Anda di halaman 1dari 5

JOURNAL READING

HYPONATREMIA AMONG RUNNERS


IN THE BOSTON MARATHON

Kelompok : A-1
Ketua : Ahmad Rafi Faiq 1102015012
Sekretaris : Chita Annisha 1102015049
Anggota : Athiyyatuz Z. 1102015039
Dandy Abdi Cita G. 1102015051
Dinera Anjani A. 1102015062
Fidel M. Zain 1102015075
Firza Oktaviani F.M 1102015081
Indah Pratiwi 1102015097
Ina Dwi Rahmanika 1102014127
Khainori Annisa 1102015114

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS YARSI
2015/2016
Daftar isi
1. IDENTITAS ARTIKEL

a. Judul Artikel : Hyponatremia among Runners in the Boston Marathon


b. Nama Penulis : Christopher S.D. Almond, et. al
c. Nama Jurnal : The New England Journal of Medicine
d. Tahun Terbit : 2005

2. Isi Artikel
Abstrak
Latar Belakang
Hiponatremia merupakan suatu penyebab utama kematian pada perlombaan
lari dan kondisi yang membahayakan nyawa bagi pelari marathon. Kami
melakukan penelitian kohort kepada pelari marathon untuk mengetahui
insidensi hiponatremia dan untuk mengidentifikasi faktor resiko.

Metode
Partisipan yang mengikuti lomba marathon Boston 2002 diperiksa satu atau
dua hari sebelum perlombaan. Subyek melengkapi sebuah survei yang berisi
informasi demografik dan riwayat latihan. Setelah perlombaan, pelari diambil
sampel darahnya dan melengkapi kuisioner tentang konsumsi cairan mereka
dan urin output selama perlombaan. Berat badan sebelum dan setelah
perlombaan dicatat. Analisis regresi multivariat digunakan untuk
mengidentifikasi faktor risiko yang berhubungan dengan hiponatremia.

Hasil
Dari 766 pelari yang diperiksa, 488 pelari (64%) diambil sampel darahnya
pada garis finish. Tiga belas persen menunjukkan hiponatremia (kadar
konsentrasi serum <135 mmol). Pada analisis univariat, hiponatremia
berhubungan dengan penambahan berat badan, konsumsi cairan lebih dari 3L
selama perlombaan, konsumsi cairan pada setial mil, durasi perlombaan >4
jam, jenis kelamin perempuan, dan indeks massa tubuh yang rendah. Pada
analisis multivariat, hiponatremia berhubungan dengan penambahan berat
badan (odds rasio 4,2; konfidens interval 95%, 2,2-8,2), durasi perlombaan >4
jam (odds rasio untuk perbandingan terhadap waktu <3:30 jam, 7,4; konfidens
interval 95%, 2,9-23,1), dan indeks massa tubuh yang ekstrim.

Kesimpulan
Hiponatremia terjadi pada sebagian besar pelari marathon amatir dan dapat
berdampak buruk. Dapat dipertimbangkan bahwa pertambahan berat badan
selama perlombaan, durasi perlombaan yang lama, dan indeks massa tubuh
yang ekstrim berhubungan dengan hiponatremia, sedangkan jenis kelamin
perempuan, komposisi cairan yang dikonsumsi, dan penggunaan obat anti
inflamasi nonsteroid tidak berhubungan.

Dikarenakan lomba marathon semakin populer dalam seperempat abad


terakhir1, dan dilaporkan bahwa hiponatremia dapat menyebabkan suatu kondisi yang
serius dan mematikan,2-8 seperti, kasus seorang wanita berusia 28 tahun yang
meninggal setelah Marathon Boston 2002.2 Insidens hiponatremia diantara pelari
marathon belum diketahui, dikarenakan penelitan terdahulu berukuran kecil dan
terbatas pada pelari yang memdapatkan perhatian medis.4,5,7,9-11
Asupan cairan berlebih dipercaya sebagai suatu faktor risiko utama penyebab
hiponatremia berdasarkan pengamatan terhadap pelari marathon yang pingsan2-5,7,11,12
dan penelitian pada atlit.13-17 Namun, faktor risiko lain yang menjadi bahan
pertimbangan, meliputi komposisi cairan yang dikonsumsi (seperti, air putih
dibandingkan dengan minuman olahraga yang mengandung elektrolit), indeks massa
tubuh yang relatif rendah, kurangnya pengalaman marathon, penggunaan obat
antiinflamasi non steroid (OAINS), dan jenis kelamin perempuan.4,5,9,18 Kami
melakukan penelitian ini untuk memperkirakan insidens hiponatremia diantara pelari
marathon dan untuk mengidentifikasi faktor risiko utama yang terlibat.
Daftar Pustaka