Anda di halaman 1dari 1

Latar Belakang

1. Masalah Diet Pasien Sirosis Hepatis


Malnutrisi sangat umum terjadi pada pasien sirosis dan sangat mempengaruhi
prognosis. Asupan makanan yang tidak adekuat, gangguan sintesis dan absorbsi
nutrien, kehilangan protein, hipermetabolisme dan inflamasi merupakan faktor yang
berpengaruh pada malnutrisi. Malnutrisi merupakan komplikasi umum dari gagal hati
stadium akhir (sirosis) dan merupakan indikator prognostik penting dari hasil klinis
(tingkat kelangsungan hidup, lama tinggal di rumah sakit, morbiditas post
transplantasi, dan kualitas hidup) pada pasien dengan sirosis. Beberapa penelitian
telah mengevaluasi status gizi pada pasien dengan sirosis hati dari etiologi yang
berbeda dan berbagai tingkat insufisiensi hati yang mengarah bahwa kekurangan gizi
dikenali dalam segala bentuk sirosis dan bahwa prevalensi gizi buruk di sirosis telah
diperkirakan berkisar 65% -100%.
Hati memainkan peran sentral dalam regulasi gizi dengan mengatur
metabolisme nutrisi, dan banyak faktor mengganggu yang keseimbangan metabolisme
pada gagal hati stadium akhir, akibatnya banyak masalah gizi terjadi. Beberapa faktor
yang berkontribusi terhadap kekurangan gizi pada gagal hati termasuk tidak
memadainya asupan nutrisi, penurunan sintesis atau penyerapan (berkurang sintesis
protein, malabsorpsi), kehilangan protein, keadaan hipermetabolik serta peningkatan
energy-protein expenditure karena cadangan glikogen menurun dan terjadinya
glukoneogenesis, metabolisme energi akan beralih dari karbohidrat menjadi oksidasi
lemak sementara resistensi insulin juga dapat berkembang. Akibatnya, sirosis hati
sering mengakibatkan keadaan katabolik yang berdampak pada kurangnya nutrisi
penting.
2. Data Prevalensi Kepatuhan Diet
3. Dampak Terkait Diet
4. Kebiasaan / Pola Makan Pasien Dan Sikap Perawat Terhadap Diet Pasien