Anda di halaman 1dari 4

ANALISIS TENTANG RENDAHNYA KUALITAS PELAYANAN

KESEHATAN DI INDONESIA

KELOMPOK : AFTIA HIDAYATI


EVA RANI WIJAYA
IKE APRIYANI
PIPIT SUSANTI
YULIANINGSIH
MARYATI

MATA KULIAH : MUTU PELAYANAN KEBIDANAN


SEMESTER : GENAP
TUGAS KE :I

PROGRAM STUDI DIV KEBIDANAN


UNIVERSITAS NASIONAL JAKARTA
2019
RENDAHNYA KUALITAS PELAYANAN
KESEHATAN DI INDONESIA

A. Analisis Penyebab Masalah


Masalah pelayanan kesehatan yang ada di Indonesia ini. Kebanyakan dari
artikel yang kami baca lebih banyak menyorot permasalahan seperti politik, hukum,
pendidikan, ataupun ekonomi. Padahal, permasalahan-permasalahan tersebut seperti
tidak ada habisnya. Mereka melupakan bagaimana kualitas pelayanan kesehatan yang
ada di Indonesia selama ini.

Disini kami akan sedikit membahas masalah pelayanan kesehatan di Indonesia.


Masalah pelayanan kesehatan disini yang akan kami bahas adalah pelayanan
kesehatan dari tingkat primer, atau yang mendasar. Contohnya ialah pelayanan
kesehatan di puskesmas.
Puskesmas adalah suatu persatuan kesehatan fungsional merupakan, pusat
pengembangan kesehatan masyarakat disamping juga membina peran serta
masyarakat, memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada
masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. Oleh karena itu
puskesmas diharapkan dapat menjadi tempat untuk memperbaiki kesehatan
masyarakat Indonesia.

Tetapi dalam kenyataannya puskesmas tidak dapat memenuhi fungsinya dengan baik.
Apalagi puskesmas yang berada di desa-desa kecil. Banyak keluhan masyarakat desa
yang mengatakan tentang masalah pelayanan, tenaga medis serta manajemen
puskesmas yang masih buruk dan tidak bisa memberikan pelayanan secara maksimal
kepada masyarakat Indonesia.

1. Masalah dan Dampak dari Rendahnya Pelayanan Kesehatan


Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan ujung tombak pelayanan
kesehatan bagi masyarakat karena cukup efektif membantu masyarakat dalam
memberikan pertolongan pertama dengan standar pelayanan kesehatan. Pelayanan
kesehatan yang dikenal murah seharusnya menjadikan Puskesmas sebagai tempat
pelayanan kesehatan utama bagi masyarakat, namun pada kenyataannya banyak
masyarakat yang lebih memilih pelayanan kesehatan pada dokter praktek swasta
atau petugas kesehatan praktek lainnya. Kondisi ini didasari oleh persepsi awal
yang negatif dari masyarakat terhadap pelayanan Puskesmas, misalnya anggapan
bahwa mutu pelayanan yang terkesan seadanya, artinya Puskesmas tidak cukup
memadai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik dilihat dari sarana
dan prasarananya maupun dari tenaga medis atau anggaran yang digunakan untuk
menunjang kegiatannya sehari-hari.

Sehingga banyak sekali pelayanan yang diberikan kepada masyarakat itu tidak
sesuai dengan Standar Operating Procedure (SOP) yang telah ditetapkan. sikap
tidak disiplin petugas medis pada unit pelayanan puskesmas juga menjadi sebuah
masalah. Masyarakat selalu diperlakukan kurang baik oleh para petugas medis
yang dinilai cenderung arogan, berdalih terbatasnya persediaan obat-obatan pada
puskesmas telah menyebabkan banyak diantara pasien terpaksa membeli obat pada
apotik. Tidak hanya hal-hal yang telah diungkapkan di atas, lebih dari itu, masih
ada permasalahan yang muncul di lingkup puskesmas, misalnya: Jam kerja
Puskesmas yang sangat singkathanya sampai jam 12.00 WIB dan tambahan waktu
lembur sampai jam 14.00 WIB, kemampuan keuangan daerah yang terbatas,
puskesmas yang kurang memiliki otoritas untuk memanfaatkan peluang yang ada,
puskesmas belum terbiasa mengelola kegiatannya secara mandiri, serta kurangnya
kesejahteraan karyawan yang berpengaruh terhadap motivasi dalam melaksanakan
tugas di puskesmas.

2. Penyebab terjadinya maslah di puskesmas


Pelaksanaan manajemen yaitu merupakan hal penting yang menentukan
dalammencapai tujuan yang efisien dan efektif dari tujuan Puskesmas. Dapat
dikatakan juga bahwa kurangnya pengetahuan para Kepala Puskesmas dan
rendahnya disiplin/etos kerja staff, menjadikan unsur manajemen ini tidak berjalan.
Tentu hal ini menghambat kinerja.
Sarana dan prasarana di puskesmas di Indonesia terkesan tidak diperhatian oleh
pemerintah dengan alasan wilayah geografis yang sulit untuk dijangkau, sehingga
sarana dan prasarana yang ada di dalam Puskesmas sangat terbatas, baik berupa
alat medis maupun obat-obatan. Hal ini terjadi akibat dari sumber keuangan yang
dimiliki Puskesmas terbatas sehingga mutu pelayanan puskesmas pun menjadi
rendah karena tidak sesuai dengan standart kesehatan.
Tenaga medis: Jumlah tenaga medis yang sangat sedikit mengakibatkan
ketidakmampuannya melaksanakan program dari Dinas Kesehatan.

3. Solusi untuk menyelesaikan masalah yang ada di puskesmas


Puskesmas sebagai unit pelayanan kesehatan yang terinstitusionalisasi
mempunyai kewenangan yang besar dalam menciptakan inovasi model pelayanan
kesehatan di daerah. Untuk itu dibutuhkan komitmen dan kemauan untuk
meningkatkan atau meratakan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan dengan
melakukan revitalisasi sistem kesehatan dasar dengan memperluas jaringan yang
efektif dan efisiensi puskesmas,peningkatan jumlah dan kualitas tenaga kesehatan
atau revitalisasi kader PKK,pembentukan standar pelayanan kesehatan untuk
kinerja sistem kesehatan yang komperehensif,serta memperbaiki sistem informasi
pada semua tingkatan pemerintah.
Dari banyak kasus yang terjadi di banyak daerah,jelas bahwa puskesmas
memiliki pencitraan yang rendah pada saat sekarang,terutama jika dilihat dari
sarana,puskesmas tidak memilki fasilitas yang lengkap walaupun sudah mendapat
dana dari dinas kesehatan.
Selain itu dari semua masalah yang muncul persoalan pertama yang harus
diatasi adalah masalah manajemen puskesmas dengan cara penempatan SDM
kesehatan yang memiliki kemampuan manajemen yang mumpuni, sehingga tidak
terkendala dalam penjabaran fungsi-fungsi Puskesmas yang terintegrasi dengan
visi dan misi pembangunan kesehatan.
Semua program puskesmas dengan manajemen yang sudah di perbaiki terlebih
dahulu tersebut, yang selanjutnya harus dilaksanakan dengan mengutamakan
prinsip-prinsip non-diskriminatif, partisipatif dan berkelanjutan. Artinya, kita harus
membuka akses seluas-luasnya kepada masyarakat tanpa kecuali untuk
mendapatkan pelayanan kesehatan. dengan mengutamakan upaya pereventif,
promotif, tanpa harus mengabaikan upaya rehabilitatif dan kuratif.
Kepada masyarakat, tetap kita berharap mereka memelihara dan menjaga
perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai upaya prioritas yang harus
dibudayakan, sehingga kita berharap fungsi-fungsi Puskesmas lebih fokus kepada
upaya preventif dan rehabilitatif.

Namun sebagai upaya kita untuk mendekatkan dan membuka akses pelayanan
kesehatan dasar seluas-luasnya yang bersifat kuratif dan rehabilitatif, setiap hari
kerja baik di Puskesmas Perawatan dan Non Perawatan, kita memiliki petugas
yang siap melayani. Karena itu masyarakat tidak perlu ragu untuk datang, baik itu
melakuakan pemerikasaan kesehatan, pengobatan maupun konsultasi masalah
kesehatan yang mereka hadapi.