Anda di halaman 1dari 6

1.

1 Peran Agen Perubahan


Dalam pandangannya, agen memiliki peran kritis yaitu :
1. Katalisator adalah peran untuk meyakinkan pegawai tentang pentingnya perubahan
menuju ke arah yang lebih baik; Orang-orang yang benar-benar sukses menjadi
katalisator perubahan tentu memiliki visi yang jelas tentang perubahan berkelanjutan
dengan membantu untuk memastikan bahwa orang-orang bergerak maju.
2. Pemberi solusi adalah peran sebagai pemberi alternatif solusi kepada pegawai yang
mengalami kendala. Agen perubahan mengetahui pentingnya hubungan emosional
dalam kelompoknya, ketika mereka bergerak maju. Kemampuan ini juga digunakan
saat membantu olah pemikiran (brainstorming) atas apa yang terjadi, tantangan dan
hal-hal harus dilakukan, mendorong diskusi dan tukar pendapat sehingga orang-orang
dapat menyimpulkan sendiri berdasarkan pengalaman mereka.
3. Mediator adalah peran dalam membantu melancarkan proses perubahan. Agen
perubahan adalah pemimpin yang memiliki karakter, integritas dan kredibilitas selain
memiliki pengalaman dan pengetahuan dalam strategi melancarkan proses perubahan.
4. Penghubung adalah peran dalam menghubungkan pegawai dengan pembuat
kebijakan. Pemimpin sebagai agen perubahan dapat membangun hubungan yang kuat
atas dasar kepercayaan. Seseorang tidak akan bersedia untuk tumbuh dan berubah jika
mereka tidak memiliki kepercayaan terhadap orang yang mendorong perubahan.
Kepercayaan juga dibangun ketika kita mengetahui bahwa sebagai resiko dan
konsekuensi dari perubahan maka ada kemungkinan kita akan berurusan dengan halhal tertentu yang mungkin saja sebelumnya dihindari.
5. Role model, adalah peran sebagai contoh, baik dalam prestasi kerjanya maupun dalam
perilakunya. Agen perubahan harus mampu memberdayakan dan membawa orang
lain untuk menjadi agen perubahan baru selaras dengan budaya kepemimpinan dan
pembelajaran.
1.2 Jenis Jenis Agen Perubahan
a.

Agen perubahan internal


Agen perubahan internal adalah staf ahli dari dalam organisasi sendiri yang secara
khusus dilatih untuk melakukan pengambangan organisasi.
Keunggulan agen perubahan internal :
1. Memahami organisasi secra mendalam
Pengembangan Organisasi 1

2. Dapat melakukan hubungan dan kepercayaan yang diperlukan dalam


perubahan.
Kelemahannya:
Sering dianggap sebagai agen yang hanya melihat permasalahan dari sisi
manajemen saja.

b.

Agen perubahan eksternal


Agen perubahan eksternal adalah individu dari luar organisasi yang diminta atau
ditugaskan untuk memberikan usulan tentang perubahan.
Keuntungan agen perubahan eksternal:
1. Dapat memandang permasalahan lebih obyektif.
2. Dapat membawa gagasan baru.
3. Pekerja lebih terbuka mengemukakan permasalahan yang dihadapi oleh
organisasi.
4. Pekerja lebih percaya pada kemampuan orang luar daripada orang dalam.
Kelemahannya:
1. Sulit menanamkan rasa kepercayaan.
2. Kurang pemahamannya terhadap organisasi sehingga kurang mampu melihat
permasalahan secara proporsional.
3. Cenderung memberikan rekomendasi perubahan yang drastis.

c.

Agen perubahan eksternal-internal


Agen perubahan eksternal-internal adalah berusaha memadukan orang-orang dari
dalam dan dari luar organisasi dengan mengambil manfaat atau kelebihan dan
mengurangi kelemahan dari agen perubahan internal dan eksternal.

Agen-agen Perubahan dapat berupa:

Manajer

Karyawan

Konsultan luar

Seorang agen perubahan harus mampu menanamkan karakteristik dalam dirinya agar dapat
menjadi panutan atau teladan bagi sekelompok orang yang menjadi target perubahannya.

Pengembangan Organisasi 2

Menurut Havelock (1970) dalam Nasution, 1990:38, agen pengubah dalam pengembangan
organisasi memiliki karakteristik sebagai berikut :
1. Agen perubahan harus memiliki nilai-nilai dan sikap mental yang dapat
mempertimbangkan manfaat inovasi atau perubahan bagi organisasinya maupun
masyarakat sekitar.
2. Agen perubahan harus mengetahui bahwa individu, kelompok dan masyarakat dalam
organisasi merupakan sistem-sistem terbuka yang saling berhubungan dimana agen
perubahan harus mengetahui bagaimana orang lain memandang peranannya. Serta
dapat memperkirakan konsep alternatif mengenai perubahan di masa sekarang dengan
masa mendatang.
3. Agen perubahan harus memiliki keterampilan untuk menyampaikan kepada orang lain
mengenai

pengetahuan,

nilai-nilai

dan

keterampilan

yang

dimilikinya,

mengembangkan dan memelihara hubungan proyek peubahan dengan orang lain,


mengatasi kesalahpahaman dan konflik, membina tim kerja sama untuk perubahan, dan
menyampaikan ke masyarakat akan potensi yang tersedia dari sumber-sumber mereka
sendiri.

1.3 Pendekatan Melakukan Perubahan


Harold J. Leavitt menyatakan bahwa organisasi dapat diubah melalui pengubahan
struktur, teknologi dan atau orang-orangnya.
a. Pendekatan struktur :
Pengubahan

struktur

orgaisasi

menyangkut

modifikasi

dan

pengaturan

sistem internal, seperti acuan kerja, ukuran, dan komposisi kelompok kerja, sistem
komunikasi,

hubungan-hubungan

tangggung

jawab atau

wewenang.

Pendekatan struktural dibagi menjadi tiga kelompok yang terdiri dari :


1. Aplikasi prinsip-prinsip perancangan Organisasi klasik
Para teoritis klasik berusaha untuk memperbaiki prestasi organisasi melalui
perumusan secara jelas dan hati-hati tanggung jawab jabatan para anggota organisasi.
Mereka menekankan pentingnya penciptaan pembagian kerja dan garis wewenang
yang tepat. Pada saat sekarang, banyak manajer masih dapat memperbaiki prestasi
organisasi mereka dengan pengubahan rentang manajemen, deskripsi jabatan, bidangbidang tanggung jawab, hubung hubungan pelaporan, dan sebagiannya.
2. Desentralisasi
Pengembangan Organisasi 3

Pendekatan ini berusaha menciptakan satuan satuan organisasi yang lebih kecil
dan dapat berdiri sendiri dan memusatkan perhatian pada kegiatan yang
berorientasi tinggi.
3. Aliran Kerja
Pendekatan

ini

didasarkan pada

pemikiran

bahwa

aliran

kerja

dan

pengelompokan keahlian yang tepat akan berakibat kenaikan produktifitas secara


langsung dan cendeung memperbaiki semangat kepuasan kerja.
b. Pendekatan teknologi
Untuk memperbaiki prestasi organisasi F.W.Taylor dan pengikutnya mencoba
menganalisa dan memperbaiki interaksi-interaksi pada karyawn dan mesein-mesin
untuk meningkatkan efisiensi sehubungan dengan perubahan teknologi adakalanya
perubahan yang dilakukan ternyata sering tidak cocok dengan struktur organisasi. Hal
ini dapat menciptakan ketidak senangan dan pemuusan hubungan diantara para
anggota organisasi akibatnya terjadi penurunan produktivitas labih banyak kecelakaan
dan tingkat perputaran karyawan yang tinggi.
Penggabungan pendekatan struktural dan pendekatan tekhnologi (teknostruktural)
bermaksud memperbaiki prestasi melalui perubahan berbagai aspek, baik struktur
organisasi maupun teknologuinya, contohnya pengenalan teknologi baru yang diikuti
pengorganisasian kembali bagiab-bagian menjadi kelompok-kelompok lebih kecil.
Contoh-contoh pendekatan perubahan teknonsrtuktural lain adalah perluasan jabatan
dan pengembangan jabatan. Dengan program ini, tugas-tugas yang membuat suatu
jabatan, cara-cara berbagai tugas dilaksanakan, dan hubungan-hubungan karyawan
diubah untuk memperbaiki kepuasan karyawan dan barang kali meningkatkan
produktivitas. Dalam pengembangan jabatan, berbagai kegiatan dari suatu bagian
vertikal organisasi digabungkan menjadi satu jabatan untuk membuatnya lebih
menantang.

c. Pendekatan orang
Pendekatan orang bermaksud untuk mengubah secara langsung perilaku karyawan
melalui pemutusan pada ketrampilan sikap, persepsi dan pengharapan mereka,
sehingga dapat melaksanakan tugas dengan lebih efektif. Ketrampilan dan sikap baru
ini juga dapat mendorong para karyawan untuk memprakarsai perubahan dalam
Pengembangan Organisasi 4

struktur dalam teknologi organisasi, yang mengarah pada perbaikan prestasi


organisasi.
Usaha-usaha untuk merubah perilaku dan sikap orang dapat diarahkan kepada
perseorangan, kelompok atau organisasi sebagai keseluruhan. Teknik yang sering
digunakan adalah pengembangan organisasi.

1.4 Etika Agen Perubahan


Etika adalah sistem nilai pribadi yang digunakan memutuskan apa yang benar, atau
apa yang paling tepat, dalam suatu situasi tertentu, memutuskan yang konsisten dengan
sistem nilai yang ada dalam organisasi dan diri pribadi.
Etika Agen Perubahan dapat berupa sebagai berikut :
1. Tanggung jawab terhadap diri sendiri.
2. Tanggung jawab profesionalisme dalam pengembangan dan kompetensi.
3. Tanggung jawab terhadap klien dan pihak-pihak lain.
4. Tanggung jawab terhadap profesi.
5. Tanggung jawab sosial.

Pengembangan Organisasi 5

DAFTAR PUSTAKA

http://putri92depok.blogspot.com/2011/05/pendekatan-perubahan-organisasi.html?m=1
http://kelompoklima218.wordpress.com/2013/04/08/makalah-pbo-konflik-dalam-organisasi/
http://gusasta.blogspot.com/search/label/Perilaku%20Keorganisasian

Pengembangan Organisasi 6