Anda di halaman 1dari 6

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENYAKIT

HIPERTENSI DENGAN PENGATURAN POLA DIET HIPERTENSI DI


PUSKESMAS NGUTER NGUTER

Lia Luluk Rahayu dan Ida Untari

STIKES PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA


Jl. Tulang Bawang Selatan No.26 Tegalsari RT 02 RW 32 Kadipiro Surakarta
idauntari@yahoo.co.id

Abstrak

Latar Belakang: Prevalensi kasus hipertensi di Jawa Tengah tahun 2011 sebesar 1,96%
menurun bila dibandingkan dengan tahun 2010 sebesar 2,00%. Terdapat tiga kota dengan
prevalensi sangat tinggi di atas 10% yaitu Kota Magelang (22,41%), Kota Salatiga
(10,18%) dan Kota Tegal (10,36%). Data yang tercatat di Puskesmas Nguter, dari tahun
2011 sampai Oktober 2012 penderita Hipertensi mengalami peningkatan. Pengetahuan
masyarakat tentang penyakit hipertensi dengan pengaturan pola diet hipertensi memberi
alternative pilihan yang mungkin dapat membantu menurunkan tekanan darah dalam batas
normal dan mencegah timbulnya komplikasi hipertensi.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan masyarakat tentang penyakit hipertensi
dengan pengaturan pola diet hipertensi di Puskesmas Nguter Sukoharjo.
Metode Penelitian: Rancangan penelitian yang digunakan adalah analisa korelasi dengan
pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling,
sejumlah 30 responden. Instrumen menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji
Kendall Tau.
Hasil: Terdapat pengetahuan baik 9 responden (30,0%), pengetahuan cukup 11 responden
(36,7%), dan pengetahuan kurang 10 responden (33,3%). Pola diet hipertensi baik ada 9
responden (30%), pola diet hipertensi cukup ada 18 responden (60%), pola diet hipertensi
kurang ada 3 responden (10%). Uji analisa menunjukan ada hubungan antara pengetahuan
masyarakat tentang penyakit hipertensi dengan pengaturan pola diet hipertensi dengan nilai
p = 0,000 pada signifikan 5%.
Kesimpulan: terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang hipertensi
dengan pola diet hipertensi.

Kata Kunci: Tingkat pengetahuan, hipertensi, pola diet hipertensi


A. Pendahuluan atau belum diketahui, sangat
Pengetahuan (knowledge) kompleks, merupakan interaksi
adalah merupakan hasil dari tahu dari berbagai jenis variabel.
dan terjadi setelah seseorang Tekanan darah meningkat
melakukan penginderaan terhadap disebabkan oleh beberapa faktor
suatu obyek tertentu. Penginderaan sekaligus seperti keturunan,
terjadi melalui panca indera perubahan pada jantung dan
manusia, yakni : indera pembuluh darah, bertambahnya
penglihatan, pendengaran, umur, juga stres psikologis.
penciuman, rasa dan raba 5. Hipertensi dalam kategori ini
Hipertensi menjadi silent diderita oleh sekitar 90 persen
killer pada sebagian besar kasus pasien4.
tidak menunjukkan gejala apapun Menurut WHO (World
hingga pada suatu hari penderita Health Organization), batas
hipertensi menjadi stroke dan normal adalah 120-140 mmHg
serangan jantung yang menjadikan sistolik dan 80-90 mmHg diastolik.
penderita meninggal. Bahkan sakit Jadi seseorang disebut mengidap
kepala yang sering menjadi hipertensi bila tekanan darahnya di
indikator hipertensi tidak terjadi atas 140/90 mmHg. Prevalensi
pada beberapa orang atau dianggap kasus hipertensi di Jawa Tengah
keluhan ringan yang akan sembuh tahun 2011 sebesar 1,96%
dengan sendirinya. Penyakit ini menurun bila dibandingkan dengan
berbahaya karena berhubungan tahun 2010 sebesar 2,00%.
dengan kardiovaskuler, yaitu Terdapat tiga kota dengan
sistem peredaran darah yang prevalensi sangat tinggi di atas
berfungsi memberikan dan 10% yaitu Kota Magelang
mengalirkan suplai oksigen dan (22,41%), Kota Salatiga (10,18%)
nutrisi ke seluruh jaringan dan dan Kota Tegal (10,36%)2.
organ tubuh yang diperlukan dalam Pengetahuna tentang
proses metabolisme6. hipertensi akan sangat berpengaruh
Hasil terapi pada tekanan terhadap pola diit hipertensi baik
darah tinggi masih sangat tidak pada pasien maupun keluarga
memuaskan. Pada survey terhadap penderita hipertensi. Di Puskemas
pengobatannya dengan target Nguter Sukoharjo pada tahun 2011
140/90 mmHg, kontrol hipertensi tercatat kasus penyakit penderita
hanya dapat dicapai pada 29% di hipertensi sejumlah 815 orang.
Amerika Serikat, 17% di Kanada Kemudian pada tahun 2012
dan 10% di Lima Negara Eropa terdapat kasus penyakit penderita
(Inggris, Jerman, Italia, Spanyol, hipertensi sejumlah 927 orang.
Swedia)3. Data yang tercatat di Puskesmas
Berdasarkan penyebabnya, Nguter, dari tahun 2011 sampai
hipertensi dibedakan menjadi dua Oktober 2012 penderita Hipertensi
golongan yaitu, hipertensi primer mengalami peningkatan (Data
dan hipertensi sekunder. Disebut Puskesmas Nguter, Sukoharjo).
hipertensi primer apabila penyebab Menurut 5 penderita yang telah
terjadinya tekanan darah tinggi saya wawancara di Puskesmas saat
menunggu panggilan, mereka
mengalami kenaikan tekanan darah C. Hasil Penelitian dan
setelah memakan makanan yang Pembahasan
mereka sukai, dan diantaranya Hasil Penelitian
adalah makanan pantangan untuk 1. Umur Responden
penderita hipertensi yaitu makanan Distribusi frekuensi
tinggi garam. Bahkan 3 responden berdasarkan umur
diantaranya tidak mengetahui dapat ditampilkan dalam tabel
makanan apa saja yang tidak boleh berikut :
dikonsumsi, mereka juga Tabel 1 Distribusi Frekuensi
mengatakan ingin mengetahui Responden berdasarkan Umur
makanan apa yang aman untuk Umur Frekuensi %
dikonsumsi sehingga tekanan < 31 th 5 16,7
darah mereka normal. Sedangkan 2 31–40 th 3 10,0
diantara mereka sudah mengetahui 41-50 th 11 36,7
makanan yang dapat dikonsumsi 51-60 th 10 33,3
dengan makanan yang tidak dapat >60 th 1 3,3
dikonsumsi. Total 30 100,0
Tujuan dalam penelitian ini
2. Jenis Kelamin Responden
adalah mengetahui hubungan
Berikut adalah distribusi
antara pengetahuan masyarakat
frekuensi responden
tentang penyakit hipertensi dengan
berdasarkan jenis kelamin :
pengaturan pola diet hipertensi di
Tabel 2 Distribusi Frekuensi
Puskesmas Nguter Sukoharjo.
Responden berdasarkan Jenis
Kelamin
B. Metode Penelitian
Jenis Frekuensi %
Penelitian ini dengan
Kelamin
pendekatan Cross Sectional yaitu
Perempuan 12 40
suatu rancangan penelitian
Laki-laki 18 60
observasional yang dilakukan
Total 30 100
untuk mengetahui hubungan
variabel dependen dengan
variabel independen dimana
penelitiannya dilakukan pada satu 3. Pengetahuan Hipertensi
saat (serentak). Populasi dalam Berikut adalah disttribusi
penelitian ini adalah pasien yang frekuensi berdasarkan
datang periksa di Puskesmas Pengetahuan Tentang
Nguter Sukoharjo dengan jumlah Hipertensi
927 orang. Teknik sampling yang Tabel 3 Distribusi Frekuensi
digunakan adalah teknik sampling Responden
Accidental Sampling dan teknik berdasarkan
pengumpuan data dalam Pengetahuan Tentang
penelitian ini menggunakan Hipertensi
metode kuesioner. Uji validitas Pengetahua Frekuens %
dalam penelitian ini menggunakan n i
teknik korelasi kendall’s tau5. Baik 9 30,
0 hipertensi pada pasien di
Cukup 11 36, Puskesmas Nguter Sukoharjo.
7
Kurang 10 33, Pembahasan
3 1. Karakteristik Responden
Total 30 100 Karakteristik responden
yang diteliti adalah umur dan
jenis kelamin. Kedua variabel
4. Pola Diet Hipertensi tersebut diukur dengan
Berikut adalah distribusi pertanyaan langsung terhadap
frekuensi berdasarkan Pola responden yang tercantum
Diet Hipertensi dalam kuesioner. Hasil
Tabel 4 Distribusi Frekuensi kuesioner menunjukkan bahwa
Responden berdasarkan Pola pasien sebagian besar berumur
Diet Hipertensi di atas 40 tahun hingga 60
Pola Diet Frekuensi % tahun (70,0%). Adapun
Hipertensi menurut jenis kelamin
Baik 9 30,0 diketahui bahwa pasien
Cukup 18 60,0 perempuan (60,0%) lebih
Kurang 3 10,0 banyak dibandingkan pasien
Total 30 100 laki-laki.
Kedua karakteristik baik
Ada tidaknya hubungan yang umur maupun jenis kelamin
signifikan antara kedua variabel cukup jelas menggambarkan
penelitian diketahui dengan uji kemungkinan kejadian
kendall Tau’s, sebagai berikut : hipertensi pada pasien di
Puskesmas Nguter Sukoharjo.
Tabel 5 Hasil Perhitungan Analisis Penyakit hipertensi banyak
Bivariat terjadi pada usia dewasa hingga
Parameter Nilai Keterangan lanjut dimana resiko
Korelasi () 0,648 Positif dan kejadiannya sangat besar pada
Kuat usia di atas 50 tahun. Lebih
Probabilitas 0,000 Signifikan lanjut diketahui bahwa pasien
(p) perempuan lebih banyak
dibandingkan pasien laki-laki
terjadi karena memang resiko
Perhitungan korelasi Kendall
hipertensi para perempuan
Tau’s menghasilkan nilai koefisien
lebih besar berdasarkan fakta
korelasi () sebesar 0,648 dengan
klinis bahwa usia resiko
probabilitas (p) sebesar 0,000.
hipertensi perempuan (di atas
Dengan dasar p < 0,05 maka
50 tahun) lebih muda
diputuskan H0 ditolak atau Ha
dibandingkan laki-laki (di atas
diterima. Dengan demikian dapat
60 tahun)6.
disimpulkan bahwa ada hubungan
yang signifikan antara pengetahuan
2. Pengetahuan tentang Hipertensi
tentang hipertensi dengan pola diet
Pengetahuan tentang atas 18 pertanyaan valid. Hasil
hipertensi didefinisikan sebagai kuesioner menunjukkan bahwa
hasil dari tahu dan terjadi mayoritas pasien (60%)
setelah seseorang melakukan dikategorikan memiliki pola
pengindraan terhadap kondisi diet hipertensi yang cukup.
kesehatan terkait dengan
tekanan darah yang melebihi Secara deskriptif
batas normal. Variabel ini pengaturan pola diet hipertensi
diukur dengan menggunakan pasien di Puskesmas Nguter
kuesioner berbentuk tes Sukoharjo sebagian besar
multiple choice yang tersusun termasuk cukup. Fakta ini
atas 10 pertanyaan valid. Hasil secara sekilas seperti tidak
kuesioner menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa pola diet
pasien yang memiliki hipertensi dipengaruhi
pengetahuan baik, cukup, pengetahuan tentang hipertensi
maupun kurang jumlahnya karena tingkat pengetahuan
relatif sama (30% baik, 36,7% para pasien merata pada semua
cukup, 33,3% kurang). kategori. Meskipun begitu ada
Tingkat pengetahuan tidaknya hubungan tidak dapat
pasien di Puskesmas Nguter dinilai langsung secara
Sukoharjo merata pada semua deskriptif. Selain itu temuan ini
kategori yaitu baik, cukup, dan juga menunjukkan bahwa
kurang. Dengan tidak adanya perilaku pengaturan pola diet
kecenderungan pasien dengan hipertensi tidak hanya
tingkat pengetahuan tertentu dipengaruhi pengetahuan
yang dominan menandakan tentang hipertensi.
bahwa karakteristik pasien
berkaitan dengan hal-hal yang 4. Hubungan antara Pengetahuan
mungkin mempengaruhi tentang Hipertensi dengan Pola
pengetahuannya tentang Diet Hipertensi
hipertensi bersifat sangat Tujuan utama dari
heterogen atau variatif. penelitian ini adalah
mengetahui ada tidaknya
3. Pengaturan Pola Diet keterkaitan antara pengetahuan
Hipertensi tentang hipertensi dengan
Pola diet hipertensi pengaturan pola diet hipertensi.
didefinisikan sebagai cara Hasil penelitian menunjukkan
untuk mencegah terjadinya bahwa ada hubungan signifikan
hipertensi tanpa efek samping antara pengetahuan masyarakat
dan pengaturan pola makan tentang hipertensi dengan
untuk menurunkan hipertensi pengaturan pola diet hipertensi
dengan menggunakan bahan di Puskesmas Nguter
makanan yang lebih alami7. Sukoharjo (p = 0,000 < 0,05).
Variabel ini diukur dengan Keeratan dalam penelitian ini
menggunakan kuesioner didapatkan nilai yang positif
berskala Likert yang tersusun kuat atau tinggi yaitu dengan
koefisien kontingensi 0,648. 5. Notoatmodjo, Soekidjo. 2010.
Artinya semakin baik Metodologi Penelitian
pengetahuan tentang hipertensi Kesehatan. Jakarta : Rineka
maka akan semakin baik pula Cipta.
pola diet hipertensi pada klien 6. Nurrahmani, Ulfa. 2012. Stop
di Puskesmas Nguter Hipertensi. Yogyakarta :
Sukoharjo. Familia Pustaka Keluarga.
7. Sustrani, dkk. 2004.
D. Kesimpulan Hipertensi. Jakarta : PT
Hasil penelitian yang Gramedia Pustaka Utama.
ditemukan responden sebagian
besar berumur di atas 40 tahun
hingga 60 tahun dan pasien
perempuan lebih banyak.
Pengetahuan hipertensi pada
pasien merata pada semua
tingkatan. Pola diet hipertensi
sebagian besar pasien
dikategorikan cukup, dikategorikan
baik dan dikategorikan kurang.
Ada hubungan yang signifikan
antara pengetahuan tentang
hipertensi dengan pola diet
hipertensi.

E. Daftar Pustaka
1. Budiman. 2011. Penelitian
Kesehatan. Bandung : PT
Refika Aditama.
2. Dinkes Kota Semarang. 2011.
Profil Kesehatan Kota
Semarang.
Http://dinkeskotasemarang.file
s.wordpress.com/2012/07/profi
l-kesehatan-kota-semarang-
2011.pdf diakses tanggal 10
November 2012.
3. Lumbantobing. 2008. Tekanan
Darah Tinggi. Jakarta : Balai
Penerbit Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia.
4. Martuti. 2009. Merawat dan
Menyembuhkan Hipertensi.
Bantul : Kreasi Wacana.