Anda di halaman 1dari 3

PERESEPAN OBAT

NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN

1 dari 3

STANDAR Ditetapkan
PROSEDUR Tanggal Terbit Direktur,
OPERASIONAL

Dr. Nurul Mufti. MARS

Pengertian Peresepan adalah proses pengambilan keputusan pengobatan oleh


dokter ke pasien berupa terapi obat dengan memperhatikan
ketepatan pasien, jenis obat, rute pemberian, dosis, kekuatan sediaan,
waktu, dan lama/durasi pengobatan.

Tujuan Sebagai panduan cara peresepan obat yang benar berdasarkan


standar ilmiah.

Kebijakan 1. UU No.36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan


2. UU No.44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit
3. UU No.29 Tahun 2009 Tentang Praktek Kedokteran
4. Permenkes RI No. 1691/MENKES/PER/VIII/2011 Tentang
Keselamatan Pasien Rumah Sakit

Prosedur a. Sebelum penulisan resep


1. Menegakkan diagnosis dan prognosis berdasarkan gejala klinis,
data laboratorium, dan pencitraan yang khas dari masing-
masing penyakit.
2. Menentukan tujuan pengobatan apakah untuk pencegahan
primer/sekunder, simptomatik, preventif, kuratif, rehabilitative
atau paliatif.
3. Menentukan pilihan obat berdasarkan tujuan pengobatan dan
kondisi klinis/organ pasien tekait farmakodinamik dan
farmakokinetik sesuai dengan formularium RS Syafira.
4. Melakukan medical reconciliation (penyelarasan obat)
sebelum menulis resep. Penyelarasan obat yaitu
membandingkan antara daftar obat yang sedang digunakan
pasien dan obat yang akan diresepkan untuk mencegah
duplikasi obat, terhentinya suatu obat (omissions), atau
kesalahan obat lainnya.
5. Memperhatikan kemungkinan adanya kontra indikasi, reaksi
alergi obat maupun interaksi obat.
6. Menuliskan terapi obat dalam rekam medis
IDENTIFIKASI KEJADIAN TIDAK DIHARAPKAN/KTD
(ADVERSE EVENT)

NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN

2 dari 3

STANDAR Ditetapkan
PROSEDUR Tanggal Terbit Direktur,
OPERASIONAL

Dr. Nurul Mufti. MARS

Prosedur b. Penulisan resep


1. Menulis resep pada lembar resep.
2. Menulis dengan tulisan yang jelas dan dapat dibaca serta
menggunakan istilah dan singkatan yang lazim digunakan.
3. Mengenali obat-obatan yang masuk dalam kategori Look Alike
Sound Alike (LASA) untuk menghindari kesalahan pembacaan
oleh tenaga kesehatan lain.
4. Memastikan bahwa resep sudah memenuhi kelengkapan
suatu resep sebelum dikirim ke farmasi, yaitu:
i. Nama pasien
ii. Tanggal lahir
iii. Berat Badan pasien (khususnya pasien anak)
iv. Nomor MR
v. Nama dokter
vi. Tanggal penulisan resep
vii. Nama ruang pelayanan
viii. Memastikan adanya riwayat alergi obat
ix. Tanda R/ pada setiap sediaan
x. Nama obat dan bentuk sediaan
xi. Jumlah sediaan
xii. Bila obat berupa racikan dituliskan nama setiap
jenis/bahan obat
xiii. Pencampuran beberapa obat dalam satu sediaan tidak
dianjurkan, kecuali sediaan dalam bentuk sediaan
campuran tersebut telah terbukti efektif dan aman
xiv. Aturan pakai (frekuensi, dosis, dan rute pemberian).
Untuk aturan pakai “jika perlu” atau prn harus
dituliskan dosis maksimal dalam sehari
5. Dalam peresepan obat off label (penggunaan obat yang
indikasinya di luar indikasi yang disetujui oleh BPOM), harus
berdasarkan panduan pelayanan medik yang telah ditetapkan
oleh komite medis.
IDENTIFIKASI KEJADIAN TIDAK DIHARAPKAN/KTD
(ADVERSE EVENT)

NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN

3 dari 3

STANDAR Ditetapkan
PROSEDUR Tanggal Terbit Direktur,
OPERASIONAL

Dr. Nurul Mufti. MARS

Prosedur c. Setelah penulisan resep


1. Memeriksa kebenaran obat yang telah diresepkan.
2. Memberikan penjelasan kepada pasien ataupun keluarga
pasien oleh petugas farmasi yang sebaiknya dilakukan oleh
Apoteker tentang cara penggunaan obat, efek terapi yang
diharapkan, dan efek obat yang tidak diharapkan yang
mungkin terjadi.
3. Menetapkan parameter respons pasien terhadap obat,
memantau secara berkala untuk mengetahui efektivitas dan
kemungkinan efek samping yang dialami pasien. Jika terjadi
efek samping obat, dokter melaporkan sesuai dengan SPO
Pemantauan dan Pelaporan Efek Samping Obat.
4. Jika terjadi perubahan terhadap instruksi pegobatan yang
telah diterima oleh apoteker atau asisten apoteker, maka
dokter mengganti dengan resep baru.
5. Memastikan bahwa setiap obat yang diresepkan sesuai
dengan yang tercantum dalam rekam medis.
Unit yang terkait Semua dokter dan Farmasi