Anda di halaman 1dari 2

Analisa video modul 2 kegiatan belajar 1

Siswa

siswa memahami, mengelola, dan menciptakan komunikasi yang efektif dalam berbagai
bentuk dan isi secara lisan, tulisan, dan multimedia. siswa menggunakan kemampuannya untuk
mengutarakan ide-idenya, baik itu pada saat berdiskusi dengan teman-temannya maupun ketika
menyelesaikan masalah dari pendidiknya.
siswa menunjukkan kemampuannya dalam kerjasama berkelompok dan kepemimpinan,
beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggungjawab, bekerja secara produktif dengan yang lain,
menempatkan empati pada tempatnya, menghormati perspektif berbeda.
Literasi informasi: siswa mampu mengakses informasi secara efektif (sumber nformasi)
dan efisien (waktunya); mengevaluasi informasi yang akan digunakan secara kritis dan
kompeten; mengunakan dan mengelola informasi secara akurat dan efektf untuk mengatasi
masalah.
Literasi media: siswa mampu memilih dan mengembangkan media yang digunakan untuk
berkomunikasi.
Literasi ICT: siswa mampu menganalisis media informasi dan menciptakan media yang
sesuai untuk melakukan komunikasi.

Guru

Guru menciptakan situasi dimana siswa dapat belajar bersama-sama/berkelompok (team


work), sehingga akan tercipta suasana demokratis dimana siswa dapat belajar menghargai
perbedaan pendapat, menyadari kesalahan yang ia buat, serta dapat memupuk rasa tanggung
jawab dalam mengerjakan tangung jawab yang diberikan. Selain itu, dalam situasi ini siswa akan
belajar tentang kerjasama tim, kepemimpinan, ketaatan pada otoritas, dan fleksibilitas dalam
lingkungan kerja. Hal ini akan mempersiapkan siswa dalam menghadapi dunia kerja dimasa
yang akan dating.
Guru dalam video diatas menciptakan kondisi dimana siswa dapat berkreasi dan
berinovasi, bukannya didikte dan diintimidasi oleh guru. Guru selalu menjadi fasilitator dalam
menampung hasil kreastivitas dan inovasi yang dikembangkan oleh siswa.
Guru membuat siswa dapat berpikir kritis dengan menghubungkan pembelajaran dengan
masalah-masalah kontekstual yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Kedekatan dengan situasi
yang real yang dialami oleh siswa ini akan membuat siswa menyadari pentingnya pembelajaran
tersebut sehingga siswa akan menggunakan kemampuan yang diperolehnya untuk menyelesaikan
permasalahan-permasalahan yang dihadapinya
Guru Memiliki penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kuat. Mahir dan
berketrampilan dalam pedagogi (pengajaran & pembelajaran) Memahami perkembangan murid-
murid dan menyayangi mereka. Memahami psikologi pembelajaran (cognitive psychology)
Orang tua

Orang tua perlu menyediakan waktu dalam satu hari untuk membaca dan mengajak
anaknya untuk membaca. Mendampinginya dan berdiskusi dengan anak-anaknya. Memang
orang tua tidak perlu harus menjadi orang yang serba tahu, tetapi minimal memiliki pengetahuan
yang cukup dan membimbing anak untuk mencari tahu dari pertanyaan yang disampaikan
anaknya. Menjadi Orang tua yang cerdas saat ini merupakan sebuah keniscayaan sekaligus
kebutuhan. Jangan sampai menjadi orang tua yang gagap teknologi atau atau dan ketinggalan
zaman. Orang tua disamping harus mampu berperan sebagai orang tua, juga harus mampu
berperan sebagai teman yang mampu mendengar, berdiskusi, dan menyikapi berbagai keinginan,
harapan, dan keluhan anak-anaknya secara bijak.

Dampak kompetensi pendagogi guru abad 21 ini

Sudah menjadi keharusan kemampuan pedagogi guru menyesuaikan dengan karateristik dan
keterampialn yang diperlukan di abad 21. Kompetensi pedagogi merupakan kemampuan guru
dalam mengelola pembelajaran seperti memahami karakteristik siswa, kemampuan
merencanakan pembelajaran, melaksanaan pembelajaran, mengevaluasi hasil belajar, serta
kemampuan mengembangan ragam potensi siswa. Kompetensi pedagogi guru abad 21 tidak
cukup hanya mampu menyelenggrakan pembelajaran seperti biasanya, guru dituntut untuk
adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi informasi dan komunikasi serta
mampu memanfaatkannya dalam proses pembelajaran, artinya kemampuan guru khususnya
digital literasi perlu terus untuk ditingkatkan.