Anda di halaman 1dari 8

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah : MAN 1 Yogyakarta


Mata Pelajaran : Biologi
Kelas / Semester :X/1
Materi Pokok : Animalia (Filum Nemathelminthes)
Alokasi Waktu : 15 menit

Kompetensi Inti
KI 3:
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong,
kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai
bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan
metoda sesuai kaidah keilmuan.
Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.9. Mengelompokkan hewan ke dalam filum 3.9.1 Siswa dapat menyebutkan ciri-ciri dari
berdasarkan lapisan tubuh, rongga tubuh hewan invertebrata filum nemathelminthes.
simetri tubuh, dan reproduksi.

3.9.2 Siswa dapat menyebutkan contoh dan


peranan dari hewan invertebrata filum
nemathelminthes.

4.9. Menyajikan laporan perbandingan 4.9.1 Mengamati struktur cacing Ascaris


kompleksitas lapisan penyusun tubuh hewan lumbricoides.
(diploblastik dan triploblastik), simetri tubuh,
rongga tubuh, dan reproduksinya

1
Tujuan Pembelajaran:
1. Melalui kegiatan praktikum mengamati media awetan cacing filum nemathelminthes,
melakukan diskusi, dan studi literatur peserta didik dapat menyebutkan ciri-ciri dari hewan
invertebrata filum nemathelminthes dengan benar.
2. Melalui kegiatan diskusi dan studi literatur siswa dapat mengetahui contoh dan peranan dari
hewan invertebrata filum nemathelminthes dalam kegiatan sehari-hari dengan benar.

Materi Pembelajaran
 Ciri-ciri hewan invertebrata filum nemathelminthes
 Contoh dan peranan dari hewan invertebrata filum nemathelminthes
Nemathelminthes adalah kelompok hewan cacing yang mempunyai tubuh bulat panjang dengan
ujung yang runcing. Secara terminologi, Kata Nemathelminthes berasal dari bahasa yunani, yakni
“Nema” yang artinya benang, dan “helmintes” yang artinya cacing. Nemathelminthes sudah
memiliki rongga pada tubuhnya walaupun rongga tersebut bukan rongga tubuh sejati. Rongga
tubuh pada Nemathelminthes disebut pseudoaselomata. Cacing ini mempunyai tubuh meruncing
pada kedua ujung sehingga disebut dengan cacing gilig. Ukuran tubuh Nemathelminthes umumnya
miksroskopis, tapi ada juga yang mencapai ukuran 1 m. Cacing Nemathelminthes kebanyakan
hidup parasit pada tubuh manusia, hewan, atau tumbuhan, namun adapula yang hidup bebas.
Ukuran dari cacing betina lebih besar dari cacing jantan.
Terdapat beberapa ciri-ciri dari Nemathelminthes, antara lain :
1. Merupakan cacing dengan tubuh bulat panjang seperti benang dengan kedua ujung tubuh
yang runcing
2. Memiliki tiga lapisan tubuh (Triploblastik) yaitu lapisan tubuh luar (ektoderm), tengan
(mesoderm), dan lapisan tubuh dalam (Endoderm).
3. Tubuhnya memiliki rongga, namun bukan rongga tubuh sejati sehingga rongga ini disebut
Pseudoaselomata.
4. Kulitnya halus, licin, tidak berwarna dan dilapisi oleh kutikula yang berfungsi
melindunginya dari enzim pencernaan inang.
5. Sistem pencernaannya sudah lengkap.
6. Belum memiliki sistem sirkulasi dan sistem respirasi (pernapasan).

Filum Nemathelminthes dibagi menjadi 2 kelas, yaitu Kelas Nematoda dan Kelas Nematomorpha.
Berikut uraian tentang kedua kelas tersebut :

1. Nematoda
Nematoda merupakan cacing benang berwarna putih atau putih pucat. Ukuran tubuhnya
kecil dan ada yang hanya beberapa milimeter. Tubuhnya dilindungi kutikula, licin atau
bergaris-garis sirkuler dengan 4 garis memanjang. Contoh cacing anggota kelas ini adalah
Ascaris lumbricoides dan Wuchereria brancofti.
a) Cacing gelang (Ascaris lumbrricoides)
Hidup pada usus manusia, bersifat kosmopolit (terdapat di semua tempat).
Dinding tubuh tersusun dari kutikula, epidermis dan lapisan otot yang memanjang
dimana terdapat saluran eksresi lateral, tali syaraf dorsal dan ventral yang dihubungkan
2
oleh cincin syaraf anterior, bentuk tubuh bulat panjang dengan bagian ujung-ujung
yang meruncing. panjang tubuh cacing betina ± 0,5 cm, sedangkan cacing jantan 1,5-
2,4 cm, mulut terlatak diujung anterior dan dilengkapi dengan tiga buah bibir, tubuh
cacing betina relative lebih lurus, sedangkan cacing jantan memiliki ujung posterior
yang menggulung, makanannya berupa sari-sari makanan, saluran pencernaan
makanan terdiri dari atas : mulut, faring, usus dan anus. Cacing gelang (Ascaris
lumbrriciodes) menyebabkan penyakit yang dikenal dengan “ascariasis”. Contoh:
Ascaris parasit dalam usus manusia, Ascaris megalocaphala parasite dalam usus kuda,
Ascaris suilae parasite dalam usus halus babi.
Daur hidup cacing gelang, telur yang sudah dibuahi keluar kealam bebas
bersama feses. Apabila telur tertelan bersama makanan atau minuman, maka didalam
usus telur ini akan menetas menjadi larva, setelah itu tumbuh menjadi cacing dewasa.
b) Cacing tambang (Anylostoma)
Hidup parasite diusus manusia dan banyak dijumapai pada daerah
pertambangan, terutama di daerah beriklim panas. Cacing ini menghisap darah
sehingga dapat mengakibatkan kematian, pada saat menghisap darah, cacing ini
mengeluakan zat anti koagulan (hirudin) yang mencegah terjadinya pembekuan darah.
Panjang tubuh kurang lebih 1-1,5cm pada manusia. Contoh cacing tambang adalah
ancylostoma duodenale yang terdapat didaerah tropis Afrika dan Asia dan Necator
americanus yang terdapat di Amerika.
Daur hidup cacing tambang, cacing dewasa merupakan ektoparasit dalam usus
halus manusia. Telur cacing dapat keluar bersama feses manusia, telur yang sudah
dibuahi akan menetas dan dalam waktu sehari mengahasilkan larva filariform. Larva
ini dapat menembus kulit, bersama aliran darah, sampai ke jantung dan paru-paru,
setelah itu masuk lagi ke usus halus dan tumbuh menjadi dewasa.
c) Cacing kremi (Enterobius vermicularis)
Hidup dalam usus besar manusia, panjang tubuh antara 9-15 mm. pada saat
bertelur, cacing menuju anus untuk memperoleh oksigen yang dibutuhkan untuk
pertumbuhan. Gerakan cacing ini dapat menyebabkan rasa gatal di bagian anus. Tubuh
yang terkena infeksi cacing ini dapat mengandung 5000 cacing. Contoh: Oxyuris equi
pada dubur kuda atau keledai.
d) Cacing filaria (Wuchereria bancrofti)
Cacing filaria mempunyai inang perantara hewan arthropoda, misalnya
nyamuk, dan inang tetap yaitu manusia pada bagian pembuluh getah bening. Apabila
cacing filaria mati menyumbat pembuluh getah bening, maka menyebabkan
pembengkakan atau terjadinya penyakit “elephantiasis” (kaki gajah). Mikrofilaria
dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk culex.
2. Nematomorpha
Tubuh Nematophora dilapisi kutikula yang polos dan tidak bercincin. Larvanya hidup
parasit pada tubuh manusia atau arthropoda, dan setelah dewasa cacing tersebut hidup bebas
di air tawar dan laut. Contoh cacing yang termasuk anggota kelas ini adalah Gordius sp. dan
Nectonema sp.

Pendekatan, Model dan Metode Pembelajaran


Pendekatan : Scientific
Model Pembelajaran : -
Metode Pembelajaran : Pengamatan, Diskusi, dan Observasi
3
Kegiatan Pembelajaran

Tahapan
Kegiatan Guru Kegiatan Siswa
Pembelajaran
Pendahuluan  Memberikan salam pembuka  Siswa mengahargai guru dengan
dan berdoa Bersama. menjawab salam dan sapaan
20%
guru.
 Memeriksa kehadiran siswa dan
(2 Menit)
menkondisikan kelas.  Siswa mencermati dan menjawab
pertanyaan dari guru pada saat
 Apersepsi: Menanyakan apersepsi.
organisme yang berada di
dalam spesimen. Menanyakan  Siswa menerima informasi
pembagian dunia hewan secara tentang keterkaitan pembelajaran
garis besar. sebelumnya dengan
pembelajaran yang akan
 Guru menyampaikan tujuan dilaksanakan.
pembelajaran.
 Guru menyampaikan garis
besar materi pembelajaran.
Kegiatan Guru meminta siswa untuk Siswa terbagi dalam kelompok,
Inti berkelompok sesuai kelompok yang setiap anggota kelompok saling
telah ada di kelas berdiskusi dalam kelompok
60%
1. Memberikan rangsangan 1. Memberikan rangsangan
(10 Menit)
 Guru menampilkan Siswa memperhatikan media realia
media realia spesimen spesimen cacing dari filum
cacing dari filum nemathelminthes
nemathelminthes dan
memberikan instruksi
kepada siswa untuk
memperhatikan
spesimen.
 Guru memberikan LKS
2. Mengidentifikasi
2. Mengidentifikasi
Siswa berdiskusi dalam
 Guru meminta siswa pada
kelompoknya masing-masing untuk
masing-masing kelompok
mengidentifikasi ciri-ciri dari
untuk mengidentifikasi ciri-
spesimen cacing filum
ciri dari spesimen cacing
nemathelminthes.
filum nemathelminthes.

3. Mengumpulkan data
3. Mengumpulkan data
Peserta didik menelaah berbagai
 Guru memberikan waktu literatur atau referensi untuk
kepada setiap kelompok mengetahui ciri-ciri umum
untuk berdiskusi dan nemathelminthes.
memberi kesempatan untuk
menelaah berbagai literatur
4
Tahapan
Kegiatan Guru Kegiatan Siswa
Pembelajaran
atau referensi untuk
mengetahui ciri-ciri umum
nemathelminthes.

4. Memverifikasi
(Verification) 4. Memverifikasi (verification)
 Guru mempersilahkan  Kelompok yang ditunjuk
perwakilan dari satu guru mempresentasikan hasil
kelompok untuk diskusi didepan kelas
mempresentasikan hasilnya
didepan kelas  Kelompok lain menanggapi
kelompok yang ditunjuk
 Guru memberi kesempatan
kepada kelompok lain 5. Menyimpulkan
untuk menanggapi. (Generalization)

 Guru melakukan penilaian  Peseta didik bersama guru


dan klarifikasi terhadap menyimpulkan hasil diskusi.
kegiatan dan hasil yang
didapat
5. Menyimpulkan
(Generalization)
 Guru menyimpulkan hasil
diskusi peserta didik
Penutup  Guru bersama siswa  Siswa menyimpulkan kegiatan
menyimpulkan pelajaran pembelajaran secara umum
20 %
dengan memberikan
 Siswa mengumpulkan hasil
(3 Menit) kesempatan kepada siswa untuk
LKPD secara tertulis
menyampaikan terlebih dahulu.
 Siswa mengerjakan posttes yang
 Guru meminta siswa untuk
diberikan guru
mengumpulkan LKPD hasil
diskusi dan pengamatan cacing
Nemathelminthes.
 Guru memberikan postes
kepada siswa.

1. Teknik Penilaian
a. Pengetahuan

Contoh Butir Waktu


No. Teknik Bentuk Instrumen Keterangan
Instrumen Pelaksanaan
1. Tes Pertanyaan tertulis Terlampir Setelah Terlampir
berbentuk esai materi selesai

5
disampaikan
(post test)

b. Keterampilan

No. Teknik Bentuk Instrumen Contoh Butir Waktu Keterangan


Instrumen Pelaksanaan
1. Observasi Praktik - Saat Terlampir
pembelajaran
berlangsung
dan/atau
setelah usai

2. Instrumen penilaian dan pedoman penskoran (terlampir)


3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
Pembelajaran remedial :
1) Pembelajaran remedial dilakukan bagi peserta didik yang belum mencapai Kriteria
Ketuntasan Minimum pada Kompetensi Dasar yang ditentukan.
2) Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan dengan mengerjakan soal tes yang sama
dengan sebelumnya.
3) Tes remedial dilakukan sebanyak 1 kali dan jika belum mencapai ketuntasan maka
remedial dilakukan dalam bentuk tugas portofolio.
Pembelajaran pengayaan :
Bagi peserta didik yang sudah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum diberikan soal yang
masih dalam cakupan Kompetensi Dasar dengan pendalaman sebagai pengetahuan. Soal pengayaan
yang diberikan sebagai berikut :
1) Jelaskan mengapa anak kecil rentan cacingan ? Bagaimana prosesnya ?

Media/Alat, Bahan, dan Sumber Belajar


1. Media pembelajaran : Media realia (awetan cacing Ascaris lumbricoides)
2. Alat pembelajaran : LKPD dan Papan tulis
3. Sumber belajar siswa :
 Rasti Septianingsih, dkk. 2013. BIOLOGI. Jakarta : Yudhistira.
 Moch Anshori dan Djoko M. 2013. Biologi 1. Jakarta : BSE.
4. Sumber belajar guru :
 N. A. Campbell, J. B. Reece. 2011. Biology Ninth Edition. Pearson Benjamin
Cummings.
 Kastawi, Yusuf. 2003. Zoologi Avertebrata. Malang: UNM
 Rusyana, adun. 2014. Zoology Invertebrata. Bandung: Alfabeta.

6
Mengetahui, Yogyakarta, Februari 2018
Dosen Pembimbing Praktikan

( …………………….. ) ( )

7
8