Anda di halaman 1dari 12

PEMBAHASAN

 Pengertian Aktiva Tak Berwujud


Secara umum Aktiva Tak Berwujud adalah kekayaan perusahaan yang tidak memiliki
bentuk fisik, tetapi bermanfaat bagi perusahaan karena hak-hak yang melekat pada
pemiliknya. ktiva tetap tidak berwujud (intangible assets) adalah aktiva yang umurnya
panjang dan memberikan manfaat bagi operasi perusahaan, tetapi tidak memiliki
bentuk fisik. Yang termasuk aktiva tetap tidak berwujud antara lain: hak paten, hak
cipta, merek dagang, franchise, goodwill. Pengurangan nilai harga perolehan aktiva
tidak berwujud selama umur ekonomisnya disebut amortisasi. Amortisasi aktiva tidak
berwujud dicatat dalam jurnal penyesuaian.

Dari segi akuntansi Aktiva Tak Berwujud dapat digolongkan ke dalam :


¨ Aktiva Lancar  misalnya Piutang Dagang, Persekot Premi Asuransi
¨ Aktiva Tetap  misalnya Hak Paten, Cap & Merek Dagang, Goodwill
¨ Biaya Yang ditangguhkan Pembebanannya  misalnya Biaya Pendirian, Biaya
Riset & Pengembangan, Hak Guna Usaha, Hak Sewa (Jangka Panjang)

 Masalah Aktiva Tak Berwujud


A. Karakteristik
Aktiva Tak Berwujud ( intangible assets) memiliki dua karakteristik yaitu :
1. Kurang memiliki eksistensi fisik. Tidak seperti aktiva berwujud seperti
properti, pabrik dan peralatan,aktiva tak berwujud memperoleh nilai
dari hak dan keistimewaan yang diberikan kepada perusahaan yang
menggunakannya

2. Bukan merupakan instrumen keuangan. Aktiva seperti deposito bank,


piutang usaha, dan investasi jangka panjang dalam obligasi serta saham
yang tidak miliki substansi fisik, tetapi tidak diklasifikasikan sebagai
aktiva tak berwujud. Aktiva ini merupakan instrumen keuangan dan
menghasilkan nilainya dari hak (klaim) untuk menerima kas atau
ekuivalen kas di masa depan.

1
Oleh karena itu, secara umum mengklasifikasikan aktiva tak berwujud sebagai
aktiva jangka panjang . Jenis aktiva yang paling umum dilaporkan adalah
paten, hak cipta, waralaba, merek dagang dan goodwill

B. Penilaian
1. Aktiva Tak Berwujud yang Dibeli
Aktiva tak berwujud yang dibeli dari pihak lain dicatat pada biaya.
Biaya ini termasuk semua biaya akuisisi dan pengeluaran yang
dilakukan untuk membuat aktiva tak berwujud tersebut siap digunakan
sebagaimana telah dimaksudkan. Jika aktiva tak berwujud diperoleh
dengan saham atau ditukarkan dengan aktiva lain, maka biaya aktiva
tak berwujud itu adalah nilai pasar wajar dari pertimbangan yang
diberikan atau nilai pasar wajar aktiva tak berwujud yang diterima,
mana yang memiliki bukti yang lebih jelas.

2. Aktiva Tak Berwujud yang Dibuat secara Internal


Biaya yang terjadi secara internal untuk menciptakan aktiva tak
berwujud biasanya dibebankan pada saat biaya tersebut dikeluarkan.
Jadi, Sebuah perusahaan mungkin mengeluarkan biaya penelitian dan
pengembangan yang substansial untuk menciptakan aktiva tak
berwujud, namun biaya ini dibebankan dan hanya biaya internal yang
di kapitalisasi yang merupakan biaya langsung yang dikeluarkan dalam
memperoleh aktiva tak berwujud, seperti biaya hukum.

3. Amortisasi Aktiva Tak Berwujud


Aktiva tak berwujud dapat mempunyai umur manfaat yang terbatas
atau umur manfaat yang tak terbatas (indefinite useful life).
a) Aktiva Tak Berwujud yang Mempunyai Umur Manfaat Terbatas
Alokasi biaya aktiva tak berwujud dengan cara yang sistematis
disebut sebagai amortisasi (amortization). Umur manfaat ini
haris mencerminkan periode-periode dimana aktiva-aktiva ini
berkontribusi pada arus kas. Walt Disney mempertimbangkan
faktot-faktor dibawah ini untuk menentukan umur manfaat :
1) Perkiraan penggunaan aktiva ini oleh perusahaan

2
2) Perkiraan umur manfaat aktiva yang lain atau kelompok
aktiva yang lain yang terkait dengan umur manfaat
aktiva tak berwujud itu.
3) Persyaratan hukum, undang-undang atau kontrak yang
akan membatasi umur manfaat
4) persyaratan hukum, undang-undang atau kontrak yang
dapat memperbaharui umur hukum atau umur kontrak
aktiva tersebut tanpa biaya besar.
5) Dampak dari keusangan, permintaan, persaingan dan
faktor-faktor ekonomi yanng lain
6) Tingkat beban pemelliharaan yang diperlukan untuk
mendapatkan arus kas yang diharapkan dari aktiva
tersebut.
Jumlah bebean amortisasi untuk aktiva tak berwujud dengan
umur manfaat yang terbatas harus mencerminkan pola
konsumsi atau pola pemakaian tersebut oleh perusahaan, jika
perusahaan itu dapat dengan pasti menentukan polanya, maka
yang akan diamortisasikan adalah biaya dikurangi nilai sisa.
Nilai sisanya diasumsikan berjumlah nol kecuali pada akhir
umur manfaatnya, aktiva tak berwujud itu mempunyai nilai
pada perusahaan lain.

b) Aktiva Tak Berwujud dengan Umur Manfaat yang Tak Terbatas


Jika tidak ada faktor hukum, perundangan, kontrak, persaingan
atau faktor-faktor lain yang membatasi umur manfaat dari
sebuak aktiva tak berwujud, maka umur aktiva manfaatnya
terbatas. Tidak Terbatas berarti bahwa tidak ada batas yang
dapat diperkirakan dalam periode waktu dimana aktiva tersebut
dapat memberikan arus kas. Aktiva dengan ummur manfaat
yang tak terbatas tidak di amortisasi. Pengujian penuruna untuk

3
aktiva tak berwuud dengan umur tak terbatas ini berbeda
dengan yanng dipakai untuk aktiva tak berwujud umur terbatas,
dalam hali ini bahwa hanya pengujian nilai wajar saja yang
dilakukan. Tidak ada pengujian pemulihan yang terkait dengan
aktiva tak berwujud dengan umur tak terbatas.

C. Jenis- jenis Aktiva Tak Berwujud


Terdapat banyak jenis aktiva tak berwujud, yanng sering kali dikelompokkan
menjadi enam katagori benar :
1) Aktiva Tak Berwujud yang Terkait dengan Pemasaran
Ativa tak berwujud yang terkait dengan pemasaran terutama digunakan
di dalam pemasaran atau promosi produk atau jasa. Bentuk umum dari
aktva tak berwujud yanng berhubungan dengan pemasaran adalah
merek dagang (trademark) atau nama dagang (tade name). Suatu
merek dagang atau nama dagang adalah suatu kata, frasa atau simbol
yang membedakan atau mengidentifikasi suatu perusahaan atau produk
tertentu. Pendaftaran pada kantor paten dan merek dagang Amerika
Serikat memberikan perlindungan hukum untuk sejumlah pembaruan
kembali yang tak terbatas dalam masing-masing periode selama 10
tahun. Sehingga perusahaan menggunakan suatu merek dagang atau
nama dagang yang telah ditetapkan dapat menganggapnya memiliki
umur terbatas. Jika suatu perusahaan memproleh merek dagang atau
nama dagang, maka biaya yang dapat dikapitalisasi adalah harga beli.
Jika suatu merek dagang atau nama dagang dikembangkan oleh
perusahaan itu sendiri, maka biaya yang dapat biaya konsultasi, biaya
perkara hukum yang berhasil dan pengeluaran lain yang berhubungan
dengan mengamankannya. Jika tital biaya merek dagang atau nama
dagang tidak signifikan, maka biaya itu dapat dibebankan. Kebanyakan
umur merek dagang atau nama dagang adalah tidak terbatas. Oleh
karena itu perusahaan tidak mengamortisasi biayanya.

4
2) Aktiva Tak Berwujud yang Terkait dengan Pelanggan
aAktiva yang tak berwujud terkait dengan pelanggan dihasilkan dari
interaksi dengan pihak luar. Contohnya adalah daftar pelanggan.
catatan pesanan atau catatan produksi dan hubungan dengan
pelannggan yang terkait kontrak maupun yang tidak.

3) Aktiva Tak Berwujud yang Berhubungan dengan Seni


Aktiva tak berwujud yanng berhubungan dengan seni termasuk hak
kepemillikan naskah drama, sastra, karya musik, gambar-gambar, foto
dan materi video dan audiovisual. Suatu hakcipta merupakan hak yang
diberikan pemerintah kepada para penulis, pemusik, pematung dan
seniman lain atas kreasi dan ekspresinya selama umur penciptanya
ditambah 70 tahun, dan memberikan kepada pemilik atau warisnya,
hak eksklusif untuk memproduksi ulang dan menjual suatu pekerja
artistik atau yang dipublikasikan. Hak cipta tidak dapat diperbaharui.
Biaya untuk memperoleh dan mempertahankan suatu hak cipta dapat
di kapitalisasi, tetapi biaya penelitian dan pengembangan yang terlibat
harus dibebankan pada saat terjadinya.

4) Aktiva Tak Berwujud yang Berhubungan dengan Kontrak.


Aktiva tak berwujud yang berhubungan dengan konttrak merupakan
nilai dari hak yang muncul dari perjanjian kontrak. Suatu waralaba
(franchise) adalah perjanjian kontraktual dimana pemilik waralaba
memberikan hak kepada pemegang waralaba (franchisee) untuk
menjual produk atau jasa tertentu, untuk menggunakan merek dagang
atau nama dagang tertentu atau melakukan fungsi-fungsi tertentu,
biasanya di daerah geografis yang telah ditentukan. Biaya waralaba
dengan umur yang terbatas harus diamortisasi sebagai beban operasi
selama umur waralaba. Perusahaan seharusnya tidak mengamortisasi
biaya waralaba dengan umur yang tak terbatas atau waralaba perpetual,
tetapi seharusnya mencatat pada biaya

5) Aktiva Tak Berwujud yang Berhubungan dengan Teknologi

5
aktiva tak berwujud yang berhubungan dengan teknologi berkaitan
dengan inovasi atau kemajuan teknologi.Perugahaan membebankan
biaya hukum dan biaya lainnya yang dikeluarkan dalam upaya yang
berhasil untuk mempertahankan tuntutan paten debet ke paten, yaitu
akun aktiva, karena tuntutan semacam itu harus diamortisasi bersama
dengan biaya akuisisi selama masa manfaat paten yang tersisa
6) Goodwill. Dalam penggabungan usaha, biaya (harga beli) dibebankan,
jika memungkinkan ke aktiva berwujud yang dapat diidentifikasi serta
aktiva tak berwujud bersih dan sisanya dicatat dalam akun aktiva tak
berwujud yang disebut Goodwill.

 Goodwill
Sering kali disebut aktiva yan paling tak berwujud dari aktiva yang tak berwujud,
karena goodwill hanya dapat diidentifikasi pada bisnis secacra keseluruhan.
Terdapat banyak jenis aktiva tak berwujud yang berada yang perlu dipertimbangkan
seperti yang telah dibahas sebelumnya. Akan menjadi sangat sulit untuk
mengidentifikasi berbagai jenis aktiva tak berwujud, dan untuk membebankan
nilainya dalam penggabungan usaha. Goodwill adalah nilai lebih yang dimiliki oleh
suatu perusahaan yang timbul karena adanya kelebihan dalam beberapa factor,
seperti nama yang terkenal, staf dan personalia yang berkemampuan tinggi atau
lokasi perusahaan yang menguntungkan. Goodwill hanya bisa dicatat atau diakui
apabila pindah dari perusahaan lain melalui pembelian perusahaan lain pada harga
yang lebih tinggi dari nilai wajaraktiva nettonya. Kelebihan harga diatas nilai wajar
itulah yang diakui sebagai harga perolehan goodwiil

1. Pencatatan Goodwill
Goodwill yanng diciptakan secra Internal. Goodwill yang dihasilkan secara
internal tidak boleh dikapitalisasi dalam akun. Manfaat masa depan dari
goodwill mungkin tidak memiliki hubungan dengan biaya yang dikeluarkan
dalam pengembangan goodwill tersebut. Goodwill yang dibeli, hanya dicatat
jika keseluruhan perusahaan dibeli, Karena goodwill merupakan suatu
penilaian "going concern" dan tidak dapat dipisahkan dari perusahaan secara
keseluruhan. Untuk mencatat goodwill nilai pasar wajar dari aktiva berwujud
6
bersih dan aktiva tak berwujud yang dapat diidentifikasi dibandingkan dengan
harga beli perusahaan yang diperoleh. Perbedannya dianggap sebagai
goodwill. ini yang menyebabkan mengapa goodwill kadang-kadang disebut
akun "penyumbat" atau pengisi kesenjangan atau "penilaian induk". Dan
goodwill dianggap sebagi salah satu atau kelompok nilai yang tidak dapat
diidentifikasi (aktiva berwujud) yang biayanya"diukur dengan perbedaan
antara bisaya kelompok aktiva atau perusahaan yang diakuisisi dan jumlah
biaya yang dibebankan dari setiap aktiva berwujud serta aktiva tak berwujud
yang dapat diidentifikasi yang diakuisisi dikurangi kewajiban yang
ditanggung"prosedur penilaian ini disebut sebagai pendekatan penilaian induk,
karena goodwill siasumsikan meliputi semua nilai yang tidak dapat
diidentiikasi secara khusus dengan setiap aktiva berwujud dan tak berwujud
yang dapat diidentifikasi.

2. Penghapusan Goodwill. Perusahaan yang mengakui goodwill dalalm sebuah


penggabungan usaha menganggapnya mempunyai umur yang tidak terbatas
dan oleh karenanya tidak boleh mengamortisasinya. Alasannya para investor
menemukan bahwa beban amortisasi tidak banyak berguna dalam
mengevaluasi kinerja keuangan. Meskipun goodwill dapat berkurang selama
perjalanan waktu, memprediksi umur actual dari goodwill dan menentukan
pola yang tepat dari amostisasinya sangat sulit. Sering kali goodwill adalah
aktiva tak berwujud yang paling besar dari neraca suatu perusahaan dan
komunitas investasi ingin mengetahui jumlah yang diinvestasikan pada
goodwill. Oleh karena itu, perusahaan hanya menyesuaikan nilai tercatatnya
ketika goodwill mengalami penurunan niali. Pendekatan ini sangat
mempengaruhi laporan laba-rugi bebrapa perusahaan. Banyak orang yakin
bahwa nilai goodwill pada akhirnya akan lenyap. Oleh karena itu, mereka
berpendapat bahwa perusahaan harus mencatatakan goodwill ke dalam biaya
selama periode yang terpengaruh olehnya. Amortisasi goodwill akan
menandingkan beban dengan pendapatan dengan lebih baik. Mereka
menunjukan bahwa perusahaan dengan segera membebankan goodwill yang
diciptakan secara internal dan oleh karenanya tidak tampak sebagai aktiva.
Non-amortisasi goodwill yang digabungkan dengan pengujian penurunan yang

7
mencukupi akan dapat memberikan informasi keuangan yang sangat berguna
bagi komunitas investasi.

3. Goodwill Negatif-badwill
Goodwill negatif (sering disebut secara tidak tepat sebagai badwill atau
pembelian bersaing) muncul ketika nilai pasar wajar aktiva yang diperoleh
lebih tinggi daripada harga beli aktiva bersangkutan. Situasi ini timbul sebagai
hasil dari ketidaksempurnaan pasar. Situasi ini dapat terjadi (misalnya
likuidasi paksa atau menurunnya penjualan akibat meninggalnya pendiri
perusahaan) jika harga beli lebih rendah daripada nilai aktiva bersih yang
dapat diidentifikasi. Karena itu, timbul apa yang disebut sebagai kredit. Kredit
ini dikenal sebagai goodwill negative atau kelebihan nilai wajar atas biaya
aktiva yang diperoleh, badwill atau pembelian tersaing. FASB menuntut
perusahaan untuk mengakui kelebihan sisa ini sebagai keuntungan luar biasa.
FASB mengatakan bahwa perlakuan keuntungan yang luar biasa itu layak
untuk menyoroti kelebihan itu, dan untuk merefleksikan sifat yang tidak lazim
dan kelangkaannya.

 Biaya Penelitian dan Pengembangan


Biaya penelitian dan pengembangan (R&D) (research and development cost)
dengan sendirinya bukan merupakan aktiva tak terwujud. Banyak perusahaan
mengeluarkan banyak uang untuk penelitian dan pengembangan menciptakan
produk atau proses baru, memperbaiki produk yang ada, dan menemukan
pengetahuan baru yang dapat bermanfaat di masa depan. Dua kesulitan yang timbul
dalm akuntansi untuk pengeluaran penelitian dan pengembangan ini adalah :
1. Mengindetifikasi biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas, proyek, atau
pencapaian tertentu
2. Menentukan bersarnya manfaat di masa depan serta lamanya waktu manfaat tersebut
dapat direalisasi .

8
Karena ketidakpastian yang terakhir ini, maka praktek akuntansi di bidang ini telah
disederhanakan dengan mensyaratkan bahwa semua biaya penelitian dan pengembangan
harus dibebankan ke beban pada saat terjadinya.

 Mengidentifikasi Aktivitas Penelitian dan Pengembangan


Aktivitas penelitian merupakan pencarian yang direncanakan atau investigasi
kritis yang ditujukan untuk menemukan pengetahuan baru contonya pencarian yang
direncanakan atau investigasi kritis yang ditujukan untuk menemukan pengetahuan
baru seperti pencarian aplikasi dari penemuan baru. Sedangkan aktivitas
pengembangan merupakan penjabaran penemuan penelitian atau pengetahuan lain ke
dalam suatu rencana atau rancangan untuk produk atua proses baru, atau perbaikan
yang signifikan terhadap produk atau proses yang ada, baik yang dimaksudkan untuk
dijual atau digunakan. Contohnya perumusan konseptual dan perencanaan dari
alternative produk atau proses yang mungkin seperti pembuatan prototype dan
pengoprasian pabrik percontohan.
Aktivitas penelitian dan pengembangan tidak termasuk perubahan rutin atau periodic
atas produk yang ada, lini produksi, proses manufaktur, dan operasi yang sedang
berlangsung lainnya walaupun hal-hal tersebut dapat dianggap sebagai
pengembangan. Sebagai contoh, upaya rutin yang berkelanjutan untuk memperhalus,
memperkaya, atau meningkatkan kualitas produ yang ada tidak dianggap sebagai
aktivitas dan pengembangan (R&D).
1. Akuntansi untuk Aktivitas penelitian dan Pengembangan
Biaya yang berkaitan dengan aktivitas R&D dan perlakuan akuntansi terhadap
biaya tersebut adalah sebagai berikut :
a. Bahan, peralatan, dan fasilitas
Catat keseluruhan biaya sebagai beban, kecuali jika pos-pos itu memiliki
kegunaan alternative di masa depan (dalam proyek penelitian dan pengembangan
lain atau yang lainnya), kemudian catatlah sebagai persediaan dan alokasikan
ketika dikonsumsi, atau kapitalisasi dan susutkan ketika digunakan.
b. Personil
Gaji, upah, dan biaya lainnya yang berhubungan dengan personil yang terlibat
dalam R&D harus dibebankan ketika terjadi.
c. Aktiva tak berwujud yang dibeli

9
Catat keseluruhan biaya sebagai beban kecuali jika pos0pos itu memiliki
kegunaan alternative di masa depan (dalam proyek R&D lain, atau yang lainnya),
kemudian kapitalisasi dan amortisasikan.
d. Jasa kontrak
Biaya jasa yang dilakukan oleh pihak lain sehubungan dengan pelaporan R&D
perusahaan harus dibebankan ketika terjadi
e. Biaya tak langsung
Alokasi yang tepat atas biaya tak langsung harus termasuk dalam biaya R&D,
kecuali untuk biaya administrasi dan umum, yang secara jelas harus berhubungan
agar dapat dimasukkan dan dicatat sebagai beban.
Jika sebuah perusahaan memiliki fasilitas penelitian yang terdiri dari bangunan,
laboratorium, dan peralatan yang melakukan aktivitas penelitian dan
pengembangan (R&D) serta yang memiliki keguaan alternative di masa depan
(dalm proyek R&D lain, atau yang lainnya), maka fasilitas tersebut harus
diperhitungkan sebagai aktiva operasional yang dikapitalisasi. Akun perusahaan
untuk penyusutan dan biaya lainnya yang berhubungan dengan fasilitas penelitian
seperti itu diperhitungkan sebagai beban R&D atau penelitian dan pengembangan.
2. Biaya-biaya Lain yang Serupa dengan Biaya R&D
Sebagian besar dari biaya-biaya ini dibebankan ketika dikeluarkan, yang serupa
dengan akuntansi untuk biaya penelitian dan pengembanga (R&D). banyak biaya
yang memiliki karakteristik serupa dengan biaya penelitian dan pengembangan yaitu :
a. Biaya Start-Up
Biaya start-up(start-up cost) dikeluarkan dalam satu kali aktivitas untuk memulai
operasi baru. Contohnya mencakup pembukaan pabrik baru, memperkenalkan
produk atau jasa baru, atau menjalankan bisnis di daerah baru atau dengan kelas
pelanggan baru. Biaya start-up mencakup biaya operasional (organizational cost),
yaitu biaya yang dikeluarkan untuk mengorganisasikan entitas baru, seperti
berbagai jenis biaya hukum dna biaya pemerintah daerah. Akuntansi untuk biaya
start-up bersifat langsung. Bebankan biaya start-up ketika dikeluarkan. Profesi
akuntan mengakui bahwa biaya-biaya ini dikeluarkan dengan harapan pendapatan
akan dihasilkan di masa depan atau akan diperoleh peningkatan estimasi. Akan
tetapi, untuk menentukan jumlah dan waktu manfaat masa depan yang akan
diterima sangat sulit sehingga diperlukan suatu pendekatan konsevatif-
membebankan biaya-biaya ini ketika dikeluarkan-jika diperlukan.

10
Berikut ini adalah beberapa biaya yang mungkin terkait dalam aktivitas start-up ini
1. Biaya yang berhubungan dengan perjalanan, biaya yang berhubungan dengan
gaji karyawan, dan biaya yang berhubungan dengan studi kelayakan,
akuntansi, pajak, serta urusan pemerintah.
2. Pelatihan karyawan local yang berhubungan dengan produk, pemeliharaan,
sistem komputer, keuangan, dan operasi.
3. Perekrutan, pengorganisasian, dan pelatihan yang berhubungan dengan
penetapan jaringan kerja distribusi.

Semua biaya ini merupakan biaya start-up dan harus dibebankan ketika
dikeluarkan.

Biaya start-up biasanya terjadi pada waktu yang sama dengan aktivitas lain, seperti
akuisisi atau pengembangan aktiva.

a. Kerugian Operasional Awal


Beberapa akuntan berpendapat bahwa kerugian operasi yang terjadi dalam memulai
suatu bisnis harus dikapitalisasi, karena hal itu tidak dapat dihindari dan merupakan
biaya untuk memulai bisnis. Prinsip akuntasi yang diterima umum menyatakan bahwa
kerugian operasi tidak boleh dikapitalisasi selama tahun-tahun pertama. Akuntansi
dan standar pelaporan tidak boleh berbeda antara perusahaan yang mencoba untuk
membangun suatu bisnis baru dengan perusahaan lainnya.
b. Biaya Ilkan
Jika sebuah perusahaan mempekerjakan bintang pop untuk mengiklankan produnya
maka biaya-biaya ini dapat dibebankan dengan berbagai cara yaitu :
 Ketika bintang pop tersebut telah menyelesaikan tugasnya
 Pertama kali iklan mulai ditayangkan
 Selama estimasi masa manfaat iklan
 Dengan suatu cara yang tepat kepada masing-masing dari ketiga periode
diidentifikasi di atas
 Selama periode pendapatan yang diharapkan akan dihasilan
Aktiva berwujud yang digunakan demi iklan, seperti billboard, dicatat sebagai aktiva
karena hal itu memiliki kegunaan alternative di masa depan. Sekali lagi profesi
akuntan telah mengambil pendekatan konservatif untuk mencatat biaya iklan karena
pendefinisian dan pengukuran manfaat masa depan sangat sulit.

11
c. Biaya Perangkat Lunak Komputer
Timbul suatu masalah khusus dalam membedakan antara biaya R&D dengan aktivas
administrasi dan penjualan. FASB bermaksud agar akuisisi, pengembangan, atau
peningkatan nilai produk atau proses oleh sebuah perusahaan untuk digunakan dalam
aktivitas penjualan administrative dikeluarkan dari definisi aktivitas penelitian dan
pengembangan. Sebagai contoh, biaya perangkat luank yang dikeluarkan oleh suatu
maskapai penerbangan dalam meningkatkan sistem pemesanan terkomunikasi, atua
biaya yang dikeluarkan selama pengembangan sistem informasi manajemen bukan
mmerupakan biaya penelitian dan pengembangan.

 Penyajian Aktiva Tak Berwujud


Pelaporan akktiva tak berwujud berbeda dengan pelaporan property. Pabrik, dan
peralatan dalam akun kontra yang biasanya tidak ditunjukan untuk aktiva tak berwujud.
Pada neraca, perusahaan harus melaporkan semua aktiva tak berwujudnya selain
goodwill sebagai pos terpisah. FASB menyimpulkan bahwa karena goodwill dan aktiva
tak berwujud lainnya sangat berbeda ddengan jenis aktiva yang lain, pengungkapkan ini
akan bermanfaat bagi para pemakai neraca.
Pada laporan laba-rugi, perusahaan harus menampilkan beban amortisasi dan kerugian
penurunan nilai untuk aktiva tak berwujud selain goodwill sebagai bagian dari operasi
berjalan. Kerugian penurunan nilai goodwill harus ditampilkan dalam pos terpisah dalam
bagian operasi berjalan, kecuali jika penurunan goodwill tersebut terkait dengan operasi
yang tidak lagi berjalan. Catatan pada laporan keuangan harus meliputi informasi
mengenai aktiva tak berwujud yang akuisisi, termasuk beban amortisasi keseluruhan
untuk setiap tahun berikutnya selama 5 tahun. Catatan tersebut harus mencakup
informasi mengenai perubahan dalam jumlah tercatat goodwill selama periode tersebut.

12