Anda di halaman 1dari 4

TATA LAKSANA PENDERITA

KUSTA

No. :C/BP/VII/SOP/
Dokumen 9/2015/10
SOP No. Revisi :
Tanggal : 3 Sept 2015
Terbit
Halaman : 1/3

UPT PUSKESMAS Eni Suryawati


KEDUNDUNG NIP. 19620704 198803 2 006

1. Pengertian Kusta adalah penyakit menular, menahun dan disebabkan oleh kuman
kusta (mycobacterium leprae) yang bersifat intraseluler obligat.Saraf
tepi/perifer, lalu kulit dan mukosa saluran nafas bagian atas, kemudian
dapat ke organ tubuh lainnya kecuali susunan saraf pusat.
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah langkah untuk mengobati dan
memutus mata rantai penularan kusta.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas nomor : 188.4 / 138 / 417.302.2 / 2015
tentang jenis pelayanan pasien Poli Umum di UPT Puskesmas
Kedundung.
4. Referensi Pedoman Program Pengendalian Penyakit Kusta Tahun 2013
5. Alat dan 1. Alat dan bahan :
bahan a. Tensi
b. Stetoskop
c. Timbangan berat badan
d. Masker
e. Obat MDT
2. Formulir :
a. Rekam medik penderita
b. Register Kohort penderita kusta MB
c. Buku penderita kusta
6. Langkah - 1. Mencari 3 gejala utama (cardinal sign) yaitu :
Langkah
1) Kelainan lesi kulit yang mati rasa
2) Penebalan saraf tepi yang disertai dengan gangguan fungsi
saraf.
Gangguan fungsi saraf ini bisa berupa :
a) Gangguan fungsi sensoris: mati rasa
b) Gangguan fungsi saraf motoris: kelemahan (paresis)
atau kelumpuhan (paralisis) otot
c) Gangguan fungsi otonom : kulit kering dan retak-retak
3) Adanya basil tahan asam (BTA) di dalam keroka jaringan kulit
(slit skin smear)
2. Pasien telah terdiagnosa menderita kusta baik melalui
pemeriksaan fisik maupun bakteriologis
3. Dokter/perawat memeriksa pasien sesuai dengan protap
pemeriksaan dan pemeriksaan pasien rawat jalan.
4. Dokter/perawat menjelaskan/ memberitahukan bahwa penderita
menderita penyakit kusta dan harus dilakukan pengobatan
dengan obat MDT
5. Dokter/perawat memeriksa POD dan mengisikannya pada form
POD
6. Dokter/ perawat menjelaskan lama pengobatan , tahap
pengobatan, efek samping pengobatan dan tindakan yang harus
dilakukan penderita untuk mencegah penularan serta pasien
bersedia mengikuti prosedur pengobatan sampai selesai.
7. Perawat melakukan pendataan kontak erat dan menggali
adakah kontak erat yang juga yang juga menderita penyakit sama
dengan penderita.
8. Dokter/ perawat melakukan KIE pada keluarga penderita agar
memeriksakan anggota keluarga yang berpenyakit sama ke
Puskesmas.
9. Penderita meminum obat awal MDT (Rifampisin, dapson dan
Lampren) didepan petugas
10. Dokter/ perawat mencatat hasil pemeriksaan, obat dan tanggal
kapan penderita kembali kontrol.

2/3

7. Unit Terkait 1. Unit BP


2. Unit Farmasi
8. Rekaman
Historis NO Yang diubah Isi perubahan Tanggal mulai
Perubahan diberlakukan
3/3