Anda di halaman 1dari 9

Pertanyaan 1.

Jelaskan pemahaman Anda tentang pengertian perubahan dari beberapa pakar dan apa sintesis Anda sendiri tentang pengertian perubahan tersebut. Faktor apa saja menurut para pakar yang menjadi faktor pendorong perubahan. Faktor apa saja menurut penilaian Anda paling berpengaruh bagi institusi dimana Anda bekerja? Jawaban Pengertian perubahan menurut beberapa pakar: a. Menurut Robbins, perubahan adalah membuat sesuatu menjadi berbeda b. Menurut Greenberg dan Baron, perubahan merupakan transformasi secara terencana atau tidak terencana di dalam struktur organisasi, teknologi dan/atau orang c. Menurut Ports dan LaMarsh, perubahan merupakan pergeseran dari keadaan sekarang suatu organisasi menuju keadaan yang diinginkan di masa depan. Perubahan dari keadaan sekarang tersebut dilihat dari sudut struktur, proses, orang dan budaya. d. Menurut Pasmore, Perubahan diartikan sebagai merubah cara mengerjakan sesuatu atau berpikir tentang sesuatu yang ditujukan kepada perbaikan kinerja. Dalam hal ini perubahan bukan merupakan proses yang sederhana. Secara organisasional, perubahan adalah mengenai merubah kinerja dan setiap ada usaha perubahan harus mempunyai tujuan kearah perbaikan e. Menurut Prof. Dr. Wibowo, SE, M. Phil. Perubahan merupakan transformasi dari keadaan sekarang menuju keadaan yang diharapkan di masa yang akan datang, suatu keadaan yang lebih baik. Perubahan merupakan tanda dalam kehidupan yang selalu berlangsung secara tetap. Apabila tidak terjadi perubahan maka akan terjadi kemandegan dan kehidupan tidak dapat berkembang Menurut saya bahwa perubahan akan selalu terjadi seiring perubahan zaman, apabila kita tidak mengikuti adanya perubahan pada zamannya akan digilas oleh perubahan itu sendiri. Sehingga baik secara individu maupun organisasi perlu melakukan perubahan perubahan untuk mencapai tujuan.
1

Faktor-faktor pendorong terjadinya perubahan menurut beberapa pakar: a. Menurut Robbins, yang mengungkapkan ada enam factor yang mendorong untuk perubahan, yaitu: sifat tenaga kerja, teknologi, kejutan ekonomi, persaingan., kecenderungan social dan politik dunia b. Menurut Greenberg dan Baron, ada dua factor yang mendorong perubahan, yaitu perubahan terencana dan perubahan tak terencana. Yang termasuk dalam perubahan terencana:perubahan dalam produk dan jasa, perubahan dalam ukuran dan struktur organisasi, perubahan dalam system administrasi dan introduksi teknologi baru. Yang termasuk perubahan tak terencana: pergeseran demografis, kesenjangan kinerja, peraturan pemerintah, kompetisi global, perubahan kondisi ekonomi dan kemajuan dalam teknologi. c. Menurut Hussey, terdapat enam faktor pendorong perubahan yaitu: perubahan teknologi terus meningkat, persaingan yang intensif dan mengglobal, pelanggan semakin banyak tuntutan, profil demografis Negara berubah, privsitasi bisnis berlanjut dan pemegang saham minta lebih banyak nilai d. Menurut Kreitner dan Kinicki, ada dua kekuatan yang mendorong perubahan yaitu kekuatan eksternal dan kekuatan internal. Yang termasuk kekuatan eksternal: karakteristik demografis, kemajuan teknologi, perubahan pasar serta tekanan social dan politik. Yang termasuk kekuatan internal: problem/prospek SDM dan perilaku/keputusan manajerial e. Menurut Prof. Dr. Wibowo, SE, M. Phil. Faktor pendorong perubahan bisa berasal dari internal(adanya keinginan berubah dari dalam organisasi itu sendiri karena kebutuhan), juga bisa berasal dari factor eksternal(mungkin karena adanya tingkat persaingan yang tinggi) bahkan bisa jadi dipengaruhi oleh pengaruh Globalisasi, reformasi dan Otonomi Daerah Terdapat 2 faktor menurut saya yang paling berpengaruh terhadap perubahan dan pengembangan di tempat saya bekerja di POLRI, yaitu: a. Faktor internal: seluruh personil POLRI mulai dari pimpinan (Kapolri) sampai dengan para anggota yang paling bawah termasuk PNS. Semuanya merupakan subyek untuk melakukan perubahan dan juga obyek untuk melakukan perubahan. Disamping personil POLRI dalam
2

rangka melakukan perubahan juga dipengaruhi oleh sarana dan prasarana yang dimiliki dan anggaran yang tersedia. b. Faktor eksternal: seluruh masyarakat dan stakeholders yang dilayani atau hubungan kerjasama dengan POLRI. Karena kebutuhan dari stakeholders yang dinamis, perlu juga diikuti oleh peningkatan kualitas daripada seluruh personil POLRI beserta sarana, prasarana dan anggaran

Pertanyaan 2. Jelaskan pemahaman Anda tentang jenis dan model perubahan yang Anda kenal. Apabila Anda akan menjalankan perubahan, jenis atau model mana yang akan Anda pergunakan? Apa alasan untuk menggunakan jenis dan model tersebut. Apa yang dapat Anda lakukan untuk membuat proses perubahan tidak memusingkan, Change without pain. Jawaban Terdapat beberapa jenis perubahan antara lain: a. Perubahan terencana dan tidak terencana . Perubahan terencana dilakukan dengan sengaja dan berorientasi pada pencapaian tujuan organisasi. Perubahan tidak terencana terjadi karena adanya pergeseran aktivitas organisasi yang disebabkan adanya kekuatan eksternal diluar control organisasi. b. Perubahan yang dapat dilakukan secara rutin, berulang-ulang, dapt diprediksi dan dikendalikan, organisasi dapat mengndalikan apa yang mau dilakukan(planned chang) dan perubahan yang dilakukan karena menghadapi kondisi lingkungan darurat(emergent change). Perubahan harus dilakukan karena adanya kondisi eksternal yang memaksa untuk melakukan perubahan. c. Tipe tipe perubahan: perubahan yang bersifat adaptive(bisa menyesuaikan dengan lingkungannya), perubahan yang innovative dan perubahan yang bersifat innovative yang radikal.

d. Perubahan incremental dan fundamental. Perubahan incremental terjadi dengan sendirinya lewat proses evolusi jangka panjang. Perubahan fundamental bersifat perubahan stratejik, visioner dan transformasional yang secara dramatis mempengruhi operasi di masa depan. e. Perubahan secara terus menerus dan radikal. f. Perubahan tempered radical, sifatnya seperti perubahan incremental dapat merupakan perubahan drastis sampai adaptive evolusioner. g. Perubahan structural dan siklikal. Perubahan structural memerlukan penyesuaian secara tetap(perkembangan teknologi). Perubahan radikal merupakan perubahan yang mengikuti pola dalam fluktuasinya(seperti perkembangan mode). Beberapa model perubahan antara lain: a. Kurt Lewin b. Victor Tan c. Pasmore d. Kreitner & Kinicki e. Kotter f. Tyagi Dalam melakukan perubahan saya cenderung memilih jenis perubahan yang terencana karena kita akan bisa dengan mudah membuat perencanaan serta menyiapkan strategi pengelolaan, prediksi/prognosa baik dari kebutuhan SDM maupun factor produksi lainnya. Meskipun demikian kita tetap harus berjaga-jaga (waspada) dengan kemungkinan terjadinya perubahan yang sifatnya dadakan(tiba-tiba) yang disebabkan pengaruh eksternal seperti perubahan peraturan dari Pemerintah, terjadinya krisis ekonomi di dalam maupun luar negeri serta dampak Globalisasi lainnya.

Sedangkan model perubahan yang cocok menurut saya adalah Model Victor Tan karena dia lebih mementingkan persaan orang dalam menyelesaikan kemungkinan terjadinya resistensi dari dalam organisasi. Sebetulnya model lain yang hampir mirip adalah model Kurt Lewin tapi dalam pendekatan terhadap resistensi demi perubahan yang efektif dia menggunakan cara penekanan/kekuatan terhadap perilaku individu, jadi ada unsur paksaan. Dengan demikian menurut saya model Victor Tan lebih sesuai/cocok diterapkan untuk menjalankan perubahan karena kemungkinan adanya ketersinggungan, dan benturan yang bisa mengarah ke tindakan anarkis dapat diminimalisasi. Guna mengantisipasi agar proses perubahan tidak memusingkan (change without pain) maka perlu adanya kombinasi dari lima factor, yaitu: (1) people(orang), (2) Network(jaringan), (3) culture(budaya), process(proses) dan (5) structure(struktur)(Abrahamson, 2004). Cara mengkombinasi ulang kelima factor perubahan tersebut dapat dilakukan dengan: cloning, customizing dan translating (Abraham, 2004). Cloning merupakan cara yang paling mudah sepanjang yang di-cloning dapat dipertukarkan dengan lingkungan baru yang akan digunakan. Customizing. Agen perubahan disamping melakukan clone-recombinant juga harus membiasakan diri(customize) dengan maksud untuk perubahan. Translating. Sering terjadi factor-faktor yang dikombinasikan tidak kompatibel dengan konteks baru untuk itu perlu ada yang mengintterpretasikan, menemukan kembali dan memandangnya berguna dalam situasi baru dengan cara translating ini. mengombinasi ualng dan melakukan

Pertanyaan 3. Jelaskan pemahaman Anda tentang elemen kunci untuk menjalankan manajemen perubahan secara efektif menurut J.R. Folkman. Seberapa jauh menurut penilaian Anda elemen kunci tersebut diperhatikan unit kerja Anda dalam menjalankan perubahan. Jawaban
5

Kunci untuk bisa menjalankan manajemen perubahan adalah adanya komitmen dari pihak-pihak yang terlibat dalam manajemen perubahan itu. Menurut Joseph R. Folkman(2006), dia mengatakan bahwa terdapat hubungan antara komitmen dengan tingkat kesulitan perubahan. Perubahan akan mudah apabila kita mengombinasikan komitmen tingkat tinggi dengan tingkat kesulitan rendah. Apabila komitmen tinggi dan tingkat kesulitan dari tugas juga tinggi maka perubahan akan berjalan dengan kesulitan. Meskipun kesulitan tugas rendah dan komitmennya juga rendah akan menjadikan perubahan tetap sulit. Bila komitmen rendah dan tingkat kesulitan tugas tinggi, membuat perubahan tidak mungkin terjadi. Di POLRI, perubahan dilakukan sejak adanya reformasi yang meliputi 3 hal yaitu perubahan kultural, perubahan instrumental dan perubahan struktural. Perubahan kultural meliputi perubahan mind set dan culture set. Perubahan instrumental meliputi perubahan perudang undangan saat itu (berpisahnya ABRI dengan POLRI). Sedangkan untuk perubahan struktural dilakukan dengan melakukan perubahan organisasi yang mengacu pada tugas pokok POLRI dan tuntutan pelayanan masyarakat. Di era reformasi birokrasi nasional saat ini, POLRI memiliki beberapa program yang sangat banyak guna mencapai program program tersebut, dipilih program program unggulan yang dipilih, disebut dengan quick win. Diharapkan dengan capaian quick win tersebut memiliki daya ungkit yang tinggi untuk proses perubahan di lingkungan POLRI kearah yang lebih baik. Pertanyaan 4. Jelaskan pemahaman Anda tentang pengertian effective leadership dan shared leadership. Gaya kepemimpinan mana yang dipergunakan oleh pemimpin pada unit kerja Anda? Apakah Anda sepakat atau tidak sepakat dengan penggunaan gaya tersebut dan apa pertimbangan Anda. Jawaban Effective leadership merupakan gaya kepemimpinan yang lebih mengedepankan perlunya bagaimana untuk bisa menjadi manajer yang efektif. Gaya kepemimpinan ini lebih berorientasi bagaimana menciptakan visi masa depan, memperjelas reward atas kontribusi terhadap masa depan, model perilaku yang tepat dan member inspirasi tenaga kerja melalui keterampilan komunikasi. Pada gaya kepemimpinan efektif, seorang manajer melakukan pengorganisasian dan pengawasan pekerjaan dan menstrukturkan pekerjaan disamping menetapkan tujuan, menilai
6

kinerja dan mendukung pengembangan bawahan. Manager mengambil keputusan tentang reward. Juga meneruskan informasi kebawah dan menghimpun informasi untuk dikomunikasikan keatas. Manager dituntut untuk bisa terampil mengkombinasi cara untuk menciptakan win-win situation untuk keperluan individu dan organisasi. Great leader/great manager mempunyai dua karakteristik yaitu menyesuaikan lingkungan bisnis dan model kepemimpinan bersama. Shared leadership lebih mengembangkan kader leader berbakat di semua lapisan sehingga akan mampu mendukung proses perubahan. Keuntungan Shared leadership antara lain: membangun kader leadership talent dimana organisasi perlu merekrut individu yang dapat mengisi posisi kepemimpinan atau mengembangkan kelebihan pemimpin, pemimpin pada semua tingkatan organisasi yang memahami lingkungan eksternal dan kemampuan internal organisasi sering melihat kecenderungan yang memerlukan perubahan organisasi sebelum senior manajemen. Gaya kepemimpinan di lingkungan POLRI menggunakan effective leadership. Namun proses pemilihan calon pemimpinnya menggunakan shared leadership yang sudah dilengjkapi dengan uji kompetensi. Dalam proses kepemimpinannya, disesuaikan dengan visi dan misi yang dimiliki, serta program kerja dan rencana strategis 5 tahunan. Dari Renstra tersebut dibreakdown menjadi program kerja yang bersifat tahunan. Sehingga pimpinan POLRI harus mengacu kepada Renstra yang sudah ditetapkan, terlebih lagi di era reformasi birokrasi nasional ini mengacu kepada anggaran berbasis kinerja. Untuk hal hal yang bersifat inovasi dalam melakukan perubahan yang belum termasuk dalam Renstra, inovasi diprogramkan pada tahun sebelumnya, sehingga dapat terdukung anggaran dan proses perubahan dapat dilakukan. Pencapaian visi, misi dan renstra dilakukan evaluasi dua kali setahun agar tidak ada penyimpangan arah.

Pertanyaan 5. Perubahan selalu menghadapi resistensi dari mereka yang akan terkena dampak perubahan. Hal tersebut antara lain dapat diatasi dengan melakukan perubahan mindset. Jelaskan pemahaman Anda tentang factor-faktor yang mempengaruhi mindset menurut Victor Tan. Bagaimana pendapat tersebut apabila dihubungkan dengan model perubahan Kurt Lewin?.
7

Jawaban Sering kali upaya untk melakukan perubahan mendapat tanggapan yang negatif dari obyek perubahan yaitu dengan adanya penolakan/resistensi dari mereka yang akan terkena dampak perubahan. Hal ini bisa dimaklumi karena mereka ini sebelumnya sudah merasa nyaman dengan kondisi/situasi yang ada atau sudah merasa enak di zona-nyaman(confort-zone). Untuk itu perlu dipikirkan Model yang paling cocok untuk mengatasi kemalasan(reluctansi) dari sekelompok orang tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan melakukan perubahan mindset. Mereka yang merasa keenakan di zona-nyaman ini harus disadarkan dan diberi pengertian bahwa di zona-nyaman tersebut tidak akan terjadi pertumbuhan/perkembangan/perubahan sebagaimana yang diinginkan oleh masyarakat luas. Dengan demikian perlu ada usaha untuk merubah mindset(pola pikir) yang salah tersebut dengan melakukan pendekatan dan pemahaman terhadap factor-faktor yang mempengaruhi mindset sebagaimana yang dikemukakan oleh Victor Tan. Berikut ini uraian pemahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi mindset (pola pikir) menurut Victor Tan(model Victor Tan): Pada dasarnya Victor Tan berpendapat bahwa ada empat factor/tahapan utama yang dominan mempengaruhi mindset yaitu: 1. Opening minds. Pemimpin harus bisa menyadarkan mereka yang ada di zona-nyaman yaitu dengan membuka pikiran orang tersebut dengan mengkomunikasikan pesan perubahan tanpa memaksa. 2. Winning hearts. Pemimpin harus bisa memenangkan hati dengan mengkomunikasikan perubahan lebih dini, bukan setelah dilaksanakan. 3. Enabling action. Pemimpin harus bisa menghilangkan semua alasan yang membuat resistensi sehingga bawahan memahami arti penting perubahan bagi dirinya maupun organisasi. 4. Rewarding achievement. Pemimpin harus bisa menghargai orang dan mengenal kontribusinya memotivasi keinginan orang untuk berubah.
8

Bila dihubungkan dengan Model Kurt Lewin, Model Victor Tan hampir mempunyai kesamaan dalam pendekataannya. Kalau pada model Victor Tan menerapkan empat tahapan untuk bisa mempengaruhi mindset individu sedangkan model Kurt Lewin melakukan pendekatan untuk perubahan dengan tiga tahapan, yaitu unfreezing, changing dan refreezing. 1. Unfreezing. Merupakan upaya untuk lebih mengenalkan perlunya dilakukan perubahan. 2. Changing. Pemimpin harus bisa dan berusaha untuk menciptakan kondisi baru. 3. Refreezing. Tindakan menggabungkan, menciptakan dan memelihara perubahan. Jika dihubungkan, antara dua model tersebut (Victor Tan dan Kurt Lewin) pada prinsipnya ada kesamaan persepsi bahwa untuk mengoptimalkan perubahan, langkah awal harus dilakukan pemahaman serta pengenalan perlunya perubahan itu sendiri sehingga individu atau kelompok tidak terlena dan berlama-lama perubahan berada tersebut di dan zona-nyaman. akhirnya Selanjutnya dan menjalankan/mengimplementasikan menghargai

menjaga/memelihara perubahan tersebut.