Anda di halaman 1dari 8

Amiarsi, D: Pengaruh Konsentrasi Oksigen dan

J. Hort.
Karbondioksida dalam 22(2):197-204,
Kemasan 2012
terhadap ...

Pengaruh Konsentrasi Oksigen dan Karbondioksida dalam
Kemasan terhadap Daya Simpan Buah Mangga Gedong
Amiarsi, D
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Jl. Tentara Pelajar No. 12, Bogor 16114
Naskah diterima tanggal 14 Mei 2009 dan disetujui untuk diterbitkan tanggal 6 Maret 2012

ABSTRAK. Penanganan pascapanen buah yang optimal merupakan salah satu kunci sukses agribisnis buah di Indonesia, namun
mempertahankan kesegaran buah dalam waktu yang lebih lama sering menjadi kendala. Untuk memperpanjang ketahanan simpan
buah pemberian perlakuan konsentrasi oksigen dan karbondioksida dalam kemasan dapat menjadi salah satu solusinya. Penelitian
ini bertujuan untuk mendapatkan suhu penyimpanan dengan komposisi gas O2 dan CO2 yang tepat dalam pengemasan agar dapat
mempertahankan mutu dan memperpanjang daya simpan buah mangga Gedong. Penelitian dilakukan di Laboratorium Balai
Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Bogor dari bulan Juni sampai dengan November 2007. Buah mangga
Gedong yang digunakan dalam penelitian ini ialah buah dengan tingkat ketuaan hijau tua, ukuran seragam, dan bobot 200–250 g/
buah, dipanen pagi hari, dan buah sehat. Buah mangga dikemas dalam kantong plastik PE tebal 0,04 mm. Perlakuan komposisi gas
yang dicoba terdiri atas 5,0% O2 + 5,0–5,8% CO2; 2,5% O2 + 5,0–5,8% CO2; 1,0% O2 + 5,0–5,8% CO2; udara normal (21,0% O2
+ 0,03% CO2), dan udara terbuka (21,0% O2 + 0,03% CO2) serta suhu penyimpanan 15oC dan 27–30oC. Penelitian disusun dengan
rancangan acak lengkap pola faktorial dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan konsentrasi
gas 5,0% O2 + 5,0–5,8% CO2 pada penyimpanan suhu 15oC 21 hari setelah penyimpanan memberikan mutu terbaik dengan
kandungan padatan terlarut total 11,6oBrix, pH 4,1, vitamin C 29,4 mg/100g, kadar air 87,2%, dan persentase busuk buah 13,5%.
Penerapan teknik hasil penelitian ini dapat menguntungkan pengguna karena kesegaran buah dapat diperpanjang hingga 21 hari.

Katakunci: Buah mangga; Penyimpanan; Atmosfir termodifikasi; Ketahanan simpan; Kualitas

ABSTRACT. Amiarsi, D. 2012. The Effect of Gas Composition of Oxygen and Carbondioxide in the Packages on Gedong
Mango Fruits Selflife. Optimal postharvest handling is an important point and success key in fruit agribusiness in Indonesia,
however to maintain fruit selflife in longer period is generally faced as one of main problems. The selflife of mango fruits is
short. Application of gas compositions of oxygen and carbondioxide in the packages can be one of the alternative solutions
to prolong the selflife of mango fruits. The experiment was conducted at laboratory of Indonesian Center for Agricultural
Postharvest Research and Development from June to November 2007. The aim of the study was to determine gas composition
(CO2, O2) at the best storage temperature for conservation and extention of Gedong mango selflife. Gedong mango used in the
study was healty, uniformity size, fresh weight of 200–250 g/fruit harvest time in the morning and mature green. The mango
fruits were packed in polyethylene bags (0.04 mm) and various compositions of 5.0% O2 + 5.0–5.8% CO2; 2.5% O2 + 5.0–5.8%
CO2; 1.0% O2 + 5.0–5.8% CO2; normal air (21.0% O2 + 0.03% CO2), and untreated with two levels of storage temperature viz.
15 and 27-30oC. The factorial experiment was aranged in a completely randomized design with three replications. The results
showed that application of gas concentration of 5.0% O2 + 5.0–5.8% CO2 at 15oC after 21 days storage was able to maintain the
best quality mango fruits with total soluble solid 11.6oBrix, pH 4,1, ascorbic acid content of 29, 4 mg/100g, moisture content
87.2%, and fruit rot 13.5%. Applying this research result will benefit to user in prolonging mango selflife during 21 days.

Keywords: Mango fruits; Storage; Modified atmosphere; Storage life; Quality

Mangga merupakan komoditas yang sangat seratnya halus, kadar air dengan aroma yang harum
berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia baik dan khas, serta kandungan vitamin A tertinggi,
sebagai buah ekspor andalan maupun sebagai cukup memikat konsumen. Produk segar hortikultura
primadona konsumsi wisatawan. Data Direktorat mempunyai kandungan air yang tinggi, sangat peka
Jenderal Hortikultura (2009) mengungkapkan bahwa terhadap kelayuan, pengeriputan, dan kerusakan
produksi mangga nasional dari tahun ke tahun terus mekanis serta rentan terhadap serangan penyakit.
mengalami peningkatan. Pada tahun 2006, produksi Namun dalam keadaan segar buah mangga tidak
mangga mencapai 1,62 juta t, tahun 2007 mencapai tahan lama, hanya 7 hari pada kondisi suhu kamar
1,82 juta t, dan meningkat kembali menjadi 2,1 juta t. (28–30oC).
Pada tahun 2009, jumlah produksi mangga mencapai Sifat buah tersebut dapat menjadi kendala
2,3 juta t dan 2011 diharapkan produksi mangga dalam penyediaan buah, baik untuk konsumsi segar
mencapai sekitar 2,48 juta t. Jumlah produksi yang maupun penyimpanan untuk stok pengolahan. Hal ini
cukup tinggi, menjadikan mangga sebagai salah satu disebabkan karena pada umumnya produk hortikultura
komoditas buah tropika yang dapat bersaing di pasar merupakan struktur hidup yang masih mengalami proses
internasional. perubahan kimia dan biokimiawi yang diakibatkan oleh
Secara fisik, mangga Gedong mempunyai ukuran aktivitas metabolisme. Untuk mengurangi tingkat
terkecil di antara varietas komersial lainnya, tetapi kerusakan buah selama pemeraman, pengangkutan,
warna kulit dan daging buah yang kuning-orange, dan penyimpanan, salah satu upaya untuk mengatasi
197

ialah mangga Alphonso dan Raspuri dengan kondisi Suhu penyimpanan optimum untuk masing-masing atmosfir 5% O2 dan 5% CO2 umur simpan hingga buah berbeda. Beberapa hasil ketuaan. 1991. Chaplin konsentrasi gas O2 dan CO2 dengan suhu penyimpanan 1984). Hort. Setyadjit et al.J. 1981.1% chlorine modifikasi atmosfir belum diperhatikan dengan serius. Buah dikemas Modifikasi atmosfir merupakan proses alamiah. 1991. perubahan warna. Kelebihan gas O 2 dengan plastik polietilen (PE) dapat bertahan sampai 4 yang terdapat dalam kemasan dikeluarkan dengan minggu (Broto et al. 1991. konsumsi segar pada berbagai tingkat ketuaan (Sabari Pengaturan konsentrasi gas O2 dan CO2 dalam kemasan et al. 1986. Penyimpanan dingin dengan suhu rendah (15oC) dapat menghambat kegiatan respirasi. sehingga laju akumulasi gas CO2 di sekitar bahan lengkap pola faktorial dengan dua faktor percobaan 198 . walau sering terjadi kelayuan (Pantastico penyimpanan terhadap daya simpan buah mangga et al. penelitian pascapanen dari pertanaman rakyat di sentra produksi mangga mangga relatif banyak dalam hal memperpanjang daya Kabupaten Majalengka. Buah klimakterik agar dapat mempertahankan mutu dan memperpanjang tidak perlu dipanen pada saat buah matang penuh di daya simpan. 2012 kendala tersebut ialah dengan pengemasan dan lebih kecil daripada penyerapan O2 (Will et al. Ciri khas buah kelompok ini terletak pada yang tepat pada pengemasan buah mangga Gedong tingkat ketuaan saat dipanen. tekanan atmosfir/76 mHg) masing-masing 1988). Setelah panen. Informasi tentang teknik pengemasan dilakukan dengan alat flowmeter serta cosmotector mangga Arumanis yang dibungkus rapat per buah tipe XPO-318 dan XP-314B. Setyadjit & Sjaifullah 1992). 1986). Pantastico et al. 30x40 cm. Jawa Barat. penelitian pascapanen kultivar mangga selain Gedong ditiriskan dan selanjutnya buah mangga dimasukkan sudah ada. 1998). melalui selang plastik lainnya. Dari berbagai hari dengan tingkat ketuaan hijau-tua (mature green) publikasi ilmiah di Indonesia. perubahan cacat dan relatif seragam dalam ukuran serta tingkat mutu. Yulianingsih et al. Suhu rendah atau dingin dapat Publikasi teknologi penyimpanan mangga dengan menghambat proses respirasi dan transpirasi buah. 1983. 2. karena suhu ruang (27–30oC) dan suhu dingin (15oC). dan dapat dilakukan 15oC. buah mangga dipilih yang baik tanpa menunda pelunakan. 1996). 1990). Sri Rujiati 1991. 1983). penilaian kualitas buah mangga Gedong untuk sesuai perlakuan kombinasi O2 dan CO2 serta kontrol. dan menunda kematangan buah mangga dengan kekurangan konsentrasi gas CO2 dapat ditambahkan CaCl 2 pada buah mangga Gedong (Broto 1989). pengemasan menggunakan menghembuskan gas N2 melalui selang plastik sampai kantong polietilen pada buah mangga Carabao (Yuniarti pada tingkat konsentrasi O2 yang diinginkan. permeabilitasnya terhadap gas CO2 lebih besar daripada Penelitian ini menggunakan rancangan acak O2.04 mm cukup baik untuk yang telah dikemas dengan pengemas plastik ke dalam sistem penyimpanan dengan udara terkendali. pada suhu rendah. pengaturan atmosfir di sekeliling produk dan disimpan Sabari et al. simpan buah dengan menghambat laju pematangan buah mangga disortasi dan kemudian direndam dalam selama penyimpanan. Buah mangga termasuk kelompok buah klimakterik Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendapatkan (Brown et al. modifikasi atmosfir yang sudah ada. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Untuk mempertajam dan melengkapi teknologi Pertanian. Sulusi et al. tidak dalam keranjang high density polyethylene (HDPE) dan perlu bahan kimia. diperlukan November 2007. dikeluarkan dari ruang penyimpanan. sedangkan 1989). dan buah mudah mengalami kerusakan fisik setelah 1992. di mana saja. namun demikian penerapan air bersuhu 3-4oC yang mengandung 0. Bogor dari bulan Juni sampai dengan panen dan penanganan pascapanen mangga. Gedong. peralatan mudah diperoleh. di antaranya sehingga daya tahan kesegaran buah dapat lebih lama. di antaranya ialah karakteristik fisik dan ke dalam kantong plastik PE tebal 0. karena buah yang dipetik pada tingkat ketuaan sebelum matang di pohon dapat matang sempurna BAHAN DAN METODE setelah disimpan dengan atau tanpa diberi perlakuan modifikasi atmosfir. biaya relatif diangkut ke Bogor dengan mobil boks berpendingin murah. selama 20 menit kemudian ditiriskan.04 mm (ukuran kimia buah mangga (Sabari 1989. serta proses kimiawi lainnya. Penyimpanan buah mangga pada suhu 10 hari (Brown et al. penanganan mudah. 22 No. pada mangga Arumanis <5oC dapat mengakibatkan warna buah agak memudar (Sabari et al. pohon. Penyimpanan Hipotesis penelitian ini ialah terjadi interaksi di atas suhu 10oC menghasilkan aroma dan rasa buah antara konsentrasi gas modifikasi atmosfir dan suhu yang baik. sehingga Di Bogor. kemudian dicuci dengan air mengalir. Simpan buah mangga Penggunaan plastik PE 0. Buah mangga Gedong dipanen pagi informasi hasil-hasil penelitian terbaru. Vol. Sjaifullah et al.

Satu di mana : unit perlakuan menggunakan tiga butir buah mangga A = Kehilangan berat. kemudian diperas total (PTT) (hand refractometer). nilai 1 = hijau tua. Pengamatan dilakukan terhadap mutu fisik (warna kulit dan persentase busuk) dan mutu kimia Padatan Terlarut Total (kandungan kadar air. B = Berat sampel. konsentrasi CO2 yang diukur diperoleh digunakan untuk menentukan kadar PTT dengan kromatografi gas jenis thermal conductivity dengan cara meneteskan beberapa tetes air perasan detector.88 mg asam askorbat Kadar Air Kandungan vitamin C dalam sampel dinyatakan dalam Cawan alumunium yang digunakan dikeringkan mg per 100 g bahan. pada perhitungan: 1 ml yodium 0. Konsentrasi gas CO 2 dalam kemasan oven pada suhu 105oC sampai diperoleh berat yang diukur dengan mengambil 1 cc udara dalam kemasan 199 . sampel di atas lempeng kaca dari hand refractometer. Sebagian buah kontrol dan yang baru dikeluarkan Pembacaan skala pada garis batas antara sisi gelap dan dari ruang penyimpanan. meliputi kombinasi konsentrasi gas O 2 dan CO 2 konstan. Melakukan buah yang telah dicuci..5% O2 + 5. dan dipotong-potong titrasi menggunakan larutan yodium 0. Kemudian dilakukan penyaringan untuk memisahkan filtratnya. kocok. Hasilnya digunakan untuk perhitungan vitamin C dalam sampel dapat dihitung berdasarkan kandungan kadar air. udara normal (21. 5 = kuning sedikit hijau pada mangga dilakukan dengan cara titrasi yodium. dalam oven pada suhu 105oC selama kira-kira 15 menit. Amiarsi. lembaran dan ditempatkan dalam kondisi kamar untuk Derajat Keasaman (pH) pemeriksaan proses pematangan sampai buah rusak/ busuk lebih dari 50% pada suhu 27–30oC dengan Derajat keasaman (pH) buah mangga ditetapkan penerangan lampu biasa. PTT (hand refractometer). pH. D: Pengaruh Konsentrasi Oksigen dan Karbondioksida dalam Kemasan terhadap . PTT. vitamin C (metode menggunakan kain penyaring. Sebanyak 10 g sampel buah dikeluarkan dari tempat penyimpanan.03% CO2). dan ujung. Pengamatan warna dilakukan secara visual Setelah itu derajat keasaman buah dapat diukur menggunakan indeks warna yang dikembangkan menggunakan pH meter. yaitu (5. 2 = hijau semburat kuning pada pangkal buah. yaitu B (suhu penyimpanan 15oC dan suhu ruang 27-30oC). diamati warna mangga yang dihancurkan dimasukkan ke dalam botol untuk mengetahui proses pematangannya. pH (pH meter).0–5.0% O2 + 0. Kandungan diblender. Sejumlah 5 g sampel Pengamatan laju respirasi buah dalam kemasan buah mangga yang telah dihancurkan ditimbang dalam didasarkan pada banyaknya produksi gas CO2 dalam cawan tersebut.8% CO2. diletakkan pada nampan sisi terang menunjukkan persentase PTT dari contoh plastik yang beralaskan dan bertutupkan plastik PE sampel yang diamati. Penentuan kadar air sampel dihitung dengan sebanyak lima taraf. dikupas. Cara Pengukuran sebagai Berikut: Memasukan 5 ml filtrat ke dalam erlenmeyer 125 ml Bagian buah yang dipergunakan untuk analisis ialah dan tambahkan 2 ml larutan amilum 1%. 1.01 N = 0. dan 6 = kuning penuh/orange. AOAC 1992). Setelah itu didinginkan dalam eksikator.0–5. terjadi perubahan warna merah muda. kemudian ditimbang 10 g tempat penyimpanan dianalisis kandungan kadar air.0% O2 + 5. (seberat 600-700 g). 3 = Vitamin C hijau lebih banyak daripada kuning. rumus: 2. udara terbuka/ A Kadar air (BB) = x 100% sebagai kontrol) dan suhu penyimpanan dua taraf. tengah. padatan terlarut Sampel buah diblender. dari Rowland Holmes et al. ujung buah.01 N. pH (pH meter). 4 = kuning lebih Pengukuran kandungan vitamin C pada buah banyak daripada hijau. (2009). tanda tera dan dikocok sampai homogen. Kemudian ditambahkan 25 ml air destilata dan diaduk dengan mesin pengocok selama 15 menit.0–5. Cawan dan isinya dipanaskan dalam kemasan. dan vitamin C. Air perasan yang titrasi AOAC 1992). Penelitian dilakukan sebanyak tiga ulangan. sampel dan dimasukkan ke dalam labu takar 100 ml..8% CO2. Sebanyak 200 g sampel buah mangga dihancurkan Buah kontrol dan buah yang baru dikeluarkan dari menggunakan blender. dan Pengukuran Produksi CO2 kemudian ditimbang beratnya. sampai pada daging buah bagian pangkal. Buah kontrol dan yang telah menggunakan pH meter.8% CO2. dan vitamin Setelah itu ditambahkan air destilata sampai pada C (metode titrasi.0% O2 + 5.

Vol.0–5..34a 37.. dan berdasarkan polaritas kemudian Indeks warna kulit buah mangga Gedong terendah ditransfer ke decorder dalam bentuk grafik.0% O2 + 0. kepercayaan 5%.. statistik terhadap indeks warna kulit buah mangga Gedong 21 hari setelah penyimpanan (HSP) (Tabel Busuk Buah 1) memperlihatkan bahwa pada suhu penyimpanan.03% CO2) A A B A Udara terbuka (Untreated) 6. 1989.25a 42.8% CO2 2..5% O2 + 5.8% CO2 2...0% O2 + 5........43c 2.. Beberapa peneliti menyebutkan bahwa modifikasi atmosfir dapat HASIL DAN PEMBAHASAN menyeragamkan proses pematangan dan menghambat munculnya warna kuning orange pada kulit buah Mutu Fisik mangga (Brown et al.. Hal dengan metode SAS versi 9. CO2 menunjukkan bahwa secara keseluruhan indeks 0.J..08 sampai 6.0–5. 2.47d 19.... Tabel 1.. warna kulit buah mangga Gedong 21 HSP masih berkisar 2 hingga 3 yaitu buah mangga mempunyai Data yang terkumpul dianalisis secara statistik warna hijau lebih banyak daripada warna kuning..08 dan 2.. 1) memperlihatkan bahwa pada suhu penyimpanan....00a 6...63c A A B A Udara normal (Normal air) 3.....49b 33.. 22 No...26b 22... detector (TCD)..60b (21...... 1986.. Interaksi konsentrasi gas modifikasi atmosfir dan suhu penyimpanan terhadap indeks warna kulit dan persentase buah busuk pada buah mangga Gedong 21 HSP (Interaction of concentration gas of modified atmosphere and storage temperature on skin color of Gedong mango fruits 21 DAS) Indeks warna kulit buah Persentase busuk buah Konsentrasi gas modifikasi atmosfir (Skin color of fruit index) (Rotten fruits) (Gas concentration of modified Suhu penyimpanan (Storage temperature) atmosphere) 15oC 27-30oC 15oC 27-30oC .. indeks warna kulit buah mangga kolom gas CO2 dideteksi dengan thermal conductivity Gedong 21 HSP berkisar antara 2.... 5..8% CO2 dengan gas CO2 yang ada dalam kemasan dihitung dengan suhu penyimpanan 15oC dan 27–30oC masing-masing rumus: mencapai indeks warna kulit buah mangga Gedong Puncak sampel x att 2.31c 13..0% O2 + 5..55c 16..51e A A B A 2.. sehingga ketahanan simpan lebih panjang....0–5.5 = Persentase standar CO2.88b 3.. kemudian diinjeksikan ke dalam Indeks Warna Kulit kolom pada sistem gas chromatography..0% O2 + 5..8% CO2 2.08c 2....... di mana kulit buah mangga berwarna kuning kehijauan.... Musa 1974.00.00c 23.. Lakshminarayana et al.67d A A B A 1. Hasil analisis statistik terhadap persentase buah perlakuan konsentrasi gas modifikasi atmosfir yang busuk pada buah mangga Gedong 21 HSP (Tabel berbeda menunjukkan beda nyata..... Hasil analisis mangga... Signifikansi perlakuan ini disebabkan karena perlakuan modifikasi atmosfir diuji dengan uji jarak berganda duncan pada taraf dapat menghambat proses pematangan buah mangga. Buah dikatakan matang bila Puncak standar x att mempunyai indeks warna kulit buah mencapai angka 4.... Hort...33b 21. 1976).5% udara terbuka yaitu 6. % ..00..30a A A B A Keterangan (Remarks) Angka rerata perlakuan yang diikuti oleh huruf dalam kolom dan lajur yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada taraf 5% duncan multiple range test (Average value followed by the same letter in the same columns and row are not significant different at 5% duncan multiple range test) 200 .. Di dalam Data pada Tabel 1....0–5. Persentase pada perlakuan 5. Sabari et al.31 dan yang tertinggi pada perlakuan CO2 = x 0. di mana : Indeks warna kulit buah pada konsentrasi gas O2 dan att = Skala pada grafik...13...03b 3....00a 22... 2012 menggunakan siringe... namun Matto Berdasarkan analisis statistik mutu fisik pada & Modi (1975) menyatakan bahwa aktivitas enzim mangga Gedong terjadi interaksi terhadap indeks warna peroksidase meningkat dengan matangnya buah kulit buah dan persentase buah busuk.

0% O2 + 5. D: Pengaruh Konsentrasi Oksigen dan Karbondioksida Dalam Kemasan terhadap .72 e 36..44 a 42.77 a 3.5% O2 + 5. and pH of Gedong mango fruits 21 DAS) Kadar air Vitamin C (Ascorbic acid).75 b 11.29 c 32.54 ab 3.19 ab 13.05 d 42.44 a 20.94 a 11.09 c 4.65 a 15.16 bc 3.85 a 3.56 a 13.8% CO2 86.17 b 4.51 a 89.23 a 13.64 a 13..47 b 4.47 a 13. PTT.69 b 90.33 c 4. vitamin C. Tabel 2.0% O2 + 5.45 b 11.03 c 88. dan pH buah mangga Gedong 21 HSP (Interaction of concentration gas of modified atmosphere and storage temperature on water content.74 a B A B A B A A A 2.92 bc A B B A B A A A 201 .45 b 35.22 b B A B A B A A A Udara normal (Normal air) 87.27 a 4. PTT (TSS) oBrix pH Konsentrasi gas modifikasi (Water content) % mg/100g atmosfer (Gas concentration of Suhu penyimpanan (Storage temperature) modified atmosphere) 15oC 27-30oC 15oC 27-30oC 15oC 27-30oC 15oC 27-30oC 5.53 a 13. Amiarsi.74 c (21.8% CO2 87.33 a 23.0% O2 + 0. ascorbic acid.0–5.82 c 11.81 c 4.65 a 27.8% CO2 88.0–5.0–5. TSS.20 bc 85. Interaksi konsentrasi gas modifikasi atmosfir dan suhu penyimpanan terhadap kadar air.93 bc B A B A B A A A 1.43 a 29.91 c 89.03% CO2) B A B A B A A A Udara terbuka (Untreated) 87.

8% CO2 7.88 a (21. Suhu penyimpanan 15oC dan 27–30oC. Vol.87b 8. sehingga terbentuk reaksi luarnya yang kisut dan bagian daging buah menjadi Maillard (Will et al. Suhu penyimpanan 15oC setelah 21 hari penyimpanan (Tabel 2) memperlihatkan dan 27–30oC memperlihatkan bahwa kisaran pH buah bahwa pada suhu penyimpanan. beda nyata.8% CO2 6.5% O2 + 5. Namun terhadap PTT buah mangga Gedong setelah 21 hari penyimpanan memperlihatkan Padatan Terlarut Total bahwa pada suhu penyimpanan. Hort. Perlakuan gas Mutu Kimia modifikasi atmosfir pada konsentrasi yang berbeda Berdasarkan analisis statistik sifat kimia pada memperlihatkan bahwa suhu penyimpanan tidak mangga Gedong terjadi interaksi terhadap kadar air. pH. 2012 Tabel 3.68 a A A 2. kandungan vitamin C ini disebabkan pada penyimpanan suhu rendah. Interaksi konsentrasi gas modifikasi atmosfir dan suhu penyimpanan terhadap produksi CO2 pada buah mangga Gedong (Interaction of concentration gas of modified atmosphere and storage temperature on CO2 production of Gedong manggo fruit) Produksi CO2 pada suhu penyimpanan Konsentrasi gas modifikasi atmosfer (Production of CO2 on storage temperature) (Gas concentration of modified atmosphere) 15oC 27–30oC 5. di mana dengan diperparah oleh adanya infeksi mikrob penyebab adanya sukrosa menjadi gula pereduksi dan asam kerusakan hingga buah tampak busuk.87a 9. dan vitamin C buah mangga Gedong memperlihatkan beda nyata. Gejala suhu dingin di mana vitamin C yang mempunyai sifat physiological disoders. pH.19 a A A Udara normal (Normal air) 6. Perlakuan Dari hasil analisis statistik terhadap kandungan konsentrasi gas modifikasi atmosfir yang berbeda vitamin C buah mangga PTT memperlihatkan pada suhu penyimpanan 15oC. penyimpanan. keluarnya air bahan. Hal pada suhu penyimpanan 15oC. perlakuan konsentrasi gas modifikasi 202 . Gejala tersebut merupakan busuk buah mangga selama penyimpanan.0–5. perlakuan konsentrasi Dari hasil analisis statistik terhadap PTT buah gas modifikasi atmosfir yang berbeda menunjukkan mangga 21 HSP memperlihatkan bahwa pada suhu tidak beda nyata.03% CO2) A A perlakuan konsentrasi gas modifikasi atmosfir Vitamin C yang berbeda menunjukkan beda nyata.0% O2 + 5.0% O2 + 5. persentase buah busuk bahwa secara keseluruhan kandungan vitamin C lebih rendah dibandingkan perlakuan konsentrasi pada perlakuan konsentrasi gas modifikasi atmosfir gas modifikasi atmosfir pada suhu 27-30 oC. Namun pada penyimpanan suhu dan terus berkembang tampak seperti memar dan tinggi dapat merusak asam askorbat. 1981).85 dan 3.97b 9. lebih rendah dibandingkan perlakuan konsentrasi gas proses respirasi dan penguapan berjalan lambat. perlakuan konsentrasi gas modifikasi atmosfir yang berbeda menunjukkan beda nyata.J. 2.74.0% O2 + 0. 1993). Perlakuan udara terbuka pada penyimpanan suhu Rendahnya kandungan vitamin C pada modifikasi dingin menampakkan gejala kerusakan fisiologis atmosfir ini diduga akibat lamanya penyimpanan dalam atau physiological disorders (chilling injury). perlakuan konsentrasi mangga Gedong 21 HSP masing-masing mencapai gas modifikasi atmosfir yang berbeda menunjukkan antara 4. sebagai akibat adanya Derajat Keasaman (pH) aktivitas mikrob (disebut sebagai busuk lunak). berbeda nyata.87a 11. yang Hasil analisis statistik terhadap pH buah mangga 21 disebabkan oleh cendawan Colletotrichum sp.09 sampai 4. dan vitamin C. 22 No. modifikasi atmosfir pada suhu penyimpanan 27–30oC. Hasil analisis statistik terhadap pada konsentrasi gas modifikasi atmosfir yang berbeda kadar air.0–5.70 a A A 1. lunak berair. yaitu ditandai oleh adanya mudah larut dalam air ikut keluar bersama dengan bintik berwarna coklat kehitaman pada daging buah.0–5. Buah mangga askorbat yang berfungsi sebagai precusor membentuk yang mengalami busuk terlihat dari penampakan warna coklat nonenzimatis. PTT. (Sulusi HSP memperlihatkan bahwa pada suhu penyimpanan.8% CO2 4. et al.74 sampai 4.

CAK 1976. 196- 263. Suhu penyimpanan 15oC dan 27–30oC penyimpanan suhu 15oC tingkat kesegaran buah lebih memperlihatkan bahwa kisaran PTT buah mangga baik bila dibandingkan dengan penyimpanan pada Gedong 21 HSP masing-masing mencapai antara 11. Hasil pengamatan Mango. vol. Peacock. pp. S. vol.0% dengan perlakuan konsentrasi gas modifikasi atmosfir O2 + 5. Suhu penyimpanan 15oC dan 27–30oC 9. Perlakuan gas modifikasi atmosfir. GR 1984. Cairn. suhu penyimpanan 15oC maupun perlakuan konsentrasi 2. diunduh 28 April 2009. 95- hasil analisis statistik terhadap produksi CO2 buah 101. Biophys. BC. beda nyata. (1998) bahwa tingkat suhu penyimpanan berbeda nyata. 65-73. ’Postharvest physiology of mango respirasi dan penguapan berjalan lambat dan akibatnya fruit’.8% CO2 pada suhu penyimpanan 15oC. 6.go. PF.65oBrix (Tabel 2). Yulianigsih & Sjaifullah 1996.47 suhu 27-30oC. Hort. Kecepatan hidrolisis air 87.00%. Sulusi.56oBrix.. no. kadar air selama penyimpanan cenderung 4. P. Acta. perlakuan konsentrasi gas modifikasi of peroxydase and its possible significance in mango atmosfir yang berbeda menunjukkan beda nyata ripening’. 27–30oC. pp. Amiarsi.0–5. Broto.39-52. pp. W. DB & Wills. Hort. Musa & Sulfa. Arumanis’. PR 1986. 397. Lam. 2. dari application of ethrel’. dibandingkan pada suhu penyimpanan 15oC. Shetty. 261-70.19%. AK & Modi. Pantastico. sehingga dalam jaringan buah terjadi penimbunan PUSTAKA glukosa selama penyimpanan. Yuniarti. ‘Postharvest physiology and storage mangga Gedong 21 HSP masing-masing mencapai of mango’. 1. konstan tidak mengalami perubahan yaitu kurang 3. Queensland. in Mendoza Jr. Data produksi Produksi CO2 buah-buahan. Secara keseluruhan kandungan PTT pada perlakuan konsentrasi gas modifikasi atmosfir yang berbeda pada KESIMPULAN suhu penyimpanan 27–30oC. dan persentase busuk 13. VV 1975. nyata pada suhu penyimpanan 15oC. 16.97% dan 8. no. Seperti yang konsentrasi yang berbeda memperlihatkan bahwa dikemukakan Sjaifullah et al.id. 25–27 August. Kadar air buah mangga Gedong ‘Teknik atmosfir termodifikasi dalam pengemasan buah pada suhu penyimpanan 27-30oC relatif lebih tinggi mangga cv. vol. lebih besar dibandingkan Perlakuan konsentrasi gas modifikasi atmosfir 5. Penel. ‘Preliminary investigations of the modifikasi atmosfir pada konsentrasi yang berbeda storage and ripening of Totapuri mangoes in the Sudan’. no. Perlakuan gas 8.. pada percobaan ini terbukti bahwa pada beda nyata. Besarnya kandungan HSP memberikan mutu terbaik dengan kandungan PTT PTT disebabkan oleh hidrolisis karbohidrat menjadi 11. Dengan modifikasi atmosfir yang berbeda menunjukkan demikian. Fruit Development. Direktorat Jenderal Hortikultura 2009. Lakshminarayana. Data Tabel 3. Biochems. memperlihatkan bahwa suhu penyimpanan tidak Trop. hlm. pp. Trop. Matto. pH 4. J.Sci. 4..09.. mangga 21 HSP memperlihatkan bahwa pada suhu 7. www. ‘Accelerated ripening of Alphonso mangoes by the pada berbagai perlakuan (Tabel 3). S. kadar senyawa glukosa dan fruktosa.44 mg/100g. vitamin C 29. Hal ini disebabkan pada penyimpanan suhu rendah. 5. K 1974..20%. lebih 80.23oBrix dan 13. Chaplin.. Hasil pengamatan pola respirasi pada buah mangga yang didasarkan pada produksi CO2 tampak bervariasi 6. Brown. Effect of Kadar Air cool storage on the appearance and selflife of preripened Secara keseluruhan kandungan kadar air pada kensington mangoes. W 1989. Ketsa. 318- pada suhu penyimpanan 27 –30oC.hortikultura.33 sampai 13. 203 . kadar air pada suhu rendah dapat dipertahankan.87–6.47%. D: Pengaruh Konsentrasi Oksigen dan Karbondioksida dalam Kemasan terhadap .. M & memperlihatkan bahwa kisaran produksi CO2 buah Kosittrakul 1983. pp. pada perlakuan konsentrasi gas buah mangga berkisar antara 6–11%. vol. 17. ErB. sampai 13. Proceeding First Australian Mango Research Workshop. proses 4. 21 pada suhu penyimpanan 15oC. pada pada suhu penyimpanan 27–30 oC. namun tidak beda 30. 2. Sci. Broto. Suhu penyimpanan kesegaran buah terjaga apabila kestabilan respirasi 15oC dan 27–30oC..70–11. ‘Menunda kematangan mangga gas modifikasi atmosfir pada suhu penyimpanan Arumanis dengan perlakuan CaCL2’. 2. lebih besar daripada kecepatan perubahan glukosa menjadi energi dan H 2O dalam proses respirasi. deptan. BI. Postharvest Physiology and terhadap produksi CO2 pada semua perlakuan pada Marketing in ASEAN. atmosfir yang berbeda menunjukkan tidak beda suhu penyimpanan 15oC lebih rendah dibandingkan nyata. vol. 64-8. RBH (Eds). hlm. MS & Prasad. Workshop of Mangoes Postharvest perlakuan konsentrasi gas modifikasi atmosfir pada held in Bangkok. ‘Palmitic acid activation penyimpanan. & Wilson.

Sulusi. 3 13. Yulianingsih & Sulusi. 7. Penel. 53-64. Graham. J. vol. Yuniarti 1989. penampakan dan perkembangan busuk pangkal (stem- 123-32.)’. Sulusi. K. Yulianingsih & Sjaifullah 1991. Hort. Hofman. 3. 3. no. no. Hort. bag’. Sjaifullah. Holmes. 204 . 2. Setyadjit & Sjaifullah 1992. no. 1. hlm. no. vol. ’Penilaian kualitas buah 18. hlm. Penel. Hort.. Glasson. vol. 1. Vol. Hort. ‘Pengaruh ketebalan plastik 20. Bul. 19-24. Skripsi. S 1991. 3.. in Kusumo. P 1998. & Hall 31-42.J. no. 39-46. 1. Hongkong. Hort. 4. 22 No. 2. Pusat Penelitian terhadap pematangan dan mutu mangga Arumanis’. Hort. Hort. 927-35. Jakarta.. 2012 10. 74-80. ‘Storage of mango fruits in polyethylene untuk penyimpanan atmosfir termodifikasi mangga cv.. a quide to assessing the postharvest untuk penyimpanan buah mangga kultivar Arumanis dan quality of australian mangoes. South China Printing buah mangga segar dengan teknik modifikasi atmosfir’. vol. vol. no. 19-24. Institut Pertanian Bogor. P & Barker. Indramayu’. Murtiningsih & Yulianingsih 1993. Arumanis dan Indramayu’. ‘Karakteristik fisik dan kimia buah 17. Ismiyati. 1981. A 1990. ‘Sifat fisik dan kimia penyimpanan terhadap pematangan dan mutu mangga buah mangga (Mangifera indica L. 1.. 7-10.. Penel. Lee. Sunaryono. 5. P. SD.. (Eds. vol. Wills. RH. DSL 1988. ‘Pengaruh pengemasan modifikasi atmosfir dan lama 19. hlm. Hort. EG. Pengaruh mangga’. Bul. J. 21. P. hlm. no. 1. R. 14. hlm. Sabari. no. Sabari. vol. Mango quality 16.) Produksi mangga di Indonesia. 12. L 2009. SD & Rini.. Yulianingsih & Laksmi. ‘Penggunaan atmosfir termodifikasi assessment manual. Postharvest. hlm. Bogor.. J. Arumanis’. Rujiati. WB. J. hlm. Co. LH. dan Pengembangan Hortikultura. 11. Hort. 2. P. ‘Penyimpanan handling of fruit and vegetables. 3. hlm. Sulusi. SD 1989. an introduction to the phisiology and 15. vol. H & Riati. 1. J. end rot) buah mangga Arumanis’. pengemasan modifikasi atmosfir dan lama penyimpanan R. Yulianingsih & Sjaifullah 1991. hlm. Sabari. ‘Pengaruh mangga Gedong untuk konsumsi segar pada berbagai ketuaan dan perlakuan setelah panen terhadap tingkat ketuaan’.