Anda di halaman 1dari 15

Amoxicillin

Cara kerja obat


Amoxicillin merupakan senyawa penisilina semi sintetik dengan
aktifitas anti bakteri spectrum luas yang bersifat bakterisit.
Aktifitasnya mirip dengan ampisilina, efektif terhadap sebagian
besar bakteri gram – positif dan beberapa gram –negatif yang
patogen.

Bakteri patogen yang sensitive terhadap amoxcicilina adalah


Staphylococci, Streptococci, Enterococci, S.pneumoniae, N.
gonorrhoeae, H. influenza, E,coli, dan P. mirabilis.

Amoxicillin kurang efektif terhadap spesies shigella dan bakteri


penghasil beta – laktamase

Indikasi

Amoxicilina efektif terhadap penyakit :

Infeksi saluran pernafasan kronik dan akut : pneumonia, faringitis


( tidak untuk faringitis gonore ), bronchitis, laringitis.

Infeksi saluran cerna : disentri basiler.

Infeksi saluran kemih : Gonore tidak terkomplinasi, uretritis,


sistitis, pielonefritis.
Efek samping

Pada pasien yang hipersensitif dapat terjadi reaksi alergi seperti


urtikaria, ruam kulit, ruritus, angioedema, dan gangguan saluran
cerna seperti diare, miual, muntah, glositis, stomatitis

Kontra Indikasi

Pasien dengan reaksi alergi terhadap penisilina.

Posologi

Dosis Amoksisilina disesuaikan dengan jenis dan beratnya infeksi

Anak dengan berat badan kurang dari 20 kg : 20 – 40 mg/kg berat


badan sehari, terbagi dalam 3 dosis.

Dewasa atau anak dengan berat badan lebih 20 kg : 250 – 500 mg


sehari, sebelum makan.

Gonore yang tidak terkomplikasi : Amoksisilina 3 gram dengan


probenesit 1 gram sebagai dosis tunggal.

Interaksi obat

Probennesit memperlambat ekskresi amoksisilina.


Clindamycin
Cara kerja obat

konsentrasi obat pada tempat infeksi dan organism penyebab


infeksi.

Clindamycin menghambat sintesa protein organisme dengan


mengikat subunit ribosom 50 S yang mengakibatkan terhambatnya
pembentukan ikatan peptida.

Clindamycin Clindamycin dapat bekerja sebagai bakteriostatik


maupun bakterisida tergantung diabsorbsi dengan cepat oleh
saluran pencernaan.

Indikasi

Infektif untuk pengobatan infeksi serius yang disebabkan oleh


bakteri anaerob.

Streptococus, Pneumococus, Stafilococus, seperti :

Infeksi saluran pernafasan yang serius, Infeksi tulang dan jaringan


lunak yang serius, Septikemia, Abses intra – abdominal, Infeksi
pada panggul wanita dan saluran kelamin.
Efek samping

Saluran pencernaan, seperti mual, muntah, dan diare.

Reaksi hipersensitif seperti rash dan urtikaria.

Hati : Penyakit kuning, abnomalitas pemeriksaan fungsi hati.

Ginjal : Clindamycin tidak bersifat langsung terhadap kerusakan


ginjal.

Hematopoietic : Neutropenia ( leucopenia dan eosinofilia sementara)

Muskuloskeletal : Poliartritis

Kontra Indikasi

Hipersensitif terhadap Clindamycin atau Likomisin

Dosis
CIPROFLOXACIN
Cara kerja obat

Ciprofloxacin merupakan antibiotika golongan fluorokuinolon,


bekerja dengan cara mempengaruhi enzim DNA gyrase bakteri.

Ciprofloxacin merupakan antibiotic gram negtif dan gram positif


yng sensitif.

Indikasi

Untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang


sensitive terhadap ciprofloxacin seperti :

- Infeksi saluran kemih termasuk prostatitis


- Uretritis dan serfisitis gonorrhea
- Infeksi saluran cerna, termasuk demam tifoid yang
disebabkan oleh S.typhi. khasiat ciprofloxocin untuk eradikasi
“ Chronic typhoid carier “ belum diketahui
- Infeksi saluran nafas, kecuali pneumonia akibat streptococcus
- Infeksi kulit dan jaringan lunak
- Infeksi tulang dan sendi

Kontra Indikasi

- Penderita yang hipersensitif terhadap ciprofloxacin atau


antibiotika derivat kuinolon lainnya.
- Wanita hamil dan menyusui
- Anak – anak dibawah usia 14 tahun
Efek samping

Efek terhadap saluran cerna : Mual, muntah, gangguan


pencernaan, dyspepsia, nyeri abdomen, kembung, anoreksia,
disfagia.

Efek terhadap system syaraf : Pusing, sakit kepala, rasa letih,


insomnia, agitasi, tremor, berkeringat, kejang, mimpi buruk,
depresi, halusinasi, gangguan peengecapan dan penciuman,
gangguan penglihatan.
THIAMPHENIKOL
Farmakologi

Thiamphenikol adalah antibiotika sintetisk yang memiliki


spectrum luas. Efektif sebagai bakterisida, menghambat bakteri
gram negatif dan gram positif.

Thiamphenikol diabsorbsi dari usus melalui pemberian oral.

Thiamphenikol tidak diinaktivasi dalam proses metabolisme,


sekitar 10 % diikat plasma darah. Waktu paruh Thiamphenikol
sekitar 2 – 3 jam.

Diekskresikan ke dalam urine dalam bentuk aktifnya, sebagian


kecil diekskresikan melalui empedu.

Indikasi

 Infeksi akut yang disebabkan oleh Salmonella thyphi


 Infeksi serius yang disebabkan oleh :
- Spesies Salmonella
- H. Influenza, khususnya infeksi meningeal
- Rickettsia
- Grup Limfogranuloma – psittakosis
- Bakteri gram negatif yang menyebabkan bakteremia,
meningitis
 Infeksi lain yang disebabkan oleh kuman yang resisten
terhadap antibiotika lainnya, dan sensitive terhadap
Thiamphenikol.

Kontra Indikasi

 Individu dengan sejarah hipersensitivitas dan atau reaksi


toksisitas terhadapnya
 Pasien dengan gangguan faal hati yang berat
 Jangan digunakan untuk pencegahan infeksi
 Jangan digunakan untuk mengobati influenza, batuk pilek
atau infeksi tenggorokan
 Penderita gangguan ginjal yang berat

Efek samping

 Diskrasia darah
Anemia aplastik, anemia hipoplastik, trombositopenia dan
granulositopenia
 Reaksi gastrointestinal
Mual, muntah, glositis, dan stomatitis
Diare dan enterocolitis mungkin sedikit terjadi
 Reaksi neurotoksis
Sakit kepala, depresi ringan, bingung dan deliria
 Reaksi hieprsensitif
Ruam kulit, angioedema,urtikaria dan anafilaksis dapat
terjadi
Reaksi Herxheimer dapat terjadi selama terapi untuk thypus
 Sindrome gray
Reaksi toksisitas yang terjadi pada bayi prematur dan baru
lahir

Interaksi obat

Hati – hati bila digunakan bersama – sama dengan obat lain yang
dimetabolisme oleh enzim mikrosoma hati sepserti Dicumarol,
Phenytoin, Tolbutamide dan Phenobarbital.
Erythromycin

Cara Kerja Obat:


Eritromisin termasuk golongan makrolida, bekerja dengan
menghambat sintesis protein bakteri, bersifat bakteriostatik atau
bakterisid, tergantung dari jenis bakteri dan kadarnya dalam
darah. Eritromisin efektif terhadap kuman gram-positif seperti S.
aureus (baik yang menghasilkan penisillinase maupun tidak),
Streptococcus group A, Enterococcus, C. diphtheriae dan
Pneumococcus. Juga efektif terhadap kuman gram-negatif seperti
Neisseria, H. influenzae, B. pertusis, Brucella juga terhadap
Riketsia, Treponema dan M. pneumoniae. Resistensi silang dapat
terjadi antar berbagai antibiotika golongan makrolida.

Indikasi:
- Infeksi saluran pernapasan bagian atas dan bawah yang
disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti: tonsilitis, abses
peritonsiler, faringitis, laringitis, sinusitis, bronkitis akut dan
kronis, pneumonia, dan bronkiektasis
1. Infeksi telinga seperti otitis media dan eksternal, dan
mastoiditis
2. Infeksi pada mulut
3. Infeksi mata
4. Infeksi kulit dan jaringan lunak
5. Infeksi saluran pencernaan
6. Infeksi lainnya: osteomielitis, uretritis, GO, sifilis,
limfagranuloma venerum, difteri, dan prostatitis

Kontra Indikasi
Hipersensitif terhadap eritromisin, penyakit hati, porfiria
Efek Samping :
- Efek samping yang umum terjadi adalah gangguan saluran
pencernaan seperti nyeri epigastrik, mual, muntah, dan diare.
- Kadang-kadang terjadi anafilaksis, dan nefritis interstisial.
- Kadang-kadang terjadi gangguan pendengaran jika digunakan
dalam dosis besar atau pada gangguan fungsi ginjal atau pada
pasien usia lanjut.
- Reaksi
hipersensitif termasuk ruam kulit, demam obat
Gentamisin

Indikasi
Untuk pengobatan infeksi kulit primer maupun sekunder seperti
impetigo kontagiosa, ektima, furunkulosis. pioderma, psoriasis dan
macam-macam dermatitis lainnya.

Kontra Indikasi
Alergi terhadap gentamisina.

Cara Kerja Obat


Gentamisina merupakan suatu antibiotika golongan aminoglikosida
yang efektif untuk menghambat kuman-kuman penyebab infeksi
kulit primer maupun sekunder seperti Staphylococcus yang
menghasilkan penisilinase, Pseudomonas aeruginosa dan lain-lain.

Posologi
Oleskan pada lesi kulit 3 - 4 kali sehari.

Efek Samping
Iritasi ringan, eritema dan pruritus.
Chloramphenikol

Indikasi
Kloramfenikol merupakan obat pilihan untuk penyakit tifus,
paratifus dan salmonelosis lainnya.
Untuk infeksi berat yang disebabkan oleh H. influenzae (terutama
infeksi meningual), rickettsia, lymphogranuloma-psittacosis dan
beberapa bakteri gram-negatif yang menyebabkan bakteremia
meningitis, dan infeksi berat yang lainnya.

Kontra Indikasi
Penderita yang hipersensitif atau mengalami reaksi toksik dengan
kloramfenikol.
Jangan digunakan untuk mengobati influenza, batuk-pilek, infeksi
tenggorokan, atau untuk mencegah infeksi ringan

Cara Kerja obat


Kloramfenikol adalah antibiotik yang mempunyai aktifitas
bakteriostatik, dan pada dosis tinggi bersifat bakterisid. Aktivitas
antibakterinya dengan menghambat sintesa protein dengan jalan
mengikat ribosom subunit 50S, yang merupakan langkah penting
dalam pembentukan ikatan peptida. Kloramfenikol efektif terhadap
bakteri aerob gram-positif, termasuk Streptococcus pneumoniae,
dan beberapa bakteri aerob gram-negatif, termasuk Haemophilus
influenzae, Neisseria meningitidis, Salmonella, Proteus mirabilis,
Pseudomonas mallei, Ps. cepacia, Vibrio cholerae, Francisella
tularensis, Yersinia pestis, Brucella dan Shigella.

Efek samping
Diskrasia darah, gangguan saluran pencernaan, reaksi
neurotoksik, reaksi hipersensitif dan sindroma kelabu.
Interaksi Obat
Kloramfenikol menghambat metabolisme dikumarol, fenitoin,
fenobarbital, tolbutamid, klorpropamid dan siklofosfamid.

Oxytetracycline / (Salep Mata dan Kulit)


Cara Kerja Obat
Oxytetracycline adalah bakteriostatik dan dalam konsentrasi tinggi
adalah bacterisid. Cara kerja kelompok antibiotik tetrasiklin adalah
dengan penghambatan protein mikroorganisme.

Indikasi
- Salep Mata 1%: Konjungtivitas dan infeksi mata lainnya
- Salep Kulit 3%: Infeksi kulit permukaan yang sensitif terhadap
oxytetracycline

Kontra Indikasi
hipersensitif terhadap oksitetrasiklin

Efek Samping
Reaksi alergi