Anda di halaman 1dari 22

USULAN TEKNIS JASA KONSULTANSI PERENCANAAN UKL/UPL DANAU MERAPI DESA SENGKILO KEC.

KELAYANG

BAB III
PEMAHAMAN DAN TANGGAPAN
TERHADAP KERANGKA ACUAN KERJA

3.1. UMUM
Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang telah disusun oleh pengguna barang dan jasa (PBJ) secara
umum telah memberikan informasi dan arahan terkait rencana kegiatan penyusunan
Dokumen Upaya Pengelolaan Lngkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup
(UKL-UPL). Setelah mempelajari KAK dan mencermati penjelasan dan informasi, baik di kantor
maupun di lapangan, serta mengikuti perkembangan informasi, maka dalam rangka lebih
memahami subtansi pekerjaan, pada kesempatan ini konsultan sebagai penyedia jasa akan
menyampaikan beberapa komentar maupun tanggapan terhadap KAK.

3.2 TANGGAPAN TERHADAP URAIAN PENDAHULUAN


3.2.1 Tanggapan Terhadap Latar Belakang
Latar belakang pembangunan Danau Merapi Desa Sengkilo Kec. Kelayang terkait dengan
penentuan kegiatan sebagai suatu kegiatan yang tidak wajib memiliki dokumen Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan Hidup perlu diperjelas, sehingga penyusunan dokumen UKL-UPL memiliki
dasar yang cukup kuat. Penentuan kriteria suatu kegiatan tergolong sebagai suatu kegiatan yang
wajib memiliki AMDAL mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2012
tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan Hidup. Oleh karena pembangunan Danau di Danau Merapi Desa Sengkilo Kec.
Kelayang merupakan kegiatan yang tidak wajib memiliki dokumen AMDAL maka harus menyusun
dokumen UKL-UPL.

Wilayah administratif lokasi kegiatan telah tergambar dengan jelas, yaitu di Danau Merapi
Desa Sengkilo Kec. Kelayang. Perlu penjelasan lebih lanjut tentang luas lahan yang akan
digunakan sebagai tapak proyek dan status kepemilikan lahan serta batas-batas sempadan
lahan rencana kegiatan.

Format pelaksanaan penyusunan dokumen Dokumen UKL-UPL mengacu pada pada Peraturan
Menteri Lingkungan Hidup Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen
Lingkungan Hidup (Lampiran IV)

3.2.2 Tanggapan Terhadap Tujuan Kegiatan


Maksud dan tujuan Penyusunan UKL-UPL Pembangunan Danau Merapi Desa Sengkilo Kec.
Kelayangadalah sebagai berikut :
a. Mengevaluasi berbagai kegiatan yang akan dilakukan pada tahap pra-konstruksi, konstruksi,
operasi Pembangunan Danau Merapi Desa Sengkilo Kec. Kelayang yang dapat menimbulkan
dampak terhadap lingkungan.

CV. LINE ARCHITECTURE CONSULTANT |30


USULAN TEKNIS JASA KONSULTANSI PERENCANAAN UKL/UPL DANAU MERAPI DESA SENGKILO KEC. KELAYANG

b. Mengidentifikasi rona lingkungan awal yang akan terkena dampak maupun sebaliknya,
yaitu kemungkinan adanya dampak lingkungan terhadap rencana Pembangunan Danau
Merapi Desa Sengkilo Kec. Kelayang.
c. Mempelajari dan menganalisa kondisi lingkungan di dalam wilayah rencan kegiatan,
d. Untuk mengidentifikasi parameter lingkungan yang akan terkena dampak selama tahap pra-
konstruksi, konstruksi, operasional Pembangunan Danau Merapi Desa Sengkilo Kec.
Kelayang.
e. Memperkirakan dan mengevaluasi dampak secara kuantitatif dan kualitatif antara rencana
kegiatan dengan komponen lingkungan yang akan terkena dampak.

Kegunaan Studi UKL-UPL adalah :


a. Bagi Pemerintah UKL-UPL ini dapat dipergunakan sebagai masukan untuk pengambilan
keputusan yang menyangkut perijinan dan koordinasi kegiatan pembangunan lainnya
sehingga dicapai pola pembangunan yang berwawasan lingkungan.
b. Bagi Pemrakarsa Studi UKL-UPL ini dapat dipergunakan untuk menetapkan kebijaksanaan
dan pedoman dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan
c. Bagi Masyarakat Studi UKL-UPL dapat dipergunakan sebagai pedoman dalam
memanfaatkan peluang-peluang kegiatan dan usaha yang diciptakan pemrakarsa.
Disamping itu juga dapat dipergunakan sebagai panduan bagi masyarakat untuk berperan
dalam pencegahan dan penanggulangan dampak negatif serta pengembangan dampak
positif. Dengan demikian, masyarakat di sekitar proyek akan siap menerima dampak dari
perubahan lingkungan yang terjadi.

3.2.3 Tanggapan Terhadap Sasaran Kegiatan


Sasaran pelaksanaan studi UKL-UPL pembangunan Danau di Danau Merapi Desa Sengkilo Kec.
Kelayangsudah cukup jelas dimana akan tersusunnya dokumen UKL-UPL rencana kegiatan.
Dokumen UKL-UPL tersebut akan dibahas di Tingkat Tim Teknis Penilai UKL-UPL Kabupaten
Indragiri Hulu.

3.2.4 Tanggapan Terhadap Lokasi Kegiatan


Lokasi pelaksanaan kegiatan pembangunan Danau ini cukup jelas, yaitu di wilayah administratif
Danau Merapi Desa Sengkilo Kec. Kelayang Kabupaten Indragiri Hulu. Perlu penjelasan lebih
lanjut tentang luas lahan yang akan digunakan sebagai tapak proyek dan status kepemilikan
lahan serta batas-batas sempadan lahan rencana kegiatan. Dengan demikian lokasi studi UKL-
UPL yang akan dilaksanakan dapat tergambar dengan jelas.

3.2.5 Tanggapan Terhadap Sumber Pendanaan Kegiatan


Sumber pendanaan untuk studi UKL-UPL pembangunan Danau ini cukup jelas, dimana kegiatan
ini akan dibiayai melalui APBD Kabupaten Indragiri Hulu Tahun Anggaran 2019.

CV. LINE ARCHITECTURE CONSULTANT |31


USULAN TEKNIS JASA KONSULTANSI PERENCANAAN UKL/UPL DANAU MERAPI DESA SENGKILO KEC. KELAYANG

3.2.6 Tanggapan Terhadap Nama dan Proyek/Satuan Kerja PBJ


Nama pengguna barang/jasa untuk studi UKL-UPL pembangunan Danau ini cukup jelas. Dengan
kegiatan ini satuan kerja pengguna barang/jasa studi UKL-UPL ini adalah Dinas Pekerjaan Umum
Dan Penataan Ruang Kabupaten Indragiri Hulu yang bertindak sebagai Pemrakarsa kegiatan.

3.3 TANGGAPAN TERHADAP DATA PENUNJANG


3.3.1 Tanggapan Terhadap Data Dasar dan Studi terdahulu
Data dasar yang dibutuhkan dalam penyusunan dokumen UKL-UPL, adalah kepastian letak dan
luas lokasi rencana kegiatan, sehingga kajian dapat dilaksanakan pada tempat yang jelas. Data
dasar yang disiapkan berupa pengguna jasa antara lain :
a. Kondisi eksisting kawasan perencanaan.
b. Masterplan Kawasan Danau Merapi Desa Sengkilo Kec. Kelayang.
c. Penyusunan DED Pembangunan Danau.
d. Studi-studi terkait yang pernah dilakukan sebelumnya

Untuk ketepatan waktu penyusunan dokumen UKL-UPL data-data atau dokumen data dasar
dan studi terdahulu tersebut dapat tersedia sebelum pelaksanaan kajian dilaksanakan,
sehingga kegiatan yang telah direncanakan telah tergambar dengan jelas, baik lokasi,
kesesuaian ruang, master plan dan DED artinya uraian rencana kegiatan tidak mereka-reka.
Bahan-bahan tersebut menjadi acuan dalam penyusunan dan identifikasi rencana, sehingga
uraian kegiatan dalam dokumen UKL-UPL konsisten atau tidak saling berbeda dengan
dokumen terkait lainnya.

3.3.2 Standar Teknis


Standar teknis penyusunan dokumen yang ditetapkan telah jelas dan memenuhi kaidah
penyusunan dokumen UKL-UPL.

3.3.3 Tanggapan Terhadap Referensi Hukum


Uraian data penunjang pelaksanaan studi UKL-UPL Pembangunan Danau yang memuat refrensi
hukum yang diperlukan untuk menunjang penyusunan dokumen UKL-UPL tersebut. Referensi
hukum yang telah dimuat sudah cukup lengkap, namun dalam proses penyusunan akan
dilengkapi dengan peraturan terkait bidang lingkungan, seperti Peraturan Menteri Negara
Lingkungan No. 16 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup.

3.3.4 Tanggapan Terhadap Lingkup Pekerjaan


Ruang lingkup pekerjaan sebagai mana dijabarkan dalam KAK sudah dapat dipahami oleh
konsultan. Satu hal yang perlu digaris bawahi adalah bahwa lingkup pekerjaan yang akan
dilaksanakan bermuara terhadap upaya mewujudkan pelaksanaan pembangunan
berkelanjutan dan berwawasan lingkungan dengan memperhatikan aturan yang berlaku. Perlu
disampaikan agar penyusunan studi UKL-UPL ini lebih terarah dibutuhkan data hasil

CV. LINE ARCHITECTURE CONSULTANT |32


USULAN TEKNIS JASA KONSULTANSI PERENCANAAN UKL/UPL DANAU MERAPI DESA SENGKILO KEC. KELAYANG

perencanaan (DED) master plan kawasan Danau Merapi Desa Sengkilo Kec. Kelayang, rencana
tata ruang kabupaten dan dokumen terkait lainnya, sehingga diketahui arah pengembangan.

Menurut pemahaman konsultan, lingkup studi UKL-UPL mengacu pada peraturan yang telah
ada yang menjadi dasar hukum dalam melaksanakan penyusunan dokumen UKL-UPL, yaitu
Peraturan Menteri Negara Lingkungan No. 16 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan
Dokumen Lingkungan Hidup.

Disamping itu dalam rangka efisiensi waktu dan biaya, maka pembuatan laporan disesuaikan dengan
dokumen tersebut diatas. Laporan tersebut sebelum dilakukan pembahasan di tingkat tim teknis
penilai UKL-UPL terlebih dahulu di konsultasikan kepada pengguna jasa.

Disamping itu dalam rangka efisiensi waktu dan biaya pelaksanaan pembahasan dokumen UKL-UPL
mengacu pada ketentuan, yaitu :
Pembahasan di tingkat tim teknis penilai UKL-UPL Kab. Indragiri Hulu

3.3.5 Tanggapan Terhadap Keluaran


Keluaran yang disebutkan dalam pelaksanaan kegiatan studi UKL-UPL pembangunan Danau ini
cukup jelas. Dengan demikian keluaran yang maksud adalah laporan akhir dalam bentuk
dokumen final UKL-UPL yang disertai dengan softcopy yang berisi keseluruhan dokumen UKL-
UPL final dari kegiatan ini.

3.3.6 Tanggapan Terhadap Tenaga Ahli


Kualifikasi tenaga ahli dan tenaga pendukung kegiatan Studi UKL-UPL pembangunan Danau ini
sudah cukup jelas. Penggunaan tim penyusunan perlu memperhatikan persayaratan pengalaman
penyusun dokumen AMDAL/UKL-UPL sebagai mana dimuat dalam Peraturan Menteri Negara
Lingkungan No. 16 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup
Peraturan Menteri Negara Lingkungan No. 16 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan
Dokumen Lingkungan Hidup.

3.3.7 Tanggapan Terhadap Jangka Waktu Penyelesaian Kegiatan


Waktu pelaksanaan kegiatan Studi UKL-UPL pembangunan Danau yang dimaksud sudah cukup
jelas 90 hari kalender sejak diterbitkannya SPMK).

CV. LINE ARCHITECTURE CONSULTANT |33


USULAN TEKNIS JASA KONSULTANSI PERENCANAAN UKL/UPL DANAU MERAPI DESA SENGKILO KEC. KELAYANG

3.4 TANGGAPAN TERHADAP PELAPORAN


Jenis laporan yang dimaksud sudah cukup jelas. KAK telah menetapkan jenis laporan
pendahuluan (draft dan final) dan jumlah ganda yang harus diserahkan selama pelaksanaan
kajian.

3.5 TANGGAPAN AKHIR


Akhirnya konsultan akan mengerahkan seluruh potensi, kemampuan, pengalaman, peralatan
dan sumberdaya yang dimiliki untuk dapat melaksanakan pekerjaan studi UKL-UPL
Pembangunan Danau sehingga dapat selesai tepat waktu dengan hasil yang memuaskan,
sesuai tujuan dan sasaran yang diharapkan dari pekerjaan ini, dapat diimplementasikan serta
memberikan manfaat bagi semua pihak.

Pada tanggapan ini juga disampaikan tindak lanjut dari penyusunan dokumen UKL-UPL adalah
diimplementasikannya rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang telah disetujui
dalam bentuk pelaporan pelaksanaan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan.

CV. LINE ARCHITECTURE CONSULTANT |34


USULAN TEKNIS JASA KONSULTANSI PERENCANAAN UKL/UPL DANAU MERAPI DESA SENGKILO KEC. KELAYANG

BAB IV
PENDEKATAN DAN METODOLOGI
Untuk mencapai tujuan sesuai sasaran yang ditentukan di dalam kerangka Acuan Kerja maka
sebelum dibuat metode terperinci perlu ditentukan lebih dahulu prinsip-prinsip dasar dan
penyederhanaan pelaksanaan. Harus lebih dahulu dipastikan tujuan dan prinsip yang benar sehingga
keputusan yang akan diambil dapat mencapai sasaran. Tanpa hal ini maka program yang
dilaksanakan kemungkinan akan gagal dan tidak efisien selama pelaksanaannya sehingga tujuan akhir
tidak tercapai.

Sangat diperlukan membuat identifikasi dan mengerti ruang lingkup pekerjaan yang akan
dilaksanakan nantinya sebelum memutuskan metode pelaksanaan yang diperlukan. Harus
diperhatikan bahwa walaupun pada umumnya prosedur dan Dokumen Kontrak yang dilaksanakan
adalah merupakan standard, akan tetapi tetap diperlukan adaptasi sesuai dengan kondisi yang
sebenarnya dilokasi proyek. Tanpa melakukan hal ini maka kemungkinan akan kesulitan yang tidak
diperkirakan sebelumnya akan timbul dan ini akan berakibat terlambatnya pelaksanaan dan juga
kepada penambahan biaya.

4.1. METODE PENGUMPULAN DAN ANALISIS DATA


Metode pengumpulan data prinsipnya mengacu pada Dampak yang ditimbulkan akibat
pembangunan Danau. Sebagai pendekatan disusun metode yang nantinya akan menyesuaikan.

Metode pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung dan pengukuran ke lapangan,
wawancara maupun melalui studi pustaka. Data yang dikumpulkan berupa data primer maupun
data sekunder.

Data primer diperoleh melalui pengamatan, pengukuran langsung, wawancara, pengambilan


contoh/sampel di lapangan serta analisis laboratorium. Pengumpulan data-data sekunder
dapat diperoleh dari :
 Instansi pemerintah (khususnya pengguna jasa/pemilik kegiatan )maupun swasta yang
terkait.
 Laporan-laporan studi lingkungan dari kegiatan yang sejenis di sekitar lokasi kegiatan atau
di daerah lain.
 Literatur yang erat kaitannya dengan teknologi dan pengelolaanDanau
 Narasumber yang menguasai masalah lapangan, teknologi dan pengelolaan Danau.

Data-data sekunder ini kemudian ditabulasi dan diseleksi sesuai keperluan, sehingga dapat
dipergunakan sebagai data pendukung seperti disajikan Tabel berikut.

CV. LINE ARCHITECTURE CONSULTANT |35


USULAN TEKNIS JASA KONSULTANSI PERENCANAAN UKL/UPL DANAU MERAPI DESA SENGKILO KEC. KELAYANG

4.1.1 Pengumpulan Data Fisika-Kimia


a. Iklim
Data iklim mikro diperoleh dari Stasiun Meteorologi dan Geofisika Japura. Data yang
dikumpulkan meliputi parameter curah hujan, temperatur, angin, kelembaban udara dan
penyinaran matahari dengan rentang periode selama 5 tahun terhitung dari 2009-2014.
Metode analisis data dibuat secara tabulasi dan grafik. Penggolongan atau klasifikasi iklim
disesuaikan dengan lokasi kegiatan dan dilakukan perhitungan dengan rumus Schmidt –
Fergussonsebagai berikut :

Q=K/B

Dimana :
K = Total rata-rata bulan kering, yang mana curah hujan < 90 mm.
B = Total rata-rata bulan basah, yang mana curah hujan > 100 mm.

TabelPengumpulan dan Analisis Data Iklim Untuk Kegiatan Pembangunan Danau

No Parameter Pengumpulan / Sumber Data Analisis Data


1. Curah Hujan
2. Angin
- Data sekunder/BMKG Japura Tabulasi
3. Suhu Udara
4. Kelembaban Udara

b. Dampak Kualitas Udara dan Kebisingan


Data kualitas udara yang diperlukan untuk studi UKL-UPL kegiatan pembangunan Danau adalah
parameter debu (PM10) dan polutan udara primer (CO, NOx,SOx, HC dan partikel). Data kualitas
udara diperoleh dari pengambilan sampel udara ambien dengan menggunakan alat yang sudah
terstandarisasi dan hasil sampling kemudian dianalisis di laboratorium. Metode analisis dan
lokasi sampling kualitas udara dapat dilihat padaTabel berikut. Baku mutu kualitas udara yang
dijadikan pedoman adalah Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1999, tentang Pengendalian
Pencemaran Udara. Sedangkan baku mutu tingkat kebisingan yang digunakan adalah
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 48/Men-LH/11/1996. Khusus untuk tingkat
kebisingan di lingkungan kerja menggunakan baku mutu yang dimuat dalam Peraturan Menteri
Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per.13/MEN/X/2011 dengan nilai ambang batas maksimum
85 dB(A).

Di samping data kualitas udara juga dibutuhkan data tingkat kebisingan di sekitar lokasi
melalui pengukuran lapangan dengan menggunakan alat sound level meterpada lokasi yang
dianggap mewakili wilayah studi. Pengukuran tingkat kebisingan pada prinsipnya
didasarkan pada sifat kebisingan lingkungan yang fluktuatif terhadap waktu, sehingga perlu
diambil contoh-contoh pengukuran pada selang waktu tertentu yang dipandang dapat
mewakili tingkat kebisingan yang setara pada selang waktu tersebut.

CV. LINE ARCHITECTURE CONSULTANT |36


USULAN TEKNIS JASA KONSULTANSI PERENCANAAN UKL/UPL DANAU MERAPI DESA SENGKILO KEC. KELAYANG

- Pengambilan sampel pada jam 07.00 mewakili jam 06.00 - 09.00


- Pengambilan sampel pada jam 10.00 mewakili jam 09.00 - 11.00
- Pengambilan sampel pada jam 15.00 mewakili jam 14.00 - 17.00

Metode Pengukuran tingkat kebisingan dapat diiakukan dengan dua cara :


1) Cara Sederhana; Dengan sebuah sound level meter biasa diukur tingkat tekanan bunyi
db (A) selama 10 (sepuluh) menit untuk tiap pengukuran. Pembacaan dilakukan setiap 5
(lima) detik.
2) Cara Langsung; Dengan sebuah integrating sound level meter yang mempunyai fasilitas
pengukuran LTMS, yaitu Leq dengan waktu ukur setiap 5 detik, dilakukan pengukuran
selama 10 (sepuluh) menit.

Pencatatan koordinat lokasi titik sampling digunakan Global Positioning System (GPS). Untuk
mengetahui apakah tingkat kebisingan sudah melampaui tingkat kebisingan maka perlu dicari
nilai LS dari pengukuran lapangan. LS dihitung dari rumus :

LS = 10 log 1/16 ( 16.1001L5+.... +8.1001L5) dB (A)

Metode pengukuran kualitas udara dan kebisingan dapat dilihat pada Tabel berikut.
Sedangkan lokasi dan alasan pengambilan sampel kualitas udara ambien kegiatan
pembangunan Danaudisajikan pada Tabel 3.3.

Tabel Metode Pengukuran Dan Analisis Kualitas Udara

Metode Analisis atau


No. Parameter Satuan Peralatan
Pengukuran
1 Kualitas Udara ambien
- Sulfur dioksida (SO2) µg/Nm3 Pararosanilin Spektofotometer
- Carbon monoksida (CO) µg/Nm3 NDIR NDIR Analizer
- Nitrogen oksida (NO) µg/Nm3 Saltzman Spektofotometer
- Timbal (Pb) µg/Nm3 Gravimetrik/Ekstraktif Hi-Vol/AAS
- Debu (PM10) µg/Nm3 Gravimetrik Timbangan analitik
2 Tingkat Kebisingan dB(A) Pengukuran lapangan Sound Level Meter

Untuk mendukung hasil pengukuran kualitas udara dan kebisingan juga dicatat data suhu,
kelembaban, arah angin, dan kecepatan angin pada saat pengukuran berlangsung.

Tabel Lokasi Sampling Kualitas Udara Ambien

Jumlah
No. Lokasi Alasan
sampel
1 Tapak proyek 1 Mewakili kualitas udara ambien pada
saat sebelum kegiatan konstruksi
Pemukiman masyarakat 1 Mewakili wilayah yang diprakirakan
2 Tedekat akan terkena dampak.
Jumlah 2

CV. LINE ARCHITECTURE CONSULTANT |37


USULAN TEKNIS JASA KONSULTANSI PERENCANAAN UKL/UPL DANAU MERAPI DESA SENGKILO KEC. KELAYANG

Baku mutu yang digunakan adalah Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. Kep-
21/MenLH/XII/2008 Lampiran IV A (Partikulat ≤ 150 mg/m³, SO2 ≤ 150 mg/m³, NO2 ≤ 150
mg/m³, CO ≤ 150 mg/m³, dan Opasitas 20 %).

c. Dampak Kualitas Air Permukaan


Metode analisis kualitas air dilakukan melalui pengambilan sampel air dan pengukuran
insitu terhadap parameter tertentu serta analisis laboratorium. Parameter yang dianalisis
meliputi sifat fisik dan kimia air sesuai baku mutu air permukaan yang ditetapkan dalam
Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air Dan
Pengendalian Pencemaran Air.Parameter dan metoda analisis datayang berkaitan dengan
kegiatan pembangunan Danau disajikan pada Tabel.

Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Grab Sampling, sampel dimasukkan ke dalam
botol sampel dan kemudian diberi label, selanjutnya dibawa ke Balai Laboratorium Pengujian
Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah, Pekanbaru untuk dianalisis sifat fisik dan kimianya.
Letak dan lokasi pengukuran debit diatur sehingga menggambarkan proses in-let out-let yang
masih berada di daerah batasan ekologis yang dikaji dalam studi ini.

Pengukuran debit air dilakukan dengan cara mengukur luas penampang sungai dan kecepatan
aliran yang terjadi. Luas penampang aliran diperoleh dengan membagi lebar aliran ke dalam
beberapa segmen. Lebar masing-masing segmen sepersepuluh dari lebar aliran dan di setiap
segmen dilakukan pengukuran kedalaman. Pengukuran secara electric dengan menggunakan
Current meter sedangkan dengan cara manual dilakukan dengan cara menghanyutkan
suatu pelampung (bola pingpong) di atas permukaan aliran dan perhitungan waktu
menggunakan stopwatch.

Tabel Parameter dan Metode Analisis Sampel Air Permukaan

No Parameter Satuan Metode Analisis SNI


A. Sifat Fisika
1. Warna TCU Perbandingan visual SNI 06-6989.24-2005
2. Suhu ºC Termometer SNI 06-6989.23-2005
3. Bau Organolepti SNI 06-6890-2002
4. Rasa - Organolepti SNI 06-6859-2002
5. TDS mg/l Gravimetri SNI 06-2413-2002
TSS Gravimetri SNI 06-6989.3-2004
5. Kekeruhan NTU Nephelometri SNI 06-6989.25-2005
B. Sifat Kimia
1. pH - pH Meter SNI 06-6989.11-2004
2. Fe mg/l Spektrofotometri SNI 06-6989.4-2004
3. F mg/l Spektrofotometri SNI 06-6989.29-2005
4. Sulfat mg/l Spektrofotometri SNI 06-6989.20-2009
5. Timbal mg/l Spektrofotometri SNI 06-6989.8-2004
6. Mn mg/l Spektrofotometri SNI 06-6855-2002
7. NO2 mg/l Spektrofotometri SNI 06-6989.9-2004
8. Alumunium mg/l Spektrofotometri SNI 06-6989.34-2005

CV. LINE ARCHITECTURE CONSULTANT |38


USULAN TEKNIS JASA KONSULTANSI PERENCANAAN UKL/UPL DANAU MERAPI DESA SENGKILO KEC. KELAYANG

No Parameter Satuan Metode Analisis SNI


+2
9. Cu mg/l Spektrofotometri SNI 06-6989.6-2004
10. Ag mg/l Spektrofotometri SNI 06-6989.33-2005
11. Pb+2 mg/l Spektrofotometri SNI 06-6989.5-2004
12. Cd+2 mg/l Spektrofotometri SNI 06-6989.37-2005
13. Zn+2 mg/l Spektrofotometri SNI 06-6989.43-2005
14. Minyak & lemak mg/l Gravimetri SNI 06-6989.10-2004
15. Kalsium mg/l Titrimetri SNI 06-6989.13-2004
16. Kesadahan mg/l Titrimetri SNI 06-6989.12-2004
17. Cl mg/l Titrimetri SNI 06-6989.19-2004
18. BOD5 mg/l Titrimetri SNI 06-6989.15-2004
19. COD mg/l Titrimetri SNI 06-6989.2-2004

Pendekatan besarnya nilai debit aliran yaitu dengan persamaan yang dirumuskan oleh
Sosrodarsono dan Takeda(1977), sebagai berikut :

Q = V.A

A = d h1 + hn)/2 + h2 + .....+ Hn-11)

Dimana :
Q =Debit aliran (m3/det)
V =Kecepatan aliran (m/det)
A = Luas penampang (m2)
d = Lebar segmen (m)
h = Kedalaman (m)

Kondisi atau tingkat pencemaran air relatif terhadap parameter kualitas air yang diizinkan
dapat dihitung dari indeks pencemaran (IP) berdasarkan persamaan yang tertuang dalam
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 114 Tahun 2003 tentang pedoman
pengkajian untuk penetapan kelas air. Persamaannya adalah :

IP = ((C/L)m2 + (C/L)r2)
2

Dimana :
L =Konsentrasi parameter baku mutu kualitas air
C =Konsentrasi parameter kualitas air yang diperoleh
m = Nilai C/L tertinggi yang diperoleh
r = Nilai C/L rata-rata

CV. LINE ARCHITECTURE CONSULTANT |39


USULAN TEKNIS JASA KONSULTANSI PERENCANAAN UKL/UPL DANAU MERAPI DESA SENGKILO KEC. KELAYANG

Bila nilai C/l >1, maka nilai C/L ini harus ditransformasi lagi dengan mengguna-kan persamaan :
C/l baru = 1,0 + 5 log (C/L). Kriteria terhadap nilai indeks pencemaran (IP) adalah :

0 ≤ IP ≤ 1,0 : Kondisi baik


1,0 ≤ IP ≤ 5,0 : Tercemar ringan
5,0 ≤ IP ≤ 10 : Tercemar sedang
IP ≥ 10 : Tercemar berat

Lokasi pengambilan sampel air permukaan pada kegiatan pembangunan Danau akan
disesuaikan dengan keberadaan air permukaan di lokasi dengan mempertimbangkan
tingkat kepentingannya.

CV. LINE ARCHITECTURE CONSULTANT |40


USULAN TEKNIS JASA KONSULTANSI PERENCANAAN UKL/UPL DANAU MERAPI DESA SENGKILO KEC. KELAYANG

BAB V
RENCANA KERJA

Demi suksesnya pelaksanaan studi, maka dibuat target atau program kerja mulai dari tahap
persiapan sampai pada penyerahan dokumen. Program kerja akan dilaksanakan dalam waktu 90
(sembilan puluh) hari kalender, terhitung sejak tanggal ditandatanganinya perjanjian ini dengan
rencana perincian sebagai berikut:

a. Survey komponen lingkungan


b. Analisis data
c. Penyusunan dokumen UKL-UPL
d. Presentasi UKL-UPL
e. Perbaikan Dokumen
f. Persetujuan Dokumen UKL-UPL

Uraian masing-masing kegiatan tersebut adalah sbb. :


a. Survey Komponen Lingkungan
Penyedia jasa harus melakukan survey di wilayah studi untuk mengetahui kondisi lingkungan
awal.Survey tersebut terutama dilakukan untuk komponen lingkungan yang diperkirakan terkena
dampak kegiatan proyek yang meliputi komponen lingkungan biogeofisik, sosial ekonomi-budaya
dan kesehatan masyarakat.Selain itu juga dilakukan inventarisasi terhadap sarana/prasarana
umum yang terkena dampak akibat adanya aktifitas tersebut.

b. Analisis Data
Data-data yang telah diperoleh, data primer dan sekunder, dilakukan analisis dan merupakan data
untuk rona lingkungan hidup.Data tersebut dapat dijadikan sumber data dasar dalam melakukan
prakiraan dampak.

c. Penyusunan Dokumen UKL-UPL


Dari hasil survey dan evaluasi tersebut diatas, penyedia jasa harus menyusun dokumen UKL-UPL
yang memberikan gambaran kondisi lingkungan awal dan perubahan-perubahannya yang akan
terjadi pada masing-masing tahap kegiatan proyek. Hal yang terpenting dalam Dokumen UKL-UPL
adalah rencana kegiatan, rona lingkungan, ruang lingkup, prakiraan dampak (dalam ukl/upl tidak
ada dampak penting), karena hal inilah yang akan menjadi dasar rumusan pengelolaan dan
pemantauan lingkungan hidup.

Dampak yang akan terjadi pada masing masing tahap kegiatan harus dikelola dan dipantau yang
dituangkan dalam dokumen Upaya Kelola Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan
(UPL). Dokumen dokumen ini harus disusun dengan memperhatikan dan mengacu pada peraturan
penyusunan UKL-UPL yang berlaku.

CV. LINE ARCHITECTURE CONSULTANT |41


USULAN TEKNIS JASA KONSULTANSI PERENCANAAN UKL/UPL DANAU MERAPI DESA SENGKILO KEC. KELAYANG

1). Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) harus serinci mungkin dan berisi tentang : Jenis dampak
dan sumber dampak yang dikelola, Tolak ukur dampak, Pengelolaan lingkungan hidup, lokasi
dan periode pengelolaan, dan institusi pengelolaan lingkungan.

2). Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) UPL hendaknya berisi tentang ketentuan-ketentuan
pokok pemantauan yang meliputi : parameter lingkungan yang dipantau, metode
pemantauan yang mencakup metode pengumpulan dan analisa data, lokasi dan jangka
waktu dan frekuensi pemantauan, serta institusi pemantau lingkungan.

d. Pemeriksaan Dokumen UKL-UPL


Penyedia jasa diminta kesanggupannya untuk mendampingi pemrakarsa dalam melakukan
pemeriksanaan Dokumen UKL-UPL di Komisi penilai pada waktu yang ditentukan kemudian.

e. Perbaikan Dokumen
Perbaikan dokumen UKL-UPL adalah perbaikan/penyempurnaan dokumen UKL-UPL yang telah
diperiksa oleh SKPD teknis lingkungan dan SKPD terkait sesuai dengan masukan, saran, atau
perbaikan atas saran dan masukan dari pemeriksa.

f. Persetujuan/pengesahan Dokumen UKL-UPL


Persetujuan Dokumen UKL-UPL adalah persetujuan oleh lembaga yang bertanggung jawab
terhadap lingkungan hidup terhadap Dokumen UKL-UPL yang telah dilakukan
perbaikan/penyempurnaan sesuai dengan masukan / tanggapan pada saat presentasi.

CV. LINE ARCHITECTURE CONSULTANT |42


USULAN TEKNIS JASA KONSULTANSI PERENCANAAN UKL/UPL DANAU MERAPI DESA SENGKILO KEC. KELAYANG

BAB VI
JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN

CV. LINE ARCHITECTURE CONSULTANT |43


USULAN TEKNIS JASA KONSULTANSI PERENCANAAN UKL/UPL DANAU MERAPI DESA SENGKILO KEC. KELAYANG

BAB VII
TENAGA AHLI DAN TANGGUNG JAWAB

7.1 UMUM
Bentuk organisasi kerja ini bertitik tolak dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu diselesaikannya
Pekerjaan Perencanaan UKL/UPL Danau Danau Merapi Desa Sengkilo Kec. Kelayang.

Untuk menangani tugas pelaksanaan pekerjaan, Konsultan mengusulkan Daftar Tenaga seperti
tercantum pada tabel halaman berikut dimana personil tersebut masing-masing sudah
berpengalaman di dalam bidangnya sehingga kami yakin akan dapat menyelesaikan tugas dan
pekerjaan ini dengan hasil yang memuaskan.

Dengan struktur dan tata kerja tersebut maka diharapkan pekerjaan akan dapat diselesaikan
dengan sempurna dan tepat pada waktunya sesuai Kerangka Acuan Kerja.

7.2 URAIAN TUGAS


Tugas- tugas para tenaga ahli dapat dilihat sebagai berikut:

1) Team Leader/Ketua Tim : Bertanggungjawab mengkordinir seluruh anggota tim dan


memberikan arahan studi sesuai dengan bidang keahlian masing-masing anggota tim, serta
mengkompilasi seluruh hasil studi yang dilakukan masing-masing anggota tim. Ketua Tim
juga bertanggungjawab mengatur agar pekerjaan berjalan efisien dan efektif sesuai dengan
arahan KAK dan format yang berlaku dalam penyusunan dokumen UKL-UPL.

2) Ahli Sumber Daya Air : Bertanggungjawab melakukan telaahan/studi dan memberikan


masukan yang berhubungan dengan bidang teknis pembangunan Danau serta
memprakirakan dampak yang timbul akibat pembangunan Danau. Ahli Sumber Daya Air
juga bertanggungjawab menyusun rencana pengelolaan lingkungan hidup terhadap
dampak yang ditimbulkan akibat pembangunan Danau.

3) Ahli Teknik Lingkungan : Bertanggungjawab melakukan studi dan memberikan masukan


yang berhubungan dengan kondisi dan kesesuaian tanah, komponen fisik-kima, kondisi
komponen kesehatan masyarakat di lokasi kegiatan pembangunan Danau dan dampak yang
ditimbulkannya terhadap komponen kesehatan masyarakat. Ahli Teknik Lingkungan
masyarakat juga bertanggungjawab menyusun rencana pengelolaan lingkungan hidup
terhadap dampak yang ditimbulkan akibat pembangunan Danau.

6) Tenaga pendukung merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kegiatan penyusunan
dokumen UKL-UPL. Tenaga pendukung bertugas memberikan bantuan dalam penyediaan
data yang dibutuhkan dalam studi UKL-UPL.

CV. LINE ARCHITECTURE CONSULTANT |44


USULAN TEKNIS JASA KONSULTANSI PERENCANAAN UKL/UPL DANAU MERAPI DESA SENGKILO KEC. KELAYANG

BAB VIII
JADWAL PENUGASAN TENAGA AHLI

CV. LINE ARCHITECTURE CONSULTANT |45


USULAN TEKNIS JASA KONSULTANSI PERENCANAAN UKL/UPL DANAU MERAPI DESA SENGKILO KEC. KELAYANG

BAB IX
ORGANISASI PELAKSANAAN PEKERJAAN

Demi menunjang keberhasilan pelaksanaan Kegiatan ini sehingga memenuhi sasaran yang diinginkan
dalam KAK dan target yang telah ditentukan maka Konsultan Perencana membentuk sejumlah
Tenaga Ahli profesional dari berbagai disiplin ilmu sesuai kualifikasi dan pengalaman yang
dibutuhkan, selain kriteria keahlian, kesesuaian dan kecukupan pengalaman tenaga ahli tersebut,
juga yang lebih diutamakan adalah yang memiliki wawasan luas dibidang Perencanaan.

Secara internal, konsultan akan membentuk suatu struktur Tim Pelaksanaan Pekerjaan berdasar
penugasan personil yang telah ditentukan dalam KAK. Organisasi proyek secara internal terbagi
menjadi 2 (dua) tingkatan yakni : tenaga professional dan tenaga pendukung.

Seluruh tenaga profesional dibawah koordinasi dari koordinator / team leader.Para tenaga
profesional membuat persiapan teknis, metodologi riset, pengumpulan data dan informasi,
melakukan analisis dan menyusun program kerja, penarikan kesimpulan dan rekomendasi, serta
penyusunan laporan dan ekspose/ pembahasan, berikut sejumlah diskusi dan konsultasi, juga bagian
dari tanggung jawabnya. Kesemuanya dilaporkan kepada Koordinator / Team Leader yang
bertanggung jawab atas kualitas subtansi secara menyeluruh, sedangkan untuk menunjang
kelancaran tugasnya, maka team Leader dibantu oleh tenaga pendukung yaitu asisten tenaga ahli.

Untuk melaksanaan pekerjaan Perencanaan UKL/UPL Danau Danau Merapi Desa Sengkilo Kec.
Kelayangkonsultan mengusulkan struktur organisasi yang terdiri dari tenaga ahli berbagai disiplin
keahlian yang bekerjasama dalam satu tim, seperti terlihat pada skema berikut ini :

CV. LINE ARCHITECTURE CONSULTANT |46


USULAN TEKNIS JASA KONSULTANSI PERENCANAAN UKL/UPL DANAU MERAPI DESA SENGKILO KEC. KELAYANG

Struktur Organisasi Pelaksanaan Pekerjaan

Direksi CV. LINE ACHITECTURE


CONSULTANT

Ketua Tim Penyusun

(Team leader)

Bagian Administrasi

Tenaga Ahli
Sumber Tenaga Ahli
Daya Lingkungan
Air

Tenaga Pendukung

CV. LINE ARCHITECTURE CONSULTANT |47


USULAN TEKNIS JASA KONSULTANSI PERENCANAAN UKL/UPL DANAU MERAPI DESA SENGKILO KEC. KELAYANG

BAB X
LAPORAN

Sesuai dengan yang dinyatakan dalam Kerangka Acuan Tugas, bahwa Konsultan diwajibkan untuk
menyiapkan laporan-laporan yang direncanakan akan dilaksanakan sebagai berikut:

a. Laporan Pendahuluan (Inception Report)


Laporan Pendahuluan (Inception Report) mencakup temuan-temuan dari hasil survey awal dan
permasalahan yang dihadapi, jadwal penugasan dan rencana mobilisasi personil, jadwal
pengadaan peralatan, pekerjaan persiapan dan rencana pelaksanaan kerja, metode pelaksanaan
dalam mengatasi permasalahan yang ada. Laporan ini diselesaikan paling lambat 14 (empat belas)
hari kalender setelah SPMK. Laporan pendahuluan yang diserahkan berisi :

1). Rencana kerja Konsultan secara menyeluruh


2). Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung lainnya
3). Jadwal kegiatan Konsultan
4). Uraian Program Kerja, Rencana Tindak, Implementation Program, Jadwal Pengerahan
Personil, dll.
5). Metode Pelaksanaan untuk penanganan pekerjaan yang bersangkutan
6). Permasalahan, hambatan dan temuan / fact and finding di lapangan.
7). Daftar Referensi, studi terdahulu yang ada korelasi terhadap pekerjaan yang bersangkutan
8). Hasil pengumpulan seluruh data yang dapat dikumpulkan oleh Konsultan.
9). Temuan-temuan awal dari Konsultan yang menyangkut baik masalah teknis maupun non
teknis. Laporan Pendahuluan (Inception Report) dibuat dalam rangkap 5 (lima) ganda yang
terdiri dari 1 (satu) ganda asli dan 4 (empat) ganda copy.

Setelah dilakukan penyempurnaan, selanjutnya Laporan Pendahuluan (Inception Report) akan


diserahkan sebanyak 5 (lima) ganda yang terdiri dari 1 (satu) ganda asli dan 4 (empat) ganda copy.

b. Laporan Bulanan
Terdiri dari Laporan Kegiatan Perencanaan setiap bulannya. Secara umum Laporan bulanan
menguraikan :

1). Mengakomodir masukan, kritik dan saran dari hasil pelaksanaan Pertemuan Cosultation
Meeting, yang telah dilakukan sebelumnya.

2). Mengenai hasil penelitian dengan analisa secara professional atas serta penyajian laporan
kemajuan pekerjaan Perencanaan UKL-UPL Danau Danau Merapi Desa Sengkilo Kec.
Kelayangstiap bulannya.

Laporan UKL-UPL Sementara (Draft Final UKL-UPL) dibuat dalam rangkap 5 (lima) ganda yang
terdiri dari 1 (satu) ganda asli dan 4 (empat) ganda copy.
CV. LINE ARCHITECTURE CONSULTANT |48
USULAN TEKNIS JASA KONSULTANSI PERENCANAAN UKL/UPL DANAU MERAPI DESA SENGKILO KEC. KELAYANG

c. Laporan Akhir (Final Report)


Terdiri dari prosedur kerja dan gambaran hasil pelaksanaan Perencanaan UKL-UPL Danau Merapi
Desa Sengkilo Kec. Kelayangsecara keseluruhan dan telah disempurnakan berdasarkan masukan-
masukan audient pada waktu pelaksanaan Pembahasan /Pemeriksaan oleh Instansi
Teknis.Seluruh hasil masukan, kritik dan saran dari diskusi telah diakomodir.

Laporan Akhir (Final Report) terdiri dari :


1). Laporan Akhir terdiri dari :
• Laporan UKL dan UPL
• Laporan Survey Investigasi & Analisa Data
• Dokumentasi Kegiatan Lapangan (Album Foto)
2). Dokumentasi & Seluruh Laporan dalam bentuk kepingan CD

Laporan UKL-UPL Akhir dibuat dalam rangkap 5 (lima) ganda yang terdiri dari 1 (satu) ganda asli
dan 4 (empat) ganda copy.

CV. LINE ARCHITECTURE CONSULTANT |49


USULAN TEKNIS JASA KONSULTANSI PERENCANAAN UKL/UPL DANAU MERAPI DESA SENGKILO KEC. KELAYANG

BAB XI
PERALATAN PENUNJANG

Setelah mempelajari dan memahami KAK, dalam Perencanaan UKL/UPL Danau Danau Merapi Desa
Sengkilo Kec. Kelayangdibutuhkan peralatan yang akan digunakan sebagai berikut :

Dengan perlengkapan di atas kami yakin pekerjaan Perencanaan UKL/UPL Danau Danau Merapi Desa
Sengkilo Kec. Kelayangakan dapat dilaksanakan dan diselesaikan tepat waktu waktu dan memenuhi
persyaratan sesuai dengan Kerangka Acuan Tugas.

CV. LINE ARCHITECTURE CONSULTANT |50


USULAN TEKNIS JASA KONSULTANSI PERENCANAAN UKL/UPL DANAU MERAPI DESA SENGKILO KEC. KELAYANG

BAB XII
PENUTUP

Dengan adanya Perencanaan UKL/UPL Danau Danau Merapi Desa Sengkilo Kec. Kelayang, maka
realisasi dari pekerjaan ini diharapkan dapat memudahkan pengguna jasa untuk melakukan
pelaksanaan Pembangunan.

Diharapkan nantinya hasil yang telah dicapai dari pekerjaan ini dapat diimplementasikan pada masa
mendatang guna menunjang ketersediaan sarana dan prasarana bagi Pemerintah guna
mengoptimalkan pelayanan public Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu khususnya Dinas Pekerjaan
Umum Dan Penataan Ruang Kabupaten Indragiri Hulu kepada masyarakat setempat.Oleh karena itu
kami CV. LINE ACHITECTURE CONSULTANT memiliki komitmen untuk melaksanakan Pekerjaan
Perencanaan UKL/UPL Danau Merapi Desa Sengkilo Kec. Kelayang Secara Profesional dan
dilakukan sesuai dengan ketentuan dan tata laku Profesi yang berlaku secara umum di bidang
Konsultansi Perencanaan UKL/UPL.

CV. LINE ARCHITECTURE CONSULTANT |51