Anda di halaman 1dari 2

Panduan Praktek Klinik

HIPOKSEMIA
No.Dokumen No. Revisi Halaman
RSUD AROSUKA

Tanggal Ditetapkan,
Terbit/ revisi Direktur Utama
Standar Prosedur
Operasional
Kedokteran Dr. Maryeti Marwazi, MARS
NIP.

PENGERTIAN Hipoksemia adalah: Penurunan tekanan parsial Oksigen (PaO2) dalam


darah. Pada orang dewasa, anak dan bayi berusia lebih dari 28 hari
dikatakan hipoksemia bila PaO2 < 60 mmHg atau SaO2 < 90%, pada
neonates bila PaO2 < 50mmHg dan atau SaO2 < 88%.

MANIFESTASI • SIRKULASI
KLINIS - Hipotensi, bradikardi, hipertensi mendadak, takikardi, aritmia,
sianosis, diaphoresis (berkeringat hebat)

• RESPIRASI
- Penggunaan otot otot bantu pernafasan
- Retraksi otot intercostal, otot suprasternal, atau otot supraklavikular
- Takipnea
- Hiperpnea
- Pola pernafasan paradoksal
- Bradipnea
- Sianosis
• SSP
- Depresi, mengantuk, disorientasi, sakit kepala, penurunan kesadaran,
koma

PEMERIKSAAN Beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat membantu diagnosis


PENUNJANG hipoksemia
- Pulse oximetry untuk menilai oksigenisasi jaringan
- Analisis gas darah arteri (AGD) untuk menilai PaO2 dan PaCO2 dan
pH. Perbedaan tekanan parsial oksigen dalam alveoli dan dalam
sirkulasi dapat digunakan untuk mengetahui apakah hipoksemia
hanya disebabkanoleh hiperkapnea atau gangguan di parenkim paru
Nilai PaO2 (mmhg) SaO2 (%)
Normal 97 97
Normal Range ≥ 80 ≥95
Hipoksemia < 80 <95
- Mild 60-79 90-94
- Moderate 40-59 75-89
- Severe <40 <75

TATA LAKSANA Pada dasarnya terapi hipoksemia ditujukan pada penyebab / penyakit
dasarnya dan disaat yang sama memperbaiki keadaan hipoksemia dengan
pemberian suplementasi oksigen untuk meningkatkan Fraksi Oksigen
1. Hipoksemia Ringan dengan kanul nasal 2-3 liter/ menit
2. Hipoksemia sedang sd berat tanpa retensi CO2 dengan masker
simple 4-5 liter/ menit sesuaikan PaO2
3. Hipoksemia dengan retensi CO2 dengan terapi O2 terkendali,
dengan Masker Venturi
4. Hipoksemia berat dengan ventilasi mekanik