Anda di halaman 1dari 14

METODE PELAKSANAAN

Pekerjaan : PEKERJAAN PENUTUP SALURAN DAN PEMANFAATAN PARKIR


TRUCK
Lokasi : BAGGING STORAGE
Tahun : 2019

A. URAIAN UMUM PEKERJAAN :


Pekerjaan yang dilaksanakan ini adalah “Pekerjaan Penutup Saluran dan Pemanfaatan
Parkir Truck”. Tempat dan lokasi pekerjaan di Bagging Storage, Dalam pelaksanaan pekerjaan
terdapat beberapa item kerja sebagai berikut :

I. PEKERJAAN PERSIAPAN
II. PEKERJAAN TANAH
III. PEKERJAAN BETON BERTULANG
IV. PEKERJAAN JALAN RABAT BETON
V. PEKERJAAN PAGAR
VI. PEKERJAAN PEMINDAHAN FIRE HYDRANT
VII. PEKERJAAN FINISHING

B. URAIAN KHUSUS METODE KERJA


Dalam pelekasanaan pekerjaan terlebih dahulu harus menguasai metode kerja dan teknik
dalam bekerja sehingga hasil pekerjaan dapat memenuhi spesifikasi dan kuantitas kerja sesuai
yang tertera dalam kontrak, dan pekerjaan dapat diselesaikan dengan target 2T yaitu Tepat Waktu
dan Tepat Mutu. Adapun penjelasan metode pelaksanaan pekerjaan sesuai urutan item kerja yang
tertera pada RAB sebagai berikut :

I. Pekerjaan Tanah
1. Galian Tanah
Menentukan posisi titik ukur tetap selanjutnya lakukan pengukuran
terhadap ukuran dan elevasi galian tanah. Serta Memberikan tanda pada hasil
pengukuran memakai patok kayu sesuai dengan petunjuk pada gambar kerja.
Pelaksanaan galian tanah dilakukan menggunakan cangkul dan belincong.
Penggalian tanah dengan berdasar pada patok dan benang yang sudah dipasang
sebelumnya. Lakukan penggalian tanah ini hingga mencapai ukuran lebar dan
kedalaman sesuai perencanaan.

2. Urugan Pasir Bawah Pondasi, T=5 cm


 Pasir yang digunakan untuk pengurugan harus dilakukan test tanah (jika
diperlukan) dan atas persetujuan Direksi. Dipilih pasir yang baik secara
teknis,bebas dari akar, bahan-bahan organis, barang bekas/sampah dan terlebih
dahulu mendapat persetujuan Direksi dengan ukuran ketebalan 10 cm di bawah
pondasi.
 Gambar Kerja.
3. Pekerjaan Timbunan Tanah + Pemadatan Dibawah Lantai, T=10 cm
 Material Timbunan didatangkan.
 Timbunan Tanah dilaksanakan sesuai dengan garis rencana dan tingkatan
yangtertera dalam gambar rencana.
 Timbunan dilaksanakan lapis demi lapis sehingga kepadatannya dapat
semaksimal mungkin.
 Pemadatan timbunan tanah menggunakan Vibrator Roller secara merata
diseluruhareal timbunan.

4. Pemasangan Aanstamping Dan Urugan Pasir (Bawah pondasi dan bawah


lantai)
 Aanstamping dipasang mengikuti dimensi dan spesifikasi yang tertera pada
RKS dan gambar kerja
 Pasir yang digunakan untuk pengurugan harus dilakukan test tanah (jika
diperlukan) dan atas persetujuan Direksi. Dipilih pasir yang baik secara
teknis,bebas dari akar, bahan-bahan organis, barang bekas/sampah dan terlebih
dahulu mendapat persetujuan Direksi dengan ukuran ketebalan 10 cm di bawah
pondasi.
 Gambar Kerja.

II. PEKERJAAN BETON


Pekerjaan beton bertulang dikerjakan setelah pekerjaan pondasi selesai dan
disetujui oleh direksi/pengawas lapangan, sesuai dengan perencanaan pekerjaan
tersebut :
1. Pasangan Batu Kali 1:4
2. Beton Cor Lantai 1:3:5
3. Balok Sloof Sloof 18 x 25 cm, camp 1:2:3
4. Pengecoran Ring Ballk 15 x 20 cm, camp 1:2:3
5. Kolom 18/25
6. Kolom 18/18
7. Kolom 13/13
Metode Pelaksanaan :
a. Fabrikasi Penulangan
 Pelaksanaan fabrikasi besi tulangan memerlukan tempat yang cukup
luas untuk menaruh, memotong besi beton dan membengkoknya
sehingga sesuai dengan gambar yang telah disetujui.
 Besi beton yang dipakai untuk proyek ini mutu dan diameter
(spesifikasi) disesuaikan dengan gambar kerja dan RKS.
 Potong dan bentuk besi beton dengan ukuran sesuai gambar kerja.
 Rangkai besi beton dengan menggunakan kawat beton.
 Besi beton yang telah difabrikasi diberi tanda sesuai dengan
penempatannya, supaya tidak membingungkan/membuang waktu
untuk saat akan dipasang.
 Untuk kolom, pembesian tulangan dikerjakan lebih dahulu baru
setelah itu dilanjutkan dengan pemasangan bekesting.
 Untuk balok, plat lantai, plat lantai dan tangga bekesting dikerjakan
dahulu baru setelah itu dilanjutan dengan pembesian tulangan.
 Semua pekerjaan dilaksanakan dengan mengikuti peraturan dan
petunjuk-petunjuk di gambar dan RKS kualitas maupun kuantitas.
Serta sudah disetujui oleh pengguna anggaran dan pengawas.
 Drwing (dokumentasi)
b. Fabrikasi Bekisting
 Fabrikasi bekesting dikerjakan di lokasi proyek untuk memudahkan
pengukuran dan mempercepat pelaksanaannya, karena angkutan
bekesting menjadi dekat.
 Untuk struktur beton yang posisinya ada dibawah permukaan tanah,
maka bekesting dapat menggunakan multiplek.
 Fabrikasi bekesting untuk struktur beton diatas permukaan tanah seperti
: kolom, balok, plat lantai dan tangga menggunakan bahan dari
multiplek dan perkuatan menggunakan balok/kaso dan alat perancah
schafolding

 Potong dan bentuk multiplek sesuai dengan ukuran gambar


kerja.
 Pasang dan rangkai potongan multiplek pada area struktur yang
akan dicor dengan perkuatan balok/kaso dan schaffolding.
 Cek bekesting jangan ada celah yang berakibat
kebocoran.- Pasangan bekesting harus rapih, siku dan lurus
sehingga hasil pengecoran beton dapat menghasilkan bidang
yang flat/maksimal.

 Untuk kolom sebaiknya dibuatkan sepatu kolom dengan besi beton atau
besi plat siku untuk menjaga agar kolom tetap tegak lurus dan siku.
 Setting (pasang) besi tulangan yang telah difabrikasi ke dalam
bekesting.
 Pasang beton decking atau beton tahu secara merata dan sesuai
kebutuhan.
 Cek elevasi dan kerataan pemasangan bekesting.
 Semua pekerjaan dilaksanakan dengan mengikuti peraturan dan
petunjuk-petunjuk di gambar dan RKS kualitas maupun kuantitas. Serta
sudah disetujui oleh pengguna anggaran dan pengawas.
 Foto kerja (dokumentasi)
c. Beton
 Pengecoran beton dimulai setelah konsultan/direksi menyetujui untuk
pengecoran beton yang dinyatakan dalam permohonan pelaksanaan
kerja.

 Periksa kekuatan acuan yang sudah dipasang /difabrikasi, semua ukuran


dan perkuatan acuan diperiksa benar dan disahkan oleh
konsultan/direksi untuk pekerjaan selanjutnya.
 Pasang sparing pipa-pipa mekanikal dan elektrikal yang melintas area
pengecoran.
 Bersihkan seluruh permukaan dan lokasi pengecoran dari kotoran dan
sampah.
 Tuang beton ke dalam area pengecoran, pada saat pengecoran adukan
beton diratakan dan dipadatkan dengan vibrator sehingga beton dapat
padat dan tidak ada sarang tawon.
 Hindarkan terjadinya beton setting akibat area yang akan dicor belum
siap.
 Semua pekerjaan dilaksanakan dengan mengikuti peraturan dan
petunjuk-petunjuk di gambar dan RKS kualitas maupun kuantitas. Serta
sudah disetujui oleh pengguna anggaran dan pengawas.
 Foto kerja (dokumentasi)

III. PEKERJAAN PASANGAN


pasangan dinding dan plasteran dikerjakan setelah pekerjaan sloof dan
kolom selesai dan disetujui oleh direksi/pengawas lapangan, sesuai dengan
perencanaan pekerjaan tersebut, dalam pelaksanaan pekerjaan meliputi :
1. Pasangan Dinding Bata 1:2
2. Pasangan Dinding Bata 1:4
3. Plesteran 1:3
4. Plestera 1:4
5. Pemasangan Keramik Uk. 60x60 cm,
6. Pemasangan Keramik Kamar Mandi Lantai 40x40, Merk Roman G449201
7. Pemasangan Dinding Keramik Tempat KM/WC, Uk.20x20 cm, Roman
W40339

Metode pelaksanaan pekerjaan pasangan dan plasteran sebagai berikut :


a. Pasangan Batu Bata.
 Ukuran batu bata yang digukan sesuai dimensi peraturan yang berlaku
atau SNI.
 Batu Bata yang digunakan memiliki nilai kuat tekan sebesar 30
Kg/cm2.
 Pemasangan batu bata harus dibenang untuk mendapatkan kelurusan
atau kerapian tanpa terjadi lengkung.
 Pemasangan bata dilaksanakan oleh tukang yang benar-benar paham
baca gambar dan memiliki skill dalam pemasangan yang memadai.
 Campuran pemasangan bata terdapat 2 variasi dan berbeda tempat
pemasangan sesuai dengan RKS (1Pc : 3Ps dan 1Pc : 2Ps)
 Hasil pekerjaan pemasangan harus mendapatkan persetujuan
pengawas.

b. Pekerjaan Plasteran dan Acian


 Ketebalan plasteran sesuai dengan perencanaan dan mengikuti
spesifikasi pada RKS.
 Pemasangan plasteran harus dibenang untuk mendapatkan
kelurusan atau kerapian tanpa terjadi lengkung.
 Pemasangan plasteran dilaksanakan oleh tukang yang benar-benar
paham baca gambar dan memiliki skill dalam pemasangan yang
memadai.
 Campuran pemasangan plasteran terdapat 2 variasi dan berbeda
tempat pemasangan sesuai dengan RKS (1Pc : 4Ps dan 1Pc : 2Ps)

IV. PEKERJAAN KAYU DAN PENUTUP ATAP


Pekerjaan atap dan plafond dikerjakan setelah pekerjaan sloof dan kolom,
dinding bata dan balok selesai dan disetujui oleh direksi/pengawas lapangan, sesuai
dengan perencanaan pekerjaan tersebut, dalam pelaksanaan pekerjaan meliputi :
1. Plafond Polywood Tebal 4 MM + Rangka
2. List Profil Untuk Sudut Plafond
 Setelah posisi peil plafond didapatkan, pekerjaan awal adalah pemasangan
rangka pada bagian tepi untuk memperoleh titik tetap plofond.
 Dilanjutkan pemasangan rangka pembagi yang digantung ke plat
beton denganmenggunakan paku beton/penggantung. Perkuatan antara rangka
dengan menggunakan sekrup gypsum.
 Penempatan jarak rangka maksimum berjarak 60 cm.
 Setalah semua rangka terpasang, lakukan perataan (leveling) dengan
menggunakan tarikan benang, setelah itu penggantung bisa dimatikan.
3. Atap Spandex 0,3 mm + Rangka Baja Ringan + gording Merk Taso
4. Rabung Spandek 0,3 mm
5. Listplank Semaram Papan 1/12”

Pekerjaan Atap
 Kuda-Kuda Baja Ringan Dan Atap Spandex Siap Terpasang
 Pemasangan rangka kuda-kuda baja ringan harus benar sesuai gambar kerja
dan memenuhi spesifikasi
 Atap dipasang secara rapi menggunakan Atap Spandex
 Overlapping antara spandex harus terpasang rapi tanpa terlihat terpisah.
 Agar rangka atap baja ringan terpasang sesuai dengan persyaratannya.
Persyaratan teknis rangka atap baja ringan
 Mencegah pengeboran yang salah yang bisa mengakibatkan kebocoran, apabila
ada harus ditutup segera dengan silikon dan diberitahukan kepada pengawas
lapangan.
 Listplank dipasang setelah pekerjaan atap selesai.

V. PEKERJAAN PINTU, JENDELA DAN PENGGANTUNG


Pekerjaan Pintu Dan Jendela Meliputi :
1. Daun Pintu Panel 2 Pintu
2. Daun Pintu Panel 1 Pintu (b=80 cm)
3. Daun Pintu Panel 1 Pintu (b=70 cm)
4. Pintu Aluminium Strip Lebar 6 cm
5. Kusen Pintu Aluminium 4"
6. Jendela Kaca Bening tebal 5 mm
7. Kusen Kayu semaran 2/6" (Pintu, Jendela, dan ventilasi)
8. Kunci Pintu 2 Lever (SES atau Setara)
9. Kunci Pintu (Nanking Atau Setara)
10. Kunci Pintu KM/WC Merk EXSITO 8000 atau Setara
11. Engsel Pintu 4"
12. Engsel Jendela 3"
13. Grendel Jendela 3"
14. Hak Angin

Pekerjaan pemasangan pintu dan jendela meliputi pengadaan bahan kusen


dan daun pintu jendela, pemasangan kusen dan perapihan.
Untuk meletakkan daun pintu atau daun jendela pada dinding, dipasang rangka
yang disebut kusen, kusen yang digunakan adalah terbuat dari kayu.
1. Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah dijangkau.
2. Pengajaun jenis material bahan yang digunakan kepada direksi.
3. Rentangkan benang berjarak separuh dari tebal kusen terhadap as bouwplank
untuk menentukan kedudukan kusen.
4. Pasang angkur pada kusen secukupnya.
5. Dirikan kusen dan tentukan tinggi kedudukan kusen pintu yaitu 2 meter dari
tinggi bouwplank.
6. Setel kedudukan kusen pintu sehingga berdiri tegak dengan menggunakan
unting-unting.
7. Pasang skur sehingga kedudukannya stabil dan kokoh.
8. Pasang patok untuk diikat bersama dengan skur sehingga kedudukan menjadi
kokoh.
9. Cek kembali kedudukan kusen pintu, apakah sudah sesuai pada tempatnya,
ketinggian dan ketegakan dari kusen.
10. Bersihkan tempat sekelilingnya
11. Semua kunci yang dipakai untuk daun pintu kayu untuk ruang-
ruangmaupun daun pintu kamar mandi memakai merk Solid atau
yangsetara dengan merk solid.
12. Engsel untuk daun pintu menggunakan engsel Solid atau setara
Soliddengan tipe disesuaikan ukuran berat daun pintu.
13. Engsel daun jendela jungkit memakai engsel Solid atau
setara Soliddengan ukuran disesuaikan dengan berat daun jendela dan
sesuaidengan spesifkasi teknisnya.
14. Pengunci untuk daun jendela memakai merk Solid atau setara Solid.
15. Engsel encasement menggunakan Dekson atau setara
Dekson;sedangkan seperti yang sudah disebut handle, kunci, engsel
pintu,engsel jendela, handle jendela, hak angina, grendel, grendel
tanamdan lainnya memakai merk Solid atau setara Solid.
VI. PEKERJAAN PENGECATAN

Pekerjaan pengecatan di lakukan setelah pekerjaan plesteran selesai.


Pengecatan Dinding Tembok
 Permukaan dinding yang tidak rata harus digosok dan didumpul terlebuh
dahulu untuk menghasilkan permukan yang rata.
 Cat yang digunakan sesuai dengan ketentuan yang terdapat pada RKS
 warna yang digunakan sesuai dengan ketentuan dan persetujuan pengawas dan
owner
 Lapisan cat dilakukan secara berlapis dari cat dasar hingga cat finish
1. Pengecatan Kayu Kusen Dengan Cat Melamic/Impra
 Permukaan yang tidak rata harus digosok dan didumpul terlebuh dahulu untuk
menghasilkan permukan yang rata mengguankan dupul kayu..
 Cat yang digunakan sesuai dengan ketentuan yang terdapat pada RKS
 warna yang digunakan sesuai dengan ketentuan dan persetujuan pengawas dan
owner
 Lapisan cat dilakukan secara berlapis dari cat dasar hingga cat finish.

VII. PEKERJAAN INSTALASI AIR BERSIH DAN AIR KOTOR


Pekerjaan sanitasi adalah pekerjaan yang di kerjakan sebelum pekerjaan
finishing tetapi unutuk pekerjaan sumur bor dangkal di kerjakan selama I (satu) minggu
dimulai pada minggu ke 2 (dua) bulan ke I (satu) dan untuk pekerjaan lain di kerjakan
beriringan sesuai kebutuhan yang harus dikerjakan. Pekerjaan ini meliputi :
1. Instalasi air bersih.
Metode pelaksanaan pekerjaan untuk instalasi air bersih adapun sebagai
berikut :

 Sambungan pipa digunakan cara sambung ulir,flange atau victaulic sesuai


dengan ukuran masing – masing.Penyambungan dengan ulir harus
terlebih dahulu dilapisi dengan red lead cement.
 Pada bagian – bagian khusus,digunakan sambungan flanged dilas,dimana
penyambungan dengan menggunakan flange ini perlu dilengkapi dengan
ring type gasket untuk menjamin kerapatan dan kekuatan sambungan
tersebut.
 Semua ujung yang terakhir yang tidak dilanjutkan lagi harus ditutup dengan
doop/plug atau blind – flanged.
 Pipa – pipa harus diberikan gantungan,pipa tegak didalam shaft harus
diklem pada jarak setiap 2m juga pada setiap percabangan dan
belokan.pengurungan pipa – pipa ini dilakukan setelah hasil test baik dan
disetujui pengawas.
 Semua pipa baik yang tampak atau yang ditanam diharuskan diberi
pelindung dengan lead meni,untuk yang ditanam di tanah ditambah lapisan
pelindung water proofing harus dilakukan sebaik-baiknya,sehingga tidak
ada bagian permukaan pipa dan fitting yang tidak terkena water proofing.
 pipa yang melintas jalan harus dilindungi beton/ubin dan diurug dengan
pasir,kedalaman pipa minimal 80 cm dari permukaan bawah pasangan batu
pondasi jalan.
 Pipa – pipa distribusi sebelum disambungkan ke fitures harus ditest terlebih
dahulu dengan tekanan uji Hydrostatik sebesar satu setengah kali tekanan
kerjanya (working pressure ) dimana dalam waktu minimum 1x 24 jam
(disesuaikan dengan instruksi pengawas )tidak boleh mengalami penurunan
tekanan/mengalami kebocoran.
 Instalasi yang hasil testnya tidak baik,segera diperbaiki.Biaya
pengetesan,alat-alat yang diperlukan dan biaya perbaikannya ditanggung
oleh pemborong.
 Pipa- pipa yang menembus lantai,dinding beton harus dibuatkan
sleeve/sparing dari pipa PVC dan diberi perapat.
 Pipa-pipa yang ada diatas langit-langit,shaft dan pada tempat-tempat yang
terlihat harus dicat abu-abu,pipa air bersih dinding tak apa pipa udara
dengan bahan cat yang baik.
 Sebelum air bersih dipakai,maka air yang ada dalam pipa dibuang
dulu,kemudian sistem pemipaan diisi dengan larutan yang mengandung
50mg/1 chlor dan didiamkan selama 24 jam.Setelah 24 jam sistem dibilas
dengan air bersih.

2. Instalasi air kotor


Metode pelaksanaan pekerjaan untuk instalasi air kotor adapun sebagai
berikut :
 Pipa air kotor meggunakan pipas PVC kelas AW yang tahan terhadap
tekanan 10 bar, penyambungan pipa menggunakan lem PVC yang kuat
sehingga tidak mudah bocor.
 Tentukan dan beri tanda jalur instalasi dan titik outletnya.
 Pasang pipa PVC kelas AW (diameter sesuai gambar kerja) beserta gate
valve, fitting dan accessories lainnya sesuai dengan tanda yang sudah
dibuat.
 Pasangan clean out dan accessories lainnya.
 Pipa PVC yang horizontal digantung pada plat lantai beton menggunakan
besi siku dan pipa diikat pada besi siku supaya tidak bergerak saat menerima
beban air.
 Pipa air kotor vertikal ditanam pada dinding, dikerjakan pada saat dinding
belum diplester + aci. Pipa yang ditanam di dinding harus diklem supaya
tidak bergerak saat menerima beban air.
 Untuk pipa yang melintasi lantai terutama lantai dasar, maka
kedalaman pipa harus cukup, minimal 50 cm supaya tidak mudah pecah.
 Pipa yang akan disambung, bagian ujungnya harus
dibersihkan dengan ampelas supaya sambungan dapat lengket dengan kuat.
 Untuk lantai dasar, pipa air hujan diberi bantalan yang cukup kuat agar
sambungan tidak kendor akibat beban air hujan yang dapat menyebabkan
kebocoran.
 Pemasangan vent out untuk instalasi pipa air kotor padat.
 Pemasangan roof drain untuk instalasi pipa air hujan.
 Buat sumur resapan dan bak kontrol.

3. Pekerjaan kran 3/4 “


Metode pemasangan
 Hal yang pertama adalah sebelum kita mamasang kran pastikan bahwa
instalasi tembok dan pipa sudah benar-benar selesai dikerjakan hal ini
untuk menghidari Kran anda rusak oleh benturan dan goresan.
 Hal yang kedua adalah pastikan air yang akan dialirkan sudah besih dari
kotoran maupun sisa material bangunan. Biasa dilakukan dengan
mengalirkan air ke intalasi pipa beberapa saat. Hal ini berfungsi untuk
menjamin kebersihan air serta menghidari kran anda tersumbat.
 Hal yang ketiga adalah pastikan Kran yang akan anda pasang memiliki tipe
drat yang sama. Pada umumnya adalah tipe drat PT1/2 atau PJ1/2. Bila
ternyata beda dan anda sudah terlanjur membeli Kran tersebut anda bisa
menggunakan Joint atau Connector yang dua dratnya sesuai dengan
unjung kran dan ujung pipa.

4. Pekerjaan Kloset Jongkok


Metode Pelaksanaan

VIII. PEKERJAAN JALAN DAN PAVING BLOCK


Langkah awal, sebelum Paving block dipasang pastikan struktur dari lahan yang
hendak di Paving dalam keadaan benar-benar padat. Apabila belum padat dapat
dipadatkan dengan menggunakan mesin Roller (Wales) atau Stamper kuda. Hal ini
agar lahan yang telah dipasang paving block tidak amblas.

Sebelum pekerjaan pemasangan paving kita mulai, kita harus memperhatikan syarat-
syarat yang harus dipenuhi sebagai berikut:

Metode Pelaksanaan
 Sebelum Paving block dipasang pastikan struktur dari lahan yang hendak
di Paving dalam keadaan benar-benar padat. Apabila belum padat dapat dipadatkan
dengan menggunakan mesin Roller (Wales) atau Stamper kuda. Hal ini agar lahan
yang telah dipasang paving block tidak amblas.
 Sesuaikan spesifikasi beban yang akan melewati lahan yang akan dipasang paving
dengan material pendukung untuk landasan area paving. Material tersebut dapat
berupa : Limestone, Base Course, Sirdam, Makadam dsb.

 Pastikan permukaan lahan yang akan di paving dalam kondisi rata/ sudah level. Jika
belum maka kita wajib melaksanakan pekerjaan tambahan yaitu Cut and Fill.

 Pasang kanstin beton sebagai pengunci paving block, agar paving block yang sudah
terpasang tidak bergeser.

 Gelar abu batu mengikuti kemiringan yang telah ditentukan kemudian diratakan
dengan menggunakan jidar kayu.

 Lakukan pemasangan paving block dengan cara maju kedepan, sementara pekerja
pemasang paving berada diatas paving yang telah terpasang.

 Untuk tepian lahan/ sudut-sudut yang belum terpasang paving (las-lasan), potong
paving block dengan menggunakan alat pemotong paving block / paving block
cutter.

 Setelah lahan 100% sudah terpasang paving block, selanjutnya kita lakukan
pengisian antar naat paving block tersebut (pengisian joint filler) dengan
menggunakan abu batu.

 Padatkan paving block yang telah terpasang dengan menggunakan baby roller atau
stamper kodok 1 sampai 2 kali putaran agar timbul gaya saling mengunci antar
paving block satu sama lainnya.

 Bersihkan area lahan yang telah terpasang paving block dari sisa-sisa abu batu.

I. PEKERJAAN LISTRIK

Pekerjaan instalasi listrik dikerjakan plesteran untuk penanaman pipa, box


saklar dll. Sesuai dengan perencanaan pekerjaan tersebut membutuhkan waktu
selama 1 (satu) minggu dimulai pada minggu ke 3 (tiga) pada bulan ke II, dalam
pelaksanaan pekerjaan meliputi :
1. Amatur
2. Saklar
3. Pemasangan Titik api Instalasi Kabel Nym Tertanam Dalam Pipa Pvc
Lengkap dengan mangkok Fitting Lampu Terpasang
4. Pemasangan Titik Kontak -Kontak Instalasi Kabel Nym Tertanam Dalam
Pipa Pvc Lengkap dengan mangkok Kontak-Kontak Terpasang
5. Box Panel Distribusi

Metode Pelaksanaanya adalah sebagai berikut :


 Kabel vetical ditanam pada dinding dengan perlindungan pipa conduit yang
mana pipa conduit ditanam dalam dinding sebelum pekerjaan plesteran, supaya
tidak mudah berubah ketika dinding diplester.
 Kabel horizontal diletakan ditray yang tergantung pada plat lantai atau dengan
pipa conduit nyang diklem ke plat lantai dengan jarak 1m.
 Pekerjaan conduit saklar, stop kotak dan panel dikerjakan sebelum plesteran
dan acian dikerjakan agar ada koordinasi antara pekerjaan ME dan finishing
jadi halus rapih.
 Perkerjaan pemasangan fitting dan armature menunggu kabel dites
ketahanannya agar tidak terjadi bongkar pasang.
 Instalasi Stock Kontak

Pekerjaan pemasangan fitting, lampu serta komponen lainnya membutuhkan


koordinasi antara pekerjaan ME dan pekerjaan plafon.
 Untuk komponen elektrikal yang tidak dipasangkan di plafon dapat dilakukan
dengan persetujuan direksi.
 Penyambungan sparingan akan dilakukan serapih mungkin dan apabila ada
pekerjaan sparingan yang tertinggal akan dilakukan pekerjaan coring.
 Panel utama dan panel pembagi listrik dipasang pada dinding yang telah
ditentukan rata dan tidak miring.
 Semua pasangan instalasi listrik memiliki arde utama pada panel yang
berhubungan dengan Swicth grounding system.

Lhokseumawe, 26 Juli 2018


CV. SUMBER ILHAM

ABDULLAH HARUN
Direktur