Anda di halaman 1dari 13

Vol. IV No.

2 Oktober 2014

TRANSPARANSI PENGELOLAAN
KEUANGAN DAERAH DI DINAS KESEHATAN
KOTA MAKASSAR
Fahril1, Mappamiring2, Rudi Hardi1
1Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Muhammadiyah Makassar
Jl Sultan Alauddin No 259 Makassar 90221
Telp. 0411-866972 ext. 107. Fax. 0411-8655888
fahrilumm@yahoo.co.id & rudi_hardi@gmail.com
2 Program Studi Ilmu Adminitrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Muhammadiyah Makassar


Jl Sultan Alauddin No 259 Makassar 90221
Telp. 0411-866972 ext. 107. Fax. 0411-8655888
mappamiring@yahoo.com

ABSTRACT

The purpose of this study to determine the transparency of financial management at the Health
Agency of Makassar. This type of research is descriptive qualitative approach and the type used
is phenomenological. The results showed that there is a supply of information with clarity
indicator procedures, clarity of costs are not transparent. There is easy access to information
with indicators of the ease of getting information directly or indirectly. There are complaints
mechanism for complaints to the service users. publication activities on mass media activity has
been carried out but not optimal in non-governmental institutions. Efforts made in the
Makassar Health Agency financial liability in accordance with applicable regulations. To
ensure internal and external transparency Makassar Health Agency has been building websites
as a medium of socialization and dissemination of financial accountability.

keywords: transparency, financial management, health

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui transparansi pengelolaan keuangan pada Dinas
Kesehatan Kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif
kualitatif dan tipe yang digunakan yaitu fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
terdapat penyediaan informasi dengan indikator kejelasan prosedur-prosedur, kejelasan biaya-
biaya belum transparan. Ada kemudahan akses informasi dengan indikator kemudahan
mendapatkan informasi langsung maupun tidak langsung. Tersedia mekanisme pengaduan
untuk komplain kepada pengguna layanan . kegiatan publikasi kegiatan pada media massa
telah dilakukan namun belum optimal pada lembaga non pemerintah. Upaya yang dilakukan
Dinas Kesehatan dalam pertanggungjawaban keuangan telah sesuai dengan regulasi yang
berlaku. Untuk menjamin trasparansi internal dan eksternal Dinas Kesehatan Makassar telah
membangun website sebagai media sosialisasi dan diseminasi pertanggungjawaban keuangan.

kata kunci: transparansi, pengelolaan keuangan, kesehatan

111
Vol. IV No. 2 Oktober 2014

A. PENDAHULUAN target penggunaan anggaran,


demikian pula dengan otoritas Dinas
Pelaksanaan perundang-
Kesehatan Kota Makassar untuk
undangan bidang keuangan negara
mengelola sumber-sumber
telah dikeluarkan berbagai aturan
pendapatan baik dari pendapatan
pelaksanaan dalam bentuk Peraturan
APBN maupun dari APBD.
Pemerintah antara lain: Peraturan
Tuntutan transparansi dalam
Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004
system SKPD semakin meningkat
tentang Rencana Kerja Pemerintah
pada era reformasi saat ini, tidak
dan Peraturan Pemerintah Nomor 21
terkecuali transparansi dalam
Tahun 2004 tentang Rencana Kerja
pengelolaan keuangan daerah di
dan Anggaran Kementerian
Dinas Kesehatan Kota Makassar.
Negara/Lembaga, Peraturan
Pejabat yang berwenang pada bidang
Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004
keuangan kantor pada biro keuangan
tentang Standar Akuntansi
diwajibkan menyusun laporan
Pemerintahan, dan lain-lain.
pertanggungjawaban yang
Berkenaan dengan pengelolaan
menggunakan sistem akuntansi yang
Keuangan Daerah dikeluarkan
diatur oleh pemerintah pusat dalam
Peraturan Pemerintah Nomor 58
bentuk Undang-undang dan
Tahun 2005 tentang Pengelolaan
Peraturan Pemerintah yang bersifat
Keuangan Daerah. Sebagai tindak
mengikat seluruh elemen pejabat
lanjut Peraturan Pemerintah Nomor
pelaksana keuangan daerah. Dimana
58 Tahun 2005, Menteri Dalam Negeri
pengawasan pengelolaan anggaran
telah mengeluarkan Peraturan
tiap tahun dilakukan dengan
Menteri Dalam Negeri Nomor 13
menggunakan sistem pelaporan
Tahun 2006 tentang Pedoman
dengan pencatatan yang disertai
Pengelolaan Keuangan Daerah, dan
bukti-bukti pengeluaran.
terakhir telah direvisi dengan
Pemaparan peraturan
Peraturan Menteri Dalam Negeri
pemerintah terkait pengelolaan
Nomor 59 Tahun 2007 tentang
anggaran menajadi alasan bagi
Perubahan Atas Peraturan Menteri
penulis dalam mengkaji implementasi
Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006
peraturan tersebut pada Dinas
tentang Pedoman Pengelolaan
Kesehatan Kota Makassar. Untuk itu
Keuangan Daerah.
penelitian ini berkaitan pengelolaan
Pengelolaan keuangan daerah
keuangan daerah yang transparansi
merupakan salah satu bagian yang
di dinas kesehatan kota Makassar dan
mengalami perubahan mendasar
mengetahui sejauh mana usaha yang
dengan ditetapkannya UU No.32
dilakukan oleh dinas kesehatan dalam
tahun 2004 tentang Pemerintah
konsep transparansi pengelolaan
Daerah dan UU No.33 tahun 2004
keuangan daerah.
tentang Perimbangan Keuangan
antara Pemerintah Pusat dan B. TINJAUAN PUSTAKA
Pemerintah Daerah. Kedua Undang- Transparansi adalah
undang tersebut telah memberikan memberikan informasi keuangan
kewenangan lebih luas kepada yang terbuka dan jujur kepada
pemerintah daerah. Kewenangan masyarakat berdasarkan
dimaksud diantaranya adalah pertimbangan bahwa masyarakat
keleluasaan dalam mobilisasi sumber memiliki hak untuk mengetahui
dana, menentukan arah, tujuan dan

Transparansi Pengelolaan Keuangan


Daerah Di Dinas Kesehatan Kota Makassar –
112
Fahril , Mappamiring , Rudi Hardi
1 2 1
Vol. IV No. 2 Oktober 2014

secara terbuka dan menyeluruh atas ini, banyak negara mengklasifikasikan


pertanggungjawaban pemerintah catatan atau laporan sebagai top
dalam pengelolaan sumber daya yang secret, secret, confidential dan
dipercayakan kepadanya dan restricted, dan official secrets acts
ketaatannya pada peraturan membuat unauthorized disclosure
perundang-undangan. Transparansi terhadap suatu criminal offence.
dan akuntabilitas pengelolaan Kultur secara umum di banyak
keuangan daerah merupakan salah negara, baik negara maju maupun
satu bentuk efektivitas dan efisiensi negara berkembang, adalah
penyelenggaraan tata kelola kerahasian (Shende dan Bennet, 2004
pemerintahan yang baik (good :80).
governance government). Adapun Indikator transparansi
Menurut Andrianto, (2007: 35) yaitu prinsip yang menjamin akses
transparansi adalah keterbukaan dan atau kebebasan bagi setiap orang
kejujuran kepada masyarakat untuk memperoleh informasi tentang
berdasarkan pertimbangan bahwa penyelenggaraan pemerintahan,
masyarakat memiliki hak yakni informasi mengenai kebijakan,
mengetahui secara terbuka dan proses pembuatan, pelaksanaan, dan
menyeluruh atas pertanggung hasil yang dicapai.
jawaban pemerintahan dalam Tujuan transparansi adalah
sumber daya yang di percayakan menyediakan informasi keuangan
kepadanya dan ketaatannya pada terbuka bagi masyarakat dalam
peraturan perundang-undangan. rangka mewujudkan pemerintahan
Transparansi adalah keterbukaan atas yang baik (Good Governance) dan
semua tindakan dan kebijakan yang untuk menciptakan timbal balik
diambil oleh pemerintah (Hamid antara Dinas Kesehatan dengan
Muhammad 2007: 31). Transparansi publik. Penerapan trasparansi
merupakan keterbukaan pemerintah ditujukan untuk membangun
kepada masyarakat untuk mengakses kepercayaan dan keyakinan publik
informasi berdasarkan pertimbangan kepada Dinas Kesehatan Kota
bahwa masyarakat memiliki hak Makassar adalah satuan kerja
untuk mengetahui secara terbuka perangkat daerah yang bersih dalam
dan menyeluruh atas pertanggung arti tidak korupsi dan berwibawa
jawaban pemerintah tersebut. dalam arti professional dalam
Transparansi dibangun atas melaksanakan tugasnya.
dasar kebebasan memperoleh Instrumen utama dari
informasi yang dibutuhkan oleh akuntabilitas keuangan adalah
masyarakat. Artinya, informasi yang anggaran pemerintah, data yang
berkaitan dengan kepentingan publik secara periodik dipublikasikan,
secara langsung dapat diperoleh oleh laporan tahunan dan hasil investigasi
mereka yang membutuhkan dan laporan umum lainnya yang
(Mardiasmo, 2009: 34). Transparansi disiapkan oleh agen yang independen.
mengisyaratkan bahwa laporan Anggaran tahunan secara khusus
tahunan tidak hanya dibuat tetapi mempunyai otoritas legal untuk
juga terbuka dan dapat diakses oleh pengeluaran dana publik, sehingga
masyarakat, karena aktivitas proses penganggaran secara
pemerintah adalah dalam rangka keseluruhan menjadi relevan untuk
menjalankan amanat rakyat. Sekarang manajemen fiskal dan untuk

Transparansi Pengelolaan Keuangan


Daerah Di Dinas Kesehatan Kota Makassar –
113
Fahril , Mappamiring , Rudi Hardi
1 2 1
Vol. IV No. 2 Oktober 2014

melaksanakan akuntabilitas keuangan Menurut Tjahjanulin (2002 : 52)


dan pengendalian pada berbagai pengelolaan keuagan adalah proses
tingkat operasi (Shende dan Bennet, pengurusan, penyelengaraan,
2004 ;87). penyediaan, dan penggunaan uang
Dalam Peraturan Pemerintah 58 dalam setiap usaha kerjasama
Tahun 2005 (Pasal 1), keuangan sekelompok orang untuk tercapai
daerah adalah semua hak dan suatu tujuan. Proses ini tersusun dari
kewajiban daerah dalam rangka pelaksanaan fungsi-fungsi
penyelenggaraan pemerintah daerah penganggaran pembukuan dan
yang dapat dinilai dengan uang, pemeriksaan atau secara operasioal
termasuk di dalamnya segala bentuk apabila dirangkaikan dengan daerah
kekayaan yang berhubungan dengan maka pengelolaan keuangan daerah
hak dan kewajiban daerah terebut. adalah pelaksanaan meliputi
Bila dilihat dari ruang lingkupnya, penyusunan, penetapan, pelaksanaan
keuangan daerah meliputi kekayaan pengawasan dan perhitungan
daerah yang dikelola langsung oleh anggaran pendapan dan belanja
pemerintah daerah dan kekayaan daerah (APBD).
daerah yang dipisahkan Pengelolaan keuangan daerah
pengurusannya. Kekayaan daerah adalah keseluruhan kegiatan yang
yang dikelola langsung oleh meliputi perencanaan, pelaksanaan,
pemerintah daerah meliputi APBD penatausahaan, pelaporan,
dan barang-barang inventaris milik pertanggungjawaban, dan
daerah. Sedangkan kekayaan daerah pengawasan keuangan daerah.
yang dipisahkan pengurusannya Menurut Chabib Soleh dan
meliputi badan-badan usaha milik Rohcmansjah Heru (2010:10),
daerah (Halim, 2002:34). prinsip-prinsip pengelolaan keuangan
Uraian di atas dapat yang diperlukan untuk mengontrol
disimpulkan bahwa transparansi kebijakan keuangan daerah meliputi:
keuangan daerah adalah (1) Akuntabilitas; (2) Value for Money;
pertanggungjawaban pemerintah (3) Kejujuran dalam mengelola
daerah berkenaan dengan keuangan publik (Probity); (4)
pengelolaan keuangan daerah kepada Transparansi; (5) Pengendalian.
publik secara terbuka dan jujur Paradigma baru pengelolaan
melalui media berupa penyajian keuangan daerah (APBD) didorong
laporan keuangan yang dapat diakses oleh hal-hal yaitu: Meningkatnya
oleh berbagai pihak yang tuntutan masyarakat daerah terhadap
berkepentingan dengan anggapan pengelolaan APBD secara transparan
bahwa publik berhak mengetahui dan akuntabel, Pemberlakuan
informasi tersebut. Keuangan daerah Undang-undang Pemerintah Daerah
adalah semua hak dan kewajiban dan Undang-undang tentang
daerah dalam rangka Perimbangan Keuangan Daerah yang
penyelenggaraan pemerintahan baru serta peraturan pelaksanaanya
daerah yang dapat dinilai dengan dan sistem, prosedur dan format
uang termasuk didalamya segala struktur APBD yang berlaku selama
bentuk kekayaan yang berhubungan ini dinilai kurang mampu mendukung
dengan hak dan kewajiban daerah tuntutan perubahan sehingga perlu
tersebut. perencanaan APBD yang sistematis,
terstruktur dan komprehensif.

Transparansi Pengelolaan Keuangan


Daerah Di Dinas Kesehatan Kota Makassar –
114
Fahril , Mappamiring , Rudi Hardi
1 2 1
Vol. IV No. 2 Oktober 2014

Azas umum pengelolaan daerah, dalam konteks otonomi dan


keuangan daerah terdapat dalam desentralisasi menduduki posisi yang
Permendagri No.13 Tahun 2006 sangat penting. Namun hingga saat
tentang Pedoman Pengelolaan ini, kualitas perencanaan anggaran
Keuangan Daerah, yang tertuang daerah yang digunakan masih relative
didalam Bab I pasal 4 yang berbunyi rendah. Hal ini dapat dimengerti oleh
bahwa keuangan daerah perlu karena masih banyak aparatur daerah
dikelola dengan menggunakan azas maupun aparatur pemerintah pusat
sebagai berikut: Secara tertib, Taat yang belum sepenuhnya bisa
pada peraturan perundang-undangan, meninggalkan cara berfikir lama.
efektif, efisien, ekonomis, transparan, Gejala ini nampak dari
bertanggung jawab, keadilan, ketidakberanian aparatur daerah
keseimbangan distribusi kewenangan untuk mengambil keputusan,
dan pendanaannya atau sekalipun hal itu berada dalam ranah
keseimbangan distribusi hak dan kekuasaannya. Kebiasaan mohon
kewajiban berdasarkan pertimbangan petunjuk pelaksanaan adalah sesuatu
yang objektif, kepatuhan dan yang sangat lumrah yang menjadi
manfaat untuk masyarakat azas pemandangan keseharian. Akibatnya,
umum pengelolaan keuangan daerah proses anggaran daerah dengan
harus diimplementasikan dalam paradigma lama cenderung lebih
prakteknya mengelola keuangan sentralisasi. Perencanaan anggaran
daerah, agar laporan keuangan didominasi dan diintervensi oleh
pemerintah yang disajikan dapat pemerintah pusat dalam rangka
mencerminkan kinerja keuangan mengakomodasikan kepentingan
pemerintah selama periode tersebut. pusat di daerah.
Dalam rangka pertanggung Kebijakan yang diambil oleh
jawaban publik, pemerintah pemerintah daerah hanya mengikuti
daerah seharusnya melakukan petunjuk dari pemerintah pusat dan
optimalisasi anggaran yang dilakukan atau pemerintah atasan. Lemahnya
secara efisien dan efektif untuk perencanaan anggaran juga diikuti
meningkatkatkan kesejahteraan dengan ketidakmampuan pemerintah
masyarakat. Pengalaman yang terjadi daerah dalam meningkatkan
selama ini menunjukkan bahwa penerimaan daerah secara
manajemen keuangan daerah masih berkesinambungan. Sementara itu,
memperhatinkan. Anggaran daerah, pengeluaran daerah terus meningkat
khusunya pengeluaran daerah belum secara dinamis, sehingga hal tersebut
mampu berperan sebagai insentif meningkatkan fiscal gap. Keadaan
dalam mendorong laju pembangunan tersebut pada akhirnya memunculkan
daerah. Disamping itu, banyak kemungkinan underfinancing atau
ditemukan keluhan masyarakat yang overfinancing yang dapat
berkaitan dengan pengalokasian mempengaruhi tingkat efisiensi dan
anggaran yang tidak sesuai dengan efektivitas unit-unit kerja pemerintah
kebutuhan dan skala prioritas, serta daerah harus disusunberdasarkan
kurang mencerminkan aspek pendekatan kinerja. Untuk menyusun
ekonomi, efisiensi dan efektivitas, anggarandaerah dengan pendekatan
keadilan dan pemerataan. kinerja tersebut dapat digunakan
Pengelolaan keuangan daerah, model analisis standar belanja (ASB).
khususnya pengelolaan anggran Heru, (2010 :34).

Transparansi Pengelolaan Keuangan


Daerah Di Dinas Kesehatan Kota Makassar –
115
Fahril , Mappamiring , Rudi Hardi
1 2 1
Vol. IV No. 2 Oktober 2014

Menurut Tjahjanulin (2002: 53) dijadikan dasar dalam memecahkan


tujuan pengelolaan keuangan daerah permasalahan yang ada dan data
adalah Memanfaatkan semaksimal Kuantitatif adalah data yang
mungkin sumber suatu pendapaatan berbentuk angka yang kemudian
daerah, Setiap anggaran daerah yang diolah dan dibuatkan suatu
disusun diusahakan perbaikan dari interprestasi dalam upaya menjawab
anggaran sebelumnya, Sebagai permasalahan yang ada. Sumber data
landasan formal dari suatu kegiatan yaitu data primer dan sekunder.
yang lebih teralah dan teratur dan Teknik pengumpulan data dalam
memudahkan melakukan penelitian ini yaitu observasi,
pengawasan, Memudahkan koordinasi wawancara, kuesioner dan
masing-masing institusi dan dapat dokumentasi.
diarahkan sesuai dengan apa yang D. HASIL DAN PEMBAHASAN
diprioritaskan dan ditujuh oleh
pemerintah daerah dan Untuk 1. Transparansi Pengelolaan
menampung dan menganalisa serta Keuangan Daerah Di Dinas
memudahakan dalam pengambilan Kesehatan Kota Makassar.
keputusan tentang alokasi Transparansi adalah prinsip yang
pembiayaan proyek-proyek atau menjamin akses atau kebebasan bagi
kebutuhan lain yang diajukan oleh setiap orang untuk memperoleh
masing-masing institusi. informasi tentang penyelenggaraan
C. METODE PENELITIAN pemerintah, yakni informasi tentang
kebijakan, proses pembuatan dan
Penelitian ini menggunakan pelaksanaannya, serta hasil-hasil yang
penelitian kualitatif dan penelitian dicapai. Indikator-indikator
kuantitatif. Pendekatan penelitian transparansi adalah sebagai berikut:
kualitatif merupakan pendekatan (1) Penyediaan informasi yang jelas
yang memerlukan pemahaman yang tentang prosedur-prosedur, biaya-
mendalam dan menyeluruh biaya dan tanggung jawab, (2)
berhubungan dengan objek yang Kemudahan akses informasi, (3)
diteliti untuk menjawab Menyusun suatu mekanisme
permasalahan untuk mendapatkan pengaduan jika ada peraturan yang
data-data kemudian dianalisis dan dilanggar atau permintaan untuk
mendapatkan kesimpulan penelitian membayar uang suap, (4)
dalam situasi dan kondisi tertentu. Meningkatkan arus informasi melalui
Sedangkan penelitian Kuantitatif kerjasama dengan media massa dan
adalah pendekatan yang lembaga non pemerintah.
mementingkan adanya variable- a. Penyediaan Informasi
variabel sebagai obyek penelitian dan Penyediaan informasi adalah
variable tersebut didefenisikan dalam sebuah wujud layanan dari salah satu
bentuk operasionalisasi variable bentuk transparansi dengan
masing-masing seperti disajikan indikator; informasi prosedur-
dalam bentuk table frekuensi dan prosedur yang jelas dan biaya-biaya.
distribusi. Data yang dihimpun dari responden
Jenis data yang digunakan dalam untuk variable penyediaan
penelitian ini adalah data Kualitatif informasidengan indikator
yaitu data yang berbentuk kata, penyediaan informasi prosedur-
kalimat, skema dan gambar yang

Transparansi Pengelolaan Keuangan


Daerah Di Dinas Kesehatan Kota Makassar –
116
Fahril , Mappamiring , Rudi Hardi
1 2 1
Vol. IV No. 2 Oktober 2014

prosedur yang jelas tampak pada Tabel 2


tabel berikut: DistribusiTanggapan Responden
Tabel 1 Tentang Biaya-Biaya yang Jelas
DistribusiTanggapan Responden
tentang Penyediaan Informasi
Kategori Frekuensi
Prosedur-Prosedur yang jelas
Jawaban (Orang)
Sangat Transparan -
Kategori Frekuensi
Transparan -
Jawaban (Orang)
Cukup Transparan 7
Sangat Transparan -
Tidak Transparan 13
Transparan -
Jumlah 20
Cukup Transparan 8 Sumber data: Hasil Olahan Data Kuesioner ,
Tidak Transparan 12 2014
Jumlah 20 Pada indikator penyediaan
Sumber data: Hasil Olahan Data Kuesioner , informasi tentang biaya-biaya yang
2014 jelas, tidak terdapat tanggapan pada
Pada indikator penyediaan kategori sangat transparan, tidak
informasi tentang prosedur-prosedur terdapat tanggapan pada kategori
yang jelas, tidak terdapat tanggapan transparan, terdapat 8 orang yang
pada kategori sangat transparan, memberi tanggapan cukup
tidak terdapat tanggapan pada transparan, terdapat 12 orang yang
kategori transparan, terdapat 7 orang memberi tanggapan tidak transparan.
yang memberi tanggapan cukup Kategori terbesar berada pada
transparan, terdapat 13 orang yang kategori tidak transparan sebanyak
memberi tanggapan tidak transparan. 12 orang.
Kategori terbesar berada pada Berdasarkan hasil pengamatan
kategori tidak transparan sebanyak penulis bahwa variabel penyediaan
13 orang. informasi dengan indikator
Selanjutnya data yang dihimpun penyediaan informasi prosedur-
dari responden untuk variable prosedur yang jelas yang dilakukan
penyediaan informasi dengan dinas kesehatan kota Makassar belum
indikator biaya-biaya yang jelas dilakukan dengan baik sesuai dengan
tampak pada tabel berikut: prinsip transparansi. Sebagaimana
hasil tanggapan responden dengan ke
dua indikator di atas menunjukkan
hasil dengan rata-rata berada pada
kategori tidak transparan.

b. Kemudahan akses informasi

Kemudahan akses informasi


adalah kemudahan mendapatkan
informasi baik secara langsung
maupun tidak langsung. Akses
informasi secara langsung yaitu
informasi yang didapatkan dengan
langsung berhadapan dengan pihak
terkait mengenai informasi yang

Transparansi Pengelolaan Keuangan


Daerah Di Dinas Kesehatan Kota Makassar –
117
Fahril , Mappamiring , Rudi Hardi
1 2 1
Vol. IV No. 2 Oktober 2014

dibutuhkan. Informasi tidak langsung Tabel 4


adalah informasi yang didapatkan DistribusiTanggapan Responden
melaui media perantara seperti Tentang Akses Informasi Tidak
penggunaan IT, pengumaman lewat Langsung
brosur, pamplet dll. Berikut data yang
dihimpun dari responden untuk Kategori Frekuensi
variabel kemudahan akses informasi Jawaban (Orang)
dengan indikator akses informasi Sangat Mudah -
secara langsung tampak pada tabel Mudah 5
berikut: Cukup Mudah 9
Tabel 3 Sulit 6
DistribusiTanggapan Responden Jumlah 20
Tentang Informasi secara langsung Sumber data: Hasil Olahan Data Kuesioner,
2014
Kategori Frekuensi Pada indikator akses informasi
Jawaban (Orang) tidak langsung, tidak terdapat
Sangat Mudah 3 tanggapan pada kategori sangat
mudah, terdapat 5 orang yang
Mudah 6
memberi tanggapan mudah, terdapat
Cukup Mudah 9
6 orang yang memberi tanggapan
Sulit 2
cukup mudah, dan terdapat 9 orang
Jumlah 20
atau yang memberi tanggapan sulit.
Sumber data: Hasil Olahan Data Kuesioner,
2014 Kategori terbesar berada pada
Pada indikator akses informasi kategori cukup mudah sebanyak 9
secara langsung, terdapat 3 orang orang.
yang memberi tanggapan sangat Terkait kemudahan akses
mudah, terdapat 6 orang yang informasi baik secara langsung
memberi tanggapan mudah, terdapat maupun tidak langsung telah
9 orang yang memberi tanggapan dilakukan, namun kedua cara ini
cukup mudah, dan terdapat 2 orang memiliki kelebihan dan kelemahan
yang memberi tanggapan sulit. masing-masing. Kelebihan informasi
Kategori terbesar berada pada yang dapat di akses secara langsung
kategori cukup mudah sebanyak 9 adalah kejelasan informasi karena
orang. mendapatkan penjelasan yang detail
Selanjutnya data yang dihimpun sementara kelemahannya adalah
dari responden untuk variabel keberadaan pimpinan untuk
kemudahan akses informasi dengan memperoleh informasi yang jarang
indikator akses informasi tidak berada di kantor karena
langsung tampak pada tabel berikut: kesibukannya. Kelebihan informasi
yang bisa diakses melalui media
adalah informasi yang bisa diakses
tanpa membutuhkan waktu yang
lama. Sementara kelemahannya
adalah seringnya penggunaan bahasa
yang multi tafsir dan kurang
dipahami.

Transparansi Pengelolaan Keuangan


Daerah Di Dinas Kesehatan Kota Makassar –
118
Fahril , Mappamiring , Rudi Hardi
1 2 1
Vol. IV No. 2 Oktober 2014

c. Menyusun suatu mekanisme mengatakan layanan pengaduan ini


pengaduan jika ada peraturan belum maksimal. Dari hasil
yang dilanggar atau pengamatan penulis menunjukkan
permintaan untuk membayar bahwa layanan pengaduan dinas
uang suap kesehatan kota Makassar dilakukan
sesuai dengan aturan yang ada, walau
Menyusun suatu mekanisme pun hal ini ditandai dengan adanya
pengaduan jika ada peraturan yang layanan telepon seluler untuk
dilanggar atau permintaan untuk pengaduan yang langsung terhubung
membayar uang suap merupakan dengan biro terkait dan adanya kotak
salah satu prinsip dari transparansi saran dan kritik yang disediakan.
pengeloaan keuangan dengan Hanya saja penulis tidak
indikator pelayanan pengaduan. mendapatkan data yang jelas tentang
Berikut data yang dihimpun dari seberapa sering layanan pengaduan
responden untuk indikator itu ditindak lanjuti oleh pihak instansi.
mengadakan pelayanan pengaduan
tampak pada tabel berikut: d. Meningkatkan Arus Informasi
Tabel 5 Melalui Kerjasama dengan
DistribusiTanggapan Responden Media Massa.

Kategori Frekuensi Meingkatkan arus informasi


Jawaban (Orang) melalui kerjasama media massa dan
Sangat sering - lembaga non pemerintah adalah salah
Sering - satu prinsip transparansi pengelolaan
Cukup sering 7 keuangan. Untuk mengukur sejauh
Tidak Pernah 13 mana prinsip transparansi, berikut
Jumlah 20 data yang dihimpun dari responden
Tentang Pelayananan Pengaduan untuk indikator kerjasama dengan
Sumber data: Hasil Olahan Data Kuesioner , media massa tampak pada tabel
2014 berikut:
Pada indikator pelayanan Tabel 6
pengaduan, tidak terdapat tanggapan DistribusiTanggapan Responden
pada kategori sangat sering, tidak Tentang Kerjasama dengan Media
terdapat tanggapan pada kategori Massa
sering, terdapat 7 orang yang
memberi tanggapan cukup sering, dan Kategori Frekuensi
terdapat 13 orang yang memberi Jawaban (Orang)
tanggapan tidak pernah. Kategori Sangat Sering -
terbesar berada pada kategori tidak Sering -
pernah sebanyak 13 orang. Cukup Sering 6
Dari hasil kuesioner dan hasil Tidak Pernah 14
wawancara dengan beberpa informan Jumlah 20
terlihat ada perbedaan persepsi Sumber data: Hasil Olahan Data Kuesioner ,
2014
tentang layanan pengaduan. Di satu
Pada indikator kerjasama
sisi informasi dari responden
dengan media massa, tidak terdapat
mengatakan layanan pengaduan
tanggapan pada kategori sangat
cukup sering dilakukan. Sementara di
sering, tidak terdapat tanggapan pada
sisi lain dari informasi informan
kategori sering, terdapat 6 orang yang

Transparansi Pengelolaan Keuangan


Daerah Di Dinas Kesehatan Kota Makassar –
119
Fahril , Mappamiring , Rudi Hardi
1 2 1
Vol. IV No. 2 Oktober 2014

memberi tanggapan cukup sering, dan kota Makassar agar masyarakat lebih
terdapat 14 orang yang memberi mengetahui sejauh mana pelaporan
tanggapan tidak pernah. Kategori yang dilakukan oleh dinas kesehatan
terbesar berada pada kategori tidak apakah sesuai dengan UU yang telah
pernah sebanyak 14 orang. Hal ini di keluarkan oleh pemerintah.
belum jelas terlihat intensitas Berikut hasil kutipan
kerjasama yang dilakukan oleh dinas wawancara dengan informan terkait
kesehatan kota makassar dengan dengan upaya yang dilakukan dalam
media massa. Dari hasil penelusuran pengelolaan keuangan daerah agar
penulis ketika berbincang dengan transparansi seperti berikut ini:
bagian humas, bahwa kerjasama ini “kami sudah melakukan
biasa dilakukan. Tidak hanya dengan beberapa upaya dalam
media massa tetapi juga dengan mewujudkan transparansi, tapi
lembaga-lembaga non pemerintah kami juga butuh kerja sama dari
seperti pelibatan LSM dan kerja sama semua pihak yang terkait agar
dengan pihak instansi lain. Akan kedepannya dapat lebih
tetapi berita yang diekspos atau sempurna lagi dan dapat
dipumblikasikan bukanlah informasi mewujudkan prinsip-prinsip
yang mengenai pengelolaan keuangan Good Government dinas
akan tetapi kegiatan-kegiatan yang kesehatan ini”. (wawancara, AJ).
dilakukan dinas kesehatan itupun Selanjutnya upaya yang
tidak setiap kegiatannya mengundang dilakukan dalam pengelolaan
media untuk meliputnya. keuangan daerah agar transparansi
Secara keseluruhan peneliti informan memaparkan:
menyimpulkan bahwa transparansi “itu memang sudah tugas dari
adalah pemberian informasi dan setiap instansi dalam
pengungkapan (disclosure) atas mewujudkan good government
aktivitas dan kinerja finansial kepada memang harus melakukan
pihak-pihak yang berkepentingan. beberapa trobosan dalam
Dinas Kesehatan Kota Makassar, meningkatkan kepercayaan
harus dapat menjadi subyek pemberi terhadap masyarakat agar
informasi dalam rangka pemenuhan masyarakat juga dapat
hak-hak publik yaitu hak untuk tahu, mengetahui apa saj yang
hak untuk diberi informasi, dan hak dilakukan oleh dinas-dinas atau
untuk didengar aspirasinya. instansi khususnya di dinas
kesehatan kota makassar adalah
2. Upaya Yang Dilakukan Dalam
salah satu instansi yang
Pengelolaan Keuangan Daerah
mendapatkan anggaran yang
Agar Transparan Di Dinas
besar dari APBD”. (wawancara,
Kesehatan Kota Makassar.
AB).
a. Konsistensi Laporan Alhasil upaya yang dilakukan
Pertanggungjawaban oleh dinas kesehatan dengan
Dengan penyampaian laporan indikator penyampaian laporan
pertangguang jawaban keuangan yang pertanggungjawaban keuangan yang
memenuhi prinsip tepat waktu dan memenuhi prinsip tepat waktu dan
dapat diandalkan dan telah disahkan dapat diandalkan (reliable) dan telah
sesuai dengan UU ini adalah upaya disahkan sesuai dengan UU ini sudah
yang dilakukan oleh dinas kesehatan dilakukan sesuai dengan Peraturan

Transparansi Pengelolaan Keuangan


Daerah Di Dinas Kesehatan Kota Makassar –
120
Fahril , Mappamiring , Rudi Hardi
1 2 1
Vol. IV No. 2 Oktober 2014

Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005, dinas kesehatan.” (wawancara,


Menteri Dalam Negeri telah AL)
mengeluarkan Peraturan Menteri Upaya yang dilakukan dinas
Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 kesehatan kota Makassar dengan
tentang Pedoman Pengelolaan indikator pembuatan website dinas
Keuangan Daerah. Ini selaras dengan kesehatan kota makassar itu semua
Menurut Saprianto (2005:15) adalah upaya yang baik yang
menyatakan bahwa “melalui dilakukan dinas kesehatan dan pasti
transparansi akan memberikan masyarakat bisa menilai sejauhmana
informasi yang terbuka dan jujur usaha dari dinas kesehatan agar dapat
kepada masyarakat berdasarkan menjadi suatu instansi yang
pertimbangan bahwa masyarakat transparan dan dapat dipercaya dan
memiliki hak untuk mengetahui tidak menimbulkan pertanyaan
secara terbuka dan menyeluruh atas terhadap masyarakat seberapa
pertanggung jawaban pemerintah banyak biaya yang dikelolah oleh
dalam pengelolaan sumber daya yang dinas kesehatan kota makassar apa
dipercayakan kepadanya dan lagi dinas kesehatan ini salah satu
ketaatannya pada peraturan instansi yang mendapatkan APBD
perundang-undangan” terbanyak di Kota Makassar.
b. Pembuatan Website Kantor Dinas Hal ini selaras dengan teori
Kesehatan Kota Makassar. transparansi yang dipaparkan oleh
Pembuatan website adalah salah Krina (2003: 17) yakni bagaimana
satu terobosan baru yang dilakukan seharusnya pemerintah daerah
oleh dinas kesehatan agar masyarakat memuaskan rasa keingintahuan dari
dapat mengakses dengan mudah masyarakat tentang jalannya
informasi yang dibutuhkan dan pemerintahan daerah mereka dengan
masyarakat juga dapat melihat semua cara mentranparansikan laporan-
agenda atau kegiatan yang dilakukan laporan kegiatan yang telah dilakukan
oleh dinas kesehatan. Berikut hasil oleh pemerintah daerah dan juga
kutipan wawancara dengan informan bagaimana pemerintah daerah dapat
terkait dengan upaya yang dilakukan mengetahui aspirasi masyarakat
dalam pengelolaan keuangan daerah dengan menyediakan alat-alat bagi
agar transparansi seperti berikut ini: masyarakat sehingga masyarakat
“baguslah kalau dinas kesehatan dapat ikut mengontrol berjalannya
memiliki upaya seperti itu pemerintah daerah di daerahnya
artinya dinas kesehatan, ini sendiri.
memang mempunyai niat untuk Oleh karena itu dengan adanya
menjadikan instansinya sebagai transparansi pengelolaan keuangan
salah satu instansi pemerintahan pada Dinas Kesehatan Kota Makassar
yang menerapkan prinsip-prinsip sudah tentu akan membawa dampak
good govermant dan itu pasti postif kepada dinas itu sendiri,
masyarakat juga akan diantaranya yaitu menghilangkan
mendudukung karena keragu-raguan pemerintah daerah
masyarakat akan merasa puas maupun investor-investor dalam
dengan informasi yang dia pengelolaan keuangan, kepercayaan
butuhkan nantinya dan masyarakat kepada Dinas Kesehatan
masyarakat juga tau berapa mengenai pengelolaan keuangan
anggaran yang dikelola oleh daerah akan semakin meningkat.

Transparansi Pengelolaan Keuangan


Daerah Di Dinas Kesehatan Kota Makassar –
121
Fahril , Mappamiring , Rudi Hardi
1 2 1
Vol. IV No. 2 Oktober 2014

E. KESIMPULAN pelaksanaan akuntabilitas yang


kemudian di komunikasikan kepada
Berdasarkan hasil penelitian
seluruh pihak terkait sehingga akan
yang dilakukan maka penulis
dapat diperoleh ekspektasi mereka
menyimpulkan bahwa Transparansi
dan bagaimana tanggapan mereka
Pengelolaan Keuangan pada Dinas
mengenai hal tersebut.
kesehatan kota makassar dengan
Penerimaannya suatu kelompok akan
indikator; (a) variabel penyediaan
suatu hal yang baru akan banyak
informasi dengan indikator kejelasan
dipengaruhi oleh pemahaman
prosedur-prosedur dan kejelasan
kelompok pada hal baru tersebut.
biaya-biaya belum transparan. (b)
Tanpa pengetahuan yang
Kemudahan akses informasi dengan
komprehensif akan membawa pada
indikator kemudahan mendapatkan
penerimaan yang bias dan di
informasi langsung maupun tidak
perlukan komitmen yang kuat dari
langsung berada pada kategori cukup
seluruh stakeholder dalam hal
mudah. (c) Menyusun suatu
pengelolaan keuangan yang
mekanisme pengaduan jika ada
transparan.
peraturan yang dilanggar atau
permintaan untuk membayar uang
DAFTAR PUSTAKA
suap dengan indikator layanan
pengaduan belum dilakukan. (d)
Andrianto, N. 2007. Good Governance :
Meningkatkan arus informasi melalui
Transparansi dan Akuntabilitas
kerjasama dengan media massa dan
Publik melalui E-government.
lembaga non pemerintah belum
Malang : Bayumedia Publishing.
dilakukan dan upaya yang dilakukan
oleh Dinas kesehatan kota makassar
Krisna, 2003. Indicator dan Alat Ukur Prinsip
sejauh ini adalah penyampaian
Transparansi, Partisipasi dan
laporan pertanggung-jawaban
Akuntabilitas. Yogyakarta : Bumi
keuangan yang memenuhi prinsip
aksara
tepat waktu dan dapat diandalkan
(reliable) dan telah disahkan sesuai
Mardiasmo, (2002). Otonomi dan Manajemen
dengan UU yang berlaku dan yang
Keuangan Daerah, Yogyakarta :
telah diterima secara umum dan
Penerbit Andi.
Pembuatan website kantor untuk
memudahkan mendapatkan informasi
Mardiasmo, 2009. Otonomi dan Manajemen
baik secara langsung maupun tidak
Keuangan Daerah. Yogyakarta :
langsung di Dinas kesehatan kota
Penerbit Andi.
Makassar.
Dengan memperhatikan
Mardiasmo, Akuntansi Sektor Publik, 2004.
kesimpulan maka penulis
Yogyakarta : Penerbit Andi.
merasa perlu memberikan
masukan yaitu agar trasparansi
dapat terus menerus ditingkatkan
Shende, 2004. Marketing, manajemen : Analisis,
dan disempurnakan maka perlu
Planing, Implementation and Control,
diperoleh informasi untuk
9 Th. Prentice Hall International Int,
mendapatkan umpan balik dari para
New Yersey
pembaca, penerima trasparansi serta
dilakukan evaluasi perbaikannya,
perlu dibuatkan pilot project

Transparansi Pengelolaan Keuangan


Daerah Di Dinas Kesehatan Kota Makassar –
122
Fahril , Mappamiring , Rudi Hardi
1 2 1
Vol. IV No. 2 Oktober 2014

Tjahjanulin, 2000. Good Governance


“Kepemerintahan yang baik”. Jakarta
: Bumi Aksara.

Dokumen :

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13


Tahun 2006 tentang azas umum
pengelolaan keuangan daerah.

Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005


tentang Pengelolaan Keuangan
Daerah.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59


Tahun 2007 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah.

Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2004


tentang Rencana Kerja dan
Anggaran Kementerian Negara/
Lembaga.

Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004


tentang Standar Akuntansi
Pemerintahan.

********

Transparansi Pengelolaan Keuangan


Daerah Di Dinas Kesehatan Kota Makassar –
123
Fahril , Mappamiring , Rudi Hardi
1 2 1