Anda di halaman 1dari 7

GIZI KESEHATAN MASYARAKAT

Gizi Pembangunan

Nama Kelompok 3:
1. Moh. Ibnusabil (N 20116165)

2. Siti Mas Intan (N 20116026)

3. Nurfadillah (N 20116046)

4. Nuraini (N 20116096)

5. Iis Damayanti (N 20116041)

6. Elis Hartina (N 20116136)

Kelas : A

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS TADULAKO

2018
ISI
A. Integritas pangan dan gizi dalam pembangunan
Integritas pangan menggambarkan arah yang ideal dalam hubungan dan
"harus didefinisikan sebagai ukuran keberlanjutan terhadap lingkungan dan
ketahanan terhadap perubahan iklim, yang dikombinasikan dengan keamanan
pangan, ketahanan, dan kedaulatan untuk petani dalam produksi dan distribusi.
Sebaliknya, keamanan pangan, sebagaimana organisasi makanan dan pertanian
(FAO) dari negara-negara bersatu mendefinisikannya, berfokus pada
“penanganan, penyimpanan dan penyiapan makanan untuk mencegah infeksi
dan membantu memastikan bahwa makanan menyimpan cukup gizi untuk diet
yang sehat. "di sini, kuncinya adalah sifat makanan yang sehat sehingga
memberi manfaat dan kesehatan. (Steier, 2018)
Pembangunan suatu bangsa bertujuan untuk meningkatkan
kesejahteraan setiap warga negara. Peningkatan kemajuan dan kesejahteraan
bangsa sangat tergantung pada kemampuan dan kualitas sumberdaya
manusianya. Ukuran kualitas sumber daya manusia dapat dilihat pada Indeks
Pembangunan Manusia (IPM), Indeks Pembangunan Manusia (IPM)/Human
Development Index (HDI) digunakan untuk mengklasifikasikan apakah sebuah
negara adalah Negara maju, negara berkembang atau negara terbelakang dan
juga untuk mengukur pengaruh dari kebijaksanaan ekonomi terhadap kualitas
hidup. Sedangkan ukuran kesejahteraan masyarakat antara lain dapat dilihat
pada tingkat kemiskinan dan status gizi masyarakat (Adriani & Wijatmadi,
2012)
B. Gizi sebagai input pembangunan
Gizi yang memadai dapat mempengaruhi kualitas hidup dan
meningkatkan produktivitas kerja sehingga pembangunan berhasil. Salah satu
tujuan pembangunan negara Republik Indonesia adalah peningkatan kualitas
manusia dan kualitas masyarakat. Salah satu bentuk kualitas manusia dan
kualitas masyarakat adalah kualitas hidup-kualitas hidup yang pada awalnya
adalah keluaran dari kualitas manusia. Secara teoritis, manusia yang
berkualitas, misalnya cerdas, berpendidikan dan yang sehat, akan selalu
meningkatkan kualitasnya dan sekaligus sebagai anggota masyarakat akan ikut
membantu meningkatkan kualitas hidup bermasyarakat. Peranan kualitas hidup
dapat dilihat dari peningkatan penghasilan, kualitas perumahan, kesehatan
yang baik dan lainnya. Namun dalam kenyataannya hubungan tersebut tidak
hanya searah, tetapi timbal balik. Kualitas hidup yang tinggi juga akan
mempengaruhi kualitas manusia. Misalnya penghasilan yang tinggi mampu
menyediakan keberagaman gizi untuk perkembangan kecerdasan anak-anak
dan membuka peluang untuk meningkatkan pendidikan yang tinggi.
Keberhasilan kegiatan pembangunan akan terlihat dampaknya pada
peningkatan kualitas tersebut. (Busro, 2018)
Daya tahan tubuh seseorang biasanya dipengaruhi oleh gizi dan
makanan yang didapat, hal itu akan mempengaruhi terhadap produktivitas.
Seseorang yang kurang gizi akan mudah capek dan mudah sakit, sehingga
sering istirahat dan produktivitas kerja menurun. (Busro, 2018)
C. Gizi sebagai output pembangunan
Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM atau HDI – Human
Development Index) yaitu berdasarkan tingkat pendidikan, pendapatan dan
usia harapan hidup. IPM dibuat sebagai salah satu indikator untuk mengukur
perkembangan suatu daerah dan juga merupakan salah satu indikator statistik
tunggal yang dapat digunakan sebagai referensi perkembangan sosial dan
ekonomi. (Rahmani, 2017)
Pendidikan adalah suatu usaha sadar seseorang untuk mengembangkan
kepribadian dan kemampuan di dalam dan diluar sekolah. Makin tinggi tingkat
pendidikan seseorang, makin mudah menerima informasi pengetahuan
mengenai penyediaan makanan yang baik. Karena dengan Pendidikan, maka
orangtua dapat menerima segala informasi dari luar terutama cara pengasuhan
anak yang baik, bagaimana menjaga kesehatan anaknya, Pendidikan dan
sebagainya. (Adriani & Wijatmadi, 2014)
Tingkat pendapatan akan menentukan jenis dan ragam makanan yang
akan dibeli dengan uang tambahan. Keluarga dengan penghasilan rendah akan
menggunakan sebagian besar dari keuangannya untuk membeli makanan dan
bahan makanan. Penghasilan yang rendah berarti rendah pula jumlah uang
yang akan dibelanjakan untuk makanan, sehingga bahan makanan yang dibeli
untuk keluarga tersebut tidak mencukupi untuk mendapat dan memelihara
kesehatan seluruh keluarga. Apabila pendapatan meningkat, maka akan terjadi
perubahan dalam susunan makanan, karena peningkatan pendapatan tersebut
memungkinkan mereka mampu membeli pangan yang berkualitas dan
berkuantitas lebih baik. Namun perlu diketahui, bahwa pengeluaran uang yang
lebih banyak untuk pangan tidak menjamin lebih beragamnya konsumsi
pangan. Kadang perubahan utama yang terjadi dalam kebiasaan makan yaitu
pangan yang dimakan itu lebih mahal. Asupan makanan yang tidak cukup baik
dari segi jumlah maupun kualitas dalam jangka lama akan menyebabkan
terjadinya gangguan gizi. Keadaan kurang gizi akan mengurangi daya tahan
tubuh terhadap penyakit, memengaruhi tingkat kecerdasan dan prestasi belajar,
produktivitas kerja dan pendapatan. (Suhardjo, 1989 dalam buku (Adriani &
Wijatmadi, 2014))
Harapan hidup dan kesehatan merupakan dasar keberhasilan
pembangunan nasional. Meningkatnya angka usia harapan hidup masyarakat
di suatu Negara dapat meningkatkan akses terhadap pelayanan kesehatan dan
pemenuhan gizi yang memadai sehingga dapat memperpanjang usia harapan
hidupnya. Angka harapan hidup mencerminkan rata-rata hidup yang dijalani
oleh seseorang di suatu Negara. Dengan mengetahui tingkat harapan hidup
masyarakat, dapat dilakukan evaluasi terhadap kinerja pemerintah dalam
peningkatan kesejahteraan penduduk dan kesehatan. Angka harapan hidup
yang rendah berarti bahwa kesejahteraan sosial di suatu Negara rendah yang
berdampak pada masalah kesehatan dan kemiskinan. (Widodo, Akbar Susanto,
Musthofa, Hindriyani, & Nur Kamil, 2018)
Indonesia merupakan salah satu Negara dengan jumlah penduduk
terbesar keempat di dunia. Namun angka harapan hidup penduduk Indonesia
masih cukup rendah dibandingkan dengan Negara lain. Angka harapan hidup
penduduk Indonesia dari tahun ke tahun cenderung stagnan di angka 68 tsahun,
dan masih cenderung rendah bila dibandingkan dengan Negara lainnya, seperti
Malaysia, Singapura, dan Brasil. Hal ini menunjukkan bahwa angka harapan
hidup penduduk di Indonesia tidak menunjukkan banyak perubahan signifikan.
(Widodo et al., 2018)
Kualitas SDM Indonesia saat ini masih tertinggal dibandingkan negara
lain. Hal ini ditunjukkan oleh posisi IPM Indonesia yang berada pada urutan
ke-108 dari 177 negara. Posisi IPM negara ASEAN lainnya lebih baik
dibanding Indonesia, seperti Malaysia pada urutan ke-56, Filipina 77, Thailand
67, Singapura 22, dan Brunai 25. Persentase penduduk miskin juga menjadi
faktor penting penentu IPM. Pada tahun 2006 tingkat kemiskinan di Indonesia
masih mencapai 17,8 persen yang berarti sekitar 40 juta jiwa masih berada di
bawah garis kemiskinan. (BPPN, 2010)
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Pembangunan suatu bangsa bertujuan untuk meningkatkan
kesejahteraan setiap warga negara. Peningkatan kemajuan dan kesejahteraan
bangsa sangat tergantung pada kemampuan dan kualitas sumberdaya
manusianya. Gizi sebagai input pembangunan dengan gizi yang memadai dapat
mempengaruhi kualitas hidup dan meningkatkan produktivitas kerja sehingga
pembangunan berhasil dan gizi sebagai output pembangunan dengan
melakukan Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM atau HDI-
Human Development Index) yaitu berdasarkan tingkat pendidikan, pendapatan
dan usia harapan hidup.
B. Saran
Berharap dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang Gizi
Pembangunan sehingga menjadi tolok ukur keberhasilan suatu negara untuk
mensejahterakan warga masyarakatnya.
DAFTAR PUSTAKA

Adriani, M., & Wijatmadi, B. (2012). Pengantar Gizi Masyarakat (PT. Fajar).
Jakarta, indonesia: KENCANA.

Adriani, M., & Wijatmadi, B. (2014). GIZI DAN KESEHATAN Peranan Mikro Zinc
pada Pertumbuhan Balita (1st ed.). Jakarta, indonesia: KENCANA,
Prenadamedia Group.

BPPN. (2010). Rencana aksi nasional pangan dan gizi 2006 - 2010.

Busro, M. (2018). Teori-teori Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta,


indonesia: Prenadamedia Group.

Rahmani, A. (2017). HUBUNGAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA


DENGAN INDIKATOR PENYAKIT , LINGKUNGAN , DAN GIZI
MASYARAKAT ( Analisis Data Sekunder. Jurnal IKESMA, 10(March 2014),
13–21.

Steier, G. (2018). Advancing food Integrity. Paris, Francis: CRC Press Taylor &
Francis group.

Widodo, T., Akbar Susanto, A., Musthofa, M., Hindriyani, M., & Nur Kamil, A.
(2018). Menuju Negara Maju: Apakah Indonesia Bergerak Ke Arah Yang
Benar? Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.