Anda di halaman 1dari 15

Journal Reading

“Obstructive Sleep Apnea and


Retinopathy in Patient with
Type 2 Diabetes”

Disusun oleh : Chita Annisha


Pembimbing : dr. Didiet Pratignyo, Sp.PD, FINASIM
Pendahuluan

Ini akan meningkatkan permeabilitas pembuluh


Retinopati Diabetik (DR) mengenai 40 hingga 50%
darah (yang dapat menyebabkan untuk edema
pasien dengan diabetes, merupakan penyebab utama
makula) atau menyebabkan iskemia yang
kebutaan di dunia Barat, dan mengakibatkan
menyebabkan peningkatan level faktor
morbiditas dan beban ekonomi yang signifikan. Faktor
pertumbuhan endotel vaskular (VEGF) dan
risiko penting termasuk usia, kontrol glikemik yang
neovaskularisasi. Meskipun perbaikan dalam kontrol
buruk, hipertensi, durasi diabetes, dislipidemia, dan
faktor-faktor risiko metabolik dan vaskular, DR tetap
faktor genetik. Meskipun etiologi yang tepat dari DR
sangat umum, dan proporsi yang signifikan dari
masih diperdebatkan, peningkatan peradangan, stres
kasus DR berkembang menjadi retinopati diabetik
oksidatif, dan aktivasi beberapa jalur diperkirakan
yang mengancam penglihatan (STDR). Oleh karena
mengakibatkan cacat fungsional dan / atau struktural
itu, pemahaman yang lebih baik tentang
yang melibatkan mikrovaskulatur.
patogenesis DR penting untuk mengidentifikasi
target / strategi pengobatan baru.
Pendahuluan *lanjutan

Obstructive sleep apnea (OSA) sangat umum pada


pasien dengan diabetes tipe 2 (T2D). Peneliti
sebelumnya melaporkan bahwa OSA dikaitkan dengan
neuropati perifer, nefropati, dan perkiraan penurunan
laju filtrasi glomerulus pada pasien dengan T2D terlepas
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
dari obesitas. Peneliti juga sebelumnya menunjukkan
menentukan hubungan timbal balik OSA
bahwa OSA secara independen terkait dengan
dan STDR pada subjek dengan T2D dan
peningkatan stres nitrosatif dan oksidatif serta gangguan
untuk menilai apakah OSA dikaitkan
regulasi mikrovaskular pada pasien dengan T2D. T2D
dengan perkembangan DR.
juga merupakan faktor risiko hipoksemia nokturnal yang
parah. OSA dapat berperan dalam patogenesis STDR,
terutama karena OSA juga terkait dengan banyak defisit
patofisiologis yang ditemukan pada DR (termasuk
peradangan, stres oksidatif, dan peningkatan VEGF).
Pasien

Dua ratus enam puluh enam pasien direkrut dan


36 dikeluarkan, meninggalkan 230 pasien untuk
analisis awal. Dari 230 pasien ini, 57,0% (n = 131)
adalah laki-laki, 54,8% (n = 126) adalah orang
Eropa berkulit putih, dan 45,2% (n = 104) adalah
orang Asia Selatan.
Metode Penelitian
Penelitian dilakukan secara observasional,
cross-sectional yang dikonversi menjadi
studi prospektif longitudinal dari subyek
dengan T2D. OSA dinilai atas dasar dari
satu studi kardiorespiratori berbasis
rumah semalam menggunakan perangkat
multichannel portabel. Studi Sleep diberi
skor sesuai dengan pedoman American
Academy of Sleep Medicine menggunakan
definisi hipopnea lebih dari atau sama
dengan desaturasi oksigen 4% dan lebih
besar dari atau sama dengan pengurangan
30%.
Metode Penelitian
Studi Sleep diberi skor sesuai dengan
pedoman American Academy of Sleep
Medicine menggunakan definisi hipopnea
lebih dari atau sama dengan desaturasi
oksigen 4% dan lebih besar dari atau sama
dengan pengurangan 30%.

Gambar retina yang termasuk dalam


penelitian ini diperoleh selama perawatan
rutin karena pasien dengan diabetes di Inggris
diundang untuk menjalani pencitraan retina
sebagai bagian dari program skrining nasional
sekali per tahun. Semua gambar retina dinilai
setidaknya dua kali, dengan penilaian lebih
lanjut dilakukan dalam kasus ketidaksesuaian
oleh dokter spesialis mata konsultan.
Metode Penelitian

Analisis rekrutmen dasar lintas-bagian yang


dirancang untuk mengeksplorasi hubungan antara
OSA dan STDR dilakukan dengan menggunakan
data yang dikumpulkan antara 2009 dan 2010.
Untuk mengeksplorasi dampak OSA pada tingkat
perkembangan STDR, analisis longitudinal
menggunakan gambar retina dari salah satu pusat
penelitian dilakukan pada tahun 2014.
Analisis Statistik

Analisis data dilakukan dengan menggunakan


perangkat lunak IBM SPSS Statistics versi 22.0
(IBM, Armonk, NY). Data disajikan sebagai mean
(SD) atau median (rentang interkuartil [IQR]),
tergantung pada distribusi data. Variabel kontinu
independen dibandingkan dengan menggunakan
uji t Student atau uji Mann-Whitney U. Variabel
kategorikal dibandingkan menggunakan uji chi-
square. Korelasi antara variabel kontinu dilakukan
menggunakan uji Pearson atau Spearman
Hasil

Hubungan antara OSA dengan DR lebih


menunjukan kepada faktor risiko yang
mendukung pada progresifitas dari T2D. Faktor
risikonya antara lain; kadar HbA1c, hipertensi,
lingkar pinggang (BMI), kadar kolesterol.
Hasil

Untuk mengetahui hubungan antara OSA dengan


progresifitass DR secara peneliti melakukan follow
up dengan perbedaan pasien OSA dengan
progresifitas DR dan dengan yang tidak ada
progesifitas, tetapi didapatkan hasil tidak ada
perbedaan dengan waktu follow up yang
dilakukan. Melainkan kadar HbA1c yang dijadikan
parameter terhadap progresifitas DR.
Diskusi

Hubungan OSA dengan DR secara metabolik


maupun secara fisiologis yang sudah terimplikasi
dari patofisiologi DR.
Diskusi

Peneliti juga menemukan bahwa OSA sebagai


prediktor independen dari progresifitas DR selama
kurang lebih 4 tahun dan penggunaan CPAP
(continues positive airway pressure) mempunyai
peran baik dalam dampak progresifitas dari DR.
Kesimpulan

OSA dikaitkan dengan STDR pada pasien dengan diabetes tipe 2. OSA adalah prediktor
independen untuk perkembangan tersebut untuk preproliferatif / proliferatif DR.
Tekanan udara positif yang terus menerus berhububan dengan DR preproliferatif /
proliferatif. Studi intervensi diperlukan untuk menilai dampak pengobatan OSA pada
STDR.