Anda di halaman 1dari 11

DIMENSI TIGA

1. Panjang rusuk kubus ABCD . EFGH adalah


6 cm. Jika S adalah titik potong EG dan
FH, maka jarak DH ke AS adalah ....

Pembahasan :

3. Pada kubus PQRS.TUVW dengan


panjang rusuk a satuan, terdapat
bola luar dinyatakan B1 dan bola
2. Pada kubus ABCD . EFGH, jika θ adalah dalam dinyatakan B2. Perbedaan
sudut antara bidang ACF dan ACGE, maka Volume bola B1 dan bola B2
sin θ = ... adalah ........

Pembahasan :

AC adalah garis potong bidang ACF dan ACGE

FM tegak lurus AC

MN tegak lurus AC makajawabannya ditampilkan sebagai


berikut,,,
Sudut antara bidang-bidang ACF dan ACGE
adalah ∠ FMN.

Δ FMN siku-siku di N
Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang
rusuk V3 cm dan T pada AD dengan panjang
AT = 1 cm. Jarak A pada BT adalah ........
jawabannya adalah sebagai berikut 6. Diketahui kubus ABCD.EFGH. Dari
pernyataan berikut:
(1) AH dan BE berpotongan
(2) AD adalah proyeksi AH pada bidang ABCD
(3) DF tegak lurus bidang ACH
(4) AG dan DF bersilangan
yang benar adalah nomor…

5. Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan rusuk


4 cm. Titik P dan Q masing-masing terletak
pada pertengahan CG dan HG. Sudut antara
BD dan bidang BPQE adalah α , nilai tanα = …

kita buat gambarnya terlebih dahulu,,,,


Perhatikan gambar:
untuk kondisi 1
AH dan BE tidak berpotongan karena AH dan
BE tidak terletak pada bidang yang
terpisah
Untuk kondisi 2
AD adalah proyeksi AH pada bidang ABCD
adalah benar
tarik salah satu titik dari gris AH yang berada
di luar bidang ABCD yaitu titik H ke bidang
maka jawabannya adalah,,,,, ABCD yang membentuk siku –siku ke ujung
titik yang lain (titik A), kemudian tarik titik
tersebut didapat garis AD
untuk kondisi 3.
DF tegak lurus bidang ACH d titik P (titik berat
ACH)
Untuk kondisi 4 Penyelesaian:
terlihat pada gambar bahwa garis AG dan DF
Titik H dengan garis AC tegak lurus di titik O
bersilangan, karena masing-masing
(titik tengah diagonal sisi AC). Jadi, jarak H ke
merupakan garis diagonal ruang yang saling
garis AC = panjang HO.
berpotongan
Perhatikan pembahasannya pada gambar di
7. Diketahui bidang empat beraturam ABCD
bawah ini:
dengan panjang rusuk 8 cm. Cosinus sudut
antara bidang ABC dan bidang ABD adalah…..

Jadi jaraknya adalah 4√6 cm.

maka jawabannya adalah....


9. Diketahui sebuah Balok memiliki
perbandingan rusuk-rusuk = 3 : 6 : 2. Panjang
diagonal ruangnya adalah 21 cm. Maka
Volume balok tersebut adalah ?

Penyelesaian:

Perhatikan gambar di bawah ini.

8. Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan


panjang rusuk 8 cm. Tentukan jarak antara Jadi Volume
titik H ke garis diagonal sisi AC? Balok tersebut adalah 972 cm³.
 Buat limas baru dengan alas PQRS.
Hitung pula panjang rusuknya dengan
10. Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan
menggunakan aturan Phytagoras.
panjang rusuk 12 cm. Titik K berada di
 Hitung panjang sisi tegak limas T.PQRS.
tengah-tengah rusuk AB. Tentukanlah jarak
 Gunakan aturan Sinus untuk mencari
antara titik K dengan diagonal sisi CH?
Luas segitiga. Untuk lebih jelasnya,
Penyelesaian: perhatikan gambar pembahasannya di
bawah ini.
 Hubungkan titik K, H dan C sehingga
terbentuk sebuah segitiga.
 Hitung panjang KH, KC dan CH dengan
menggunakan dalil Phytagoras.
 Tarik garis dari titik K tegak lurus
dengan garis CH.

Perhatikan gambar pembahasannya di bawah


ini.

Jadi besar
sin T = 4/5.

12. Diketahui limas segitiga beraturan T.ABC


memiliki panjang rusuk dan sisi tegak, sama
dengan 10 cm. Titik U berada di tengah-
tengah AB sehingga terbentuk segitiga TUC.
Maka besar sin TUC adalah…?

Jadi jarak Penyelesaian:


titik K ke garis CH = panjang KO = 9√2 cm.
 Hitung panjang TU dengan aturan
11. Diketahui limas segiempat beraturan phytagoras.
T.ABCD dengan panjang rusuk 12 cm. Panjang  Hitung luas segitiga TUC dengan
sisi tegaknya juga 12 cm. Titik P, Q, R dan S menggunakan Teorema Heron.
masing-masing berada ditengah rusuk AB,
BC, CD dan AD. Tentukan nilai sin T terhadap Luas = √s(s-a)(s-b)(s-c) dengan s = 1/2 keliling
bidang PQRS ? atau 1/2 (a+b+c).

Penyelesaian:
 Untuk menentukan sinusnya, bisa
menggunakan aturan sinus untuk
 Hitung tinggi Limas.
mencari luas yakni:
Luas = 1/2 x a x b sin C Jawab :

Perhatikan gambar di bawah ini.

AE2 = AB2 – BE2 = 122 – 62 = 144 – 36 = 108

DE2 = DC2 – CE2 = 122 – 62 = 144 – 36 = 108

Jadi besar sin TUC = 2/3 √2. Dengan memakai aturan cosinus pada
13. Pada limas beraturan T.ABCD, panjang segitiga ADE maka
rusuk tegaknya 25 cm dan panjang rusuk
DE2 = AD2 + AE2 – 2AD.AE cos α
alasnya 7√2 cm. Jarak titik T ke bidang ABCD
sama dengan … 108 = 144 + 108 – 2.12.6√3 cos α

Jawab : 0 = 144 – 144√3 cos α

cm

AE = ½AC = 7 cm

14. Pada limas beraturan D.ABC yang panjang


rusuknya 12 cm, jarak titik D ke bidang ABC
sama dengan …
Jawab :

15. Pada kubus ABCDEFGH, titik P pada AD


dan titik Q pada EH sehingga AP=EQ = 12 cm.
Jika panjang rusuk 12√3 cm maka jarak A ke
BPQF sama dengan …

Agar lebih mudah, kita gambar diagonal


bidang KMRP

Jawab :

BP2 = BA2 + AP2 = 432 + 144 = 576


BP = 24

t = 30o ====> sin t = ½ Diagonal NLP diwakili oleh garis AP

PA2 = PK2 + KA2 = 144 + 72 = 216

Pada segitiga PKB berlaku

Pada segitiga PKA berlaku


16. Pada kubus KLMNPQRS yang rusuknya 12
cm, jarak titik K ke bidang NLP sama dengan

maka bisa disimpulkan
17. Pada limas segiempat beraturan T.ABCD
yang semua rusuknya sama panjang. Sudut
antara TA dan bidang ABCD adalah….

 Karena bayangan proyeksi TC jatuh


pada garis CQ maka Bidang ABC
diwakili oleh garis CQ.

 Ciri-ciri segitiga sama sisi CQ = 2/3 x


Misal panjang rusuk = 6 , maka TA = TB = TB = CP
TC = AB = BC = CD = AD = 6
P adalah titik tengah AB karena CP adalah
DP BBM Limas SegiEmpat Beraturan simetri lipatBP = ½ AB = ½ x 6 = 3
BC = AB = 6
Karena bayangan proyeksi TA jatuh pada
garis AO maka Bidang ABCD diwakili oleh BCP adalah segitiga siku-siku.
garis AO. BC2 = BP2 + CP2
62 = 32 + CP2
O adalah titik bantu perpotongan kedua 36 – 9 = CP2 → CP = √27 = 3√3
diagonal persegi ABCD , artinya AO = ½ AC .
CQT adalah segitiga siku , CT sisi miringnya.
AC adalah sisi miring segitiga ABC.AC2 = AB2 TC = TA = 6√3 kita perlu mencari TQ
+ BC2

AC2 = 62 + 62

AC = √72 = 6√2 , AO = ½ x 6√2 = 3√2

OTA adalah segitiga siku.

cos α = AO / TA = 3√2/6 = ½ √2 , α = 45°

18. Diketahui limas segitiga beraturan T.ABC.


Panjang rusuk AB= 6 cm, dan TA= 6 √3 cm. TC2 = CQ2 + TQ2
Sudut antara TC dan bidang ABC adalah α, 108 = 12 + TQ2 → TQ = √96 = 4√6
maka tan α = ….
» tan α = TQ/CQ = 4√6 : 2√3 = 2√2
19. Diketahui limas segitiga beraturan T.ABC 20. Diketahui limas beraturan T.ABCD dengan
dengan rusuk 6 cm. Nilai kosinus sudut rusuk alas 2 cm dan rusuk tegak √3 cm. Nilai
antara garis TC dan bidang ABC adalah .... tangen sudut antara garis TD dan bidang alas
Intro : sebenarnya limas TABC ini identik ABCD adalah ....
dengan yang di soal 2 , bedanya
menggunakan rumus kosinus.

 Alas limas bentuknya segitiga dengan


 Alas limas bentuknya persegi dengan
sisi 6 cm. Dan semua sisi limas adalah
segitiga sama sisi dengan rusuk 6 cm. sisi 2 cm.
 Diagonal sisi alas limas adalah AC dan
 Perhatikan jika T’ adalah proyeksi T
pada alas ABCdan D adalah titik BD. AC = BD = 2√2 cm.
 Proyeksi titik T pada bidang ABCD
tengah AB, maka CD adalah ruas garis
yang melewati T’. adalah di T. Dimana T’terletak di

 Perhatikan segitiga CDT, karena TT’ perpotongan kedua diagonal alas.


 Jadi sudut antara garis TD dan alas
tegak lurus CD, maka bidang CDT
tegak lurus bidang ABC. ABCD adalah sudut yang dibentuk

 Karena TC berada di CDT dan CDT oleh garis TD dengan DB (∠TDB).


 Karena pada bidang TBD terdapat
tegak lurus ABC, maka sudut yang
dibentuk oleh garis TC dan bidang segitiga siku-siku TDT’, maka akan

ABC adalah sudut antara garis TC dan lebih mudah menemukan tangen

bidang ABC adalah sudut ∠TDB menggunakan segitiga siku-siku


tersebut. (∠TDB = ∠TDT’)

21. Diketahui limas segi empat beraturan


P.QRST. Dengan rusuk alas 3 cm dan rusuk
tegak 3√2 cm. Tangen sudut antara garis PT
dan alas QRST adalah ....
AB = BC = CD = AD dan TA = TB = TC = TD.

Pertama kita perhatikan segitiga TAC dan kita


hitung semua panjang sisinya.
Jelas, dari gambar TA = TC = 8 cm dan dari
perhitungan diagonal alas didapat AC
= cm.

 Alas limas bentuknya persegi dengan Perhitungan mencari AC:


sisi 3 cm. (kalo kalian sudah bisa menghitung panjang
AC, lewati langkah ini).
 Diagonal sisi alas limas adalah TR dan
QS. TR = QS = 3√2 cm.
 Proyeksi titik P pada bidang QRST
adalah di P’ . Dimana P’ terletak di
perpotongan kedua diagonal alas.
 Jadi sudut antara garis PT dan alas
QRST adalah sudut yang dibentuk
oleh garis PT dengan TR (∠PTR).
 Karena pada bidang PRT terdapat
segitiga siku-siku PTP’, maka akan
lebih mudah menemukan tangen
∠PTR menggunakan segitiga siku-siku
tersebut. (∠PTR = ∠PTP’)

Jadilah segitiga TAC dengan:


TA = 8cm
TC = 8cm
22. Diketahui limas segiempat beraturan AC = cm
T.ABCD (gambar). Jarak titik A ke TC adalah ...
. dan TO dapat dicari menggunakan
pythagoras:

Dan kita sederhanakan segitiga TAC dengan


tambahan AX sebagai jarak A ke garis TC
24. Dua buah kubus masing-masing panjang
rusuknya 6 cm dan 10 cm. Hitunglah
perbandingan luas permukaan dua kubus
tersebut.

Penyelesian:

L1 = 6s2 = 6(6 cm)2 = 216 cm2

L2 = 6s2 = 6(10 cm)2 = 600 cm2


AC = cm L1 : L2 = 216 : 600 = 9 : 25
TO = cm
Jadi perbandingan luas permukaan kubus
TC = 8cm
yang panjang rusuknya 6 cm dan 10 cm
AX = yang kita hitung.
adalah 9 : 25.

Dengan memanfaatkan Luas segitiga = 25. Sebuah kubus panjang rusuknya 8 cm,
kemudian rusuk tersebut diperkecil sebesar
¾ kali panjang rusuk semula. Berapa volume
kubus sebelum dan setelah diperkecil?

Penyelesaian:

Misalkan rusuk sebelum diperkecil s1 dan


setelah diperkecil s2, maka

V1 = s13
Jadilah
V1 = (8 cm)3
23. Sebuah benda berbentuk kubus luas
permukaannya 1.176 cm2. Berapa panjang V1 = 512 cm3
rusuk kubus itu? Sekarang hitung rusuk jika diperkcil ¾ kali
Penyelesaian: semula maka

L = 6s2 s2 = ¾ s1

s = √(L/6) s2 = ¾ (8 cm)

s = √(1.176/6) s2 = 6 cm

s = √196 maka

s = 14 cm V2 = s13

Jadi, panjang rusuk kubus tersebut adalah 14 V2 = (6 cm)3


cm. V2 = 216 cm3