Anda di halaman 1dari 4

TINJAU PUSTAKA

A. ROKOK
a. Pengertian Rokok

Menurut Nagler (2000) dalam Weiner (2008), rokok mengandung


lebih dari 4000 senyawa kimia dan diantaranya terbukti karsinogenik.
Senyawa-senyawa karsinogenik tersebut diantaranya adalah amino
aromatik, nitrosamin, oksidan, dan aldehid.

B. AIR LIUR
a. Pengertian air liur

Menurut Feraris (2006) dalam almaeida (2008), air liur adalah hasil
dari sekresi kelenjar eksokrin yang terdiri dari 99% air dan 1% elektrolit-
elektrolit (natrium, kalium, klorida, magnesium, bikarboneat, fosfat),
protein (enzim, imunoglobin, glikoprotein, albumin, polipeptida,
oligopeptide ), glukosa, urea, dan ammonia.

b. Sekresi air liur

Air liur diproduksi oleh tiga pasang kelenjar air liur utama, yaitu
kelenjar sublingual, submandibula, dan parotis yang terletak dirongga
mulut dan menyalurkan air liur melalui duktus-duktus pendek ke dalam
mulut. kelenjar air liur utama mensekresi 93% air liur, sedangkan 7%
sisanya disekresi oleh kelenjar minor, Menurut Sherwood (2001) secara
rata-rata, sekitar 1 sampai2 liter air liur disekresikan per hari, berkisar
dari kecepatan basal spontan yang konstan sebesar 0,5 ml/menit sampai
kecepatan maksimum sebesar 5 ml/menit

Menurut Mariette (2004) dalamPuy (2006), terdapat obat-obatan


yang mempengaruhi sekresi air liur antara lain:
a. Antikonvulsan : Gabapentin
b. Antidepresan : Amitriptyline, imipramine, sertraline,
c. Antiemetic : Meclizine
d. Antihistamin :Loratadine
Menurut Dodds (2005), penyakit-penyakit yang dapat
mempengaruhi sekresi air liur antara lain;
a. Hipertensi
b. Depresi
c. Malnuutrisi
d. Diabetes mellitus
e. Sindromsjogren
c. Sistem Penyangga pada Air Liur

Menurut Linder(1991) dalam Soesilo (2006), derajat keasaman air


liur dalam keadaan normal antara 5,6-7,0 dengan raa-rata pH 6,7.
Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan pH air liur
antara lain rata-rata kecepatan sekresi air liur, mikroorganisme rongga
mulut, dan kapasitas buffer air liur.

Menurut Edger (2004) dalam Almeida (2008), sistem penyangga


yang terpenting pada air liur adalah bikarbonat.

C. ENZIM AMILASE

a. Definisi Enzim

Enzim adalah biokatalisator, artinya zat-zat yang mempunyai asal


biologi, yang dapat mempercepat perubahan kimia. (Koolman, 2001).
Sedangkan menurut Murray (2000), enzim merupakan polimer biologik
yang mengkatalisis lebih dari satu proses dinamik yang memungkinkan
kehidupan seperti yang kita kenal sekarang ini.

b. Fungsi Enzim Amilase Liur


Air liur mengandung enzim amylase, yang diahsilkan oleh kelenjar
parotid sebanyak 80%, sedangkan sisanya oleh kelenjar submandibular.
Fungsi dari enzim amylase adalah merubah polisakarida menjadi
disakarida.
CARA KERJA

Pengukuran enzim amylase pada air liur/ludah dengan metode / tes


benedict :
enzim amylase : 1 ml air liur + 9 ml aquadest yang disaring +60 ml
NaOH 0,5%

Disiapkan larutan enzim


amylase

- Dibagi menjadi 3 bagian dalam


tabung reaksi : 1,2,3
- Ditambah 2 ml larutan enzim pada
masing-masing tabung
- Ditambah 2 ml larutan amilum pada
masing-masing tabung
- Ditambah 2 ml larutan asam pada
tabung 1
- Ditambah 2ml larutan netral pada
tabung 2
- Ditambah 2 ml larutan basa pada
tabung 3
- Dipanaskan ketiga tabung tadi di
waterbath 300c selama 10 menit
- Masing-masing tabung ditetesi
pereaksi benedict 2ml dan masukkan
ke dalam air mendidih selama 5 menit

HASIL

Biru : maltosa (-) amylase tidak bekerja


Hijau : msltosa (+) amilase bekerja
Kuning : maltosa (++) amilase bekerja
Orange : maltose (+++) amilase bekerja
Merah : maltose (++++) amilase bekerja
PEMBAHASAN

Dari uji sampel air liur untuk pemeriksaan kerja enzim amilase pada
perokok aktif dapat diketahui jika pada perokok aktif atau perokok pasif dan
orang yang tidak merokok dapat diperoleh hasil berupa kenegatifan kerja enzim
amilase dalam liurnya

Kerja enzim amilase dalam air liur sendiri dipengaruhi oleh banyak
faktor diantaranya : Ph, suhu, konsentrasi subtract, konsentrasi enzim, dan
inhibitor.

Enzim amilase dalam air liur bekerja paling bagus pada pH 4,6-5,2
sedangkan pada perokok pH akan menurun sehingga enzim amilase tidak akan
bekerja secara maksimal bahkan bisa tidak bekerja sama sekali.

Sementara fungsi utama enzim amilase sendiri dalam kondisi ideal


adalah untuk mengkonversi pati menjadi glukosa gula yang dapat lebih mudah
dicerna dan, pada manusia dan kebanyakan hewan, diserap ke dalam aliran darah.

Oleh karena itu pada perokok dengan kerja enzim amilase sedikit atau
tidak ada sama sekali tidak dapat merasakan rasa manis dengan maksimal untuk
makanan bertepung seperti halnya pada kentang.

Tidak semua hasil uji menunjukkan hasil positif tidak bekerjanya enzim
amylase pada liur untuk perokok begitupun sebaliknya ada beberapa hasil tes
yang menunjukkan jika pada probandus bukan perokok enzim amylase tidak
bekerja dari hasil-hasil tersebut dapat disimpulkan jika dalam penagmbilan
sampel harus sangat diperhatikan karena akan sangat mempengaruhi hasil.

pengambilan sampel untuk uji ini harus dilakukan dengan beberapa


aturan agar hasil dapat maksimal : diambil setidaknya satu jam probandus tidak
makan, sebelum meludah probandus kumur dengan air putih biasa, tidak perlu
menggosok gigi.