Anda di halaman 1dari 6

34

BAB V

HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA

Penelitian pengaruh ekstrak daun sirsak terhadap pertumbuhan bakteri

Streptococcus pyogenes, dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas

Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Berdasarkan rumus

Federer yang digunakan untuk mencari besar sampel, didapatkan hasil besar

sampel adalah 35 sampel, yang dibagi lagi ke dalam 7 kelompok sampel,

sehingga masing-masing kelompok terdapat 5 sampel. Kelompok sampel ini

diberikan perlakuan dengan pemberian ekstrak daun sirsak dengan

konsentrasi 10%, 30%, 50%, 70%, dan 90% pada masing-masing kelompok.

Penenlitian ini juga menggunakan kelompok kontrol sebagai pembanding

dengan hasil perlakuan. Terdapat dua kelompok kontrol pada penelitian ini,

yaitu kelompok kontrol positif dan kontrol negatif.

5.1 Hasil penelitian

Pada penelitian ini, didapatkan hasil penelitian sebagai berikut :

Tabel 5.1: Hasil Penelitian Pengaruh Ekstrak Daun Sirsak (Annonna


muricata L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus pyogenes

Percobaan Perlakuan
90% 70% 50% 30% 10% CP CN
I - - - - - - +
II - - - - - - +
III - - - - - - +
IV - - - - - - +
V - - - - - - +
Sumber : Data Hasil Penelitian, 2016
35

Berdasarkan tabel 5.1, terlihat bahwa kelompok kontrol positif dan

kelompok kontrol negatif menunjukkan aktivitas yang sangat berbeda satu

sama lain. Pada kelompok kontrol positif (CP), media Blood Agar Plate

(BAP) terlihat tidak terjadi pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes

setelah dilakukan 5x pengulangan. Sedangkan pada kelompok kontrol

negatif (CN) menunjukkan pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes

pada kelima media BAP yang digunakan. Tabel 5.1 juga menunjukkan

bahwa pada kelompok perlakuan dengan dengan masing-masing pemberian

ekstrak daun sirsak sama sekali tidak menunjukkan pertumbuhan koloni

bakteri Streptococcus pyogenes. Kadar hambat minimum sudah terjadi pada

konsentrasi 10%, karena pada konsentrasi tersebut tidak ditemukan

pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes.

1.1 Analisis Data

Hasil penelitian yang diperoleh kemudian di analisis secara statistik

dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov untuk mengetahui apakah

data penelitian tersebut berdistribusi normal atau tidak. Kemudian di

lanjutkan dengan uji homogenitas menggunakan Marginal Homogeneity

Test untuk mengetahui homogenitas data tersebut. Apabila ditemukan data

yang tidak homogen, pengujian ada tidaknya perbedaan antar kelompok

digunakan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian dengan uji Kruskall Wallis

menunjukkan bahwa kadar hambat minimum ekstrak daun sirsak (Annona

muricata L.) terhadap bakteri Streptococcus pyogenes memiliki nilai

signifikan p-value adalah 0,000 yang berarti bahwa ada perbedaan bermakna
36

antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Berdasarkan uji Mann

Whitney diketahui bahwa signifikan p-value perbandingan dua kelompok

terdapat perbedaan yang signifikan. Berdasarkan uji Mann Whitney yang

digunakan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara dua

kelompok, didapatkan hasil signifikan p-valuenya adalah 0,008 untuk

kelompok CP dan CN, sedangkan untuk kelompok CN dan masing-masing

konsentrasi didapatkan signifikan p-valuenya masing-masing 0,008 (CN

dengan konsentrasi 10%), 0,008 (CN dengan konsentrasi 30%), 0,008 (CN

dengan konsentrasi 50%), 0,008 (CN dengan konsentrasi 70%), dan 0,008

(CN dengan konsentrasi 90%). Berdasarkan signifikan p-value (p< 0,05)

perbandingan tiap dua kelompok dengan menggunakan uji Mann Whitney,

diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan.

Analisa data untuk pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes

menunjukkan bahwa adanya aktivitas kadar hambat yang minimum akibat

pemberian ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.) sebagai zat antibakteri.

Namun, untuk konsentrasi yang paling efektif untuk menghambat

pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes tidak dapat ditentukan, karena

tidak ditemukan pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes pada semua

konsentrasi.

5.2.1 Uji Normalitas


Tabel 5.2 Uji Normalitas
37

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test


Unstandardized
Residual
N 35
Normal Parametersa Mean .0000000
Std. Deviation .28068045
Most Extreme Differences Absolute .123
Positive .123
Negative -.115
Kolmogorov-Smirnov Z .729
Asymp. Sig. (2-tailed) .663
a. Test distribution is Normal.
Sumber : Output data SPSS

Berdasarkan tabel 5.2 di atas, data pertumbuhan mempunyai nilai

p = 0,663. Hal ini berarti data pertumbuhan tersebut mempunyai

distribusi normal (p > 0,05).

5.2.2 Uji Homogenitas


Pada data uji Normalitas, data mempunyai distribusi yang normal

sehingga dilanjutkan dengan uji homogenitas varians non parametrik,

karena skala datanya adalah nominal (uji Marginal Homogeneity Test).

Hasil pengujian yang diperoleh terdapat pada tabel 5.3 dibawah ini:

Tabel 5.3 Uji Homogenitas


38

Marginal Homogeneity Test


Kelompok &
Pertumbuhan
Distinct Values 8
Off-Diagonal Cases 30
Observed MH Statistic 135.000
Mean MH Statistic 67.500
Std. Deviation of MH
13.181
Statistic
Std. MH Statistic 5.121
Asymp. Sig. (2-tailed) .000
Sumber : Output data SPSS versi 22

Hasil uji Marginal Homogeneity test untuk kelompok dan

pertumbuhan mempunyai nilai p = 0,000. Hal ini berarti varians data

kelompok dan data pertumbuhan tidak homogen (p < 0,000). Sehingga

pengujian ada tidaknya perbedaan antar kelompok digunakan uji Kruskal

Wallis.

5.2.3 Uji Kruskal Wallis


Tabel 5.3 Uji Kruskal Wallis

Variabel Penelitian P-value Keterangan


Pertumbuhan 0,000 Ada perbedaan
Sumber : Output data SPSS versi 22

Hasil uji Kruskal Wallis data pertumbuhan menunjukkan ada

perbedaan bermakna dengan signifikan p-value 0,000 (p < 0,05). Sehingga

hipotesis yang peneliti ajukan (H1) diterima dan H0 ditolak.

5.2.4 Uji Post Hoc test Mann Whitney

Tabel 5.4 Uji Mann Whitney


39

Kelompok p-value
CP dengan CN 0,008
CN dengan 10% 0,008
CN dengan 30% 0,008
CN dengan 50% 0,008
CN dengan 70% 0,008
CN dengan 90% 0,008
Sumber : Output Data SPSS versi 22

Tabel 5.5 Uji Mann Whitney

Kelompok p-value
CP dengan 10% 1,000
CP dengan 30% 1,000
CP dengan 50% 1,000
CP dengan 70% 1,000
CP dengan 90% 1,000
Sumber : Output Data SPSS versi 22

Berdasarkan output tabel 5.4 dapat diketahui bahwa terdapat

perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol negatif (CN) dengan

kelompok kontrol positif dan kelompok perlakuan, terbukti dengan

signifikan p-valuenya 0,008 (p < 0,05). Sedangkan pada output tabel 5.5

perbandingan antara kelompok kontrol positif dengan kelompok perlakuan

tidak terdapat perbedaan yang bermakna karena signifikan p-valuenya

adalah 1,000 (p > 0,05).