat di reset dengan tangan maupun otomatis
6) Dapat disetel untuk memperoleh drop-off yang tinggi
Kerugian:
1) Terdapat torsi vibrasi bila digunakan pada besaran input arus
bolak-balik.
2) Tidak dapat dioperasikan secara terus-menerus pada posisi pick-
up
3) Pick-upnya akan menjadi lebih kecil pada besaran arus yang
bentuk gelombangnya offset (cacat) dibandingkan dengan bentuk
gelombang sinusoidal yangh simetris.
4) Tidak dapat membedakan arah (indirectional).
5) Hanya bereaksi terhadap salah satu besaran ukur listrik saja, yaitu
untuk arus atau tegangan saja.

b. tipe armatur yang digantung (hinged armature)


Reley ini mempunyai plat datar sebagai armature yang salah satu
sisinya diikat oleh engsel pada suatu titik yang tetap, sedangkan sisi
yang lain dapat bergerak ke kutub kumparan akibat gaya tarik
elektromagnetis.
Keuntungan:
1) Dapat digunakan untuk besaran ac atau dc.
2) Bentuk kontruksinya sederhana.
3) Waktu reaksi kerjanya sangat cepat.
4) Harganya murah.
5) Dapat direset dengan tangan ataupun secara otomatis.
6) Dapat mempunyai kontaktor yang banyak.
7) Tekanan kontaknya baik.
Kerugian :
1) Perbandingannya antara drop-off dengan pick-upnya rendah
2) Pick-up dan drop-offnya tidak dapat disetel secara teliti.
3) Hanya bereaksi terhadap satu besaran ukur listrik saja, yaitu arus
ataupun tegangan saja.

c. tipe batang seimbang (balanced beam)


Relay jenis ini mempunyai 2 kumparan, yaitu kumparan penahan
(restraining coil) dan kumparan operasi (operating coil). Batang
seimbang dipasang horisontal dimana pada bagian tengahnya diberi
engsel, sehingga menyerupai permainan anak-anak (jomplangang).
Pada keadaan awalnya posisi batang adalah horisontal (kontak trip
dalam keadaan terbuka). Pada posisi ini maka antara bagian kiri
(gaya-gaya yang ada adalah pegas/spring dan torak/plunger) dan
bagian kanan (gaya-gayanya adalah berat torak dan kontak trip)
seimbang. Apabila momen sebelah kanan melebihi sebelah kiri, maka
kontak akan tertutup.
d. tipe cakram induksi (induction disc)
Elemen relay tipe ini mempunyai cakram/piringan (disk) yang terbuat
dari tembaga atau aluminium yang dapat berputar diantara celah-ceIah
elektro magnit.
Keuntungan:
1) Torsi yang ditimbulkan adalah merata dan halus serta tidak terjadi
vibrasi untuk besaran bolak-balik
2) Berbagai karakteristik antara arus terhadap waktu dapat diperoleh,
misalnya: Definite Minimum Time, Moderatly Inverse, Very
Inverse, Extremely Inverse dan lain-lainnya.
3) Dapat dioperasikan untuk satu besaran: untuk jumlah ataupun
selisih dua besaran: atau juga untuk perkalian antara kedua
besaran dan sinus sudut apit antara kedua besaran fluksi
tersebut.
4) Dapat dioperasikan secara terus menerus pada kondisi picked-up
5) Mempunyai drop-off yang tinggi
6) Dapat mengontrol arah.
7) Pick-upnya sama untuk bentuk gelombang besaran yang off-set
maupun untuk gelombang bolak-balik simetris
Kerugian:
1) Tidak dapat digunakan untuk besaran searah ( dc )
2) Kerja relay ini dipengaruhi oleh frekuensi
3) waktu untuk reset (reset time) panjang

e. tipe kap induksi (induction cup)


Prinsip kerjanya adalah mirip dengan motor induksi yang mempunyai
kutub salient pada statornya. Pada relay itu terdapat suatu rotor
aluminium berbentuk silinder yang ditengahnya terdapat inti magnetis,
sehingga siIinder aluminium tersebut dapat berputar bebas di antara
kutub salient dan inti magnetis.

Keuntungan :
1) Torsinya halus pada besaran arus bolak-balik, dan tidak ada
vibrasinya (tidak bergetar)
2) Kecepatannya tinggi
3) Dapat dioperasikan untuk satu besaran; untuk jumlah ataupun
selisih dua besaran; atau juga untuk perkalian antara kedua
besaran dengan sinus sudut apit antara fluksi yang dihasilkan oleh
kedua besaran itu sendiri.
4) Dapat dioperasikan secara terus menerus pada kondisi picked-up
5) Mempunyai drop-off yang tinggi
6) Dapat mengontrol arah
7) Pick-upnya sama untuk besaran gelombang berbentuk off-set,
rnaupun untuk gelombang bolak-balik simetris
8) Karakteristiknya stabil
9) Kontruksinya tidak sederhana
Kerugian :
1) Tidak dapat dipergunakan untuk besaran arus searah
2) Kerjanya dipengaruhi olen frekuensi
3) Pada setting yang sensitif, kontaktornya dapat bergetar (vibrasi)
sewaktu penutupan, diakibatkan oleh adanya shock.

4. Tipe Konstruksi Trafo Arus


Trafo Instrumen adalah trafo yang mana dipergunakan bersama dengan
peralatan lain seperti: relai proteksi, alat ukur atau rangkaian kontrol, yang
dihubungkan ke arus bolak balik Trafo instrumen: current transformers
dan voltage transformers.

Sisi primer batang Sisi primer lilitan

Inti besi
A

A
Gambar 1. Konstruksi CT

Peralatan Proteksi:
a. Over Current Relay
b. Ground Fault Relay
c. Differential Relay
d. Distance Relay
5. Macam-macam Pemutus Tenaga (PMT)
E. Tes Hasil Belajar Ranah Kognitif
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!

1. Sebutkan jenis-jenis peralatan proteksi system tenaga listrik?


Jawaban : .....................................................................................................
......................................................................................................................
......................................................................................................................
......................................................................................................................
......................................................................................................................

2. Sebutkan tipe konstruksi relay elektro-magnetis?


Jawaban : .....................................................................................................
......................................................................................................................
......................................................................................................................
......................................................................................................................
......................................................................................................................

3. Sebutkan tipe konstruksi trafo arus?


Jawaban : .....................................................................................................
......................................................................................................................
......................................................................................................................
......................................................................................................................
......................................................................................................................

4. Sebutkan macam-macam Pemutus Tenaga (PMT)?


Jawaban : .....................................................................................................
......................................................................................................................
......................................................................................................................
......................................................................................................................
......................................................................................................................

5. ?
Jawaban : .....................................................................................................
......................................................................................................................
......................................................................................................................
......................................................................................................................
......................................................................................................................

Jawaban Lembar Kerja Peserta Didik KI 3


(LKPD Pengetahuan)
Prinsip Dasar Dalam Sistem Pembangkitan Tenaga Listrik

Alokasi Waktu : 45 menit

A. Kompetensi Dasar
3.3 Mengidentifikasi prinsip dasar dalam sistem pembangkitan tenaga listrik.

B. Indikator Pencapaian Kompetensi


3.3.1 Menjelaskan konversi mekanik ke listrik.
3.3.2 Mengklasifikasikan komponen utama pembangkit tenaga listrik
berdasarkan SDA.
C. Tujuan Pembelajaran
3.3.1.1 Tanpa melihat materi ajar, siswa dapat menjelaskan definisi konversi
mekanik ke listrik.
3.3.2.2 Tanpa melihat materi ajar, siswa dapat menjelaskan definisi prime
mover.
3.3.2.3 Tanpa melihat materi ajar, siswa dapat menyebutkan jenis-jenis prime
mover.
3.3.2.4 Tanpa melihat materi ajar, siswa dapat menjelaskan definisi generator
3.3.2.5 Tanpa melihat materi ajar, siswa dapat menjelaskan prinsip kerja
generator.

D. Kunci Jawaban
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!

1. Jelaskan definisi dari konversi mekanik ke listrik?


Jawaban :
Perubahan energi pada turbin adalah energi fluida (energi kinetik fluida)
masuk turbin dan berekspansi, terjadi perubahan energi yaitu dari energi
fluida menjadi energi mekanik putaran poros turbin. Kemudian, putaran
poros turbin memutar poros generator listrik, dan terjadi perubahan
energi kedua yaitu dari energi mekanik menjadi energi listrik

2. Jelaskan definisi prime mover?


Jawaban :
Prime mover merupakan peralatan yang mempunyai fungsi menghasilkan
energy mekanis yang diperlukan untuk memutar rotor generator
3. Sebutkan jenis-jenis prime mover?
Jawaban :
1. Turbin Air
2. Turbin Gas
3. Kincir Air
4. Kincir Angin
4. Jelaskan definisi dari generator?
Jawaban : Generator adalah salah satu mesin listrik yang dapat mengubah
energi mekanik menjadi energi listrik.
5. Jelaskan prinsip kerja dari generator secara sederhana?
Jawaban :
a. Bila suatu kumparan memotong atau dipotong oleh medan magnet,
maka pada kumparan tersebut akan timbul listrik.
b. Proses pemotongan medan magnet oleh suatu konduktor
dinamakan induksi.
c. Induksi ini akan menghasilkan Gaya Gerak Listrik (GGL) sehingga
timbul listrik.