Anda di halaman 1dari 6

Nama : Resta Haqi N

NIM : CKR 0110021

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


KATARAK
PADA MASYARAKAT DI DESA JAMBAR

Pokok Bahasan : Penyakit Katarak


Sub Pokok Bahasan : Mengetahui apa pengertian katarak, penyebab katarak, tanda dan
gejala katarak, pencegahan katarak, dan penanganan katarak.
Sasaran : Masyarakat Desa Jambar
Tempat : Balai Desa Jambar
Hari / Tanggal : Senin, 3 Juli 2014
Waktu : 1 x 30 menit

A. TUJUAN
1. Tujuan Intruksional Umum
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang katarak pada masyarakat di
harapkan masyarakat menjadi tahu dan mampu meningkakan derajat kesehatnnya
terutama menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan penyakit katarak.
2. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan 1 x 30 menit diharapkan masyarakat
dapat :
a. Mengetahui dan menjelaskan tentang pengertian katarak.
b. Mengetahui dan menjelaskan tentang penyebab katarak.
c. Mengetaui dan menjelaskan tentang tanda dan gejala katarak.
d. Mengetahui dan menjelaskan tentang penanganan katarak.
e. Mengetahui dan menjelaskan tentang cara pencegahan katarak.
B. MEDIA
1. Leaflet

C. METODA
1. Ceramah / Presentasi
2. Tanya Jawab

D. PELAKSANAAN KEGIATAN
No Susunan Acara Keterangan
1. Pembukaan : 5 menit
a. Mengucapkan salam
b. Perkenalan
c. Kontrak waktu
2. Materi : 10 menit
a. Pengertian katarak
b. Penyebab katarak
c. Tanda dan gejala katara
d. Pencefahan katarak
e. Penanganan katarak
3. Evaluasi 10 menit
a. Menyimpulkan inti materi
b. Beri pertanyaan pada masyarakat
mengenai katarak
c. Beri kesempatan lansia untuk
bertanya.
4. Penutup : 5 menit
a. Menyimpulkan inti dari penyuluhan
serta ajkaan untuk meningkatkan
derajat kesehatan.
b. Mengucapkan terimaksih dan salam
Lampiran Materi :

Definisi Katarak
Katarak merupakan kekeruhan yang terjadi pada lensa mata, sehingga menyebabkan
penurunan/gangguan penglihatan (Admin,2009). Katarak menyebabkan penglihatan menjadi
berkabut/buram. Katarak merupakan keadaan patologik lensa dimana lensa menjadi keruh
akibat hidrasi cairan lensa atau denaturasi protein lensa, sehingga pandangan seperti tertutup
air terjun atau kabut merupakan penurunan progresif kejernihan lensa, sehingga ketajaman
penglihatan berkurang (Corwin, 2000). Jadi katarak adalah sejenis kerusakan yang terjadi
pada mata yang menyebabkan lensa mata berselaput atau rabun. Lensa mata menjadi keruh
dan cahaya yang masuk tidak dapat menembusnya, bervariasi sesuai tingkatan katarak
tersebut dari sedikit sampai keburaman total dan dapat menghalangi masuknya jalan cahaya.
Lensa mata merupakan bagian jernih dari mata yang berfungsi untuk menangkap
cahaya dan gambar. Retina merupakan jaringan yang berada di bagian belakang mata,
bersifat sensitive terhadap cahaya. Pada keadaan normal, cahaya atau gambar yang masuk
akan diterima oleh lensa mata, kemudian akan diteruskan ke retina, selanjutnya rangsangan
cahaya atau gambar tadi akan diubah menjadi sinyal / impuls yang akan diteruskan ke otak
melalui saraf penglihatan dan akhirnya akan diterjemahkan sehingga dapat dipahami. Tetapi
bila jalan cahaya tertutup oleh keadaan lensa yang katarak maka impuls tidak akan dapat
diterima oleh otak dan tidak akan bisa diterjemahkan menjadi suatu gambaran penglihatan
yang baik.
Katarak biasanya terjadi bertahap selama bertahun-tahun dan ketika katarak sudah
sangat memburuk lensa yang lebih kuat pun tidak akan mampu memperbaiki penglihatan.
Orang dengan katarak secara khas selalu mencari cara untuk menghindari silau yang berasal
dari cahaya yang salah arah. Misalnya dengan mengenakan topi berkelapak lebar atau kaca
mata hitam dan menurunkan pelindung cahaya saat mengendarai mobil pada siang hari.

Etiologi Katarak
Berbagai macam hal yang dapat mencetuskan katarak antara lain (Corwin,2000):
1. Usia lanjut dan proses penuaan
2. Congenital atau bisa diturunkan.
3. Pembentukan katarak dipercepat oleh faktor lingkungan, seperti merokok atau bahan
beracun lainnya.
4. Katarak bisa disebabkan oleh cedera mata, penyakit metabolik (misalnya diabetes)
dan obat-obat tertentu (misalnya kortikosteroid).
Katarak juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor risiko lain, seperti:
1. Katarak traumatik yang disebabkan oleh riwayat trauma/cedera pada mata.
2. Katarak sekunder yang disebabkan oleh penyakit lain, seperti: penyakit/gangguan
metabolisme, proses peradangan pada mata, atau diabetes melitus.
3. Katarak yang disebabkan oleh paparan sinar radiasi.
4. Katarak yang disebabkan oleh penggunaan obat-obatan jangka panjang, seperti
kortikosteroid dan obat penurun kolesterol.
5. Katarak kongenital yang dipengaruhi oleh faktor genetik (Admin,2009).

Manifestasi Klinis
Katarak biasanya terjadi secara perlahan-lahan dan tidak menyebabkan rasa sakit
pada mata. Pada tahap awal kondisi ini hanya mempengaruhi sebagian kecil dari lensa mata
dan mungkin tidak akan mempengaruhi pandangan mata. Saat katarak menjadi tumbuh lebih
besar dari tahap awal maka noda putih akan mulai menutupi lensa mata dan dapat
mengganggu masuknya jalan cahaya ke mata. Pada akhirnya pandangan mata menjadi kabur
dan mengalami distorsi.
Gejala subjektif dari pasien dengan katarak antara lain:
1. Biasanya klien melaporkan penurunan ketajaman penglihatan dan silau serta
gangguan fungsional yang diakibatkan oleh kehilangan penglihatan tadi.
2. menyilaukan dengan distorsi bayangan dan susah melihat di malam hari
Gejala objektif biasanya meliputi:
1. Pengembunan seperti mutiara keabuan pada pupil sehingga retina tak akan tampak
dengan oftalmoskop. Ketika lensa sudah menjadi opak, cahaya akan dipendarkan dan
bukannya ditransmisikan dengan tajam menjadi bayangan terfokus pada retina.
Hasilnya adalah pandangan menjadi kabur atau redup.
2. Pupil yang normalnya hitam akan tampak abu-abu atau putih. Pengelihatan seakan-
akan melihat asap dan pupil mata seakan akan bertambah putih.
3. Pada akhirnya apabila katarak telah matang pupil akan tampak benar-benar
putih ,sehingga refleks cahaya pada mata menjadi negatif.
Gejala umum gangguan katarak meliputi:
1. Penglihatan tidak jelas, seperti terdapat kabut menghalangi objek.
2. Gangguan penglihatan bisa berupa:
a. Peka terhadap sinar atau cahaya.
b. Dapat melihat dobel pada satu mata (diplobia).
c. Memerlukan pencahayaan yang terang untuk dapat membaca.
d. Lensa mata berubah menjadi buram seperti kaca susu.

Penatalaksanaan katarak
Gejala-gejala yang timbul pada katarak yang masih ringan dapat dibantu dengan
menggunakan kacamata, lensa pembesar, cahaya yang lebih terang, atau kacamata yang dapat
meredamkan cahaya. Pada tahap ini tidak diperlukan tindakan operasi.
Tindakan operasi katarak merupakan cara yang efektif untuk memperbaiki lensa
mata, tetapi tidak semua kasus katarak memerlukan tindakan operasi. Operasi katarak perlu
dilakukan jika kekeruhan lensa menyebabkan penurunan tajam pengelihatan sedemikian rupa
sehingga mengganggu pekerjaan sehari-hari. Operasi katarak dapat dipertimbangkan untuk
dilakukan jika katarak terjadi berbarengan dengan penyakit mata lainnya, seperti uveitis
yakni adalah peradangan pada uvea.
Ada beberapa jenis operasi yang dapat dilakukan, yaitu:
1. ICCE ( Intra Capsular Cataract Extraction)
yaitu dengan mengangkat semua lensa termasuk kapsulnya. Sampai akhir tahun 1960
hanya itulah teknik operasi yg tersedia.
2. ECCE (Ekstra Capsular Cataract Extraction) terdiri dari 2 macam yakni
a. Standar ECCE atau planned ECCE dilakukan dengan mengeluarkan lensa
secara manual setelah membuka kapsul lensa. Tentu saja dibutuhkan sayatan
yang lebar sehingga penyembuhan lebih lama.
b. Fekoemulsifikasi (Phaco Emulsification). Bentuk ECCE yang terbaru dimana
menggunakan getaran ultrasonic untuk menghancurkan nucleus sehingga
material nucleus dan kortek dapat diaspirasi melalui insisi ± 3 mm. Operasi
katarak ini dijalankan dengan cukup dengan bius lokal atau menggunakan
tetes mata anti nyeri pada kornea (selaput bening mata), dan bahkan tanpa
menjalani rawat inap. Sayatan sangat minimal, sekitar 2,7 mm. Lensa mata
yang keruh dihancurkan (Emulsifikasi) kemudian disedot (fakum) dan diganti
dengan lensa buatan yang telah diukur kekuatan lensanya dan ditanam secara
permanen. Teknik bedah katarak dengan sayatan kecil ini hanya memerlukan
waktu 10 menit disertai waktu pemulihan yang lebih cepat

Pencegahan Katarak
1. Mengontrol penyakit yang berhubungan dengan katarak dan menghindari faktor
faktor yang mempercepat terbentuknya katarak.
2. Menggunakan kaca mata hitam ketika berada di luar ruangan pada siang hari bisa
mengurangi jumlah sinar ultraviolet yang masuk ke dalam mata.
3. Berhenti merokok bisa mengurangi resiko terjadinya katarak.
4. Mengkonsumsi buah-buahan yang banyak mengandung vit C, vit A dan vit E