Anda di halaman 1dari 5

A.

Cara Kerja
1. Disiapkan objek yang akan
diawetkan

2. Disiapkan label keterangan


klasifikasi dan nama kelompok.

3. Spesimen (Lobster) dibius


dengan menggunakan
kloroform.
4. Spesimen (Lobster) di tata di
atas gabus dengan dijepit
menggunakan jarum pentul dan
sayap ditutup dengan kertas,
agar sayap tetap membuka.

5. Objek dioven hingga kering


(sudah tidak ada kandungan
airnya)
6. Disiapkan wadah cetakan
bioresin sesuai ukuran dan
kebutuhan objek.

7. Di sela waktu membuat larutan


dasar resin, objek direndam
terlebih dahulu dalam senyawa
aseton di wadah yang lain.
8. Larutan dasar resin dibuat
dengan komposisi 25 ml resin +
7 tetes katalis yang dicampur
hingga homogen. Tuangkan
larutan kedalam cetakan.

9. Setelah homogen, tuangkan


kedalam cetakan bersamaan
dengan spesimen yang akan
diawetkan. Usahkan jangan
sampai ada gelembung di
sekitar sepesimen. Jika ada
giring ke samping
menggunakan tusuk gigi.

10. Setelah setengah mengering


letakkan plastik label klasifikasi
dan nama kelompok. Lalu
tambahkan lagi 20 ml resin + 5
tetes katalis. Usahkan jangan
sampai ada gelembung di
sekitar sepesimen. Jika ada
giring ke samping
menggunakan tusuk gigi.

11. Setelah resin memadat


menutupi lebih dari setengah
bagian spesimen (Lobster)
dituangkan larutan akhir
(penutup) dengan komposisi 35
ml resin + 9 tetes katalis.
Tunggu hingga benar benar
kering.

12. Setelah benar-benar kering,


awetan diamplas dengan amplas
kasar terlebih dahulu, kemudian
dengan amplas halus pada
bagian yang tidak rata.
13. Dipoles dengan compound agar
permukaan yang tidak halus dan
berbekas baretan tersamarkan.
14. Menggunakn sanpolly agar
balok resin terlihat mengkilap
seperti kaca.