Anda di halaman 1dari 2

1.

Konsep Penganggaran
Penganggaran adalah sebuah sistem perencanaan dan pengendalian yang digunakan secara
menyeluruh dalam suatu organisasi sebagai cerminan tanggung jawab managerial.
Penganggaran adalah salah satu alat yang digunakan managemen untuk merencanakan
pelaksaan operasional organisasi sekaligus sebagai alat bantu untuk mengawasi proses
yang berlangsung. Tujuan akhir dari anggaran adalah tercapainya tujuan dan sasaran
organisasi.
Aspek perencanaan dalam anggaran termasuk kegiatan untuk menetapkan tujuan,
penyusunan kerangka dasar berpikir dalam pengelolaan organisasi, memilih tindakan yang
tepat untuk dapat mencapai tujuan, menurunkan rencana menajadi tindakan-tindakan dan
peniaian atas kemungkinan penyimpangan dan tindakan yang dilakukan. Pengendalian
adalah rangkaian proses untuk memastikan pelaksaan kegiatan operasional sudah
dilakukan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun. Pengendalian menampilkan
sasaran dan standar sebagai bahan untuk membandingkan antara realisasi dan perencanaan
dan tindakan korektif jika dijumpai adanya ketidaksesuaian.

2. Fungsi Managemen
Managemen dapat ditafsirkan sebagai proses merencanakan, mengorganisir, mengarahkan
dan mengendalikan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi dengan menggunaka
sumber daya organisasi (Hanafi, 2004). Dalam penafsiran managemen tersebut, ada
beberapa kata kunci, yaitu :
a. Proses menentukan kegiatan yang direncanakan
b. Kegiatan merencanakan, mengorganisir, mengarahkan dan mengendalikan yang sering
disebut dengan fungsi managemen
c. Tujuan organisasi yang ingin dicapai melalui aktivitas
d. Sumber daya organisasi

Untuk dapat melaksanakan kegiatan managerial, seorang manager harus menggunakan


segala aset yang dimiliki oleh organisasi. Aset organisasi dapat berupa sumber daya
manusia, fisik, keuangan dan informasi. Penggunaan aset organisasi diharapkan dapat
memaksimalkan dan terkelola dengan baik agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan
efektif dan efisien.

3. Fungsi Anggaran Dalam Kegiatan Managerial


Anggaran membentuk managemen dalam hal sebagai berikut :
a. Anggaran sebagai alat perencanaan
Manfaat utama perencanaan adalah sebagai penyedia proses umpan untuk periode
berikutnya dalam operasional dan pengendalian. Umpan ke depan yang dimaksud
adalah memberikan petunjuk teknis bagi managemen untuk pengambilan keputusan
rutin. Perencanaan diperlukan karena alasan berikut ini :
1) Unit bisnis diberi sasaran yang perlu dicapai, dan perencanaan dapat memberikan
acuan dalam bertindak untuk mencapai tujuan.
2) Keterbatasan sumber daya yang dimiliki organsiasi.
3) Kondisi persaingan pasar, dengan perencanaan dapat meningkatkan keberhasilan
dalam persaingan.
4) Setiap keputusan yang dibuat akan berdampak pada kondisi kesehatan perushaan.
Anggaran digunakan untuk mengendalikan kondisi perusahaan.
b. Anggaran dalam fungsi pengorganisasian dan pengarahan
Anggaran digunakan sebagai acuan dalam pelaksaan pekerjaan agar selaras dengan
keinginan managemen untuk mencapai target laba tertenu, anggaran membantu
menyelaraskan antar berbagai elemen dalam perusahaan, misalnya untuk
menyelaraskan antara bagian penjualan, produksi dan keuangan. Agar anggaran dapat
berfungsi sebagai alat pengorganisasian yang optimal, perlu didukung adanya struktur
organisasi yang sesuai, sehingga wewenang dan tanggung jawab setiap bagian
(departemen dan divisi) sangat jelas.
c. Anggaran sebagai alat pengendalian
Pengendalian yang dimaksud adalah pengawasan terhadap aktivitas untuk mencapai
tujuan perusahaan dengan segala sumber daya yang dimiliki. Pengendalian dapat
dilakukan dengan cara pengamatan secara langsung, memo tertulis, laporan realisasi
target dan dari media komunikasi formal lainnya.

4. Anggaran disusun dalam satuan moneter untuk jangka pendek (1 tahun) yang dapat dibagi
ke dalam periode lebih pendek, misalnya bulanan. Agar dapat dilaksanakan dan bermanfaat
bagi perusahaan, anggaran memiliki beberapa syarat, yaitu : fleksibel, realistis, dan
berkelanjutan. Selain sebagai alat untuk merencanakan, anggaran digunakan juga untuk
menyelaraskan fungsi perencanaan dan pengendalian.
Dalam penyusunan anggaran diperlukan beberapa urutan langkah L (1) trendwatching, (2)
pengembangan tujuan perusahaan, (3) pengembangan sasaran khusus perusahaan, (4)
pengembangan dan revaluasi strategi, (5) perintah dari managemen puncak untuk
menyususn rencana, (6) persiapan dan penilaian perencanaan proyek, (7) pengembangan
dan rencana laba, (8) penerapan rencana laba, (9) pemanfaat laporan kinerja, (10)
penggunaan anggaran biaya variabel, dan (11) implementasi tindakan.