Anda di halaman 1dari 23

Critical Book Review

Skor Nilai :
CRITCAL BOOK REVIEW

Makalah ini di buat untuk memenuhi tugas dari mata kuliah

“Elektronika”

NAMA MAHASISWA : Rizki Ilahi Sembiring


NIM : 5171151016
DOSEN PENGAMPU : Marwan Affandi, S.T, M.T.
MATA KULIAH : Elektronika

PENDIDIKAN TEKNOLOGI INFORMATIKA DAN KOMPUTER


FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2018


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas bertkat dan
rahmatnya, penulis dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Elektronika ini yaitu Critical Book
Report ini bertujuan sebagai pemenuhan atas tuntutan tugas individu mata kuliah Elektronika
dan sebagai bahan perkuliahan.

Penulis juga menyadari sepenuhnya dalam pembuatan Critical Book Report ini terdapat
banyak kekurangan dan sangat jauh dari sempurna. Oleh sebab itu penulis berharap adanya
kritik serta saran dan tentunya usulan setiap pembaca demi perbaikan tugas yang akan penulis
buat di kemudian hari, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa kritik dan saran dari
pembaca yang membangun.

Dengan ini penulis mempersembahkan makalah Critical Book Report ini dengan rasa
terimah kasih dan semoga makalah ini dapat memberi manfaat. Akhir kata saya ucapkan banyak
terimah kasih.

Medan, 17 November 2018

Penulis

Rizki I Sembiring

2
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang……………………………………………………………………….6

B. Tujuan…………………………………………………………………………….…..6

C. Manfat……………………………………………………………………………...…6

D. Identitasa buku………………………………………………………………………7

BAB II RINGKASAN ISI BUKU

A. Bab I Arus listrik kuat……………………………………………………………….8

1.1 Satuan listrik dan kuat arus…………………………………………………….8

1.2 Satuan tahanan……………………………………………………………….…..8

1.3 Tenaga daya hantar………………………………………………………….…..9

1.4 Sambungan tahanan listrik……………………………………………….…….9

B. Bab II Hukum Kirchoff…………………………………………………………….10

1.1 Penggunaan dari hukum kirchoff……………………………………………..11

1.2 Pengukuran Volt……………………………………………………………..….11

C. Bab III Elektrolisa dan elektrolit………………………………………….………..11

1.1 Tegangan Thermisch………………………………………………….………...11

1.2 Tegangan galvanis……………………………………………………..………..11

1.3 Elemen daniell……………………………………………………………..…….12

1.4 Elemen Bunsen………………………………………………………….….……12

1.5 Elemen kering………………………………………………………………..…..12

3
D. Bab IV Akkumulator………………………………………………………………13

1.1 Areometer …………………………………………………………………...…14

1.2 Cara membuat campuran asam belirang……………………………………14

1.3 Akkumulator alkalis…………………………………………………………..14

1.4 Rendaman akkumulator…………………………………………………....…14

E. Bab V Kondensator…………………………………………………………….…..15

1.1 Perhitungan kapasitas kondensor……………………………………………15

1.2 Pengaruh dilektrikum terhadap kapasitet……………………………….….15

1.3 Pembagian kondensator………………………………………………………15

1.4 Kontruksi kondensator……………………………………………………..….15

1.5 Mengukur kondensator……………………………………………………..…16

1.6 Jumlah usaha lapangan listrik……………………………………………...…17

1.7 Gaya tarik menarik antara dua bidang kondensator…………………....…..17

F. Bab VI Kemagnitan…………………………………………………………….....…17

1.1 Hukum coulomb………………………………………………………………17

1.2 Medan magnit………………………………………………………………….17

1.3 Arah medan……………………………………………………………………17

1.4 Kuat medan……………………………………………………………………17

G. Bab VII Elektrodinamika…………………………………………………………18

1.1 Dua penghantar yang sejajar…………………………………………………18

H. Bab VIII Induksi listrik…………………………………………………………...18

1.1 Induksi listrik dalam sepotong kawat………………………………………18

1.2 Kekuatan medan di dalam selenodik………………………………………18

1.3 Besi di dalam kumparan kawat……………………………………………..19

I. Bab IX Transformator…………………………………………………………….19

1.1 Ukuran ukuran transformator………………………………………………19


4
J. Bab X Penerangan listrik………………………………………………………19

1.1 Teknik penerangan…………………………………………………………20

BAB III PEMBAHASAN

Pembahasan…………………………………………………………………….……….21

A. Keunggulan…………………………………………………………….……….21

B. Kelemahan………………………………………………………………………21

BAB IV PENUTUP

Kesimpulan ……………………………………………………………………….……22

A. Rekomendasi…………………………………………………………….……..22

DAFTARA PUSTAKA…………………………………………………………………23

5
BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Melakukan Critical Book Riview pada suatu buku dengan


membandingkannya dengan buku lain sangat penting dilakukan, karena dari
kegiatan tersebut kita bisa menemukan kekurangan dan kelebihan dari buku buku
yang di bandingkan. Kemudian setelah kita bisa menemukan beberapa kekurangan
tersebut maka dapat memperoleh suatu informasi yang kompeten pada buku
tersebut dengan cara menggabungkan beberapa informasi dari buku
pembandingnya

B. Tujuan

 Menanambah pengetahuan tentang Elektronika dan melengkapi tugas

perkulliahan mata kulliah perkembangan peserta didik

 Meningkatkan daya analisa dan pengetahuan berkaitan dengan dengan Elektro

 Menguatkan kemampuan melakukan critical book report terhadap suatu buku

C. Manfat
 Untuk menambah pengetahuan dan wawsan mahasiswa tentang critical book

report

 Memilik pengetahuan dan keterampilan tentang Elektronika

 Untuk mengetahui banyak hal tentang buku

6
D. Identitas buku yang dilaporkan
 Judul : Teknik Listrik Arus Searah

 Edisi : Ketujuh

 Pengarang : F. Suryatmo

 Penerbit : PT Bumi Aksara

 Kota terbit : Jakarta

 Tahun terbit : 2008

 ISBN : 979-526-239-4

7
BAB II RINGKISAN ISI BUKU

BAB I ARUS LISTRIK

Bila mana ada listrik bergerak, maka peristiwa ini di katakan orang “ ARUS
LISTRIK ”. Listrik ini mengalir dari suatu titik yang mempunyai tegangan yang tinggi
dan menuju ke suatu titik yang tegangannya relatife lebih rendah.

Jadi demikian ternyata untuk menimbulkan arus listrik ini harus dibutuhkan
adanya perbedaan tegangan. Untuk memelihara adanya tegangan ini dibutuhkan suatu
gaya yang disebut : GAYA GERAK LISTRIK ( GGL ).

Tidak semua bahan dapat di lalui arus listrik yang dapat dilalui arus listrik kita
sebut : PENGHANTAR , sedangkan yang tidak dapat di aliri arus listrik itu disebut :
ISOLATOR.

1.1 SATUAN LISTRIK & KUAT ARUS

1 Coulomb adalah : banyaknya listrik yang sanggup mengendapkan 1, 118 mg.


perak. Jumlah banyaknya listrik ( coulomb ) yang mengalir melalui suatu penghantar
setiap detik dinamakan : KUAT ARUS, satuan kuat arus ini disebut AMPER (A).

Pada mana dalam 1 detik mengalir 1 Coulomb melalui penampang dari


penghantar . Jadi KUAT ARUS = BANYAKNYA COULOMB

WAKTU ( Dalam Satuan Detik )

1.2 SATUAN TAHANAN

Semua penghantar akan memberikan suatu tahanan yang besar kecilnya adalah
tertentu pada perjalanan arus listrik untuk dapat mengukur besarnya ( nilai ) tahanan
tadi, maka haruslah di ambil suatu tahanan yang disebut : ohm . ohm adalah suatu
tahanan kawat air raksa yang panjangnya 1, 063 mtr, penampangnya 1 mm2 dan suhu 0

8
1.3 TAHANAN JENIS ( PENAHAN KADAR )

Tiap – tiap logam mempunyai tahanan listrik yang tertentu besarnya. Untuk
masing – masing jenis logam telah ditetapkan besarnya tahanan listrik, jika logam itu
berbentuk sebagai kawat yang panjangnya 1 meter dengan luas penampangnya 1 mm2
pada temperatur (t) 15 C. Besarnya tahanan listrik ( ohm ) yang diukur dengan cara
demikian ini dinamakan : TAHANAN JENIS ( PENAHANAN KADAR ) dari logam
yang bersangkutan.

1.4 TENAGA DAYA HANTAR

Di Negara eropa barat dipergunakan jug suatu pengertian yang terbaik daripada
: PENAHAN , arti sebaliknya dari kata “ menahan “ ini ialah “ menghantar “ maka ini
pun mempunyai arti sebaliknya dalam nilai penahan (R) adalah daya hantar (G)

(S).

Pengaruh suhu ( panas )

Besarnya nilai tahanan listrik dari sepotong kawat sangatlah dipengaruhi adanya
panas. Hubungan seri dari tahanan listrik

Apabila beberapa tahanan dikatakan dalam suatu rangkaian seri ( deret ) jika
tahanan tadi satu dan lainnya disambungkan sedemikian rupa, sehingga kuat arus
dapat mengalir melalui tahanan berturut – turut dan besarnya tidak berubah, dengan
kata lain ( I constant ).

9
BAB II HUKUM KIRCHOFF – I

Gambar – gambar di bawah ini menunjukkan sebuah rangkaian tertutup yang


tersambung pararel. Jumlah kuat arus I yang dikeluarkan oleh sumber arus terbagi –
bagi menjadi arus i1, i2, i3

Pembagian arus tersebut, terjadi pada titik A dan berkumpul kembali pad titik
B. baik pada titik A maupun pada titik B berlaku rumus :

I = i1 + i2 + i3

I = i1 - i2 – i3 = 0

Hukum Kirchoff II

Di bawah ini menunjukkan suatu rangkaian tertutup dengan sumbert tegangan


E1 = 10 V, penahan dalam dari sumber ini sebesar R2 = 2 dan penahan luar R 1 = 8,
yang mana dalam rangkaian ini akan berlaku hokum kirchoff kedua.

1.1 PENGGUNAAN HUKUM KIRCHOFF

Pada umumnya Hukum Kirchoff ini dipergunakan untuk menghitung besarnya


arus listrik di dalam sambungan sambungan yang terdiri dari beberapa rangkaian
tertutup dengan tidak melupakan syarat-syarat yang tertulis di bawah.

1. Tentukanlah dahulu banyaknya rangkaian tertutup


2. Tentukanlah arah aliran di dalam dari tiap - tiap rangkaian tertutup dengan
mengambil dasar “jurusan positif”, yaitu jurusan aliran dari dalam sumber
tegangan, mengalir dari plus ke minus.
3. Jika di dalam satu rangkaian tertutup yang harus diperhatikan berapa
banyaknya sumber tegangan aktif, lalu ambil salah satu tegangan sebagai
tegangan pokok ( sumber tegangan aktif pokok ).
4. Di dalam satu lingkaran tertutup ada satu atau dua bagian lingkaran yang juga
menjadi bagian – bagian dari lain –lain lingkaran, sehingga sulit untuk
menetapkan jurusan aliran tadi, tetapkanlah salah satu jurusan yang tertentu,
baik apakah itu positif atau negative.
5. Untuk memudahkan dalam perhitungan dengan memakai Hukum Kirchoff ini,
selalu harus diumpamakan dengan bilangan – bilangan yang tidak dikenal

10
1.2 PENGUKURAN VOLT

Pada umumnya pengukuran Volt ini dibuat sama dengan alat ukur Amper.
Akan tetapi di dalam pelaksanaan pemasangannya sangatlah berbeda baik cara
pemasangannya terhadap net ( jarring jarring ) dan pemasangan sebuah tahanan
terhadap Volt meter itu, jika tidak mampu untuk mengukur suatu tegangan listrik yang
melebihi batas ukurnya.

BAB III ELEKTROLISA DAN ELEKTROLIT

Untuk mengenal dan mengetahui ilmu dasar daripada accumulator, maka kita
harus mempelajari adanya prinsip elektrolisa dan elektrolit. Gambar 10 dibawah ini
menunjukkan sebuah bak dari gelas yang diisi air murni atau air distilata ( H20). Di
dalam bak ini diletakkan duah buah batang Platina yang kemudian dihubungkan pada
kutup positif dan kutup negatif dari sumber arus searah atau dynamo searah. Apabila
dynamo di jalankan, maka akan dapat di bangkitkan adanya gaya gerak listrik pada
ujung kutup – kutupnya.

1.1 TEGANGAN THERMISCH

Pada tahun 1822 Prof. Seebeck telah membuat suatu percobaan untuk yang
pertama kali bagaimana caranya untuk membangkitkan suatu daya elektro motoris
dengan memepergunakan sepotong kawat tembaga yang pada ujung – ujungnya
dipanaskan sehingga ujung – ujung yang lain dapat menimbulkan suatu daya elektro
motoris.

1.2 TEGANGAN GALVANIS

Jika sebatang tembaga dimasukkan dalam suatu bak yang diisi dengan air yang
tercampur dengan sedikit cairan asam belirang ( H2OSO4). Dimana batang tembaga
tadi akan mengadakan hubungan kimia dengan cairan, hal ini dapat dibuktikan dengan
timbulnya semacam gas di dalam cairan.

11
1.3 ELEMEN DANIELL

Jika elemen daniell ini sedang mengalirkan arus listrik elektrolisa ini akan terjadi
di dalam cairan asam belirang, yang mana menyebabkan air ( H2O) dipisahkan
menjadi oxygenium (0) dan hydrogenium (H).

1.4 ELEMENT BUNSEN

Di dalam praktek sehari – hari bahwa elemen daniell dan elemen Meidinger ini
termasuk elemen yang diperlengkapi dengan depolarisator yang sempurna.

1.5 ELEMENT KANTONG, ELEMEN KERING

Dibawah ini menunjukkan suatu susunan element kantong yang mana elemen
jenis ini mempunyai kontruksi yang sangat berbeda dengan elemen LECLANCHE
kutup negative terdiri dari silinder zink dan kutup positifnya terbuat dari sebatang
orang © yang dibungkus dalam sebuah kantong linen berisi campuran Mn O2 (
bruinsteen ) dengan serbuk arang sebagai depolarisator, sedang elektrolitnya
dipergunakan cairan salmiak.

12
BAB IV AKKUMULATOR

Pengertian umum.

Istilah akkumulator atau akku ( baterai ) ini berasal dari istilah asing “
Accumuleren” yang mempunyai arti mengumpulkan atau menyimpan.

Dalam garis – garis besarnya akkumulator itu bekerja sebagai berikut :

a. Pengisian

Akkumulator ini diberikan tenaga listrik berasal dari dynamo arus searah.

b. Pengosongan ( pemakaian )

Kalau ada akkumulator yang telah terisi dengan tenaga kimia dipasang suatu
alat yang membutuhkan tenaga listrik.

Susunan dan kontruksi akkumulator timah

Akku biasanya terdiri dari : sebuah bak gelas atau ebonite yang di dalamnya
terisi oleh cairan asam belirang ( H2 SO4 ) sedikit – dikitnya dimasukkan 3 buah pelat
yang dibuat daripada oxide Plumbuis ( P O ).

Pengukuran terhadap daya elektro – motoris . ( E. M. K )

Saat berlangsungnya pengisian dapat diikuti dengan pengukuran besarnya D. E.


M. melalui alat pengukur tegangan yang terdapat pada panel daripada battery charger
( alat pengisi akku ).

Pengukuran terhadap adanya berat kadar elektrolit

Elektrolit ( cairan ) yang dipergunakan di dalam akku ini ialah terdiri dari asam
belirang yang tercampur dengan air distilata ( H2 O ). Dimana campuran tersebut harus
mempunyai berat kadar yang tertentu, dalam keadaan terisi umumnya di tetapkan
pada angka 1, 24 ( berat kadar 1, 24 ini berarti bahwa beratnya cairan elektrolit
sebanyak 1 liter ( 1; ) adalah 1,24 Kg.

13
1.1 AREOMETER

Aerometer adalah suatu alat vital yang dipergunakan untuk melakukan


pengukuran adanya berat kadar di dalam elektrolit.

Akkumulator yang mengandung sulfat timah

Salah satu penyakit pada akkumulator yang sangat sukar diperbaiki ialah
penyakit sulfat.

1.2 CARA MEMBUAT CAMPURAN ASAM BELIRANG

Bahan – bahan yang harus di campur dalam pembuatan asam belirang ialah : air
distalita dan asam belirang yang masih murni ( dari 45 Be yang sudah berwarna agak
putih , atau dari 55 Be yang masih berwarna merah kemerahan).

1.3 AKKUMULATOR ALKALIS

Dari sekian jenis akkumulator yang telah dibahas dan juga banyak dipergunakan
di dalam praktek, masih ada lagi jenis akku yang lain sekalipun tidak begitu banyak
seperti akkumulator timah dalam penggunaanya ialah : Akkumulator Alkalis.

Edison accomulatoren company

Pada pabrik ini juga membuat akku-akku Ni-Fe yang berbentuk kecil, disamping
itu membuat suatu akku untuk tegangan tinggi dengan jalan menghubungkan secara
yang terdiri dari akku yang kecil-kecil.

1.4 RENDAMAN ACCOMULATOR

Kapasitet akku diukur dengan jumlah Amper-jam ( Amperhour ) atau hasil kali
amper dan waktu pengosongan yang biasa disingkat dengan AH ( Ah ) yang dapat di
keluarkan sampai dalam keaadan “kosong”.

14
BAB V KAPASITAS SEBUAH PENGHANTAR

Yang dimaksud dengan kapasitet mempunyai isi yang tertentu, sebuah benda
dank arena itu dapat membuat sejumlah zat cair atau lainnya.

1.1 PERHITUNGAN KAPASITET KONDENSATOR

Bentuk rumus umum untuk kapasitet dari sebuah kondensator adalah :

C = Q/ V ( C = Q/E ) Jika hendak memperbesar C, maka Q harus diperbesar atau E ( v )


nya harus diperkecil.

1.2 PENGARUH DIELEKTRIKUM TERHADAP KAPASITET

Telah kita ketahui bahwa tidak hanya udara saja yang dipergunakan sebagai di-
elektrikum untuk maksud tersebut dapat di pakai lain lain bahan isolasi yang baik.

1.3 PEMBAGIAN KONDENSATOR

Pada pelaksanaan telah dikenal perbedaan, apakah kapasitet kondensator itu


dapat kita ubah atau tidak

1. Kondensator yang dapat diubah ( Varco ) atau Variabel Condensator


2. Kondensator yang tidak dapat di ubah ( fixe condencer )

1.4 KONTRUKSI KONDENSATOR - KONDENSATOR

a. Kondensator sorong.

Kondensator sorong adalah salah satu jenis dari sekian banyaknya macam dari
kondensator yang terdiri dari lapisan yang di lilit berbentuk spiral terbuat dari
plat tembaga tipis yang dapat di sorong ke dalam.

b. Kondensator putar ( varco )


Kondensator jenis ini di dalam praktek banyak di pergunakan baik apakah itu
yang berbentuk kecil maupun yang berbentuk besar.

15
c. Kondensator tetap ( fixe condencer )

Kondensator tetap atau juga yang biasa disebut kondensator tumpuk yang mana
pada kondensator ini mempunyai dielektrikum dari pelat mika dan pengalirannya dari
tin yang tipis.

d. Kondensator lilit atau kondensator kertas.

Kondensator jenis ini terbuat daripada dua lembar logam tipis ( timah atau
aluminium ) dan dua lembar kertas paraffin.

e. Kondensator elektrolit

Di dalam praktek kondensator elektrolit terbagi dalam 2 macam yaitu :

a. Kondensator elektrolit basah


b. Kondensator elektrolit kering

1.5 MENGUKUR KONDENSATOR

Pada lazimnya sebelum memergunakan bermacam – macam kondensator, maka


terlebih dahulu harus dilakukan pemeriksaan/pengukuran terhadap dielektrikumnya
apakai mempunyai ketahanan tembus yang baik.

a. Rangkaian seri dari beberapa kondensator

Seperti halnya dengan weerstand ( tahanan ) kondensator pun dapat juga di


hubungkan dalam 2 cara yaitu :

1. Secara seri ( deret )


2. Secara pararel ( pararel )
b. Rangkaian sejajar dari kondensator

Setelah kita mempelajari hubungan sejajar untuh tahanan, jelaslah bahwa syarat
dalam sejajar ini ialah masing – masing kondensator tadi mempunyai tegangan listrik
yang sama.

16
1.6 JUMLAH USAHA LAPANGAN LISTRIK

Untuk membangkitkan lapangan listrik diperlukan sejumlah pekerjaan yang


tertentu . pekerjaan ( usaha ) ini mulai berasal dari sumber arus yang mengisi
kondensator.

1.7 GAYA TARIK MENARIK ANTARA DUA BIDANG KONDENSAT0R

Semua garis garis gaya di dalam medan kondensator datar selalu berjalan tegak lurus
pada kedua bidang plat, kecuali di bagian ujung dari pelat – pelat itu jalannya garis
garis gaya akan melengkung.

BAB VI KEMAGNITAN

Maknit : Perkataan magnit di dalam praktik adalah suatu istilah Teknik dalam
kemagnetan, yang dimaksudnya ialah sebuah benda logam yang mempunyai sifat –
sifat menarik terhadap benda – benda besi.

1.1 HUKUM COULOMB

jika kita letakkan sebuah bmagnit tetap pada sebuah magnit yang dapat
berputar, maka dari percobaan ini dapat membuktikan kepada kita bahwa :

kutup yang senama akan saling tolak menolak dan kutup yang tidak senama
akan saling tarik menarik.

1.2 MEDAN MAGNIT, ARAH MEDAN DAN KUAT MEDAN

Yang dimaksud dengan medan magnit ialah suatu ruangan yang dipergunakan
dimana magnit itu bekerja.

Walaupun menurut teorinya bahwa medan itu sampai tak terhinnga, teatapi Hukum
Coulomb menyatakan bahwa semakin jauh kita berada dari magnit. Makin cepat gaya

17
magnit itu hilangnya dengan kata lain berbanding terbalik dengan kuadrad dari
jaraknya.

BAB VII ELEKTRO DINAMIKA

Di dalam teori teknik listrik arus searah bab elektro dinamika ini mempunyai arti
yang sangat penting serta hubungan erat demi berkembangnya bidang listrik arus kuat
manapun listrik arus lemah, yang dewasa ini maju sangat pesatnya

1.1 DUA PENGHANTAR YANG SEJAJAR

Di bawah ini menunjukkan 2 penghantar ( kawat ) A dan B yang berjalan sejajar


satu sama lain dengan jarak d.

BAB VIII INDUKSI LISTRIK

1.1 INDUKSI LISTRIK DALAM SEPOTONG KAWAT

Apabila sepotong kawat yang ditempat dp bertemu dengan garis gaya dari
sebuah kutup utara satuan. Berdasarkan penjelasan dengan melihat bahwa kuat arus I
mengalir dari bawah ke atas dimana bagian kecil dp ( departicel panjang ) akan
terdorong kea rah yang terbaik daripada arah Va .

1.2 KEKUATAN MEDAN DI DALAM SELENODIK

Kekuatan medan yang terdapat pada sebuah solenoid ( gulungan kumpuran )


biasanya disebut medan listrik yang serba sama. Karena hamparan – hamparan garis
gaya, maka medan tadi tidak lagi serba sama pada ujung – ujungnya.

18
1.3 BESI DI DALAM KUMPARAN KAWAT

Jika dalam suatu kumparan kawat di tempatkan sebuah inti besi lunak dan di
alirkan arus listrik, maka pda kumparan tadi akan dibangkitkan medan magnit,
sehingga pada ujung-ujung inti besi lunak akan dipermagnit ( menjadi magnit ).

BAB IX TRANSFORMATOR

Di bawah ini menunjukkan prinsip dasar bekerjanya elektromagnit dimana


rangkaian ini dihubungkan pada jaringan arus searah.

Rangkaian terdiri dari 2 buah elektromagnit , 1 buah galvanometer serta sakelar


penghubung “S”.

Adapun maksud dan tujuan daripada rangkaian ini ialah mencari cara
bagaimanakah untuk mendapatkan bentuk suatu transformator yang berdasarkan “
Induksi Magnit”.

1.1 UKURAN – UKURAN TRANSFORMATOR

Untuk membuat transformator ( trafo ) tenaga dan trafo frekuensi rendah


biasanya dipakai teras mantol.

BAB X PENERANGAN LISTRIK

Sejak dilakukannya penyelidikan terhadap adanya listrik dan bahan – bahan


yang dapat mengalirkan arus listrik maka sir Edison telah menetapkan bahwa kawat
arang dapat dipergunakan untuk keperluan pembuatan lampu listrik

19
1.1 TEKNIK PENERANGAN

Pada dewasa ini orang belum mengenal apa yang dimaksud dengan Tekinik
Penerangan di dalam instlasi Penerangan yang sebenarnya

Teknik Penerangan adalah suatu teori dan cara pemasangan lampu - lampu
penerangan baik apakah itu di rumah – rumah tinggal, gedung – gedung bioskop,
gedung – gedung instlasi, took, jalan- jalan, dan sebagainya.

20
BAB III PEMBAHASAN

PEMBAHASAN

Buku yang dikarang oleh F. Suryatmo ini menjelaskan mengenai pengantar


teknik elektro dan teknik listrik arus searah. Pembahasannya sangatlah lengkap dan
dilengkapi dengan rumus – rumus dan sangat cocok untuk pengantar teknik elektro
dasar .

A. Keunggulan

Dari buku yang saya ringkas ini saya mendapatkan keunggulan buku ini yaitu
covernya bagus, simple, dan sangat menarik. Penjelasan – penjelasan yang ada dalam
buku ini sangatlah lengkap dan sangat cocok digunakan mahasiswa sebagai panduan
mata kulliah pengantar teknik elektro, kata katanya sangat mudah untuk di pahami
dan setiap ada materi yang akan dibahas di lengkapi dengan contoh soal dan rumus-
rumus sehingga mempermudah kita dalam memahaminya. Dan buku ini sangat lah
lengkap, padat, dan jelas

B. Kelemahan

Menurut saya buku yang di karang oleh F. Suryatmo ini tidak ada lagi
kelemahannyan karna di dalam buku ini semua penjelasannya ada dan dilengkapi
dengan rumus – rumusnya sehingga sangat cocok sebagai panduan mahasiswa.

21
BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan

Teknik elektro atau biasa disebut teknik listrik adalah salah satu bidang ilmu teknik
mengenai aflikasi listrik untuk memenuhi kebutuhan dari kehidupan manusia. Teknik
elektro melibatkan konsep, perencanaan, pengembangan, dan produksi perangkat
listrik dan elektronik yang dibutuhkan oleh masyarakat.

B. Saran

Dalam mengkritisi buku ini kami mungkin masih terdapat kesalahan – kesalahan,
sehingga kami mengaharapkan kritik dari pembaca agar laporan yang kami buat ini
menjadi lebih baik dan lebih sempurna.

22
DAFTAR PUSTAKA

F Suryatmo 2008. Pengantar Elektro Teknik . Jakarta, Bumi Aksara

23