Anda di halaman 1dari 2

Konsep Dasar Manajemen Kelas

Oleh: Sunawan, Ph.D.

Selama kegiatan bimbingan klasikal berlangsung, perilaku siswa sangat


diharapkan untuk senantiasa perhatian dan terikat (engage) terhadap kelas dan
konselor. Para siswa mendengarkan penjelasan dari konselor, melaksanakan
instruksi konselor, menyelesaikan tugas-tugas dalam bimbingan klasikal tepat
waktu, dan seterusnya. Agar situasi bimbingkan klasikal yang demikian dapat
terwujud, maka penting bagi konselor untuk melakukan manajemen kelas.
Pada dasarnya manajemen kelas merupakan upaya yang dilakukan konselor
untuk membangun lingkungan kelas yang membuat siswa nyaman mengikuti
bimbingkan klasikal. Manajemen kelas dapat didefinisikan sebagai tindakan
konselor atau guru untuk menciptakan suatu lingkungan yang mendukung dan
memfasilitasi siswa untuk belajar secara akademik maupun sosial-emosional
(Ming-tak & Wai-shing, 2008; Omrod, 2014). Definisi ini menegaskan bahwa
untuk menciptakan lingkungan bimbingan klasikal yang membuat perilaku siswa
senantiasa on-task atau selalu terfokus pada kegiatan kelas, konselor tidak boleh
hanya memfokus pada topik atau konten bimbingan klasikal saja, melainkan juga
dituntut untuk mampu memberikan perhatian pada sisi sosial-emosional siswa di
kelas. Cara komunikasi efektif antara konselor dengan siswa selama bimbingan
klasikal berlangsung, pola pemberian penguatan (reinforcement) yang tepat kepada
perilaku positif siswa selama bimbingan klasikal berlangsung, penegakan aturan
kelas, dan seterusnya merupakan bentuk-bentuk dari pemberian perhatian secara
sosial-emosional.
Terdapat tiga tujuan yang dapat dicapai konselor dengan melaksanakan
manajemen kelas (Santrock, 2004). Pertama, membantu siswa untuk menghabiskan
lebih banyak waktu untuk belajar. Kedua, membantu siswa untuk mengurangi
waktu yang tidak diarahkan atau dialokasikan untuk tujuan belajar. Kedua tujuan
ini saling terkait, artinya semakin tinggi tingkat alokasi waktu siswa untuk belajar
dalam bimbingan klasikal, maka perilaku off task atau perilaku yang tidak relevan
dengan kegiatan belajar akan semakin berkurang. Terakhir, mencegah siswa

Hak cipta © Direktorat Pembelajaran, Dit Belmawa, Kemenristekdikti RI, 2018


mengalami masalah akademik dan emosional. Kelas yang dikelola dengan baik
akan mendorong dan memotivasi siswa untuk menyelesaikan tugas-tugas yang
menantang dan bermakna sehingga mereka dapat mencapai perolehan belajar yang
optimal. Dampaknya, kepercayaan diri mereka meningkat, semakin tertarik dengan
kegiatan bimbingan klasikal, dan memiliki sikap positif terhadap kelas. Relevan
dengan upaya untuk mencapai tujuan manajemen kelas, paparan berikut akan
menjelaskan berbagai strategi yang dapat diaplikasikan konselor untuk melakukan
manajemen kelas sehingga kegiatan bimbingan klasikal menjadi efektif dan
perilaku siswa senantiasa terfokus pada konselor dan konten bimbingan klasikal.

Daftar Pustaka
Ming-tak, H. & Wai-shing, L. 2008. Classroom management: Creating a positive
learning environment. Hongkong: Hong Kong Universtity Press.
Omrod, J.E. 2014. Educational Psychology: Developing Learners (8th ed.).
London: Pearson Education.
Santrock, J.W. 2004. Educational Psychology (2nd ed.). Diterjemahkan T. Wibowo.
Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Hak cipta © Direktorat Pembelajaran, Dit Belmawa, Kemenristekdikti RI, 2018