Anda di halaman 1dari 2

1.

MODEL MODEL PERUBAHAN ORGANISASI

Perubahan Organisasi merupakan modifikasi substantif pada beberapa bagian


organisasi. Perubahan itu dapat melibatkan hampir semua aspek dari organisasi, seperti jadwal
pekerjaan, dasar untuk departementalisasi, rentang manajemen, mesin-mesin, rancangan
organisasi, dan sebagainya.

Secara umum ada dua jenis perubahan dalam organisasi.

1. Perubahan Terencana

Perubahan terencana adalah perubahan yang dirancang dan diimplementasikan secara


berurutan dan tepat waktu sebagai antisipasi dari peristiwa di masa mendatang.

2. Perubahan Reaktif

Perubahan reaktif adalah suatu respon bertahap terhadap peristiwa ketika muncul.

Model-model Perubahan Organisasi program adalah sebagai berikut :

1. Model Perubahan Lewin

Kurt Lewin mengembangkan tiga tahap model perubahan yang meliputi bagaimana
mengambil inisiatif perubahan, mengelola dan menyetabilkan proses perubahan itu sendiri.

2. Model Perubahan Kreitner dan Kinicki

Model perubahan yang dikemukakan oleh Kreitner dan Kinicki adalah model
perubahan dengan pendekatan sistem. Dalam model perubahan ini ditawarkan kerangka kerja
untuk menggambarkan kompleksitas perubahan organisasional. Pendekatan sistem yang
dikemukakan oleh Kreitner dan Kinicki meliputi komponen yang terdiri atas input, unsur-unsur
yang hendak dirubah (target element of change) dan output. Ketiga komponen tersebut memiliki
keterkaitan antara satu dengan yang lain. Input merupakan faktor yang mendorong terjadinya
proses perubahan. Semua perubahan yang bersifat organisasional harus konsisten dengan visi, misi
dan tujuan organisasi. Disamping itu juga melihat kemampuan dan potensi yang dimiliki. Dan juga
meninjau ancaman dari dalam dan dari luar.
Unsur yang hendak dirubah dalam model ini meliputi aturan organiasasi, fakor sosial,
metode, desain kerja dan teknologi dan asek manusia. Adapun yang menjadi output dan hasil akhir
dalam model perubahan ini adalah perubahan di semua level organisasi, perubahan di semua level
kelompok atau departemen, dan perubahan individual.

4. Model Perubahan Tyagi

Model perubahan merupakan model erubahan sistem yang lebih menekankan pada
peran kekuatan agen perubah dalam mengelola perubahan. Sedangkan dalam tahap implementasi
menekankan pentingnya transition management. Transition management merupakan suatu proses
yang sistematis yang meliputi perencanaan, pengorganisasian dan implementasi perubahan dari
kondisi sekarang menuju perubahan yang diharapkan.

Komponen perubahan yang dikemukakan oleh Tyagi meliputi: adanya kekuatan penuh,
mengetahui permasalahan yang hendak dirubah, proses penyelesaian masalah,
mengimplementasikan perubahan. Terakhir adalah menilai, mengawasi dan mengevaluasi hasil
perubahan.

5. Model untuk mengelola Perubahan Organisasi ( Robbins)

Perubahan diprakarsai oleh kekuatan tertentu. Kekuatan tersebut dijalankan di dalam


organisasi oleh seorang agen perubahan. Agen tersebut memilih tindakan intervensinya, artinya ia
memilih apa yang harus diubah. Pelaksanaan dari intervensi tersebut terdiri dari dua
bagian: apa yang dilakukan dan bagaimana melakukannya. Bagian apa membutuhkan tiga
langkah: mencairkan (unfreezing) keadaan status quo, bergerak ke suatu keadaan yang baru, dan
membekukan kembali prefreezing keadaan yang baru untuk menjadikannya permanen.
Bagian bagaimana merujuk pada taktik yang digunakan oleh agen tersebut untuk melaksanakan
proses perubahan bersangkutan. Perubahan pada suatu bidang dari organisasi kemungkinan akan
mendorong timbulnya kekuatan baru untuk perubahan lainnya.