Anda di halaman 1dari 19

PEMBUATAN MEDIUM

Mahdalena
1206103010011
Prodi Pendidikan Biologi FKIP Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh
e-mail:mahdalena.mahmud@gmail.com

ABSTRAK

Praktikum ini dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober 2014 di


Laboratorium Pendidikan Biologi FKIP Universitas Syiah Kuala. Praktikum
berjudul “pembuatan medium” praktikum ini bertujuan agar mahasiswa mampu
atau mahir dalam pembuatan media. Praktikum ini membahas tentang pembuatan
beberapa contoh media seperti: Agar Nutrisi(NA), Agar Kentang
Dektrosa(AKD),Agar toege, Agar Eosin Metilen Biru(Agar EMB), Agar Czapek’s
Dox, dan larutan knop.
Kata kunci : Media,Pembuatan media,contoh media.

Abstract
Practical work is carried out on the date October 2014 in the laboratory of Biology
education FKIP University of Syiah Kuala. This observation is titled "get to know
the tools that are used in practical microbiology", it aims to facilitate the
observation of all students in carrying out practical microbiology. This is
concerned with the introduction of the penjelsan will be specific functions, forms
and how to use these tools.

Keywords: tools, form and function


PENDAHULUAN

Media alamiah, misalnya susu skim, tidak begitu sulit di dalam

penyiapannya sebagai media pertumbuhan mikroba, karena hanya cukup

dengan dituang ke dalam wadah yang telah disterilkan. Media dalam bentuk kaldu

nutrien atau yang mengandung agar, disiapkan dengan cara melarutkan

masing-masing bahan yang dibutuhkan atau lebih mudah lagi dengan cara

menambahkan air pada suatu produk komersial berbentuk medium bubuk

yang sudah mengandung semua nutrien yang dibutuhkan. (Rachdie 2006).

Media pertumbuhan mikroorganisme adalah suatu bahan yang terdiri dari

campuran zat-zat makanan atau nutrisi yang diperlukan oleh mikroorganisme

untuk pertumbuhannya. Mikroorganisme memanfaatkan nutrisi di dalam media

berupa molekul-molekul kecil yang dirakit untuk menyusun komponen sel.

(Lay, W B. 2010).

Pembiakan mikroba dalam laboratorium memerlukan medium yang berisi zat

hara serta lingkungan pertumbuhan yang sesuai dengan mikroorganisme. Zat hara

dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk pertumbuhan, sistesis sel, keperluan energi dalam

metabolism, dan pergerakan. Lazimnya, medium biakan berisi air, sumber energi, zat

hara sebagai sumber karbon, nitrogen, sulfur, phospat, oksigen, hidrogen, serta unsur-

unsur sekelumit (trace element). Dalam bahan dasar, medium dapat pula ditambahkan

faktor pertumbuhan berupa asam amino, vitamin, dan nukleotida (Waluyo 2007: 61)
METODOLOGI

Waktu dan tempat

Praktikum dilaksanakan di Laboratorium Pendidikan Biologi FKIP Universitas


Syiah Kuala (Unsyiah) Darussalam Banda Aceh pada tanggal 21 Oktober 2014

Bahan dan Alat

A. Alat :
1. Alat pemotong
2. Saringan

3. Tabung

B. Bahan :

1. Daging tanpa lemak 11. K2HPO4

2. Agar – agar 12. Eosin

3. Pepton 13. Metilen biru

4. Air suling 14. Air kaldu daging

5. Kentang 15. NaNO3

6. Dektrosa 16. KCL

7. Touge 17. MgSO4 7 H2O

8. Gula pasir 18. FESO4

9. Akuades 19. Ca(NO3)2.2H2O

10. Laktosa 20. KNO3


Cara Kerja

1. Agar Nutrisi (NA)


- Dibersihkan daging dari lemak, lalu dicuci
- Daging dimasak dengan air suling sebanyak 1 liter, biarkan mendidih
selama 25 menit.
- Air kaldu disaring dan disimpan dilemari es
- Dilarutkan pepton dan agar-agar kedalam kaldu sampai rata
- Dimasukkan kedalam tabung sesuai dengan kebutuhan, sumbat dengan
kapas.
- Disterilkan dalam autokla.
2. Agar Kentang Dektrosa (AKD)
- Kentang dicuci bersih
- Dipotong kecil-kecil dan dimasak sampai empuk
- Didinginkan, lalu disaring, dimasukkan dektrosa kedalam filtrat
beserta agar-agar .
- Dipanaskan kembali sampai semuanya larut.
- Dituangkan kedalam tabung sesuai dengan kebutuhan lalu sumbat
dengan kapas.
- Sterilkan dengan autoklaf.
3. Agar Touge
- Touge dicuci bersih
- Dimasak sampai empuk
- Didinginkan, lalu disaring, dimasukkan dektrosa kedalam filtrat
beserta agar-agar .
- Dipanaskan kembali sampai semuanya larut.
- Dituangkan kedalam tabung sesuai dengan kebutuhan lalu sumbat
dengan kapas.
- DiSterilkan dengan autoklaf.
4. Agar Eosin Metilen Biru ( Agar EMB)
- Bahan-bahan semuanya dilarutkan dalam air suling satu persatu.
- Dituangkan kedalam tabung sesuai kebutuhan.
- Disumbat dengan kapas.
- Disterilkan dengan autoklaf.
5. Agar Czapek’s Dox
- Bahan-bahan semuanya dilarutkan dalam air suling satu persatu.
- Dituangkan kedalam tabung sesuai kebutuhan.
- Disumbat dengan kapas.
- Disterilkan dengan autoclaf.
6. Larutan Knop.
- Bahan medium satu persatu dilarutkan dalam 300 ml air suling.
- Setelah semuanya larut ditambahkan air suling sisanya dan diatduk
rata.
- Dibagi-bagi larutan diatas kedalam botol-botol lain sesuai kebutuhan.
- Disterilisasi dengan autoclaf.
HASIL PENGAMATAN
1. PDA
Pembuatan Agar Potata Dextrosa (PDA) Cara kerja

Cuci bersih kentang dan dipotong

kecil-kecil dan tipis-tipis.

Sebelum kentang ditimbang

kalibarasi terlebih dahulu

timabanganknya dan timbang berat

petridish..
Kemudian timbang kentang sebanyak

200 gr.

Setelah ditimbang kemudian masak

dengan air suling sebanyak 1000 ml

kentang sampai empuk untuk

mendapatkan ekstraknya.

Setelah empuk dapat diangkat dan

didinginkan sebentar
Setelah didinginkan kemudian

disaing menggunakan kertas saring

sebanyak 500 ml

Setelah selesai disaring maka

masukkan agar-agar kedalam ekstak

kentang yang telah dituang ke eylen

meyer

Dan masukkan juga dektrosa kedalam

eylen meyer yang berisi ekstrak

kentang dan agar-agar.


Kemudian panaskan kembali dengan

hotplat stirer

Dengan panas 3oc dan kecepatan

putaran 8.

Setelah dihomogenkan kemudian

masukkan kedalam autoclaf untuk

disterilkan

Disterilkan selama 15 menit.


2. AGAR TOUGE
Touge yang telah di
bersihkan

Touge kemudian
direbus tau diamsak
untuk mendapatkan
ekstraknya

Kemudian ektrak
diasrig

Setelah selesai disaring

maka masukkan agar-

agar kedalam ekstak

touge yang telah dituang

ke eylen meyer
Tambahakan juga gula

pasir.

Kemudian panaskan

kembali dengan hotplat

stirer

Dengan panas 3oc dan

kecepatan putaran 8.

Disterilkan selama 15

menit.
3.NA

Daging dibersihkan dan dipotong -


potong
Sebanyak 200 gram

Kemudian dimasak untuk mendapat


ekstraknya

Setelah didinginkan kemudian disaing

menggunakan kertas saring sebanyak

500 ml
Setelah didinginkan kemudian disaing

menggunakan kertas saring sebanyak

500 ml

Setelah selesai disaring maka

masukkan agar-agar kedalam ekstak

kentang yang telah dituang ke eylen

meyer

Dan masukkan juga dektrosa kedalam

eylen meyer yang berisi ekstrak

kentang dan agar-agar.


Kemudian panaskan kembali dengan

hotplat stirer

Dengan panas 3oc dan kecepatan

putaran 8.

Disterilkan selama 15 menit.


PEMBAHASAN

Praktikum yang dilaksanakan pada tanggal 22 oktober 2014 dengan judul

medium dan strelisasi. Yang bertujuan untuk untuk mengetahui beberapa jenis

media mikroba berdasarkan komposisi dan konsistensinya. Yang dipraktikumkan

adalah pembuatan PDA, NA, dan Agar touge.

Pada pembuatan Agar Kentang Dekstrosa (AKD) atau Potato Dextrosa Agar

(PDA), pertama di potong kentang sekitar 5 buah, setelah dipotong dibersihkan

dan dicuci bersih, kemudian sudah bersih kentang tersebut dipotong dalam bentuk

dadu, kemudian di timbang 200 gram, sesudah ditimbang kentang direbus dengan

menggunakan air suling (aquadest) sebanyak 1000ml, kemudian sambil

menunggu rebusan kentang kita dapat menimbang dekstrosa sebanyak 10 gram,

agar-agar sebanyak 15 gram. Sekitar 35 menit kentang tersebut sudah bisa

diangkat setelah diangkat tunggu sampai kentang tersebut dingin, setelah beberapa

menit kentang dingin , air dan kentang dipisahkan karena yang kita butuhkan

hanya airnya saja,kemudian air tersebut di saring dengan menggunakan corong

dan kertas saring, kertas saring gunanya untuk menyaring serat serat kecil pada air

kentang tersebut setelah disaring kemudian diukur terlebih dahulu air kentang

tersebut mencapai 500 gram , jika belum mencapai 500 gram maka harus

ditambahkan air aquadest untuk mencapai 500 gram kemudian diletakkan

kedalam tabung erlenmeyer, setelah itu dimasukkan dekstorsa sebanyak 10 gram

dan agar-agar sebanyak 15 gram, kemudian setelah semua sudah tercampur

tabung erlenmeyer yang berisi air kentang tersebut ditutup dengan alumunium

soil, setelah di letakkan diatas hot plate untuk diaduk secara merata dan kemudian
atur kecepatan shakernya, setelah diletakkan diatas hot plate hingga berbuih, air

kentang tersebut dibiarkan supaya dingin terlebih dahulu, kemudian setelah dingin

dimasukkan kedalam tempat strelisasi yaitu autoclave hingga mencapai 1210C.

Pada PDA kentang jangan lupa menambahkan kloramfeton agar tidak tumbuh

bakteri.

Pada pembuatan Agar Nutrisi (NA) / Kaldu Nutrisi (KN) pertama kali yang harus

dibersihkan yaitu dagingnya, dibersihkan sampai lemak yang menempal pada

daging lepas, kemudian setelah dicuci bersih dimasukkan kedalam panci yang

bersih kemudian di rebus dengan menggunakan air aquadest atau air suling,

daging yang direbus gunanya untuk mengambil air kaldu pada rebusan tersebut,

sambil menunggu daging yang direbus, kita menimbang bahan-bahan lainnya

yaitu agar-agar sebanyak 15 gram dan pepton sebanyak 5 gram, sekitar 25 menit

daging rebusan tersebut sudah bisa diangkat, air rebusan kemudian dituang

dengan mengunakan corong yang dilapisi oleh kertas saring sehingga air rebusan

tidak terihat keruh lagi. Air rebusan daging yang sudah disaring tersebut disebut

nutrien brot. Air rebusan daging yang sudah disaring tersebut dimaksukkan

pepton dan agar dan ditutup dengan aluminium soil, kemudian di shaker dengan

hotplate stiler agar panas yang ditimbulkan dapat diatur tingkat kepanasanya.

Setelah larutan teraduk hingga warna menjadi tidak keruh, larutan tersebut

diangkat didiginkan dan disterilkan.

Pada pembuatan Agar Tauge, pertama taugenya dibersihkan terlebih

dahulu dibuang akar tauge, setelah dibersihkan kemudian dicuci setelah bersih

ditimbang sebanyak 200 gram, langkah pertama yang dilakukan pada proses
penimbangan adalah pertama neraca di kalibrasi terlebih dahulu setelah dikalibrasi

timbang petridish dan catat berat petridis (56,5 gram), kemudian timbang sukrosa

(gula pasir) sebanyak 20 gram jika ditambahkan dengan dengan berat petridish

jumlah keseluruhan adalah 76,5 gram. Kemudian timbang tauge yang telah

dibersihkan tadi sebanyak 200 gram kemudian agar lebih mudah dalam

menghitung berat wadah penampung tauge tambahkan jumlah keduanya, berat

piring plastik 47,3 gram jika ditambah dengan berat tauge jumlahnya adalah 247,3

gram.

Setelah proses penimbangan selesai maka rebus tauge tersebut dengan

menggun akan air suling atau aquadest, rebus tauge tersebut dengan

mernggunakan hotplet stiler atau dengan alat pemanas lainnya dengan suhu 10°C

sampai benar-benar empuk setelah empuk didingankan terlebih dulu. Setelah itu

saring tauge tersebut ambil air kaldu dari tauge dengan menggunakan kertas

saring agar mendapatkan air kaldu yang tidak keru. Kemudian masukkan ke

dalam tabung ukur sebanyak 500 gram jika tidak mencukupi 500 gram maka

dapat ditambahkan dengan aquadest. Kemudian masukkan ke dalam labu

erlemayer dengan menambahkan agar 15 gram dan gula pasir 20 gram. Kemudian

tutup dengan aluminium soil jangan terlalu erat.

Kemudian aduk ratakan dengan menggunakan hotplet stiler dengan suhu

3°C dan dengan kecepatan stiler 8. kemudian setelah berbuih atau terlihat secara

merata angkat labu erlenmeyer dan biarkan sejenak dingin, setelah dingin

masukkan ke dalam tempat strelisasi yaitu autoclave hingga mencapai suhu


1210C. Dan jangan lupa eratkan kembali Aluminium soil agar bakteri di dalam

tidak terkontaminasi.

KESIMPULAN

Dari praktikum yang dilaksanakan dan disertai pembahasan yang diatas

dapat kita simpulkan bahwa, Medium adalah substansi yang terdiri atas campuran

zat-zat makanan (nutrien) yang dipergunakan untuk pemeliharaan dan

pertumbuhan mikroorganisme. Praktikum ini bertujuan untuk untuk mengetahui

beberapa jenis media mikroba berdasarkan komposisi dan konsistensinya. Yang

dipraktikumkan adalah PDA, NA, dan Agar touge. Pembuatan PDA, pembuatan

agar tauge dan NA, proses pembuatannya hampir sama hanya saja pada kentang

ditambahkan sedikit kroramfeton.

Dan yang membedakan pembuatan ketiga medium ini adalah waktu

perebusannya, pada pembuatan PDA membutuhkan waktu 25 menit, pada

pembuatan NA membutuhkan waktu 35 menit sedangkan pada pembuatan agar

Tauge membutuhkan waktu ± 20 menit. Jika air kaldu yang di saring tidak

mencukupi maka dapat ditambahkan dengan air suling (aquadest).


Daftar Pustaka

Lay, W. B. (2004). Analisis Mikrobiologi di Laboratorium. Jakarta : Penerbit PT.

Raja Grafindo Persada. Hal. 32, 71-73

Rachdie. 2006.Konsep Dasar Kimia Analitik. Universitas Indonesia: Jakarta.

Waluyo, Fahrizal.2007:61. Mikrobiologi dasar. Universitas Jogyakarta : Indonesia.