Anda di halaman 1dari 23

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

PEKERJAAN : Pembangunan Gedung Kuliah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri


(STAIN) Parepare

LOKASI : Parepare
SUMBER BIAYA : APBN
TAHUN ANGGARAN : 2017

Untuk mencapai keberhasilan dalam hal mutu, efisiensi waktu dan optimalisasi biaya pelaksanaan,
dimana Kita harus dapat merealisasikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan,
biaya yang telah dianggarkan dan kualitas pekerjaan sesuai dengan yang diinginkan pihak pengguna
anggaran, sebagai upaya untuk terlaksananya rencana proyek tersebut, maka berikut ini kami susun
Metode Pelaksanaan.

Demi kelancaran, keamanan, mobilisasi alat, bahan serta staff dan pekerja yang akan memasuki
lahan harus mendapat ijin, sesuai peraturan yang berlaku serta berkoordinasi dengan keamanan
setempat.

Material dan Tenaga Kerja


Seluruh peralatan, material yang dipergunakan dalam pekerjaan ini harus baru, dan material harus
tahan terhadap iklim tropic.

Seluruh Pekerjaan Harus dilaksanakan dengan cara yang benar dan setiap pekerja harus mempunyai
keterampilan yang memuaskan, dimana latihan khusus bagi pekerja sangat diperlukan dan kita
selaku Penyedia jasa konstruksi harus melaksanakannya.

Kita selaku Penyedia Jasa Konstruksi harus melengkapi surat sertifikat yang sah untuk setiap
personil ahli yang menyatakan bahwa personal tersebut telah mengikuti latihan latihan khusus
ataupun mempunyai pengalaman pengalaman khusus dalam bidang keahlian masing - masing.

Alat dan Perlengkapan Pekerjaan dan Tenaga Lapangan


Kita selaku Penyedia Jasa, Sub Penyedia jasa dan bagian-bagian lainn yang mengerjakan pekerjaan
pelaksanaan didalam proyek ini, harus menyediakan alat dan perlengkapan pekerjaannya sesuai
dengan bidangnya masing-masing, seperti:
1) Ala t- alat ukur (Theodolith,waterpas,dll).
2) Alat-alat pemotong, penduga dan penarik.
3) Alat-alat lain yang diperlukan untuk terlaksana pekerjaan.
Disamping itu juga harus menyediakan buku-buku laporan lapangan (harian, mingguan), buku
petunjuk alat-alat yang akan dipasang, tenaga ahli untuk dapat memutuskan segala sesuatunya
dilapangan dan bertindak atas nama Penyedia Jasa dan Sub Penyedia Jasa yang bersangkutan

Penyimpanan Barang-Barang dan Material


a. Kita Selaku Penyedia jasadan Sub-sub Penyedia jasa diwajibkan untuk menempatkan barang -
barang dan material - material untuk kebutuhan pelaksanaan baik di luar (terbuka) ataupun
didalam gudang ,sesuai dengan sifat barang-barang dan material tersebut, atas persetujuan
Direksi Lapangan, sehingga akan menjamin:
 Keamanannya.
 Terhindarnya kerusakan-kerusakan yang diakibatkan oleh cara penyimpanan yang salah.
b. Barang-barang dan material-material yang tidak akan digunakan untuk kebutuhan
langsung pada pekerjaan yang bersangkutan tidak diperkenankan untuk disimpan di dalam
site.
c. Material-material yang ditolak untuk dipakai supaya segera dikeluarkan dari site, selambat -
lambatnya 2x24jam setelah pemberitahuan penolakan
Penjagaan dan Perlindungan Pekerjaan
Kita bertanggung jawab atas penjagaan, penerangan dan perlindungan terhadap pekerjaan yang
dianggap penting selama pelaksanaan Kontrak Siang dan Malam.

Pemberi tugas tidak bertanggung jawab terhadap penyedia Jasa Konstruksi dan Sub penyedia Jasa
Konstruksi atas Kehilangan atau kerusakan bahan - bahan bangunan atau peralatan atau pekerjaan
yang sedam dalam pelaksanaan.

Penerapan Manajemen K3 Konstruksi


Kita Selaku Penyedia jasa harus mengadakan dan memelihara fasilitas Keamanan dan tindakan
pengamanan yang layak untuk melindungi para pekerja dan tamu yamg datang ke lokasi.

Fasilitas dan tindakan pengamanan seperti ini disyaratkan harus memuaskan Pemberi Tugas dan juga
harus menurut (memenuhi) Ketentuan Undang undang yang berlaku saat ini.

Dilokasi Pekerjaan Kita Wajib mengadakan perlengkapan yang cukup untuk pertolongan pertama,
yang mudah dicapai. Sebagai tambahan hendaknya disetiap site ditempatkan paling sedikit seorang
petugas yang telah dilatih dalam soal-soal mengenai pertolongan pertama.

Manajemen Proyek:
Metode pelaksanaan mengacu pada prinsip bahwa target pembangunan harus dapat diselesaikan
tepat waktu yaitu selama 180 (Seratus Delapan Puluh) hari Kalender, tepat biaya sesuai dengan
SPH dan tepat mutu sesuai dengan RKS + Spesifikasi teknis. Adapun Metode Pelaksanaan yang kami
susun dalam pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Gedung Kuliah Sekolah Tinggi Agama Islam
Negeri (STAIN) Parepare adalah sebagai berikut :

KEGIATAN PRA PELAKSANAAN KONSTRUKSI

Kegiatan ini adalah merupakan kegiatan awal yang sangat penting bagi suksesnya pelaksanaan konstruksi, karena pada
periode ini segala sesuatu yang berhubungan dengan evaluasi desain maupun persiapanpelaksanaan berupa survey
sumber material, tenaga kerja maupun penyiapan peralatan haruslah betul-betul matang dipersipakan untuk
menjamin tidak terhambatnya pelaksanaan pekerjaan tersebut. Adapun hal-hal yang perlu diparhatikan dalam
tahapan ini adalah :

Sebelum melaksanakan pekerjaan persiapan ini kita selaku Penyedia Jasa Konstruksi harus
berkoordinasi dengan Konsultan Pengawasdan harus memperhatikan hal-hal, sebagai berikut:

Pekerjaan Gudang dan bangsal Kerja


Dalam pelaksanaan pekerjaan ini kita dapat membuat kantor, barak-barak untuk pekerja atau
gudang tempat penyimpanan bahan (Boukeet), yang sebelumnya telah mendapat persetujuan dari
Pihak Pejabat Pembuat Komitmen/Tim Teknis/Konsultan Pengawas berkaitan dengan konstruksi
atau penempatannya.

Direksi Keet
a. Lokasi direksi keet diusahaka nsemaksimal mungkin berada pada lokasi yang tidak
menggangu utilitas bangunan yang lain.
b. Kita harus membuat kantor (DireksiKeet) untuk keperluan operasional pengawasan. Direksi
Keet mempunyai ukuran minimal 24m2 termasuk kamar mandi (WC), yang akan digunakan
sebaga iruang Direksi Lapangan maupun rapat berikut perlengkapannya. Direksi Keet tidak
boleh dibuat dari material hasil bongkaran bangunan lama.
c. Perlengkapan-perlengkapan bangunan Direksi Keet adalah:
 Meja dan kursi untuk bekerja (terdiri dari 1 buah meja tulis dan 2 buah kursi kerja) 3
set.
 Meja dan kursi untuk keperluan rapat terdiri dari 1 buah meja rapat dan 8 buah kursi
rapat dari stainnless steel.
 Papan tulis (whiteboard) ,ukuran 4m x 8m dengan perlengkapannya1 buah.
 Perlengkapan lapangan seperti sepatu safety dan helm untuk kebutuhan pengawas atau
wakil-wakilnya ,minimum 5 (lima) pasang.
 Lemari/rakbesi untuk penempatan barang contoh.
 Lemari arsip.
 Komputer lengkap dengan printer.
 Peralatan gambar.
 Sepatu safety dan helm lapangan.
 Dilengkapi buku Direksi Lapangan ,buku tamu laporan harian dan mingguan, Grafik S dan
curah hujan serta foto pelaksanaan (sebelum, saat dan sesudah).
 Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
d. Direksi Keet minimal harus mempunyai 2 unit jendela nako dan 1 unit pintu dengan
penerangan yangcukup dan sirkulasi udara yang baik. Lantai Direksi Keet minimal dari
perkerasan beton dengan campuran 1Sm : 2Ps : 3Kr dengan permukaan yang rata dan
diperhalus dengan acian beton.
e. Jika Direksi Keet harus dibuat dalam bentuk bangunan panggung maka lantai Direksi Keet
harus dibuat dari papan ukuran 2.5/25 cm dengan jarak balok- balok lantai ukuran 5/10 cm
minimal 50 cm dari kayu dengan kelas II. Dinding Direksi Keet minimal papan ukuran 2/20cm
dengan rangka dinding kayu ukuran 5/10 cm dari kayu kelas II. Dinding dapat juga dibuat
dari bahan multiplek tebal 6 mm. AtapDireksi Keet dari bahan seng BJLS 0,20 mm.
f. Pengantian bahan dan material berbeda dari seperti yang telah disebutkan diatas harus
dengan persetujuan Pengawas Lapangan. Direksi keet harus dilengkapi minimal dengan satu
papan tulis, dua buah meja kerja, dan empat unit kursi duduk. Posisi dan letak Direksi Keet
ditentukan bersama antara Konraktor Pelaksana dengan Pengawas Lapangan. Letak Direksi
Keet tidak boleh berada terlalu dengan dekatd engan posisi bangunan yang sedang
dikerjakan.
g. Setelah proyek selesai, Kita wajib memindahkan bongkaran bangunan Direksi Keet tersebut
ketempat yang ditentukan.

Pagar Pengaman proyek


Kita selaku Kontraktor harus membuat pagar sementara yang sifatnya melindungi dan menutupi
lokasi yang akan dibangun dengan persyaratan kualitas sebagai berikut :
 Bahan dari Seng dengan rangka kayu dicat sementara.
Tinggi pagar minimum 2,1 m.
 Ruang gerak selama pelaksanaan dalam lokasi berpagar harus cukup leluasa untuk
lancarnya pekerjaan.
 Pada tahap selanjutnya Kita harus menyediakan / memasang pengaman secukupnya
disekeliling konstruksi bangunan untuk mencegah jatuhnya bahan- bahan bangunan dari
atas yang membahayakan baik pekerja maupun aktivitas lain disekitar bangunan.
Kita bisa menggunakan kembali pagar yang sudah ada dengan melakukan perbaikan - perbaikan
terlebih dahulu bila diperlukan.

Pemasangan Papan Nama Proyek


Kita selaku Penyedia Jasa harus memasang papan nama proyek, dengan ukuran 90 cm x 150
cm dengan tiang setinggi 250 cm, dilokasi proyek, 1 (satu) minggu setelah Kita menerima Surat
Perintah Mulai Kerja, serta dijaga keberadaannya selama proyek berlangsung. Papan nama proyek
dibuat dari papan dan tiang kayu 10 x 10 kayu kualitas baik, atau dibuat sesuai petunjuk Konsultan
pengawas. Bentuk dan cara penulisan papan nama proyek mengikuti normalisasi Pemerintah Daerah
Setempat. Bila diharuskan oleh pihak Proyek, Kontraktor boleh memasang papan nama
proyek sesuai normalisasi dari Pemerintah Daerah Setempat pada awal masa pelaksanaan
pekerjaan.

Air Kerja
a. Air untuk keperluan pekerjaan pasangan, pekerjaan beton dan pemadatan tanah /pasir harus
bersih dan tidak mengandung zat-zat kimia (garam-garam) yang dapat merusak hasil
pekerjaan.
b. Apabila tidak mungkin atau tidak cukup air kerja yang didapat dari air minum setempat,
maka Kita haru sdapat mengusahakan dari sumber lain yang memenuhi persyaratan diatas.
c. Khusus air untuk pembuatan dan perawatan beton tidak boleh mengandung minyak, asam,
garam - garam dan bahan-bahan organik atau bahan-bahan lain yang dapat merusak mutu
beton, baja tulangan dan baja profil. Sebaiknya air yang dipergunakan/dipakai adalah air
bersih yang dapat diminum.

Listrik Kerja
Listrik untuk bekerja harus disediakan oleh Kita selaku Penyedia Jasa dan diperoleh dari
sambungan sementara PLN setempat selama masa pembangunan . Penggunaan Diesel untuk
pembangkit tenaga listrik hanya diperkenankan untuk penggunaan sementara atas
persetujuan Direksi Lapangan. Daya listrik juga disediakan untuk suplai Kantor Direksi
Lapangan.

Jalan Masuk dan Jalan Keluar


a. Pemakaian jalan masuk ketempat pekerjaan menjadi tanggung jawab pihak Kita selaku Kontraktor Pelaksana
dengan kebutuhan proyek tersebut.
b. Kita terlebih dahulu akan membersihkan kembali jalan masuk pada waktu penyelesaian, dan memperbaiki
segala kerusakan operasi pelaksanaan pekerjaan dan menjadi beban Kita selaku Kontraktor Pelaksana

Foto-Foto Dokumentasi Proyek


a. Kita diwajibkan membua tfoto-foto dokumentasi proyek meliputi :
 Foto-foto kegiatan proyek, antaralain kegiatan dalam uitzet, penempatan peralatan-
peralatan lapangan (beton batcher), penempatan material, dan lain-lain.
 Dan lain-lain kegiatan yang dianggap perlu oleh Direksi Lapangan.
b. Foto kegiatan dibuat pada saat Kondisi proyek mencapai progress pekerjaan 0%, 30%, 65% dan
100% dan selama masa pemeliharaan.
c. Foto-foto tersebut harus dicetak berwarna, dalam ukuran post card, satu eksemplar harus ada
diDireksi Keet.
d. Pengambilan foto harus menggunakan kamera digital, sehingga hasil pemotretan selain
dicetak harus disimpan dalam CD dan diserahkan kepada Direksi Lapangan pada saat
penyerahan ke 2( kedua)

Pengkuran dan Bouwplank


Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank dilaksanakan dengan maksud agar site bangunan benarbenar
sesuai dengan yang direncanakan.
Cara Pelaksanaan :
a. Kita harus sudah memulai pekerjaan dari garis-garis dasar patok-patok yang telah disetujui
oleh Direksi Lapangan serta bertanggung jawab penuh atas hasil pengukuran-
pengukuran yang dibuatnya.
b. Kita harus menyediakan semua bahan, peralatan dan tenaga kerja termasuk para juru ukur
(surveyor) yang dibutuhkan sehubungan dengan pengukuran dan
pematokan untuk setiap pekerjaan yang memerlukannya.
c. Diwajibkan untuk memelihara patok-patok serta tugu-tugu hasil ukuran utama tersebut
selama masa pembangunan berjalan.
d. Patok harus ditanam dalam tanah sampai kuat / tidak goyang, sehingga tidak mudah dicabut
dan menggunakan kayu ukuran 5x7 cm (ukuran paling kecil).
e. Jarak patok dari sisi galian pondasi minimum 30cm sedang jarak patok yang satu dengan yang
lain minimum 2m.
f. Papan bouwplankmenggunakankayukelas III dengan ukuran2x20cm dan pada
bidangsebelahatasharusdiserut sampai rata.
g. Penentuan ketinggian papan bouwplank dari tanah adalah 30cm untuk seluruh bangunan atau
ditentukan lain atas persetujuan DireksiLapangan.
h. Pemasangan bouwplank harus benar-benar siku dan untuk mendapatkan ketepatan yang
maksimal dapat dengan menggunakan waterpass/ alat ukur theodolit atau alat lain (selang
dengan air).
PEKERJAAN PERSIAPAN
Pembersihan Lapangan dan Perataan
Pekerjaan Pembersihan sebelum Pelaksanaan mencakup pembersihan / pemindahan keluar dari
tapak konstruksi terhadap semua hal yang dinyatakan oleh direksi, tidak akan digunakan lagi
maupun yang akan mengganggu kelancaran pekerjaan.
Cara Pelaksanaannya adalah :
a. Tanah yang akan ditempati bangunan harus benar-benar dibersihkan dari segala kotoran,
semua akar-akar dan sisa barang/benda yang ada. Pembersihan ini untuk seluruh areal
bangunan.
b. Lapisan tanah paling atas/”top soil” harus dibersihkan dari luar humus dan lain-lain, setebal
10 - 20 cm, pembersihan ini harus dilaksanakan sampai 3 meter dari batas bangunan. Tanah
hasil pembersihan ini hanya boleh untuk mengurug halaman, yang diatasnya tidak ada
bangunan.
c. Bila kondisi tanah jelek atau labil, maka lapisan tanah ini harus digali sampai kedalaman
tertentu dan diganti dengan tanah perbaikan berupa sirtu (pasir dan batu gunung)

PEKERJAAN TANAH DAN PONDASI

Pekerjaan GalianTanah.
a. Kita harus melakukan pengukuran untuk menetapkan lokasi dan elevasi galian sesuai
dengan gambar kerja, hasil pengukuran harus disetujui oleh Pengawas sebelum melanjutkan
pekerjaan berikutnya.
b. Pergeseran as kolom yang direncanakan maksimum 5 cm ke segala arah. Dasar pondasi
harus horisontal. Deviasi maksimum 5 cm.
c. Penggalian harus dikerjakan secara terus menerus sampai mencapai elevasi yang
dipersyaratkan dan harus mendapatkan persetujuan tertulis yang ditandatangani oleh
Pengawas.
d. Material lepas dan lumpur harus dibersihkan dari dalam lubang pondasi. Lubang harus
bersih setiap saat.
e. Pemadatan galian harus dilakukan sesuai dengan elevasi yang ditentukan pada gambar
perencanaan.
f. Sebelum dilanjutkan pada pekerjaan lantai kerja, Kontraktor harus mendapat persetujuan
dari Konsultan Pengawas bahwa galian dan pemadatan sudah sesuai.

Urugan Pasir
Pekerjaan urugan pasir urug dilakukan diatas galian tanah, dibawah lapisan lantai kerja dan
digunakan untuk semua struktur yang berhubungan dengan tanah seperti pondasi, sloof, dll. seperti
ditunjukan dalam gambar kerja
Pelaksanaannya :

a. Urugan pasir harus dilaksanakan di bawah pondasi dan dibawah lantai setebal sesuai gambar
rencana
b. Sebelum rabat beton dikerjakan, lapisan pasir harus dipadatkan dengan disiram air dan
diratakan
c. Lapisan pasir urug padat dilakukan lapis demi lapis maksimum tiap lapis 10 cm, sehingga
mencapai tebal padat yang diisyaratkan dalam gambar
d. Setiap lapisan pasir urug harus diratakan, disiram air dan atau dipadatkan dengan alat pemadat
yang disetujui oleh Tim Teknis / Konsultan Pengawas.
e. Pemadatan harus dilakukan pada kondisi galian yang kering agar dapat diperoleh hasil kepadatan
yang baik
f. Kondisi yang kering tersebut harus dipertahankan sampai pekerjaan pemadatan yang
bersangkutan selesai dilakukan
g. Tebal lapisan pasir urug minimum 10 cm padat atau sesuai dengan yang ditunjukkan dalam
gambar. Ukuran yang dicantumkan dalam gambar adalah ukuran tebal padat
h. Letak, tebal dan jenis pasir yang belum tercantum dalam RKS ini disesuaikan dengan gambar
rencana
i. Lapisan pekerjaan diatasnya, dapat dikerjakan bilamana sudah mendapat persetujuan tertulis
dari Tim Teknis / Konsultan Pengawas

Pekerjaan Pondasi
Pekerjaan pasangan pondasi ini meliputi pekerjaan pondasi batu kali, dan seluruh detail yang
disebutkan/ ditunjukkan dalam gambar sesuai petunjuk Direksi Teknis (Pengawas/Konsultan
Pengawas).
Pelaksanaan :
1. Sebelum pelaksanaan pekerjaan pondasi kita harus mengadakan pengukuran- pengukuran
untuk as-as pondasi seperti pada gambar konstruksi dan harus dimintakan persetujuan
Pengawas Lapangan
2. Kita wajib melaporkan kepada Pengawas Lapangan bila ada perbedaan Gambar-gambar dari
Konstruksi dengan Gambar-gambar Arsitektur atau bila ada hal-hal yang kurang jelas.
3. Penggalian tanah dasar pondasi dilakukan sampai kedalaman dasar lapis tanah keras (sesuai
gambar).
4. Jika pada kedalaman tersebut ternyata masih ditemukan lapisan tanah jelek, maka perlu
konsultasi dengan Perencana dan Konsultan Pengawas untuk mendapatkan pengarahan lebih
lanjut.
5. Lebar penggalian dibagian bawah minimal lebar pondasi ditambah 2 x 10 cm.
6. Lebar penggalian disebelah atas disesuaikan dengan keadaan tanah, dengan pengarahan
"Hindarkan Kelongsoran".
7. Tanah dasar pondasi harus dipadatkan dengan stemper atau vibro roller hingga mencapai
kepadatan 90% Standard Proctor.
8. Jika penggalian melampaui kedalaman yang ditentukan sedangkan lapis tanah yang baik
sudah dicapai pada peil yang ditentukan, maka galian yang terlalu dalam tersebut harus
ditimbun dengan pasir pasang dan dipadatkan hingga kepadatan 95% atas beban kita selaku
pelaksana.
9. Diatas urugan pasir untuk pondasi lajur/pondasi bukan struktur dipasang anstamping/batu
belah setebal 20 cm atau sesuai gambar.
10. Pondasi batu belah menggunakan batu kali dengan adukan campuran 1 Pc : 4 Ps, adukan
harus membungkus batu kali sedemikian rupa sehingga tidak ada bagian yang keropos.
11. Sebelum pondasi struktur dan pondasi bukan struktur dipasang lebih dahulu dibuat profil-
profil pondasi dari kayu setinggi patok galian, bentuk dan ukurannya sesuai gambar
potongan pondasi.
12. Pada pertemuan antara pondasi, kolom, dan sloof, harus disediakan stek-stek tulangan yang
tertanam pada pondasi sedalam 20 cm, dengan diameter dan jumlah besi sesuai dengan
tulangan tersebut

Urugan Kembali Tanah Bekas galian


Pengurugan kembali dengan tanah :
1. Tanah yang akan digunakan untuk pengurugan harus mendapat persetujuan dari Pengawas.
2. Semua bahan-bahan organis, sisa-sisa bongkaran bekisting, puing, sampah-sampah harus
disingkirkan.
3. Bongkaran-bongkaran tanah harus dipecahkan menjadi komponen-komponen yang kecil
terlebih dahulu.
4. Urugan kembali pada akhir pekerjaan pondasi untuk pengisian dan leveling disekitar
konstruksi pondasi.
5. Penggalian yang melebihi batas yang ditentukan, harus diurug kembali sehingga
mencapai perataan yang ditetapkan dengan bahan urugan yang dipadatkan.

Urugan Tanah
Pekerjaan Urugan tanah meliputi Urugan tanah peninggian peil dan Urugan tanah dengan
mendatangkan material Tanah Timbunan sebagai urugan dari luar lokasi, Adapan Cara
Pelaksanaannya adalah :
1. Pengurugan harus diperiksa sebelum disetujui oleh pengawas lapangan.
2. Pelaksanaan pengurugan harus dilakukan lapis demi lapis dengan tebal max tiap-
tiap lapisan sesuai dengan yang disyaratkan dan dipadatkan sampai mencapai
Kepadatan
Optimum, dan mencapai peil permukaan tanah yang direncanakan.
3. Pada lokasi yang diurug harus diberi patok-patok, ketinggian sesuai dengan ketinggian
rencana.
4. Untuk daerah-daerah dengan ketinggian tertentu, dibuat patok dengan warna tertentu
pula. Pada daerah yang basah/ada genangan air, harus membuat saluran-
saluran sementara untuk mengeringkan lokasi-lokasi tersebut, misalnya dengan bantuan
pompa air.
5. Lokasi yang akan diurug harus bebas dari lumpur atau kotoran, sampah dan
sebagainya. Jika tidak ada persetujuan sebelumnya dari pengguna jasa/pengawas lapangan
maka pemadatan tidak boleh dengan dibasahi air.

Pemadatan Tanah
Cara Pelaksanaannya :
 Pemadatan dilakukan pada peil yang ditentukan sesuai Gambar Kerja.
 Sebelum pemadatan, harus dibersihkan dari semua kotoran, humus dan akar tanaman
serta bekas bongkaran.
 Pelaksanaan pemadatan dilakukan lapis demi lapis, tiap lapisan tidak boleh lebih dari
20 cm tebal sebelum dipadatkan atau 15 cm setelah dipadatkan.
 Pemadatan tanah dan pembentukan permukaan (shaping) dilakukan dengan blade
graders / stemper atau lainnya dengan mendapatkan persetujuan dari Konsultan
Pengawas. Sebelumnya tanah harus digaru dengan sheep foot rollers.

PEKERJAAN BETON
Pekerjaan ini meliputi Pekerjaan Sloof, Kolom, Balok, ringbalk, Tangga dan plat beton serta
semua pekerjaan beton bertulang yang terdapat pada gambar kerja.
Untuk pekerjaan Beton Bertulang (Struktur) di haruskan hasil finishnya merupakan bentuk ekspose
sesuai dengan dimensi digambar apabila terjadi kesalahan pelaksanaan, dimensi yang tidak sama
(miring/menggelembung) maka perubahan pelurusan yang berupa plester aci menjadi tanggung
jawab pihak Penyedia Jasa. Juga termasuk di dalam lingkup pekejaan ini adalah pengamanan baik
pekerja maupun fasilitas lain di sekitar sehingga pekerjaan dapat berjalan dengan lancar dan aman.
Pelaksanaan Pekerjaan :
Pekerjaan Pembesian
1) Kait dan Pembengkokkan
 Penulangan harus dilengkapi dengan kait/bengkokan minimal sesuai ketentuan
SNI 03-6816-2002, atau sesuai petunjuk Konsultan Pengawas.
 Batang tulangan tidak boleh dibengkok atau diluruskan dengan cara-cara yang
merusak tulangan itu.
 Batang tulangan yang diprofilkan, setelah dibengkok dan diluruskan kembali
tidak boleh dibengkok lagi dalam jarak 60 cm dari bengkokan sebelumnya.
 Batang tulangan yang tertanam sebagian di dalam beton tidak boleh
dibengkokkan atau diluruskan dilapangan, kecuali apabila ditentukan di dalam
gambar-gambar rencana atau disetujui oleh Konsultan Perencana.
 Membengkokkan dan meluruskan batang tulangan harus dilakukan dalam keadaan
 dingin.
 Apabila pemanasan diijinkan, batang tulangan dari baja lunak (polos atau
diprofilkan) dapat dipanaskan sampai kelihatan merah padam tetapi tidak boleh
mencapai suhu lebih dari 850˚C.
 Apabila batang tulangan dari baja lunak yang mengalami pengerjaan dingin
dalam pelaksanaan ternyata mengalami pemanasan di atas 100˚C yang bukan
pada waktu las, maka dalam perhitungan-perhitungan sebagai kekuatan baja
harus diambil kekuatan baja tersebut yang tidak mengalami pengerjaan dingin.
 Batang tulangan dari baja keras tidak boleh dipanaskan, kecuali diijinkan oleh
perencana.
 Batang tulangan yang dibengkok dengan pemanasan tidak boleh didinginkan
dengan jalan disiram dengan air.
2) Pemotongan
Panjang baja tulangan beton yang melebihi ketentuan (kecuali lewatan) harus
dipotong dengan alat pemotong besi atau alat pemotong yang disetujui Konsultan
Pengawas.
Pada bagian yang membutuhkan bukaan untuk dudukan mesin, peralatan dan alat
utilitas lainnya, tulangan beton harus dipotong sesuai dengan besar atau ukuran
bukaan.
3) Penempatan dan Pengencangan
 Sebelum pemasangan, tulangan beton harus bebas dari debu, karat, kerak
lepas, oli, cat dan bahan asing lainnya.
 Semua tulangan beton harus dipasang dengan baik, sesuai dengan mutu, dimensi
dan lokasi. Penahan jarak dengan bentuk balok persegi atau gelang- gelang harus
dipasang pada setiap m² atau sesuai petunjuk Konsultan Pengawas dan User.
Batu, bata atau kayu tidak diijinkan digunakan sebagai penahan jarak atau
sisipan.
 Semua penahan jarak atau sisipan harus diikat dengan kawat no. AWG 16 (φ 1.62
mm) atau yang setara. Las titik dapat dilakukan pada baja lunak pada tempat-
tempat yang disetujui Konsultan Pengawas.

Cetakan Beton / Bekisting


Acuan yang dibuat dari kayu balok dan multiplek tebal minimum 9 mm dan harus
memenuhi syarat-syarat kekuatan, daya tahan dan mempunyai permukaan yang baik
untuk pekerjaan finishing. Penyedia Jasa Konstruksi harus memberikan contoh (sample)
bahan yang akan dipergunakan sabagai acuan untuk disetujui Konsultan Pengawas,
cetakan beton (bekisting) harus benar-benar kuat dan kokoh sehingga tidak terjadi
kegagalan pada bekisting yang dapat mengubah baik bentuk maupun ukuran elemen
struktur.

Kawat pengikat
Kawat pengikat harus berukuran minimal 1 mm, kualitas baik dan tidak berkarat.
Air
Air untuk campuran dan untuk pemeliharaan beton harus dari air bersih dan tidak
mengandung zat-zat uang dapat merusak beton.

Lapisan pelindung Beton/selimut beton/beton dekking


Untuk lapisan pelindung beton ditentukan sebagai berikut : kolom 3 cm, balok 2,5 cm,
dan harus sepengetahuan konsultan pengawas. Campuran untuk beton deking 1Pc:2Ps
sekurang-kurangnya berukur 7 hari.
Pengadukan dan Alat Aduk
1) Dalam pekerjaan ini beton yang digunakan adalah :
 Sloof, Plat lantai atap, plat dinding, ringbalk, balok, tangga harus
menggunakan beton dengan mutu beton K - 300
 Sebelum pembuatan beton harus menyampaikan rancangan campuran beton/mix
design.
2) Pengaturan pengangkutan dan cara penakaran yang dilakukan, harus mendapatkan
persetujuan Konsultan Pengawas Seluruh operasi harus dikontrol/diawasi secara
kontinyu oleh Konsultan Pengawas.

Pengangkutan Adukan
1) Pengangkutan beton dari tempat pengadukan ke tempat penyimpanan akhir (sebelum
dituang), harus sedemikian hingga tercegah terjadinya pemisahan (segregasi) atau
kehilangan material.
2) Alat angkut yang digunakan harus mampu menyediakan beton di tempat
penyimpanan akhir dengan lancar, tanpa mengakibatkan pemisahan bahan yang telah
dicampur dan tanpa hambatan yang dapat mengakibatkan hilangnya plastisitas beton
antara pengangkutan yang berurutan.
3) Pengangkutan beton dari ready mix ke lokasi proyek menggunakan truk molen
dengan jumlah yang cukup.
4) Penggunakan bahan aditif harus seijin Konsultan Pengawas.

Penuangan Beton
1) Beton yang akan dituang harus sedekat mungkin ke cetakan akhir (maksimum 1
meter) untuk mencegah terjadinya segregasi karena penuangan kembali atau
pengaliran adukan.
2) Pelaksanaan penuangan beton harus dilaksanakan dengan suatu kecepatan
penuangan sedemikian hingga beton selalu dalam keadaan plastis dan dapat mengalir
dengan mudah ke dalam rongga di antara tulangan.
3) Beton yang telah mengeras sebagian dan atau telah dikotori oleh material asing,
tidak boleh dituang ke dalam cetakan.
4) Beton setengah mengeras yang ditambah air atau beton yang diaduk kembali setelah
mengalami pengerasan tidak boleh dipergunakan kembali.
5) Waktu antara pengadukan dan pengecoran tidak boleh lebih dari 1 jam. Pengecoran
harus dilakukan sedemikian rupa untuk menghindari terjadinya pemisahan material
dan perubahan letak tulangan.
6) Beton harus dilapisi bonding agent sebelum pengecoran sambungan beton lama
dengan beton baru.
7) Penyedia Jasa Kontruksi harus memastikan bahwa lekatan pada sambungan kolom
lama dengan kolom yang baru bersifat monolit.
8) Penyedia Jasa Kontruksi tidak diperkenankan melakukan pekerjaan penuangan beton
tanpa menggunakan alat bantu pipa tremie atau sejenisnya. Penggunaan alat bantu
pipa tremie sesuai petunjuk Konsultan Pengawas.
9) Penyedia Jasa Kontruksi harus memastikan kondisi tulangan dalam keadaan bersih
dari kotoran seperti: karat, sisa semen, bahan organic dan lain-lain, sebelum
dilakukan pengecoran.
10) Pelaksana harus memberitahukan Konsultan Pengawas selambat-lambatnya 2 hari
sebelum pengecoran beton dilaksanakan.
11) Untuk setiap pelaksanaan pengecoran harus mendapat ijin dari Konsultan Pengawas.

Pemadatan Beton
1) Pemadatan beton harus dilakukan dengan penggetar mekanis/mechanical vibrator
dan tidak diperkenankan melakukan penggetaran dengan maksud untuk mengalirkan
beton.
2) Pemadatan ini harus dilakukan sedemikian rupa hingga beton yang dihasilkan
merupakan massa yang utuh, bebas dari lubang-lubang, segregasi atau keropos.
3) Pada daerah penulangan yang rapat, penggetaran dilakukan dengan alat penggetar
yang mempunyai frekuensi tinggi untuk menjamin pengisian beton dan pemadatan
yang baik.
4) Alat penggetar tidak boleh disentuhkan pada tulangan terutama pada tulangan yang
telah masuk pada beton yang telah mulai mengeras.

Perawatan Beton
Beton yang sudah dicor harus dijaga agar tidak terlalu cepat kehilangan kelembaban
(curing) minimum 14 hari dengan cara:
1) Pembasahan terus-menerus dilakukan dengan cara merendam air.
2) Cara-cara perawatan lainnya harus senantiasa diketahui dan disetujui Konsultan
Pengawas.

Pengerjaan Akhir
1) Permukaan (Pengerjaan Akhir Biasa)
 Terkecuali diperintahkan lain, permukaan beton harus dikerjakan segera setelah
pembongkaran acuan. Seluruh perangkat kawat atau logam yang telah digunakan
untuk memegang cetakan, dan cetakan yang melewati badan beton, harus
dibuang dan dipotong kembali paling sedikit 2.5 cm di bawah permukaan beton.
Tonjolan mortar dan ketidak rataan lainnya yang disebabkan oleh sambungan
cetakan harus dibersihkan.
 Konsultan Pengawas harus memeriksa permukaan beton segera setelah
pembongkaran acuan dan dapat memerintahkan penambalan atas kekurang
sempurnaan minor yang tidak akan mempengaruhi struktur atau fungsi lain dari
pekerjaan beton. Penambalan harus meliputi pengisian lubang-lubang kecil dan
lekukan dengan adukan semen. Sedang untuk keropos yang masuk dan dilewati
yang merusak struktur harus di grouting. Mutu grouting harus memiliki kuat tekan
2 (dua) kali kuat tekan beton struktur.
 Bilamana Konsultan Pengawas menyetujui pengisian lubang besar akibat keropos,
pekerjaan harus dipahat sampai ke bagian yang utuh, membentuk permukaan
yang tegak lurus terhadap permukaan beton. Lubang harus dibasahi dengan air
dan adukan semen acian (semen dan air, tanpa pasir) harus dioleskan pada
permukaan lubang. Lubang harus selanjutnya diisi dan ditumbuk dengan adukan
yang kental yang terdiri dari satu bagian semen dan dua bagian pasir, yang harus
dibuat menyusut sebelumnya dengan mencampurnya kira-kira 30 menit sebelum
dipakai.

2) Permukaan (Pekerjaan Akhir Khusus)


Permukaan yang terekspos harus diselesaikan dengan pekerjaan akhir berikut ini,
atau seperti yang diperintahkan oleh Konsultan Pengawas:
 Bagian atas pelat, dan permukaan horizontal lainnya sebagaimana yang
diperintahkan Konsultan Pengawas, harus digaruk dengan mistar bersudut untuk
memberikan bentuk serta ketinggian yang diperlukan segera setelah pengecoran
beton dan harus diselesaikan secara manual sampai halus dan rata dengan
menggerakkan perata kayu secara memanjang dan melintang, atau oleh cara lain
yang cocok, sebelum beton mulai mengeras.
 Perataan permukaan horizontal tidak boleh menjadi licin misalnya pada RAM,
harus sedikit kasar tetapi merata dengan penyapuan, atau cara lain sebagaimana
yang diperintahkan Konsultan Pengawas, sebelum beton mulai mengeras.
 Permukaan bukan horizontal yang nampak, yang telah ditambal atau yang masih
belum rata harus digosok dengan batu gurinda yang agak kasar (medium), dengan
menempatkan sedikit adukan semen pada permukaannya. Adukan harus terdiri
dari semen dan pasir halus yang dicampur dengan proporsi yang digunakan untuk
pengerjaan akhir beton. Penggosokan harus dilaksanakan sampai seluruh tanda
bekas acuan, ketidakrataan, tonjolan hilang, dan seluruh rongga terisi, serta
diperoleh permukaan yang rata. Pasta yang dihasilkan dari penggosokan ini harus
dibiarkan tertinggal di tempat.
Perbaikan Beton
1) Kita selaku Penyedia Jasa Konstruksi harus meminta Konsultan Pengawas untuk
memeriksa permukaan beton segera setelah pembongkaran acuan.
2) Bila ada kerusakan kita harus mengganti beton yang tidak sesuai dengan garis, detail
atau elevasi yang telah ditentukan atau yang rusaknya berlebihan. (Jangan
menambal, mengisi, memulas, memperbaiki atau mengganti beton ekspos kecuali
atas petunjuk Konsultan Pengawas).
3) Keropos, lubang atau sambungan dingin harus diperbaiki segera setelah
pembongkaran bekisting. Bahan tambalan harus kohesif, tidak berkerut dan melebihi
kekuatan beton. Beton keropos tidak boleh ditambal manual, menambalan harus
digrouting dengan mesin tekanan hydrolis.
4) Penyambungan beton lama dengan beton baru menggunakan Sikabond NV. Air :
sikabond NV : semen = 1 : 1 : 3.
5) Singkirkan cacat, karat, noda atau beton ekspos yang luntur warnanya atau beton
yang akan dicat dengan:
 Semprotan pasir ringan.
 Pembersihan dengan larutan lembut sabun deterjen dan air yang diaplikasikan
dengan menggosok secara keras dengan sikat lembut, kemudian disiram dengan
air.
 Hilangkan noda karat dengan mengaplikasikan pasta asam oksalid, biarkan
sejenak, dan sikat dengan kikir yang disetujui.
 Hilangkan asam. Lindungi bahan metal atau lainnya yang dapat rusak karena
asam.
 Tambalan semen.
 Mengikir dan menggerinda.

Pasangan Atap Spandek


a. Atap yang digunakan pada ruang penunjang adalah Spandek
b. Atap harus dipasang menurut keahlian dan sedemikian rupa hingga benar- benar tersusun rapi
dalam segala arah kaitan dan saling menutupnya harus cocok dan rapat.
c. Sebelum Atap dipasang harus di cek dulu kekuatan konstruksi atap dan bidang konstruksi atap
sudah rata (baik)
d. Kita harus mengajukan contoh Material Atap kepada Konsultan Pengawas, Pengelola Teknik
Pekerjaan sebelum mendatangkan Atap.
e. Penutup atap boleh dipasang setelah mendapat persetujuan Konsultan Pengawas
f. Pemasangan sedemikian rupa sehingga dapat mencegah kebocoran.
g. Pelubangan penutup atap metal harus menggunakan bor listrik. Bila diperlukan
pemotongan harus dilakukan dengan menggunakan gergaji besi yang bergigi halus
h. Pemasangan Atap harus dijaga kerapiannya.
i. Dalam pemasangan penutup atap ini juga dilakukan pemasngan lisplank yang ukuran dan
warnanya menyesuaikan gambar kerja.

Pasangan Lisplank
Pekerjaan lisplank ini meliputi : Semua lisplank yang tertera dalam gambar kerja
Pelaksanaannya :
• Lisplank dibuat dari Kalsiplank lebar sesuai gambar
• Semua bidang Lisplank harus terhindar dari cacat.
• Tidak boleh menggunakan Lisplank yang telah rusak, pecah dan retak-retak.
• Pemasangannya dipakukan langsung pada usuk atau kaso.
• Pemasangan harus rapi dan lurus.
• Apabila dijumpai pemasangan yang tidak lurus, maka bagian tersebut harus dibongkar dan
diperbaiki kembali
• Sebelum lisplank dicat harus terlebih dahulu dicat dasar meni

PEKERJAAN BAJA
PASANGAN RANGKA BAJA

Sebelum melaksanakan pekerjaan ini terlebih dahulu dilakukan beberapa penyiapan seperti gambar
kerja, bahan serta peralatan demi menunjang kelancaran pelaksanaan pekerjaan, setelah seluruh
peralatan telah siap maka dilakukan perangkaian kuda – kuda baja iwf terlebih dahulu, perangkaian
dilakukan dengan metode pengelasan, tenaga ahli yang berpengalaman juga akan digunakan dalam
pelaksanaan pekerjaan ini, pada saat ingin melakukan perangkaian kuda – kuda, gording, sag rod dan
ikatan angin akan digunakan metode pengelasan, terlebih dahulu Permukaan bagian yang akan dilas
harus dibersihkan dari cat, minyak, karat dan bekas-bekas potongan api yang kasar. Bekas potongan
api harus digurinda dengan rata.Kerak bekas pengelasan harus dibersihkan dan disikat. Metode
pengelasan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak timbul distorsi pada elemen konstruksi
baja yang dilas, pelaksanaan pekerjaan perangkaian kuda – kuda, gording, sag rod, dan ikatan angin
dilaksanakan dengan sedemikian rupa sesuai dengan gambar kerja serta petunjuk dari direksi.
Untuk pelaksanaan pekerjaan penyambungan dengan baut mur digunakan baut mur bediameter 14
mm, serta plat T : 12 mm
Untuk pelaksanaan pekerjaan tiang IWF pelaksanaannya juga akan menggunakan metode pengelasan,
tiang – tiang dipersiapkan dititik pemasangan agar segera dapat dilakukan erection, pelaksanaan
pekerjaan erection dapat dilakukan dengan menggunakan takel ataupun mini crane dalam
pelaksanaannya, tiang kemudian didirikan tepat pada plate yang telah disiapkan, pelaksanaan
pekerjaan pemasangan tiang akan dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi serta gambar kerja yang
telah ditetapkan.
Baut penyambung harus berkwalitas baik dan baru. Diameter baut, panjang ulir harus sesuai dengan
yang diperlukan. Mutu baut yang digunakan adalah Baut Hitam atau setaraf, kecuali ditentukan lain
dalam gambar.Lubang baut dibuat maksimum 2 mm. lebih besar dari diameter baut.Pemasangan dan
pengencangan baut harus dikerjakan sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan momen torsi yang
berlebihan pada baut yang akan mengurangi kekuatan baut itu sendiri. Untuk itu diharuskan
menggunakan pengencang baut yang khusus dengan momen torsi yang sesuai dengan buku petunjuk
untuk pengencangan masing-masing baut. Panjang baut harus sedemikian rupa, sehingga setelah
dikencangkan masih dapat paling sedikit 4 ulir yang menonjol pada permukaan, tanpa menimbulkan
kerusakan pada ulir baut tersebut. Baut harus dilengkapi dengan 2 ring, masing-masing 1 buah pada
kedua sisinya.Untuk menjamin pengencangan baut yang dikehendaki, maka baut-baut yang sudah
dikencangkan harus diberi tanda dengan cat, guna menghindari adanya baut yang tidak dapat
dikencangkan.

PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN


Pekerjaan Dinding Batu Bata
Pasangan batu bata ini meliputi pekerjaan dinding bangunan dan seluruh detail yang
disebutkan/ditunjukkan dalam gambar dan sesuai petunjuk Direksi Teknis (Pengawas/Konsultan
Pengawas).
Pelaksanaan :
1. Ukuran bata yang kurang dari standard 1/2 batu tidak boleh dipasang
2. Sebelum dimulai pemasangan, maka batu batanya harus direndam lebih dahulu
di dalam air selama setengah jam atau sampai jenuh dan permukaan yang akan
dipasang harus juga basah.
3. Pasangan batu bata dipasang dengan spesi 1pc : 3Ps untuk pasangan bata trasram (kedap
air) dan pasangan batu bata biasa dengan 1Pc : 4Ps
4. Adukan pasangan harus dibuat secara hati-hati, diaduk didalam bak kayu yang
besarnya memenuhi syarat. Mencampurnya semen dan pasir harus di dalam keadaan
kering yang kemudian diberi air sampai didapat campuran plastis. Adukan yang sudah
mengering /kering tidak boleh dicampur dengan adukan yang baru.
5. Dalam satu hari pasangan tidak boleh lebih tinggi dari 1 (satu meter). Dari pengakhiran
pasangan satu hari tersebut harus dibuat bertangga menurun dan tidak tegak berdiri untuk
menghindari retak dikemudian hari. Tebalnya siar batu bata tidak boleh kurang dari 1
(satu) cm atau 10 mm dan siarnya harus benar-benar pada adukannya.
6. Semua pasangan baru dijaga jangan sampai terkena sinar matahari langsung
dengan menutupnya memakai karung basah.
7. Tempat yang harus dibuat lubang harus dipersiapkan dulu dengan menyumbatnya memakai
batang pisang untuk diameter besar, sedangkan untuk diameter lebih kecil dipakai
potongan bambu.
8. Semua pasangan bata harus rata (horizontal) dan tiap-tiap kali diukur dari lantai,
dengan menggunakan benang. Pemasangan benang tidak boleh lebih dari 30 cm di
atas pasangan di bawahnya. Pada semua pasangan bata setengah batu satu sama
lain harus terdapat pengikat yang sempurna. Tidak dibenarkan menggunakan batu
bata pecahan separo panjang, kecuali sesuai peraturannya (di sudut). Lapisan yang satu
dengan lapisan yang diatasnya harus berbeda setengah panjang bata pada pasangan
satu batu dan pasangannya lebih tebal harus disusun sesuai dengan petunjuk/peraturan
seharusnya.
9. Pada tiap-tiap pertemuan dinding pasangan bata tegak lurus, di atas setiap lubang
pintu dan jendela atau lubang lain serta dimana luas dinding tidak lebih dari 12 m2,
baik tergambar maupun tidak, dipasang kolom/balok beton praktis yang merupakan
bingkai, kecuali satu dan lain hal disesuaikan dengan gambar. Ukuran untuk
balok/kolom praktis tersebut setebal dinding bata dengan pembesian 4 Ø10 sengkang
Ø8 -150. Semua pertemuan tegak lurus harus benar-benar bersudut 90º.
10. Sebagai persiapan untuk plesteran, maka siarnya harus diketok sedalam 0.5 cm
sehingga adukannya akan cukup mengikat plesteran yang akan dipasang
11. Bilamana didalam pemasangan ternyata terdapat batu bata yang cacat atau tidak
sempurna, maka batu bata ini harus diganti dengan yang baik atas biaya kontraktor.
12. Di tempat yang akan terdapat pintu, jendela, lobang ventilasi dan lain-lain,
pasangan bata hendaknya ditinggalkan sampai rangka kusen kayunya selesai dan
dipasang ditempat yang tepat
13. Lubang untuk alat-alat listrik Dimana akan dipasang pipa-pipa dan atau alat-alat yang
ditanam dalam dinding, maka harus dibuat pahatan secukupnya pada pasangan bata
sebelum diplester. Pahatan tersebut setelah dipasang pipa/alat, harus ditutup dengan
adukan plesteran yang dilaksanakan secara sempurna, dikerjakan bersama-sama dengan
plesteran seluruhnya di bidang tembok.

Pekerjaan Plesteran dan Acian


Seluruh permukaan dinding bata yang akan diplester harus dibersihkan dari segala kotoran, debu
dan minyak serta disiram/dibasahi dengan air semen.
a. Plesteran biasa dengan campuran 1Pc : 4 Ps Digunakan untuk permukaan - permukaan dinding
pasangan bata merah dan Campuran 1Pc : 3Ps untuk plesteran dinding beton/ sponengan,
Semua kolom dan beton dalam dan luar diplester dengan spesi 1Pc : 3Ps
b. Plesteran trasram dengan campuran 1Pc:3Psr. Digunakan untuk permukaan beton dinding
ruang-ruang toilet, seluruh permukaan dinding pasangan dibagian luar bangunan, dan seluruh
dinding lantai dasar sampai setinggi plus 40 cm dari permukaan lantai (kurang lebih 0,00).
c. Pasir pasang yang digunakan harus bersih, bebas dari lumpur serta material tidak terpakai
lainnya, diayak terlebih dahulu dengan mata ayakan O 3 mm seperti yang dipersyaratkan.
d. Material lain yang tidak terdapat dalam persyaratan diatas tetapi dibutuhkan untuk
penyelesaian/ penggantian pekerjaan dalam bagian ini, harus bermutu baik dari jenisnya dan
disetujui Direksi Teknis (Pengawas/Konsultan Pengawas).
e. Semen Portland yang dikirim ke lapangan harus dalam keadaan tertutup atau yang masih
disegel dan berlabel pabriknya, bertuliskan tipe, dalam keadaan utuh dan tidak ada cacat.
f. Bahan harus disimpan di tempat yang kering, berventilasi baik, terlindung, bersih. Tempat
penyimpanan bahan harus cukup menampung kebutuhan bahan, dilindungi sesuai dengan
jenisnya seperti yang disyaratkan dari pabrik
g. Semua bahan sebelum dikerjakan harus ditunjukkan kepada Direksi Teknis
(Pengawas/Konsultan Pengawas) untuk mendapatkan persetujuan, lengkap dengan
ketentuan/ persyaratan dari pabrik yang bersangkutan. Material yang tidak disetujui harus
diganti dengan material lain yang mutunya sesuai dengan persyaratan tanpa biaya tambahan.
h. Sebelum memulai pekerjaan, Penyedia Jasa diharuskan memeriksa site/ lapangan yang telah
disiapkan apakah sudah memenuhi persyaratan untuk dimulainya pekerjaan.
i. Bila ada kelainan dalam hal apapun antara gambar, spesifikasi dan lainnya, Penyedia Jasa
harus segera melaporkan kepada Direksi Teknis (Pengawas/Konsultan Pengawas). Penyedia
Jasa tidak diperkenankan melakukan pekerjaan di tempat tersebut sebelum kelainan/
perbedaan diselesaikan.
j. Tebal plesteran antara 10 - 15 mm dengan hasil ketebalan dinding finish 150 mm atau sesuai
yang ditunjukkan dalam detail gambar. Ketebalan plesteran yang melebihi 20 mm harus
diberi kawat ayam untuk membantu dan memperkuat daya lekat plesteran.
k. Pertemuan plesteran dengan jenis pekerjaan lain, seperti kusen dan pekerjaan lainnya, harus
dibuat naat (tali air) dengan lebar minimal 5 mm, kecuali bila ditentukan lain.
l. Acian digunakan campuran Pc dan air sampai mendapatkan campuran yang homogen.
dikerjakan sesudah plesteran berumur minimal 8 hari, sehingga siap untuk difinish.
m. Kelembaban plesteran harus dijaga, sehingga pengeringan berlangsung wajar tidak terlalu
tiba-tiba, dengan membasahi permukaan plesteran setiap kali terlihat kering dan melindungi
dari terik panas matahari langsung dengan bahan penutup yang bisa mencegah penguapan air
secara cepat.
n. Wajib memperbaiki/ mengulang/ mengganti bila ada kerusakan yang terjadi selama masa
pelaksanaan (dan masa pemeliharaan).

PEKERJAAN KERAMIK LANTAI DAN DINDING


Pekerjaan Penutup Lantai Keramik
a. Pemasangan Keramik sebaiknya dilakukan pada tahap akhir, untuk menghindari
kerusakan akibat pekerjaan yang belum selesai.
b. Permukaan lantai yang akan dipasang keramik tile harus bersih, cukup kering dan rata
air.
c. Pekerjaan lantai keramik dilaksanakan untuk seluruh lantai, menggunakan Keramik
sesuai yang tertera pada gambar kerja
d. Sebelum dipasang keramik tile terlebih dahulu direndam air.
e. Setiap jalur pemasangan sebaiknya ditarik benang dan rata air.
f. Adukan semen untuk pemasangan harus penuh, baik di permukaan dasar maupun di
belakang homogenius tile lantai yang terpasang. Bahan adukan dari Campuran Semen
Instant .
g. Lebar nat yang dianjurkan untuk lantai 2 mm dengan campuran pengisi nat (Grout)
Semen Portland/Mortar Utama/Prime Mortar/ setara. Bagi area yang luas dianjurkan
untuk diberi expansion joint.
h. Pemotongan homogenius tile harus menggunakan mesin pemotong, dan bekas potongan
harus digerinda dan diamplas sampai halus dan rata. Pemasangan dilakukan sesuai pola
yang ditentukan dalam gambar.
i. Garis-garis pada pemasangan lantai harus berkesinambungan satu dengan yang lainnya,
kecuali pada pertemuan khusus.
j. Pekerjaan lantai yang tidak lurus/ waterpass, siarnya tidak lurus, berombak, turun naik
dan retak harus dibongkar.
k. Keramik tile yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala noda pada permukaan
Keramik tile hingga betul-betul bersih.
l. Keramik tile yang sudah terpasang harus dihindarkan dari sentuhan/beban selama 3 x 24
jam dan dilindungi dari kemungkinan cacat akibat pekerjaan lain.

Pekerjaan Dinding Keramik


Pekerjaan Pasangan perbaikan pada dinding keramik sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan
atau terdapat pada gambar kerja.
1. Pada permukaan dinding beton/bata merah yang ada, keramik dapat langsung
diletakkan, dengan menggunakan perekat Semen Instant, diaduk baik memakai larutan
supercement, jumlah pemakaian adalah 10% dari berat semen yang dipakai dengan
tebal adukan tidak lebih dari 1,5 cm atau bahan perekat khusus, dengan
memperhatikan sehingga mendapatkan ketebalan dinding seperti tertera pada gambar.
2. Keramik yang dipasang adalah yang telah diseleksi dengan baik, warna, motifa tiap
keramik harus sama tidak boleh retak, gempal atau cacat lainnya.
3. Pemotongan keramik harus menggunakan alat potong khusus untuk itu, sesuai petunjuk
pabrik pembuat.
4. Sebelum keramik dipasang, terlebih dahulu harus direndam air sampai jenuh.
5. Ketinggian peil tepi atas pola keramik disesuaikan dengan gambar.
6. Awal pemasangan keramik pada dinding dan kemana sisa ukuran harus ditentukan,
harus dibicarakan terlebih dahulu dengan Perancang/Direksi Lapangan sebelum
pekerjaan pemasangan dimulai.
7. Bidang dinding keramik harus benar-benar rata, garis-garis siar harus benar-benar lurus,
siar arah horizontal pada dinding yang berbeda ketinggian peil lantainya harus
merupakan garis lurus.
8. Keramik harus disusun menurut garis-garis lurus dengan siar sebesar 3-5 mm setiap
perpotongan siar harus membentuk dua garis tegak lurus.
9. Pembersihan permukaan ubin dari sisa-sisa adukan semen hanya boleh dilakukan dengan
menggunakan cairan pembersih untuk keramik.
10. Nad-nad pada pemasangan keramik harus diisi dengan bahan supergrout

PEKERJAAN KUSEN, PINTU, JENDELA DAN KACA


Kusen, Daun Pintu Dan Daun Jendela
Pekerjaan ini Meliputi fabrikasi dan instalasi seluruh kusen, daun pintu, dan daun jendela yang
dinyatakan dalam gambar menggunakan bahan alumunium
Cara Pelaksanaannya :
Persiapan
a. Sebelum pekerjaan kusen, pintu, dan jendela dilaksanakan, Kontraktor Pelaksana harus
menyerahkan gambar-gambar pelaksanaan / shop drawing kepada Pengawas proyek.
Sebelum gambar shop drawing tersebut disetujui oleh Pengawas proyek, Kontraktor
Pelaksana tidak diperkenankan melaksanakan pekerjaan
b. Kita harus menyerahkan 3 set contoh semua bahan yang memperlihatkan tekstur, finishing,
dan warna.
c. Kontraktor juga menyerahkan seluruh contoh-contoh profil yang
akan
dipergunakan dengan diberi keterangan mengenai jenis bahan, ketebalan, dan penggunaan
profil tersebut pada komponen kusen, daun pintu, dan daun jendela.
d. Sebelum memulai pemasangan, kontraktor harus membuat contoh pemasangan
yang memperlihatkan dengan jelas pola pemasangannya.
e. Mock-up yang telah disetujui akan dijadikan standard minimal untuk fabrikasi dan
pemasangan Kusen Pintu dan Jendela
f. Rongga-rongga tempat pintu dan jendela yang akan dipasang sudah harus dalam keadaan
selesai / finish walaupun belum dalam kondisi finishing akhir.
g. Kontraktor pelaksana wajib meneliti gambar-gambar dan kesesuaian kondisi lapangan
sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan. Apabila terjadi kekurang rataan kondisi
permukaan, kurang waterpass, ataupun ketidak sesuaian ukuran, elevasi, ukuran lebar, dan
posisi terhadap keseluruhan disain, maka Kontraktor Pelaksana wajib memperbaikinya
terlebih dahulu.
h. Seluruh bahan yang didatangkan di lapangan harus masih dalam kemasan pabrik,
lengkap dengan instruksi-instruksi pemasangannya.
i. Penyimpanan bahan material ditempat yang rata dan diberi suport dan
perlindungan yang memadai untuk melindungi material dari perubahan bentuk ataupun dari
kerusakan.

Pelaksanaan :
Khusus untuk pekerjaan pasangan Kusen Pintu, Kusen Jendela dilaksanakan bersamaan dengan
pasangan batu, metode pelaksanaannya dilakukan diawal pelaksanaan pekerjaan dengan memesan
kusen pintu dan jendela pada tukang kayu yang professional sehingga pada saat akan melakukan
pemasangan batu bahan kusen ini sudah siap di lokasi, dan saat dipasang terlebih dahulu dibuatkan
dan dipasangkan angker dari besi beton yang akan menjadi pengait sekaligus penyatu antara
pasangan batu dan kusen, pasangan kusen ini dilakukan sedemikian rupa ditimbang dan dikur secara
seksama agar terpasang dengan baik, lurus dan tidak miring baik sisi kiri, kanannya maupu sisi atas
dan bawah kusen.
Untuk pemasangan kaca dalam pelaksanaan pekerjaan ini akan dilaksanakan oleh tenaga ter ampil
yang ahli pada bidang ini, pada saat pemotongan kaca dilakukan, pemotongan kaca harus dilakukan
dengan rapih dan lurus, pemotongan kaca dilakukan dengan menggunakan alat khusus, setelah kaca
telah dipotong sesuai dengan ukuran, maka sisi - sisi kaca yang telah terpotong kemudian di
haluskan dengan menggunakan gurinda, pemasangan kaca dilakukan dalam alur rangkanya, rapat,
kuat dan tidak goyang, setelah kaca telah terpasang dengan sempurna kaca kemudian diberi tanda,
bahwa kaca tersebut telah terpasang.

Pekerjaan Pintu Dan Jendela Kaca Rangka Aluminium


a. Kita wajib meneliti gambar-gambar yang ada dan kondisi di lapangan termasuk
mempelajari bentuk, pola, lay-out atau penempatan, cara pemasangan, mekanisme dan
detail-detail sesuai gambar.
b. Sebelum pemsangan, penimbunan bahan-bahan pintu di tempatkan pada ruang dengan
sukulasi udara yang baik, tidak terkena cuaca langsung dan terlindungi dari kerusakan dan
kelembaban
c. Harus memperhatikan semua sambungan harus siku untuk rangka aluminium dan penguat
lain yang diperlukan hingga terjamin kekuatannya dengan memperhatikan kerapian terutama
untuk bidang-bidang tampak tidak boleh ada cacat penyetelan. Semua ukuran harus sesuai
gambar dan meupakan ukuran jadi

Pekerjaan Kaca
a. Semua pekerjaan baru boleh dilaksanakan pada tahap kemajuan pekerjaan pembangunan
gedung keseluruhan telah mencapai kondisi tertentu yang tidak akan membahayakan kaca
yang akan dipasang.
b. Semua pekerjaan harus dilakukan oleh tukang-tukang dengan standart
c. pengerjaan yang telah disetujui oleh Pengawas proyek.
d. Pemasangan kaca harus tepat, celah antara kaca dengan frame alumunium harus di tutup
dengan gasket. Khusus untuk sisi kaca luar bangunan harus diisi dengan backer rod dan
sealant. Tumpuan sisi bawah kaca harus diberi material setting block. Untuk Kaca Frameless
sambungan antara kaca dan ke konstruksi harus ditutup sealant struktural.
e. Untuk frame kayu harus diberi lis kayu yang sesuai dengan tipe kusen atau pintu /
f. jendelanya.
g. Pemasangan harus sesuai dengan gambar rancangan pelaksanaan dan persyarat an
teknis yang benar.
h. Penyekrupan harus tidak terlihat dari luar dengan skrup kepala tanam galvanized.
i. Kaca yang sudah terpasang harus diberi penanda yang mudah dibersihkan dengan
ukuran cukup besar supaya mudah diketahui, dan untuk mencegah kerusakan kaca dan
kecelakaan kerja akibat terbentur kaca.
j. Sisi cermin yang tampak akibat pemotongan harus dihaluskan hingga membentuk
tembereng.

Pekerjaan Sealant
Pelaksanaannya :
a. Sebelum pekerjaan ini dimulai, maka Kita selaku Penyedia Jasa diwajibkan meneliti dan
memeriksa kembali pekerjaan - pekerjaan yang ada hubungannya dengan pekerjaan sealant.
b. Pemasangan dilaksanakan sesuai dengan gambar rencana dan petunjuk Direksi Lapangan dan
dilakukan dengan baik, sehingga menghasilkan pekerjaan yang rapi.
c. Sebelum pekerjaan dimulai Penyedia Jasa harus menyerahkan contoh-contoh barang yang
dipergunakan untuk mendapatkan persetujuan dari Direksi Lapangan.
d. Semua permukaan sebelum dipasang sealant harus dibersihkan dengan bahan permbersih
khusus (primer) yang juga mempunyai fungsi untuk menambah daya lekat sealant.
e. Pemasangan sealant harus rapih, padat, tidak bercelah, tidak bocor,
denganketebalanmaksimumsesuai denganpetunju pabriknya.

Pekerjaan Penggantung Dan Pengunci


Persiapan :

a.kita harus menyerahkan 3 set contoh semua bahan alat penggantung dan pengunci kepada
Pengawas proyek untuk mendapat persetujuan penggunaan bahan dari Pengawas proyek.
b.Untuk keperluan Pengawas proyek, kita harus menyediakan brosur bahan guna pemilihanjenis
bahan yang dipakai.
c.Sebelum pelaksanaan pekerjaan, pelaksana harus selalu berkoordinasi dengan pelaksanaan
pekerjaan lain yang berkaitan seperti pekerjaan Kusen, Daun Pintu dan Daun Jendela, serta
pekerjaan Kaca.
d. Seluruh bahan yang didatangkan di lapangan harus masih dalam kemasan pabrik.
e. Penyimpanan bahan material ditempat yang bersih, aman, diberi perlindungan yang
memadai untuk melindungi material dari perubahan bentuk ataupun dari kerusakan.
Pelaksanaan :
a. Semua pekerjaan harus dilakukan oleh tukang-tukang dengan standard pengerjaan
yang telah disetujui oleh Pengawas proyek.
b. Pemasangan dan penyetelan harus tepat, tidak meninggalkan celah.
c. Pemasangan harus sesuai dengan gambar rancangan pelaksanaan dan persyaratan
teknis yang benar.
d. Engsel untuk pintu dipasang sebanyak 3 buah untuk masing-masing daun pintu, kecuali
disebutkan lain dalam gambar. Engsel atas dan bawah dipasang 28 cm dari ambang
atas/bawah pintu, sedangkan engsel tengah dipasang di tengah- tengah di antara kedua
engsel tersebut.
e. Engsel untuk jendela dipasang sebanyak 3 buah untuk masing-masing daun jendela
kecuali disebutkan lain dalam gambar.
f. Handel pintu dan pengunci dipasang 90 cm (as) dari permukaan lantai
dibawahnya.
g. Tanda pengenal anak kunci harus dipasang sesuai dengan pintunya.

Pengujian :
Seluruh perangkat kunci harus bekerja dengan baik, untuk itu harus dilakukan pengujian
secara kasar.
PEKERJAAN PLAFOND

Pekerjaan Rangka plafond , Penutup Plafond Gypsum dan List plafond Gypsum
Rangka langit-langit besi hollow dengan penggantung dari bahan metal furing yang dilengkapi
dengan mur dan klem, penggantung- penggantung terikat kuat pada beton, dinding atau rangka
baja yang ada.
a. Rangka plafon terbuat dari rangka metal furing ukuran 60 cm x 60 cm sesuai petunjuk
pemasangan dari produsen dan gambar rancangan pelaksanaan.
b. Rangka langit-langit dipasang setelah sisi bagian bawah diratakan, pemasangan sesuai
dengan pola yang ditunjukkan/disebutkan dalam gambar dengan memperhatikan modul
pemasangan penutup langit-langit yang dipasangkan.
c. Bidang pemasangan bagian rangka langit-langit harus rata, tidak cembung, kaku dan
kuat, kecuali bila dinyatakan lain, misal: permukaan merupakan bidang miring/tegak sesuai
yang ditunjukkan dalam gambar.
d. Setelah seluruh rangka langit-langit terpasang, seluruh permukaan rangka harus rata,
lurus dan waterpas, tidak ada bagian yang bergelombang, dan batang-batang rangka harus
saling tegak lurus.
e. Bahan penutup langit-langit adalah Gypsum dengan mutu bahan seperti yang telah
dipersyaratkan dengan pola pemasangan sesuai yang ditunjukkan dalam gambar.
f. Pertemuan antara bidang langit-langit dan dinding, digunakan bahan seperti yang ditunjukkan
dalam gambar.
g. Hasil pemasangan penutup langit-langit harus rata, tidak melendut.
h. Seluruh antara permukaan langit-langit dan dinding dipasang list profil dari bahan yang telah
ditentukan dengan bentuk dan ukuran sesuai gambar.
i. Penutup Plafond yang dipasang adalah Kalsiboard yang telah dipilih dengan baik, bentuk dan
ukuran masing-masing unit sama, tidak ada bagian yang retak, gompal atau cacat-cacat
lainnya dan telah mendapat persetujuan dari Direksi Lapangan dan atau Pemberi Tugas.
j. Board dipasang dengan cara pemasangan sesuai dengan gambar unit itu dan setelah
gypsum/calsi board terpasang, bidang permukaan langit-langit harus rata, lurus, waterpas
dan tidak bergelombang dan sambungan antara unit-unit board tidak terlihat
k. Pada beberapa tempat tertentu harus dibuat manhole/access panel di langit-langit yang bisa
dibuka, tanpa merusak board di sekelilingnya, untuk keperluan pemeriksaan/pemeliharaan M
& E.
l. Pekerjaan ini dikerjakan oleh Pemborong yang berpengalaman dan dengan tenaga-
tenaga ahli.
m. Sebelum melaksanakan pekerjaan, diwajibkan untuk meneliti gambar-gambar yang ada dan
kondisi di lapangan (ukuran dan peil), termasuk mempelajari bentuk pola
layout/penempatan, cara pemasangan, mekanisme dan detail-detail sesuai gambar.
n. Diwajibkan memperbaiki pekerjaan yang rusak/cacat/kena noda. Perbaikan dilaksanakan
sesuai pengarahan Direksi Lapangan dan atau Pemberi Tugas dan tidak mengganggu pekerjaan
finishing lainnya.
o. Bila kerusakan pekerjaan ini bukan oleh tindakan pemilik pada waktu pelaksanaan pekerjaan
maka Kita memperbaiki pekerjaan tersebut sampai dinyatakan dapat diterima oleh Direksi
Lapangan atau Pemberi Tugas. Biaya yang ditimbulkan untuk pekerjaan perbaikan ini menjadi
tanggungan Pemborong.
p. Kitab wajib mengadakan perlindungan/pengamanan terhadap hasil pekerjaan plafond yang
sudah terpasang.
q. Untuk itu Kita harus mengadakan koordinasi dengan pihak pekerjaan finishing lainnya,
dengan pengarahan Direksi Lapangan atau Pemberi Tugas agar pekerjaan plafond yang
telah dilaksanakan tidak terganggu atau rusak.

PEKERJAAN PENGECETAN
Pekerjaan Pengecetan
Persyaratan dalam pekerjaan Pengecetan adalah :
1. Seluruh pelaksanaan dan bahan untuk pekerjaan ini harus sesuai dengan standard
dan/atau spesifikasi pabrik.
2. Pabrik dan kontraktor harus memberi jaminan minimal selama 5 (lima) tahun
terhitung waktu penyerahan atas semua pekerjaan ini terhadap kemungkinan cacat,
warna yang berubah dan kerusakan cat lainnya.
3. Hasil pekerjaan yang tidak disetujui Pengguna Jasa harus diulang dan diganti. Penyedia
jasa harus melakukan pengecatan kembali bila ada cat dasar atau cat finish yang kurang
menutupi atau lepas sebagaimana ditunjukkan oleh Pengguna Jasa.
4. Bahan didatangkan langsung dari pabrik, tiba di Tapak Konstr uksi harus masih
tersegel baik dalam kemasannya dan tidak cacat. Penyedia jasa wajib
membuktikankeaslian cat dari produk tersebut Diatas mengenai kemurnian cat yang akan
dipergunakan. Pembuktian berupa segel kaleng, test BD, test Laboratorium dan hasil akhir
pengecatan. Biaya untuk pembuktian ini dibebankan kepada Kontraktor. Hasil test
kemurnian harus mendapat rekomendasi tertulis dari produsen dan diserahkan kepada
Pengguna Jasa untuk persetujuan pelaksanaan.
5. Sebelum pelaksanaan pekerjaan wajib melakukan percobaan pengecatan (mock up). Biaya
percobaan ini ditanggung Penyedia jasa. Hasil percobaan tersebut harus diserahkan
kepada Pengguna Jasa untuk mendapatkan persetujuan bagi pelaksanaan pekerjaan.
6. Pengecatan harus rata, tidak bertumpuk, tidak bercucuran atau ada bekas yang
menunjukkan tanda sapuan, roller maupun semprotan. Tebal minimum dari tiap
lapisan jadi/finish minimum sama dengan syarat yang dispesifikasikan pabrik.
7. Apabila dari cat yang dipakai ada mengandung bahan dasar beracun atau membahayakan
keselamatan manusia, maka Penyedia jasa harus menyediakan peralatan pelindung
misalnya masker, sarung tangan dan sebagainya yang harus dipakai pada waktu pelaksanaan
pekerjaan.
8. Tidak diperkenankan melaksanakan pekerjaan ini dalam keadaan cuaca yang
lembab/hujan, berdebu. Terutama untuk pelaksanaan di dalam ruangan bagi cat dengan
bahan dasar beracun atau membahayakan manusia, maka ruangan tersebut harus
mempunyai ventilasi yang cukup atau pergantian udara berlangsung lancar.
9. Didalam keadaan tertentu, misalnya untuk ruangan tertutup, Penyedia jasa
harus
memakai kipas angin/fan untuk memperlancar pergantian/aliran udara
10. Peralatan seperti kuas, roller, sikat kawat, kape, pompa udara tekan/vacuum cleaner,
semprotan dan sebagainya harus tersedia dari kualitas/ mutu terbaik.
11. Khusus untuk semua cat dasar harus disapukan dengan kuas. Penyemprotan hanya boleh
dilakukan apabila disetujui Pengguna Jasa.
12. Pemakaian amplas, pencucian dengan air maupun pembersihan dengan kain kering terlebih
dahulu harus mendapatkan persetujuan tertulis dari Pengguna Jasa terkecuali disyaratkan
lain dalam pesifikasi ini.
13. Pelaksanaan pekerjaan ini khususnya pengecatan dasar untuk komponen bahan/
material metal, harus dilakukan sebelum komponen tersebut terpasang.

Pelaksanaan Pekerjaan :
Cat tembok.
Bidang yang akan dicat sebelumnya harus dibersihkan dengan cara menggosok dengan memakai kain
yang dibasahi air, setelah kering didempul/diplamur pada tempat yang berlubang sehingga
permukaannya rata dan licin untuk kemudian dicat paling sedikit dua kali sampai baik atau dengan
cara yang telah ditentukan oleh pabrik.

Cat kayu
Menggunakan cara seperti petunjuk dari pabriknya atau sebelum pekerjaan pengecatan dimulai,
kayu harus kering dan digosok dengan kertas ampelas sampai halus dan didempul pada tempat yang
berlubang, selanjutnya diplamur, sehingga permukaannya menjadi rata dan licin, baru kemudian
dicat sampai rata. Pengecatan dilakukan di tempat yang bebas dari panas matahari langsung.

Pekerjaan Waterproofing
 seluruh lantai toilet dan dak beton dilapisi dengan waterproofing membran ex SIKA atau
sekualitas, mempunyai kemampuan selain sebagai waterproofing juga sebagai
pelindung terhadap gerusan/ benturan.
 Bahan waterproofing harus kedap air, memiliki ketahanan yang baik terhadap
gesekan dan tekanan, dan perilaku material pada 100ºC harus tetap stabil.
 Kontraktor wajib mengajukan contoh bahan kepada Pengawas.
PEKERJAAN MEKANIKAL DAN ELEKTRIKAL

Pekerjaan Sanitair
Termasuk dalam lingkup pekerjaan ini penyediaan tenaga, bahan material, peralatan, dan alat
bantu lainnya sehingga dicapai hasil pekerjaan yang baik dan sempurna. Meliputi pelaksanaan
pengadaan dan pemasangan Klosed, Washtafel, Kran air, Floor Drain, serta
perlengkapanperlengkapan sanitair lainnya.
Pelaksanaannya
b. Sebelum pekerjaan ini dimulai ,maka Penyedia Jasa diwajibkan meneliti dan memeriksa
kembali pekerjaan - pekerjaan yang ada hubungannya dengan pekerjaan sanitair ,misalnya:
tentang seluruh pembuangan dan lain-lain.
c. Pemasangan dilaksanakan sesuai dengan gambar rencana dan petunjuk Direksi Lapangan dan
dilakukan dengan baik, sehingga menghasilkan pekerjaan yang rapi.
d. Sebelum pekerjaan dimulai Kita harus menyerahkan contoh-contoh barang
yang
dipergunakan untuk mendapatkan persetujuan dari Direksi Lapangan.
e. Kloset duduk / Kloset jongkok dipasang sesuai gambar dengan tipe warna akan ditentukan
kemudian.
a. Kran air digunakan dalam kondisi baik, tidak mudah patah dan ”drat” dapat berputar dengan
sempurna.
b. Washtafel yang digunakan tidak mudah kotor, dan mudah dibersihkan apabila ada kotoran
tersangkut pada selang/salurannya.
c. Saringan air untuk setiap pembuangan air kotor dari KM kedalam riool dipasang saringan air
dari kuningan berengsel.
d. Untuk mengalirkan air kotor di KM/WC dibuat riool dari pipa dengan ukuran sesuai gambar
kerja dipasang terpisah dengan kemiringan 1,5 % dan tertanam dalam tanahminimal 20 cm.

Septicktank dan peresapan


Septicktank berfungsi untuk mengolah air limbah selama jangka waktu pemakaian sebesar
pemakaian air rata-rata sehari. adapun posisi penempatannya jika belum jelas dapat di
koordinasikan dengan konsulatan pengawas atau dari Pihak Pejabat pembuat Komitmen.

Pekerjaan Plumbing
Pekerjaan pemasangan plumbing ini sesuai yang dinyatakan/ ditunjukkan dalam detail gambar,
uraian dan syarat-syarat dalam RKS ini dan sesuai dengan persyaratan.
Cara Pelaksanaannya :
1) Instalasi Air Bersih
 instalasi air untuk memenuhi kebutuhan air bersih dalam bangunan dipasangjaringanpipa
PVC type AW, ukuran pipa yang dipergunakan lengkap dengan bahan bantu dan
pemasangan disesuaikan dengan gambar rencana dan petunjuk dari Direksi Lapangan.
 Pelaksanaan pemasangan harus menurut ketentuan/ peraturan dari PDAM setempat yang
berlaku dan sebelumnya kita harus menyerahkan rencana gambar instalasi kepada Direksi
Lapangan.
 Pekerjaan ini dinyatakan selesai (dapat diterima) dengan baik, apabila seluruh jaringan
instalasi yang terpasang sudah mendapat persetujuan dari Direksi Lapangan dan air sudah
dapat dialirkan ketempat-tempat sesuai gambar yang telah direncanakan (tanpa mengalami
kerusakan/ kebocoran).
2) InstalasiAir Kotor
 Instalasi air kotor dipergunakan dari bahan pipa PVC dengan type AW dengan ukuran yang
dipergunakan lengkap dengan bahan bantunya sesuai dengan gambar rencana. Dalam
pelaksanaan pemasangan jaringan disesuaikan dengan gambar rencana dan petunjuk
Direksi Lapangan. Untuk jaringan horizontal dipasang dengan kemiringan 1,5% (tidak
terdapat air yang menggenang didalam jaringan) dan tertanam dalam tanah dengan
kedalaman minimal 20cm.
3) Pekerjaan Pemipaan
 Setelah pekerjaan galian untuk pemipaan jaringan limbah telah diperiksa dan disetujui baik
kedalaman, lebar galian, oleh Direksi Lapangan baru dilakukan pekerjaan pemasangan
pipa.
 Pada waktu pemasangan pipa harus diperhatikan benar-benar mengenai penyambungan
pipa dan kedudukannya agar betul-betul lurus, sambungannya rapat dan dipasang dengan
kemiringan pipa dengan patokan bahwa dari penyambungan awal/inlet dipasang 20cm dari
permukaan tanah dan dipasang dengan kemiringan antara1-2% atau sesuai dengan gambar
rencana.
 Sebelum pipa dipasang, galian tanah harus diberi urugan pasir dengan ketebalan sesuai
dengan petunjuk Direksi Lapangan, baru dipasang pipa yang akan dipergunakan.
 Pipa - pipa harus diberi tumpuan dengan baik terutama pada sambungan- sambungan untuk
menjaga agar tidak terjadi perubahan kedudukan atau kemiringan pipa.
 Untuk meyakinkan hasil pekerjaan pemipaan, Direksi Lapangan dapat meminta kepada
Penyedia Jasa untuk melakukan pengetesan pekerjaan pemipaan, dan apabila terjadi
perbaikan, maka semua biaya yang diperlukan menjadi tanggung jawab kita selaku
Penyedia Jasa, sampai dapat disetujuinya pekerjaan tersebut oleh Direksi Lapangan.
Kemudian dilakukan pekerjaan penimbunan/ pengurugan kembali dan segera dilakukan
perbaikan kembali sesuai dengan fungsi semula.

Pekerjaan Listrik
Pekerjaan meliputi pemasangan instalasi titik lampu, Instalasi stop kontak dan lainnya yang
ditunjukan dalam gambar kerja.
Pelaksanaan:
a. Dalam pekerjaan ini PenyediaJasa harus mempunyai PAS INSTALATUR PLN kategori yang
sesuai dengan macam pekerjaannya dan masih berlaku pada saat pelaksanaan pekerjaan.
b. Peralatan/ bahan yang akan dipasang harus memenuhi persyaratan pengujianya itu pabrik
dan pengujian pada instalasi yang bersangkutan (Lembaga Masalah Ketenagaan PLN).
c. Setelah pemasangan sistem selesai, Kita wajib mengadakan pengetahuan/ percobaan untuk
menunjukkan bahwa sistem dipasang dengan benar,memenuhi persyaratan dan bekerja
dengan baik, untuk mendapatkan rekomendasi dari PLN.
d. Untuk mendapatkan hasil pekerjaan listrik yang baik dan memuaskan, maka
persyaratan/ pemasangan dan pengetesan instalasi listrik harus sesuai dengan PUIL dan
standard PLN (SPLN). Standard - standard negara lain yang digunakans ebagai pelengkap
adalah: IEC,VDE,BS,JIS dll.
e. Instalasi Kabel/Wiring:
1. Pemasangandi Permukaan.
 Semua kabel yang digunakan jenis sesuai gambar dipasang pada permukaan plat/ balok
dengan klem danpendukung-pendukung yang sesuai.
 Semua kabel- kabel harus dipasang lurus/ sejajar dan jari-jari lengkungnya tidak
bolehlebih dari syarat-syaratpabrik.
 Untuk ujung penyambungan baik kepanel maupun kemesin harus lengkap dengan kabel
schoen/ terminal.
2. Kabel Dalam Tanah.
 Kabel tegangan rendah harus ditanam sedalam 80 cm dibawah permukaan tanah.
 Kabel yang ditanam dibawah jalan aspal harus dipasang didalam pipa GIP yang
berlapis adukan beton disebelah samping dan atasnya setebal 15cm.
 Galian untuk menempatkan kabel yang dipasang dalam tanah harus bersih dari bahan-
bahan yang dapat merusak isolasi kabel seperti : batu, abu, kotoran dan lain- lain.
Atas galian (lubang) diurug dengan pasir setebal 7,5 cm kemudian diletakkan kabel dan
diurug lagi dengan pasir setebal15 cm kemudian diberi bata merah atau beton cetak
ukuran 30 x 40 cm2 tebal 10cm, baru diurug dengan tanah dan dipadatkan.
 Kabel harus diberi loop pada tiap-tiap tiang dan kotak-kotak sambung.
 Pada daerahyang mendakikabel harusdiangkur.
 Tanda-tanda dari beton harus dipasang pada tempat - tempat tertentu untuk memberi
petunjuk mengenai tempat dan arah kabel tanah.
3. Penyambungan Kabel.
 Semua penyambungan kabel harus dilakukan dalam kotak-kotak penyambungan.
 Kabel-kabel harus disambung sesuai dengan warna-warna atau nama masing-masing
dan harus diadakan pengetesan tahanan isolasi dimana penyambungan dilakukan.
 Penyambungan kabel tembaga harus mempergunakan penyambung - penyambung
dengan ukuranyang sesuai.
 Penyambungan pada kabel yang berisolasi karet atau PVC harus diisolasi dengan pipa
karet atau PVC berkualitas.
 Semua penyambungan kabel tegangan tinggi harus diawasi oleh ahli dari PLN
atau
Jawatan lain yang sederajat dengan biaya Penyedia Jasa. Semua kabel yang
dipergunakan untuk instalasi listrik harus memenuhi persyaratan SII dan PLN. Semua
kabel/ kawat harus dalam keadaan baru dan harus jelas mengenai ukuran, jenis
kabel, nomor dan jenis pintalannya. Semua kawat dengan penampang 6 mm2 keatas
harus terbuat secara dipilin (stranded).

4. Splice / Pencabangan.
Tidak diperkenankan adanya splice atau sambungan-sambungan baik dalam feeder mau pun
cabang-cabang kecuali pada outlet atau kontak- kontak penghubung yang dapat dicapai
(accessible). Sambungan pada kabel sirkuit cabang harus dibuat secara mekanis dan harus
teguh secara elektrik dengan cara-cara “solderless connector”. Dalam membuat
“splice” konektor harus dihubungkan dengan terminal sambungan, tidak ada kabel - kabel
telanjang yang kelihatan dan tidak dapat terlepas karena adanya getaran.

5. Saluran Penghantar Dalam bangunan.


 Setiap saluran kabel dalam bangunan dipergunakan pipa konduit diameter 5/8”.
 Setiap pencabangan harus menggunakan junction box yang sesuai dengan sambungan.
 Apabila lebih dari satu sambungan harus menggunakanterminal strip didalam junction
box kualitas baik.
 Ujung pipa kabel yang masuk ke dalam panel dan junction box harus dilengkapi dengan
kabelskun/ locknut, sehingga pipa tidak mudah tercabut dari panel.
 Instalasi kabel didalam box panel harus diberika belduct agar tidak terjadi induksi.
 Setiap jalur instalasi kabel pada panel box harus diberi label wiring diagram dan
ditempel pada pintu sisi dalam panel.

f. Instalasi Saklar.
Saklar-saklar dari jenis rocker mekanisme dengan rating 10A/13A, 250V pada umumnya
dipasangin bow kecuali disebutkan lain pada gambar. Jika tidak ditentukan lain, saklar-
saklar tersebut bingkainya harus dipasang rata pada tembok dengan ketinggian 150 cm
diatas lantai yang sudah selesai kecuali ditentukan lain oleh Direksi Lapangan. Saklar-saklar
tersebut harus dipasang dalam kotak- kotak dan ring setelannya yang standar dilengkapi
dengan tutup persegi. Sambungan-sambungan hanya diperbolehkan antara kotak-kotak yang
bersekatan.

g. Stopkontak.
 Stop kontak memakai type earthing contactd engan rating sesuai dengan gambar dan
besaran alat yang dilayani. Semua pasangan stop kontak harus diberi saluran ketanah
(grounding).
 Stop kontak harus dipasang rata dengan permukaan dinding dengan ketinggian 30
cm dari atas lantai yang sudah selesai atau sesuai petunjuk Direksi Lapangan.

h. Instalasi Panel.
1. Kabinet.
 Semua kabinet harus dibuat dari plat baja dengan tebal minimum2 mm, atau dibuat
dari bahan lain sesuai petunjuk Direksi Lapangan. Kabinet untuk “panelboard“
mempunyai ukuran yang proporsional seperti disyaratkan untuk panel board, yang
besarnya sesuai dengan ukuran pada gambar rencana atau menurut
kebutuhan,sehingga untuk jumlah dan ukuran kabel yang dipakai tidak terlalu sesak.
 Frame/rangka panel harus digrounding ditanahkan.Pada kabinet harus ada cara - cara
yang baik untuk memasang, mendukung dan menyetel panel board serta tutupnya.
 Kabinet dengan kabel-kabel trought feeder harus diatur sedemikian rupa, sehingga
saluran dengan lebar tidak kurang dari 10 cm untuk branch circuit panel board.
Finishing
Semua kabinet harus dicat dengan warna yang di tentukan oleh Direksi Lapangan.
Semua kabinet dari pintu- pintu untuk panel board listrik harus dibuat tahan karat
dengan cara Galvanized plating atau dengan Zinkchromete primer. Selain yang
tersebut di atas harus dilapisi dengan lapisan anti karat, yaitu :
 Bagian dalam dari box pintu.
 Bagian luar dari box yang digalvanisir/ cadniumplating tak perlu di cat
kalau seluruhnya terendam, kalau dipakai zinkchromate primer harus di
cat dengan cat bakar.
Testing Sistem Instalasi Listrik.
Pada waktu instalasi telah selesai ,sistem listrik yang dipasang harus ditest dan mendapat
pengesahan dari PLN.
 Instalasi listrik penerangan maupun tenaga siap
terpasang. Pengukuran untuk Instalasi Penerangan.
o Hubungan ke armature diputuskan dengan mematikan saklar yang
berhubungan ke lampu-lampu maupun ke alat.
o MCB dipanel dalam posisi OFF.
o Pengukuran dilakukan setiap group maupun phase serta arde.
o Untuk pengukuran instalasi penerangan tahanan kawat dibuatkan daftar.
o Setiap menunjukkan hasil pengukuran tahanan kawat dibuatkan daftar.
o Diwaktu pengukuran dilaksanakan ,sumber daya dari PLN/ Genset tidak
boleh dimasukkan.
 Pengetesan terhadap armature/ lampu penerangan.
 Jangka waktu pengetesan 7x24 jam.
 Lampu dinyalakan terus menerus.
 Pengujian dapat dilakukan secara random dan secara keseluruhan.

PEKERJAAN LAIN- LAIN


i. Pekerjaan Railing Besi

Pekerjaan railing meliputi pekerjaan seperti yang ditunjukkan gambar rencana.


 Besi yang digunakan berupa pipa Gip di finish cat Zinchromate dan Cat Besi atau sesuai
dengan gambar rencana.
 Bahan yang digunakan tidak boleh cacat, bengkok dan mengandung karat.
 Penyambungan dengan las harus dilaksanakan dengan keahlian yang tinggi.
 Permukaan yang dilas harus sama rata dan laur lasnya kelihatan teratur. Bekas las harus
dikikir dan dihaluskan, tanpa mengurangi kekuatan lasnya. Pengelasan yang cacat harus
dipotong dan dilas kembali atas biaya Kita.
Lengkungan napabila diperlukan, harus dilaksanakan dengan alat lengkung (bender).
Setelah pengelasan, penghalusan dan pemasangan selesai, railing pipa besi di amplas dan
dihaluskan untuk kemudian dicat anti karat untuk kemudian dicat besi.
SERAH TERIMA HASIL PEKERJAAN

Pada akhir Pekerjaan menjelang Penyerahan Hasil Pekerjaan tahap pertama :


a. Semua bangunan sementara harus dibongkar dan dibersihkan bekas-bekasnya.
b. Tiap bagian pekerjaan harus dalam keadaan baik, bersih, utuh, tanpa cacat.
c. Semua bagian yang bergerak harus dijaga kelancaran jalannya, misalnya pintu,jendela,
pintu pagar dll.
d. Semua anak kunci harus dikumpulkan dan diberi tempat yang baik dengan gambar
penjelasan dan masing-masing posisi diberi tanda yang jelas dan mudah dimengerti.
e. Barang/peralatan sanitair harus dijaga kebersihannya. Bila mana terdapat cacat dan
kerusakan pada bagian yang telah selesai, Penyedia Jasa Pemborongan harus memperbaiki /
mengganti agar dapat berfungsi dengan baik dan dapat diterima oleh Pemberi Tugas.
f. Semua Instalasi harus dapat berfungsi dengan baik dan benar. Untuk hal tersebut sebelum
masa penyerahan Kita selaku Penyedia bersama-sama dengan Konsultan Pengawas harus
melakukan uji coba/test pada peralatan tersebut, hingga dapat diketahui bagian mana yang
masih belum dapat berfungsi dan apabila ditemukan hal yang demikian Penyedia Jasa
Pemborongan harus segera membetulkan/mengganti agar peralatan tersebut dapat
berfungsi sebagai ketentuan
g. Diwajibkan menyerahkan kepada konsultan pengaws merupakan :
 3 (tiga) set gambar instalasi terpasang
 3 (tiga) set gambar sesuai terlaksana (Asbuild drawing) dari seluruh pekerjaan yang
dilaksanakannya termasuk gambar perubahannya
 3 (tiga) set album Foto Kegiatan
h. Kita harus membersihkan dan membuang sisa – sisa bahan/material, sampah, kotoran bekas
kerja dan barang lain yang tidak berguna akibat pekerjaan.

Masa pemeliharaan
Masa pemeliharaan berlangsung selama 180 (Seratus Delapan Puluh) hari kalender sejak tanggal
serah terima pekerjaan pertaman (PHO) selama masa pemeliharaan diwajibkan untuk merawat,
mengamnkan dan memperbaiki segla cacat yang timbul, sehingga sebelum penyerahn ke II
dilaksanakan pekerjaan benar – benar telah sempurna

Makassar 26 Agustus 2017


CV. MAKASSAR STRUKTURINDO

ILHAM AKBAR Z. A.
DIREKTUR