Anda di halaman 1dari 22

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Karena dengan

rahmat dan Karunia-Nyalah penulis dapat menjelaskan proposal pembuatan “Home Care”

yang akan segera saya bangun.

Proposal ini saya buat untuk menggambarkan alasan dari saya membangun “Home

Care” dan program-program yang akan saya buat dalam “Home Care”. Dengan adanya

proposal ini saya berharap supaya anda sekalian dapat memberi masukan terhadap

pembangun “Home Care “. Sehingga pada akhirnya pembangunan ini dapat terlaksana.

Karena adanya keterbatasan pengetahuan-pengetahuan dan saya menyadari bahwa

dalam proposal ini terdapat banyak kekurangan, Oleh karena itu saya menerima kritik dan

saran demi kesempurnaan pembangunan Home Care saya. Harapan saya, semoga dengan

adanya proposal ini saudara-saudari dapat membantu dan mendukung saya dalam

mewujudkan yang kita harapkan selama ini.

Bukittinggi 01 Januari 2017

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pertumbuhan penduduk Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Hasil
proyeksi dinas Kependudukan menunukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia selama
dua puluh lima tahun mendatang terus meningkat, yaitu dari 205,1 juta jiwa pada tahun
2000 menjadi 273,1 juta jiwa ditahun 2025. Salah satu ciri kependudukan Indonesia
adalah persebaran penduduknya yang tidak merata. Banyak dari penduduk Indonesia
tinggal di wilayah sumatera barat. Hal tersebut juga berpengaruh dengan tingkat
perekonomian penduduknya.
Kota bukittinggi memiliki tingkat pertumbuhan penduduk rata-rata 0,72 % dari tahun
ke tahun. Selain itu, dengan luas terkecil di tingkat pripinsi se-pulau sumatera, Sebuah
wilayah dengan penduduk yang padat memiliki berbagai aspek penting dalam
kehidupannya. Kesehatan merupakan salah satu hal yang sangat dibutuhkan oleh setiap
manusia hal ini tercermin dari banyaknya jumlah penderita yang datang ke pelayanan
kesehatan untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan, mereka datang dari berbagai
golongan yang berbeda, mulai dari golongan ekonomi kelas tingi hingga ekonomi kelas
bawah. Sebagaimana pencanangan “ Gerakan Pembangunan Berwawasan Kesehatan”
pada 1 Maret 1999 oleh presiden RI, yang salah satu strateginya adalah “Pembangunan
Kesehatan Nasional Menuju Indonesia Sehat Tahun 2010” dan diperkuat oleh perubahan
amandemen UUD 1945, tap MPR No.3 th 2000 dan Tap MPR No. VI th 2002,
membuktikan kuatnya kepedulian pemerintah akan arti pentingnya sebuah bangsa yang
sehat.
Menurut Depkes RI (2002) mendefinisikan bahwa home care adalah pelayanan
kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif diberikan kepada individu,
keluarga, di tempat tinggal mereka yang bertujuan untuk meningkatkan,
mempertahankan, memulihkan kesehatan/memaksimalkan kemandirian dan
meminimalkan kecacatan akibat dari penyakit. Layanan diberikan sesuai dengan
kebutuhan pasien/keluarga yang direncanakan, dikoordinir, oleh pemberi layanan melalui
staff yang diatur berdasarkan perjanjian bersama. Salah satu tujuan dari pelayanan
keperawatan professional adalah memberikan pelayanan keperawatan yang holistik
(menyeluruh ) bio, psiko, sosio, dan kultural kepada individu, kelompok dan masyarakat
sesuai dengan kebutuhan dasarnya. Pelayanan yang bersifat holistic ini akan lebih
lengkap dengan pemberian pelayanan keperawatan lanjutan di rumah atau lebih dikenal
dengan istilah home health care.
Dari beberapa uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa pendirian dan pembangunan
jasa pelayanan kesehatan berupa perawatan kunjungan (visiting nurse) Medika Home
Care mampu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan paripurnanya perawatan
kesehatannya. Selain itu hal ini akan sangat menguntungkan masyarakat karena lebih
efektif, efisien, dan terjamin karena di kelola dan dijalankan oleh tenaga-renaga
professional. Home care dilatarbelakangi, salah satunya, oleh permintaan keluarga
penderita yang diharuskan opname, namun tempat di rawat inap penuh, sementara untuk
ke RSU merasa keberatan dalam hal biaya. Adakalanya, kami melakukan home care bagi
penderita kasus terminal, yakni kondisi penyakit yang dianggap tidak punya harapan lagi
(dari sisi medis) dan tidak diterima di RS manapun, kami siap menerimanya.

B. Visi Misi home care

1. Visi :

Ingin memberikan jasa Asuhan Keperawatan Homecare yang bermutu dan

berkualitas pada keluarga ataupun klien.

2. Misi :

a. Memberikan pelayanan dengan sepenuh hati secara holistik pada klien

b. Menyediakan Tenaga Medis (Perawat) yang profesional

c. Siap bekerja full shift (24Jam)

d. Disiplin, Tekun dan Bertanggung Jawab


BAB II
ANALISA USAHA

a. Nama dan Alamat Perusahaan


Nama : Medika Home Care
Alamat : Jln. Bahar Kamil 21 RT/RW 01/02 Manggis Gantiang Kec. Mandiaangin
Bukittinggi.
a. Bidang Usaha
Medika Home Care merupakan suatu usaha yang bergerak di bidang pelayanan
kesehatan . Secara khusus, peroyek ini melayani perawatan paripurna paska hospitalisasi.
b. Bentuk Usaha
Pelayanan Medika Home Care berbentuk badan usaha yang didirikan dengan nama
medika home care yang didirikan oleh 3 orang ahli yaitu :
a) Desi Oktavia, S.Kep.,Ns.
b) Retno Nadya, S.Kep.,Ns.
c) Tessa Elviana Septi, M.Kes.
sebagai persero aktif dan bekerjasama dengan beberapa rumah sakit di wilayah kota
bukittinggi, diantaranya :
a) RSAM Bukittinggi.
b) RS Ibnu Sina Bukittinggi.
c) RSSN (Rumah Sakit Stroke Nasional) Bukittinggi
Pendirirannya dilengkapi dengan akta otentik sebagai akta pendirian yang dibuat
dihadapan notaris Ardhiansyah, S.H.
BAB II
PROYEK YANG DIUSULKAN

A. Proyeksi yang di usulkan


a) Sifat Infestasi
Atas inisiatif dan analisis peluang yang diambil, Yayasan Medistra
membangun Medica Home Care. Home care tersebut menjadi yang
pertama di wilayah Kabupaten Bantul.
b) Jenis Produk
1) Produk Utama
Medica Home Care melayani jasa pelayanan kesehatan yang meliputi :
 Post hospital care
- Wound care
 Rehabilitation care
- Terapi fisik
- Terapi okupasi
- Terapi gerak untuk pasien orthopedi
 Specific medical condition
 Maternity, newborn, and pediatric care
- Kehamilan/ pre natal
- Kehamilan beresiko : DM, hipertensi, ketergantungan obat, AIDS
- Ibu baru (primi gravida)
- Bayi : kelahiran dengan trauma, premature
- Post partum : perawatan luka section secarea, perineum
- Anak-anak
 Private care
 Gerontic case management
 Educational program
 Produk Sampingan
Selain menyediakan jasa pelayanan kesehatan Medika Home Care juga menerima
pesanan berupa menu diit khusus bagi beberapa penderita penyakit tertentu :
 Menu diit diabetes
 Menu diit hipertensi
 Dll.

B. Aspek Teknis
a. Sifat Proyek
Medika Home care merupakan institusi swasta yang menyelenggarakan
pelayanan kesehatan berupa home care dengan menerima imbalan jasa baik secara
langsung dari klien maupun pembayaran melalui pihak ketiga (asuransi).
Sebagaimana layaknya layanan kesehatan swasta tentu tidak berorientasi not for profit
services. Namun sebagai usaha pelayanan kesehatan yang mengutamakan
peningkatan kesehatan masyarakat, Medika Home Care sekaligus menjadi lembaga
sosial dalam educational program karena menjalin kerjasama dengan LSM kesehatan.
b. Jenis Usaha dan Kapasitas Pelayanan
Usaha Medika Home care ini bergerak di bidang jasa pelayanan kesehatan
yang melayani wilayah kota bukittinggi dan sekitarnya serta tidak menutup
kemungkinan meluas di sekitar wilayah bukittinggi. Dalam melakuakan pelayann
kesehatan, Medika Home Care mampu melayani kurang lebih 25 pasien perhari baik
di wilayah propinsi sumatera barat maupun sekitarnya.
c. Lokasi
Berdasarkan analisis yang telah dibuat dengan mempertimbangkan letak yang
startegis, Medika Home Care yang bertempat di Jln. Bahar Kamil 21 RT/RW 01/02
Manggis Gantiang Kec. Mandiaangin Bukittinggi. Pemilihan tempat tersebut tidak
lain adalah untuk memudahkan paramedis pelaksana dalam menjangkau lokasi
pelayanan dengan cepat, serta membantu promosi pada masyarakat untuk mengenal
Medika Home Care.
d. Bangunan
Medika Home Care berdiri di atas sebidang tanan seluas 12 x 9 m2 dengan
ukuran bangunannya 15 x 12 m dan terdiri dari 2 lantai. Lantai 2 merupakan ruang-
ruang manajemen dan administrasi. Ruang tamu, ruang rapat, dan dapur berada di
lantai 1. Sedangkan basement digunakan untuk gudang penyimpanan, garasi, serta
parkir.
e. Mesin dan Peralatan Kesehatan/ Non Kesehatan
 Peralatan kesehatan :
 Tas/ nursing kit
 Pemeriksaan fisik
 Set perawatan luka
 Set emergency
 Set pemasangan selang lambung
 Set huknah
 Set memandikan
 Set pengambilan preparat
 Set pemeriksaan lab. Sederhana
 Set infus/ injeksi
 Sterilisator
 Pot/ urinal
 Tiang infuse
 Tempat tidur khusus orang sakit
 Pengisap lender
 Perlengkapan oxygen
 Kursi roda
 Tongkat/ tripot
 Perlak/ alat tenun
 Alat habis pakai
- Obat emergency
- Perawatan luka
- Suntik/ pengamian darah
- Untuk infuse
- Pemasagan selang lambung
- Huknah, selang lambung, kateter
- Sarung tangan, masker
- Dll
 Peralatan non kesehatan :
 Property
 Telepon kantor
 telepon selular bagi perawat pelaksana,
 komputer,
 printer,
 meja,
 kursi alamari dokumen peralatan memasak,
 mesin pompa air
 Alat transportasi
 Mobil ambulance,
 sepeda motor
 dll
 Mesin
 Set peralatan perawatan luka

f. Lay Out Proses Pelayanan


 Mekanisme pelayanan
1) Proses penerimaan kasus
a) Home care menerima pasien dari rumah sakit, puskesmas, sarana lain,
keluarga
b) Pimpinan home care menunjuk menejer kasus untuk mengelola kasus
c) Manajer kasus membuat surat perjanjian dan proses pengelolaan kasus
2) Proses pelayanan home care
a) Persiapan
- Pastikan identitas pasien
- Bawa denah/ petunjuk tempat tinggal pasien
- Lengkap kartu identitas unit tempat kerja
- Pastikan perlengkapan pasien untuk di rumah
- Siapkan file asuhan keperawatan
- Siapkan alat bantu media untuk pendidikan
b) Pelaksanaan
- Perkenalkan diri dan jelaskan tujuan
- Observasi lingkungan yang berkaitan dengan keamanan perawat
- Lengkapi data hasil pengkajian dasar pasien
- Membuat rencana pelayana
- Lakukan perawatan langsung
- Diskusikan kebutuhan rujukan, kolaborasi, konsultasi dll
- Diskusikan rencana kunjungan selanjutnya dan aktifitas yang akan
dilakukan
- Dokumentasikan kegiatan
c) Monitoring dan evaluasi
- Keakuratan dan kelengkapan pengkajian awal
- Kesesuaian perencanaan dan ketepatan tindakan
- Efektifitas dan efisiensi pelaksanaan tindakan oleh pelaksanan
d) Proses penghentian pelayanan home care, dengan kreteria :
- Tercapai sesuai tujuan
- Kondisi pasien stabil
- Program rehabilitasi tercapai secara maximal
- Keluarga sudah mampu melakukan perawatan pasien
- Pasien di rujuk
- Pasien menolak pelayanan lanjutan
- Pasien meninggal dunia
e) Manajemen kasus
1) Melakukan seleksi kasus
a) Resiko tinggi ( Bayi, balita, lansia, ibu maternal )
b) Cidera tulang belakang cidera kepala
c) Coma, Diabetes mellitus, gagal jantung, asma berat
d) Stroke
e) Amputasi
f) Ketergantungan obat
g) Luka kronis
h) Disfungsi kandung kemih
i) Rehabilitasi medik
j) Nutrisi melalui infuse
k) Post partum dan masalah reproduksi
l) Psikiatri
m) Kekerasan dalam rumah tangga.
2) Melakukan pengkajian kebutuhan pasien.
a) Kondii fisik
b) Kondisi psikologis
c) Status sosial ekonomi
d) Pola prilaku pasien
e) Sumber- sumber yang tersedia di keluarga pasien
3) Membuat perencanaan pelayanan
a) Membuat rencana kunjungan
b) Membuat rencana tindakan
c) Menyeleksi sumber- sumber yang tersedia di keluarga / masyarakat.
4) Melakukan koordinasi pelayanan
a) Memberi informasi berbagai macam pelayanan yang tersedia
b) Membuat perjanjian kepada pasien da keluarga tentang pelayanan
c) Menkoordinasikan kegiatan tim sesuai jadwal
d) Melakukan rujukan pasien
5) Melakukan pemantauan dan evaluasi pelayanan.
a) Memonitor tindakan yang dilakukan oleh tim
b) Menilai hasil akhir pelayanan ( sembuh, rujuk, meninggal, menolak )
c) Mengevaluasi proses manajemen kasus
d) Monitoring dan evaluasi kepuasan pasien secara teratur
f) Asuhan keperawatan
1) Pengkajian
a) Riayat kesehatan
b) Lingkungan sosial dan budaya
c) Spiritual
d) Pemeriksaan fisik
e) Kemampuan pasien dalam pemenuhan kebutuhan se- hari- hari
f) Kemampuan keluarga dalam merawat keluarga
2) Diagnosa Keperawatan
a) Aktual
b) Resiko
c) Potensial
3) Perencanaan keperawatan
a) Penentuan prioritas masalah
b) Menentukan tujuan
c) Menyusun rencana secara komprehensif.
4) Implementasi
a) Manajemen perawatan luka
b) Perawatan gangguan sistem pernafasan
c) Gangguan eleminasi
d) Gangguan Nuri
e) Kegiatan rehabilitasi
f) Pelaksanaan pengobatan
g) Tindakan Kolaborasi
5) Evaluasi
a) Dilaksanakan selama proses dan akhir peberian asuhan.
- Pencatanan dan Pelaporan home care
- Pencatatan Manajemen kasus
b) Persetujuan pasien
c) Jadwal kunjungan
d) Lembar pengobatan
e) Tindakan tim
f) Rujukan kasus
g) Penghentian perawatan

 Pencatatan pelaksanaan asuhan keperawatan


a) Pengkajian keperawatan
b) Perencanaan asuhan
c) Evaluasi asuhan
 Alur Pelaporan
a) Home Care
b) Dinkes Kab.
c) Dinkes Prov
d) Depkes
 Materi laporan
a) Jumlah pasien
b) Jenis penyakit
c) Frekuensi kunjunagn tiap kasus
d) Jumlah pasien dapat pengobatan
e) Jumlah pasien yang dirujuk
f) Jumlah pasien yang meninggal
g) Penyebab kematian
h) Tingkat keberhasilan /kemandirian pasien
i) Jenis tenaga yang memberi pelayanan

g. Bahan Baku dan Bahan Penolong


Medika Home Care merupakan perusahaan yang menyediakan jasa pelayaan
kesehatan. Oleh karena itu segi teknis lebih diutamakan, diantaranya adalah
keterampilan dan pengetahuan para tim medisnya. Selain itu pelaksanaannya
didukung oleh alat dan bahan-bahan kesehatan (misal kapas, betadine, alcohol, gel,
obat-obatan, dan lain-lain.
h. Tenaga Kerja
Tenaga kerja Medika Home care terdiri dari 3 kelompok, yaitu :
- Tenaga Medis
Terdiri dari :
1. Dokter umum : 1 orang
Melakukan pemantauan kesehatan klien secara tidak langsung serta
memberikan resep obat.
2. Ahli gizi : 1 orang
Membuat dan mengelola diit serta menyusun menu klien sesuai
dengan kebutuhan
3. Perawat pelaksana : 5 orang
4. Manajer kasus (1 orang)

- Mengelola dan mengkolaborasikan pelayanan,dengan fungsi :


a) Mengidentifikasi kebutuhan pasien dan keluarga.
b) Menyusun rencana pelayanan.
c) Mengkoordinir aktifitas tim
d) Memantau kualitas pelayanan
- Pelaksana : memberi pelayanan langsung dan mengevaluasi pelayanan.
dengan fungsi :
a) Melakukan pengkajian komprehensif
b) Menetapkan masalah
c) Menyusun rencana keperawatan
d) Melakukan tindakan perawatan
e) Melakukan observasi terhadap kondisi pasien.
f) Membantu pasien dalam mengembangkan prilaku koping yang efektif.
g) Melibatkan keluarga dalam pelayanan
h) Membimbing semua anggota keluarga klien dalam pemeliharaan
kesehatan.
i) Melakukan evaluasi terhadap asuhan keperawatan.
j) Mendokumentasikan asuhan keperawatan.
- Tenaga Administrasi
Terdiri dari :
1. Receptionist : 1 orang
Melakukan registrasi klien yang masuk
2. Bagian keuangan : 1 orang
Melakukan audit keuangan perusahaan, dari pembayaran klien, merancang
anggaran belanja perusahaan, dan lain-lain
3. Pengelola pembukuan : 1 orang
Melakukan audit data registrasi klien serta pengelolaan data medis klien
4. Tenaga Bantuan
Terdiri dari :
1) Sopir ambulance : 1 orang
Mengantar jemput perawat ke lokasi klien maupun mengantar klien ke
rumah sakit jika ada indikasi/ harus dilakukan perawatan/ cek medis di
rumah sakit.
2) Juru masak : 1 orang
Belanja dan memasak semua menu diit yang telah dibuat oleh ahli gizi
sesuai dengan jumlah dan takaran yang telah ditentukan.

C. ASPEK PEMASARAN
a. Peluang Pasar
Masih sedikitnya inastansi pelayanan kesehatan berupa home care di daerah
Bukittinggi, membuat pendirian Medika Home Care ini menjadi prospek usaha yang
cemerlang dan mampu berkembang di ranah instansi kesehatan. Apalagi Medika
Home Care ini akan menjadi home care pertama di wilayah Kota Bukittinggi. Selain
itu pengobatan dan perawatan ke rumah sakit akan membutuhkan biaya yang cukup
besar karena biaya-biaya lain di luar biaya perawatan (biaya menginap, biaya
transportasi, dan lain-lain), serta akan menyita waktu yang tidak sedikit bagi keluarga
yang menunggunya.
Terkadang rumah sakit tidak mampu menampung pasien yang harus dirawat
inap (opname) karena jumlah bangsalnya yang sudah terisi penuh. Terlepas dari hal
itu, tindakan perawatan yang dilakukan di rumah sakit menjadi suatu trauma
psikologis tersendiri bagi pasien. Suasana rumah sakit yang tidak kondusif untuk
pengobatan dan perawatan juga akan menggangu proses penyembuhan pasien.
Berbeda dengan perawatan yang dilakuakan di rumah pasien.
Pelayanan kesehatan di rumah merupakan program yang sudah ada dan perlu
dikembangkan, karena telah menjadi kebutuhan masyarakat, Salah satu bentuk
pelayanan kesehatan yang sesuai dan memasyarakat serta menyentuh kebutuhan
masyarakat yakni melalui pelayanan keperawatan Kesehatan di rumah atau home
care. Berbagai faktor yang mendorong perkembangannya sesuai dengan kebutuhan
masyarakat yaitu melalui pelayanan keperawatan kesehatan di rumah.
b. Daerah Pemasaran (Market Segmenting)
Medika Home Care yang berkantor di wilayah Kota Bukittinggi menjadikan
pasien-pasien yang dirawat di rumah sakit Panembahan Senopati, RSSN bukitiinggi,
dan RS ibnu sina sebagai daerah pemasarannya secara khusus, serta seluruh
masyarakat di wilayah propinsi Sumatera secara umumnya. Namun tidak menutup
kemungkinan Medika Home Care juga melayani customer-costumer di wilayah
sekitar Sumatera, misalnya Padang, Padang Panjang, Payakumbuk, Solok dan lain-
lain.
c. Pasar Sasaran (Market Targeting)
Sasaran yang dipilih Medika Home Care dalam menawarkan jasa diantaranya :
- Klien yang jauh dari pos pelayaan kesehata
- Klien dengan kasus penyakit terminal yang memerlukan pendampingan
(misal pasca stroke, sakit kronis, dll) dimana sudah tidak memerlukan
tindakan medis yang rumit\
- Klien dengan indokasi perawatan luka (post op, luka ulkus, luka tekan, luka
dekubitus, dll)
- Klien dengan bayi baru lahir
- Klien dengan kebutuhan terapi khusus

d. Volume dan Tarif Pelayanan


Daftar Tarif Jasa Perawatan
No. Tindakan Tarif 1 X Tindakan
1. Rawat luka 45.000 – 60.000
2. Nebulizier 35.0000
3. Angkat jahitan 45.000
4. Penanganan nyeri 50.000
5. Pemantauan KKP 50.000
6. Pemantauan Hipertensi 35.000
7. Pemantauan CVA 50.000
8. Pemantauan DM 30.000 – 50.000

Rincian biaya Perawatan


- Bahan habis pakai Alat/bahan Jasa perawat
- Kassa steril 2 box Pinset anatomi Jasa perawat dan transport
- H2O2 1 btl Pinset cirurgie
- Na Cl 1 fls Gunting verban
- Verban roll 2 bj Gunting nekrotomi
- Spuit 5 cc 2 bj Bak instrumen
- Handscoen 1 ps Biaya perawatan alat Rp 10.000,- Rp 30.000,- Rp 50.000,-
- Biaya keseluruhan untuk perawatan luka gangren 1 kali tindakan sebesar Rp
90.000,-

Daftar sewa alat


No Alat Tarif
1. Set rawat luka 30.000 – 40.000
2. Nebulizier 40.000
3. Set angkat jahitan 35.000
4. Set hipertensi 10.000 – 20.000
5. Set oksigen + isi 1 m3 60.000
6. Set DM 20.000 – 30.000
Daftar Tarif Transport
No Transport Tarif
1. Dalam kota Yogyakatra 5.000 – 25.000
2. Luar Kota Yogyakarta 30.000/km

Daftar Tarif Menu


No Jenis Tarif
1. Diit Diabetes 30.000/ hari
2. Diit Hipertensi 27.000/ hari

e. Persaingan dan Strategi Bersaing


Home care di wilayah Bukitinggi masih dapat dihitung dengan jari dan belum
banyak jumlahnya. Bahkan di wilayah Kota Bukittinggi sendiri pembanguna Medika
Home Care akan menjadi pelopor dan yang pertama. Oleh karena itu Medika Home
Care tidak mengalami permasalahan yang mendalam dalam hal bersaing dengan home
care lain. Namun, banyaknya rumah sakir, rumah bersalin, maupun klinik akan
menjadi pesaing tersendiri karena masyarakat belum mengenal istilah maupun kinerja
dari sebuah home care. Masyarakat masih beranggapan bahwa prosedur pengobatan
dan perawatan sepenuhnya dilakukan dari, oleh, dan di rumah sakit. Untuk itu Medika
Home care berusaha untuk mempromosikan pelayanannya dan menjalin kerjasama
dengan berbagai instansi kesehatan dari tingkat Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP)
hingga puskesmas-puskesmas di wilayah Bukittinggi.
Dalam hal biaya untuk 1 kali perawatan, tarif yang dikeluarkan oleh home
care cenderung sedikit lebih mahal dengan biaya perawatan ketika di rumah sakit
maupun klinik kesehatan. Hal ini terjadi karena tim medis home care harus
mendatangi lokasi klien yang menyebabkan waktu, tenaga, dan biaya yang relatif
tidak sedikit. Agar pelanggan loyal terhadap suatu institusi home care, maka Medika
Home Care senantiasa mengutamakan pelayanan sebagai berikut :
1. Kemudahan
Meliputi kemudahan untuk dihubungi, mendapatkan informasi, dan
kemudahan untuk membuat janji.
2. Selalu tepat janji
Sangat penting untuk membina hubungan saling percaya antara
masyarakat dengan institusi home care swasta.
3. Sesuai standar yang ditetapkan
Hal ini merupakan ciri professional, baik dalam melaksanakan tindakan,
kualitas tenaga ahli, maupun manajemen perusahaan.
4. Responsif
Bersifat responsive terhadap keluhan, kebutuhan, dan harapan klien.
5. Relasi
Mengembangkan hubungan kerjasana secara internal dan eksternal untuk
memperbaiki kualitas layanan.
f. Ukuran Pasar dan Pertumbuhannya
Usaha Medika Home Care ini secara khusus melayani pasien yang
membutuhkan pelayanan home care dari RSAM Bukittinggi, RS Ibnu Sina, dan
RSSN Bukittinggi. Namun secara umum juga melayani klien di wilayah Sumatera
Barat, baik yang rujukan dari rumah sakit maupun pribadi. Kerjasama dengan
beberapa rumah sakit yang semakin meluas dan didukung promo melalui situs
internet yang bias diakses oleh semua orang, bukan tidak mungkin usaha Medika
Home Care akan dilirik oleh investor dari luar daerah untuk menanamkan modal dan
mengembangkan usaha di kota-kota lain.
g. Pangsa Pasar
Pangsa pasar selisih antara jumlah barang/ jasa yang diminta dengan jumlah
barang/ jasa yang ditawarkan. Home care merupakan usaha yang bergerak dibidang
pelayanan kesehatan. Jumlah pasien yang memerlukan perawatan di rumah sakit
secara kontinyu sangatlah banyak, namun perawatan itu terbentur oleh banyak hal,
misalnya tempat yang jauh dari rumah sakit, minimnya jumlah bangsal, dan
terbatasnya perawat di rukah sakit. Disisi lain masih belum banyak usaha home care
yang didirikan, bahkan di Bantul sendiri belum ada satupun. Sehingga pendirian
Medika Home Care ini sangatlah membantu meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat. Medika Home Care memberikan penawaran rata-rata sebanyak 20 pasien
per harinya, hal ini mungkin sebenarnya jauh dari permintaan masyarakat di wilayah
Sumatera Barat

D. ASPEK MANAJEMEN
1. KepemilikanUsaha pelayanan kesehatan Medika Home care ini dimiliki oleh persero
aktif dan pasif, yaitu :
a. Persero aktif
1) Desi Oktavia, S.Kep.,Ns.
2) Retno nadya, S.Kep.,Ns..
3) Tessa Elviana Septi, M.Kes.
b. Persero pasif
1) RSAM Bukittinggi.
2) RS Ibnu Sina
3) RSSN Bukittingggi.

2. Struktur Organisasi
a. Tim Manajemen
b. Tenaga Kerja/ Karyawan
c. Tenaga kerja Medika Home care terdiri dari 2 kelompok, yaitu :
1) Direktur
2) Tenaga Medis Terdiri dari :
a) Dokter umum : 1 orang
b) Ahli gizi : 1 orang
c) Perawat pelaksana : 5 orang
d) Manajer kasus (1 orang)
e) Perawat Pelaksana (5 orang)
3) Tenaga Administrasi Terdiri dari :
a) Receptionist : 1 orang
b) Bagian keuangan : 1 orang
c) Pengelola pembukuan : 1 orang
d) Tenaga Bantuan Terdiri dari :
- Sopir ambulance : 1 orang
- Juru masak : 1 orang

E. ASPEK KEUANGAN
1. Kebutuhan Dana
Dana yang dibutuhkan untuk pembangunan Medika Home Care dialokasikan untuk :
a. Bangunan :
- Tanah seluas 108 m2
- gedung berlantai 2
- Property kantor
 Teknis
- Mobil ambulance : 1 unit
- Motor : 2 unit
- Sarana Komunikasi : 2 HP + 1 telepon kantor
 Medis :
- Peralatan Kesehatan
- Bahan baku perawatan kesehatan
 Perpajakan :
- Pajak Listrik (per bulan)
- Pajak Telepon dan Internet (perbulan)
- Pajak kendaraan bermotor (per tahun)
- Pajak Bumi dan Bangunan/ PBB (per tahun)
 Mengurus perijinan
 Gaji pegawai

b. Sumber Dana
Untuk membangun Medika Home Care, sumber dana yang dibutuhkan diperoleh
dari :
1) Pemilik PT
a) Hari Sutrisno, M.Kes. sebesar Rp. 75.000.000,-
b) Dwi Wahyuni, S.Kep., Ns. sebesar Rp. 40.000.000,-
c) Etik Nurjanah, S.Kep., Ns. sebesar Rp. 45.000.000,-
d) RSUD Penembahan Senopati sebesar Rp. 20.000.000,-
e) RS PKU Muh. Bantul sebesar Rp. 20.000.000,-
f) RS Hidayatullah sebesar Rp. 20.000.000,-
2) Kredit
a) Bank Mandiri Bantul sebesar Rp. 50.000.000,-
b) JUMLAH = Rp. 270.000.000,-
c. Prediksi Pendapatan
Target pendapatan/ bulan = (20 klien x Rp. 75.000,-) x 30 hari = (Rp.1.875.000,-)
x 30 hari = Rp. 56.250.000,-

d. Prediksi Biaya
1) Bangunan :
a) Tanah seluas 180 m2 = Rp. 24.480.000,-
b) Gedung berlantai 2 = Rp. 50.000.000,-
c) Property kantor = Rp. 17.500.000,-
2) Teknis :
a) Mobil ambulance : 1 unit = Rp. 60.000.000,-
b) Motor : 2 unit = Rp. 22.000.000,-
c) Sarana Komunikasi : 2 HP + 1 telepon kantor = Rp. 2.500.000,-
3) Medis :
a) Peralatan Kesehatan = Rp. 10.000.000,-
b) Bahan baku perawatan kesehatan = Rp. 1.000.000,-
4) Perpajakan :
a) Pajak Listrik (per bulan) = Rp. 500.000,-
b) Pajak Telepon dan Internet (perbulan) = Rp. 1.000.000,-
c) Pajak kendaraan bermotor (per tahun) = Rp. 1.000.000,-
d) Pajak Bumi dan Bangunan/ PBB (per tahun) = Rp. 500.000,-
5) Mengurus perijinan = Rp. 3.000.000
6) Gaji pegawai (bulan pertama): = Rp. 30.350.000,-
a) Biaya yang dibutuhkan = Rp. 244.830.000,-
b) Biaya yang dibutuhkan = Rp. 244.830.000,-
c) Biaya tak terduga : 10% x Rp. 234.830.000,- = Rp. 24.483.000,-
TOTAL BIAYA = = Rp. 269.313.000,-

e. Prediksi Rugi Laba


1) Target/ bulan = (20 klien x Rp. 75.000,-) x 30 hari
2) (Rp.1.875.000,-) x 30 hari = Rp. 56.250.000,-
3) Gaji pegawai/ bulan :
4) Direktur = Rp. 4.000.000,-
5) Manager Administrasi = Rp. 3.500.000,-
6) Manager Pelayanan = Rp. 3.500.000,-
7) 5 Perawat = Rp. 12.500.000,-
8) Dokter = Rp 2.500.000,-
9) Ahli gizi = Rp. 2.500.000,-
10) Supir = Rp 1.0000.000,-
11) Juru masak = Rp 850.000,-
12) Jumlah gaji per bulan = Rp. 30.350.000,-
13) Pajak telepon dan listrik = Rp 1.500.000,-
JUMLAH LABA / bulan = Rp. 24.450.000,-

f. Kriteria Investasi
Medika Home Care merupakan suatu usaha dibidang jasa pelayanan
kesehatan. Infestasi perusahaannya pun tidak begitu banyak, misalnya mobil
ambulance, motor, alat kesehatan, dan lain-lain. Alat-alat kesehatan yang
digunakan tidak terlalu mahal harganya. Sedangkan untuk kendaraan maupun
property lain misalnya telepon dan komputer memiliki masa guna yang panjang
(long life), sehingga untuk pengadaan kembalinya sangat memungkinkan tidak
mengalami low benefit.
BAB III
KESIMPULAN

Usaha pelayanan kesehatan berupa home care masih sangat sedikit dan belum banyak
dikembangakan di Indonesia maupun di wilayah Yogyakarta pada khususnya. Banyak rumah
sakit yang masih belum menyediakan pelayanan home care bagi para pasiennya. Di wilayah
bukittinggi sendiri bahkan semua rumah sakitnya belum menyeduakan pelayanan home care.
Hal ini menjadi peluang yang besar karena Medika Home Care bekerja sama dengan rumah
sakit di Bukittinggi dan Wilayah Sumatera Barat. Dengan promo yang luas dan servis yang
memuakan serta menjalin kerjasama dengan banyak rumah sakit, bukan tidak mungkin
Medika Home Care akan berkembang menjadi proyek besar dan bahkan membuka cabang di
kota-kota lain. Banyaknya pasien dengan kasus-kasus terminal yang tidak memungkinkan
untuk dilakukannya perawatan secara kontinyu di rumah sakit karena ketebatasan ruangan
unruk menampung pasien membuat usaha Medika Home Care layak untuk didirikan ,
terutama di wilayah Sumatera Barat.