Anda di halaman 1dari 3

MATERI PENYULUHAN

PERAN KELUARGA
DALAM PENGAWASAN MINUM OBAT
1. Pengertian
Obat psikotropika adalah obat yang bekerja selektif pada susunan saraf pusat (SSP)
dan mempunyai efek utama terhadap aktifitas mental dan perilaku (mind dan behaviour
altering drugs), digunakan untuk terapi gangguan psikiatrik (psycotheraupeutic
medication) (Maslim, 2001).
Obat gangguan jiwa adalah obat yang bekerja pada otak dan mempengaruhi mental dan
perilaku.
2. Tujuan Minum Obat
 Mengurangi gejala penyakit yang muncul.
 Mencegah penyakit yang lebih parah
 Apabila keadaan pasien sudah membaik, obat berfungsi agar penyakit pasien tidak
kambuh lagi.
3. Jenis dan Manfaat Obat yang Ada di Ruangan
1. Mengurangi halusinasi, obat ini dibagi menjadi 2, yaitu:
 Typical: CPZ 100 mg, TFP 5 mg, Haloperidol 5 mg
 Atypical: Risperidon 2 mg
2. Memperbaiki keadaan / suasana hati senang yang berlebihan
Contohnya: TFP 5 mg, Haloperidol 5 mg.
3. Memperbaiki keadaan / suasana hati sedih yang berlebihan, memunculkan minat dan
rasa senang, meningkatkan tenaga sehingga tidak mudah lelah, dan giat bekerja.
Contohnya: Amitriptylin
4. Mengurangi pikiran yang mengganggu dan muncul berulang-ulang (obsesif-
kompulsif), contohnya: Flufoxamine 50 mg.

5. Mencegah terjadinya gangguan tidur, contohnya: Nitrazepam 5 mg

6. Mengurangi rasa cemas / bingung yang berlebihan, contohnya Alprazolam 0,5 mg.

4. Efek Samping Obat


1. Kekakuan otot (jalan kaku)
2. tangan gemetar
3. Tekanan darah menurun

7
4. Mulut kering
5. Kesulitan kencing/berak,
6. Hidung tersumbat
7. Mata kabur
8. Rasa mengantuk, pelupa
9. Berdebar-debar, gelisah misalnya tidak bisa diam ingin jalan terus, tidak bisa tidur.
10. Badan lemas
11. Ludah yang berlebihan
12. Sakit menelan
5. Cara Mengantisipasi dan Mengatasi Efek Samping Obat
 Jangan mengemudi setelah minnum obat
 Jangan menghentikan obat secara tiba-tiba
 Rajin olah raga
 Jangan mengkonsumsi alkohol
 Jangan mengkonsumsi obat lain tanpa persetujuan dokter
 Jangan merokok
 Istirahat yang cukup
 Waspada penggunaan obat saat kehamilan
 Pemberian beberapa obat oleh dokter seperti trihexyphenidyl untuk kekakuan otot dan
tangan gemetar.
 Rajin kontrol ke poli jiwa terdekat
 Bila ada gejala efek samping yang lebih parah segera kontrol tanpa perlu menunggu
jadwal kontrol rutin atau obat habis
6. Akibat Apabila Tidak Minum Obat
 Penyakit lebih parah
 Sering terjadi kekambuhan.
 Membahayakan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan
7. Peran keluarga
1. Selalu memantau penderita dalam minum obat (tepat jadwal, tepat obat, tepat dosis,
tepat cara, tepat pasien)
2. Mengecek apakah pasien sudah benar-benar meminum obatnya.
3. Selalu memotivasi penderita untuk minum obat
4. Memantau efek samping obat

8
5. Selalu mendampingi penderita saat kontrol ke poli jiwa

DAFTAR PUSTAKA

Maslim, R. 2001. Panduan Praktis Penggunaan Klinis Obat Psikotropik. Jakarta: FK Unika
Atmajaya
Ganiswarna, S. 2005. Farmakologi dan Terapi. 4th Edition. Jakarta: FK Universitas Indonesia
Luison, Johnny. 2007. Membuat Masyarakat Tetap Sehat. www.republika.com. Tanggal 02
September 2008. Jam 18.00 WIB