Anda di halaman 1dari 27

MANAJEMEN PEMASARAN

Dasar-Dasar Pasar Konsumen dan Pasar Konsumen Sendiri

Kelompok 3

Atika Febria 1711212042

Indah Syavira 1711212043

Icha Wilma 1711211014

Egi Adelweis 1711211037

Shindy Sintia Soraya 1711211020

Faraditha Dwi Aryani 1711211021

Nikmatallizra 1711212017

Nadia 1711211019

Orina Vandini 1711213033

Ulfa Hasanah 1711213031

Aditya Marcel 1711213013

Yonika Sari 1711213038

Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat

Fakultas Kesehatan Masyarakat

Universitas Andalas

2019
Kata Pengantar

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan
karunia-Nya akhirnya kelompok dapat menyelesaikan makalah Pengembangan dan
Pengorganisasian Masyarakat yang berjudul “Dasar-dasar pasar dan konsumen
pasar sendiri”. Tujuan utama pembuatan makalah ini adalah untuk menyelesaikan
tugas mata kuliah Manajemen Pemasaran.
Kelompok sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka
menambah wawasan serta pengetahuan kita. Kelompok juga menyadari bahwa di
dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu,
kelompok berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang
telah kami buat. Mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang
membangun.
Semoga makalah ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya
begitupun bagi kelompok yang membuatnya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata – kata yang kurang berkenan.

Padang, Agustus 2019

Penyusun

Kelompok 3

i
Daftar Isi

Kata Pengantar ............................................................................................................... i


Daftar Isi........................................................................................................................ ii
BAB I Pendahuluan ..................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ............................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .......................................................................................... 1
1.3 Tujuan ............................................................................................................. 1
BAB II Pembahasan ..................................................................................................... 3
2.1 Konsep Inti Pemasaran ................................................................................... 3
2.1.1 Definisi Pemasaran.................................................................................. 3
2.1.2 Pengertian Konsep Pemasaran ................................................................ 4
2.1.3 Unsur Unsur Konsep Pemasaran ............................................................. 4
2.1.4 Kebutuhan, Keinginan, dan Permintaan.................................................. 5
2.2 Hubungan Satu Sama Lain Permintaan, Produk, Nilai Dan Kepuasaan ........ 7
2.2.1 Nilai dan Kepuasan Pelanggan................................................................ 7
2.2.2 Model Konsumen dalam Keputusan Pembelian ................................... 10
2.2.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsuman ........................ 10
2.3 Bauran Pemasaran ........................................................................................ 13
2.4 Transaksi ...................................................................................................... 14
2.5 Konsep Produksi (production concept) ........................................................ 14
2.6 Konsep Pemasaran ....................................................................................... 16
2.7 Pemasaran Social. ......................................................................................... 17
2.8 Tujuan Pemasaran ........................................................................................ 18
2.9 Alasan Perusahaan Menggunakan Konsep Pemasaran ................................ 18
2.10 Kelebihan dan Kekurangan Konsep Pemasaran ........................................... 18
2.10.1 Kelebihan Konsep Pemasaran ............................................................... 18
2.10.2 Kelemahan Konsep Pemasaran ............................................................. 19

ii
BAB III Penutup ........................................................................................................ 21
3.1 Kesimpulan ................................................................................................... 21
3.2 Saran ............................................................................................................. 21
Daftar Pustaka ............................................................................................................. 23

iii
BAB I

Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Perusahaan yang menjalankan aktivitasnya baik perusahaan yang bergerak


dalam bidang jasa maupun barang mempunyai tujuan yang sama yaitu memperoleh
keuntungan. Selain itu perusahaan juga ingin memberikan kepuasan atas produk yang
dihasilkannya, karena kepuasan konsumen menjadi tolak ukur dari keberhasilan
perusahaan dalam menghasilkan produk yang berkualitas, dan yang diinginkan oleh
konsumen.

Pemasaran merupakan salah satu ilmu ekonomi yang telah berkembang, dan
sampai pada saat sekarang ini pemasaran sangat mempengaruhi keberhasilan suatu
perusahaan untuk bisa bertahan di dalam pangsa pasar. Oleh karena itu diperlukan
strategi pemasaran yang dapat memberikan pengaruh untuk menentukan berhasil atau
tidaknya dalam memasarkan produknya. Apabila strategi pemasaran yang dilakukan
perusahaan tersebut mampu memasarkan produknya dengan baik, hal ini akan
berpengaruh terhadap tujuan perusahaan.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan konsep inti pemasaran?


2. Apa saja hubungan satu sama lain permintaan, produk, nilai dan kepuasaan?
3. Apa yang dimaksud dengan bauran pemasaran?
4. Bagaimana dengan konsep produksi dan pemasaran ?
5. Apa saja alasan perusahaan menggunakan konsep pemasaran?
6. Apa saja kelebihan dan kekurangan konsep pemasaran?

1.3 Tujuan

1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan konsep inti pemasaran


2. Untuk mengetahui hubungan satu sama lain permintaan, produk, nilai dan
kepuasaan

1
3. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan bauran pemasaran
4. Untuk memahami konsep produksi dan pemasaran
5. Untuk memahami alasan perusahaan menggunakan konsep pemasaran
6. Untuk memahami kelebihan dan kekurangan konsep pemasaran

2
BAB II

Pembahasan

2.1 Konsep Inti Pemasaran

2.1.1 Definisi Pemasaran


Menurut Griffin dan Edbert (2002) mendefinisikan pemasaran sebagai proses
merancang, melaksanakan konsep, menetapkan harga, promosi serta penggagasan
ide, barang bagi mewujudkan pertukaran yang memuaskan objektif individu dan
organisasi.

Kotler dan Keller (2009:6) mengutip Asosiasi Pemasaran Amerika yang


memberikan definisi berikut, “Pemasaran adalah satu fungsi organisasi dan
seperangkat proses untuk menciptakan, mengomunikasikan, dan menyerahkan nilai
kepada pelanggan dan mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang
menguntungkan organisasi dan para pemilik sahamnya.”

Menurut William J. Stanton (2007), pemasaran adalah suatu system total dari
kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi dan
mendistribusikan barang-barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai
pasar sasaran serta tujuan perusahaan.
Menurut Basu Swastha DH (2005), pemasaran adalah system keseluruhan dari
kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga,
mempromosikan, dan mendistribusikan barang, jasa, ide kepada pasar sasaran agar
dapat mencapai tujuan organisasi.
Pemasaran tidak hanya bertujuan memuaskan kepentingan langganan saja akan
tetapi juga memerhatikan semua kepentingan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.
Pertukaran merupakan inti dari pemasaran. Pertukaran adalah satu dari tiga cara
untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan seseorang yaitu :
1) Memproduksi sendiri (self production)
2) Dengan paksaan (corsion)
3) Jual beli atau pertukaran (exchange)

3
Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk
merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barang- barang
yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan
perusahaan. Pemasaran adalah kegiatan pemasar untuk menjalankan bisnis guna
memenuhi kebutuhan pasar dengan barang dan atau jasa, menetapkan harga,
mendistribusikan, serta mempromosikannya melalui proses pertukaran agar
memuaskan konsumen dan mencapai tujuan perusahaan.

2.1.2 Pengertian Konsep Pemasaran


a. Menurut Swastha Konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang
menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat
ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan.

b. Menurut Kotler Konsep Pemasaran adalah menjadi lebih efektif daripada


para pesaing dalam memadukan kegiatan pemasaran guna menetapkan
dan memuaskan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran.
2.1.3 Unsur Unsur Konsep Pemasaran
Ada tiga unsur pokok konsep pemasaran (Swastha dan Handoko, 2007)

a. Orientasi pada konsumen.

Perusahaan yang benar-benar ingin memperlihatkan konsumen harus :

 Menentukan kebutuhan pokok (basic needs) dari pembeli yang akan


dilayani dan dipenuhi.

 Menentukan kelompok pembeli yang akan dijadikan sasaran penjualan.

 Menentukan produk dan program pemasarannya.

 Mengadakan penelitian pada konsumen untuk mengukur, menilai dan


menafsirkan keinginan, sikap dan perilaku mereka.

4
 Menentukan dan melaksanakan strategi yang paling baik, apakah
menitikberatkan pada mutu yang tinggi, harga yang murah atau model
yang menarik.

b. Penyusunan kegiatan secara integral (integral marketing).

Pengintegrasian kegiatan pemasaran berarti bahwa setiap orang dan setiap


bagian dalam perusahaan turut berkecimpung dalam suatu jasa yang
terkoordinir untuk memberikan kepuasan konsumen, sehingga tujuan
perusahaan dapat terealisasi.

c. Kepuasan konsumen (customer satisfaction)


Faktor yang menentukan apakah perusahaan dalam jangka panjang akan
mendapatkan laba adalah banyak sedikitnya kepuasan konsumen yang
dapat dipenuhi. Ini tidak berarti bahwa perusahaan harus memaksimalkan
kepuasan konsumen, tetapi perusahaan harus mendapatkan laba dengan
cara memberikan kepuasan kepada konsumen.
2.1.4 Kebutuhan, Keinginan, dan Permintaan
Kebutuhan adalah syarat hidup dasar manusia. Orang membutuhkan udara,
makanan, air pakaian, dan tempat tinggal untuk dapat bertahan hidup. Orang juga
memiliki kebutuhan yang kuat akan rekreasi, pendidikan, dan hiburan. Kebutuhan-
kebutuhan ini menjadi keinginan ketika diarahkan ke objek tertentu yang dapat
memuaskan kebutuhan tersebut. Seorang konsumen di Amerika Serikat
membutuhkan makanan, namun mungkin menginginkan hamburger, kentang goreng,
dan minuman ringan. Seseorang di Mauritius membutuhkan makanan, namun
mungkin membutuhkan sebuah mangga, beras, lentil, dan kacang polong. Keinginan
dibentuk oleh masyarakat.

Permintaan adalah keinginan akan produk-produk tertentu yang didukung oleh


kemampuan untuk membayar. Banyak orang menginginkan Mercedes; tetapi hanya
sedikit yang mau dan mampu membelinya. Perusahaan harus mengukur tidak hanya

5
seberapa banyak prang yang menginginkan produk mereka, namun juga berapa
banyak orang yang mau dan mampu membelinya.

Pembedaan ini menyoroti kritik yang mengatakan bahwa "pemasar


menciptakan kebutuhan" atau "pemasar membuat orang membeli hal-hal yang tidak
mereka Inginkan Pemasar tidak menciptakan kebutuhan: kebutuhan mendahului
pemasar. Pemasar, bersama dengan faktor-faktor kemasyarakatan lainnya,
memengaruhi keinginan. Pemasar mungkin memperkenalkan gagasan bahwa sebuah
Mercedes dapat memuaskan kebutuhan seseorang akan status sosial. Namun, pemasar
tidak menciptakan kebutuhan akan status sosial.

Memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan tidak selalu mudah. Sebagian


pelanggan memiliki kebutuhan yang tidak sepenuhnya mereka sadari atau mereka
tidak dapat mengartikulasikan kebutuhan ini. Ada lima tipe kebutuhan :

1. Kebutuhan yang dinyatakan (Pelanggan menginginkan mobil yang murah.)

2. Kebutuhan yang sebenarnya (Pelanggan menginginkan sebuah mobil yang


biaya operasi nya, bukan harga awalnya, rendah.)

3. Kebutuhan yang tidak dinyatakan (Pelanggan mengharapkan pelayanan yang


baik dari dealer mobil.)

4. Kebutuhan kesenangan (Pelanggan ingin agar dealer mobil juga memasukkan


sistem navigasi GPS ke dalam paket.

5. Kebutuhan rahasia ( Pelanggan ingin agar temannya memandang dirinya


sebagai pelanggan yang cerdas.)

Hanya melayani kebutuhan yang dinyatakan saja berarti tidak memberi


pelanggan apa yang benar-benar dibutuhkannya Banyak konsumen yang tidak tahu
apa yang mereka inginkan dalam suatu produk. Memberi pelanggan apa yang mereka
inginkan kini tidak lagi cukup. Untuk memperoleh keuntungan, perusahaan harus
membantu pelanggan dalam mempelajari apa yang mereka inginkan.

6
2.2 Hubungan Satu Sama Lain Permintaan, Produk, Nilai Dan Kepuasaan

Permintaan adalah keinginan akan produk yang spesifik yang didukung dengan
kemampuan dan kesediaan untuk membelinya. Keinginan berubah menjadi
permintaan bilamana didukung dengan daya beli.

Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan kepada seseorang untuk


memuaskan suatu kebutuhan atau keinginan. Produsen mencintai produk mereka
tetapi lupa bahwa pelanggan membelinya karena produk tersebut memuaskan suatu
kebutuhan.

Bila kita mengatakan bahwa sebuah produk mempunyai nilai yang lebih baik
daripada yang lain, maka yang kita maksudkan adalah bahwa produk tersebut
mempunyai harga yang lebih tinggi. Jadi, walaupun produk menawarkan utilitas lebih
banyak kepada konsumen (lebih cepat sampai ke tujuan, lebih jarang rusak dan
sebagainya) maka akan memberikan kepuasaan tersendiri kepada konsumen.

2.2.1 Nilai dan Kepuasan Pelanggan


Perusahaan menghadapi persaingan yang paling hebat, meskipun demikian,
dengan beralih dari filosofi produk dan penjualan yang lebih baik untuk
memenangkan persaingan. Dasar dari orientasi pemasaran yang dibentuk dengan baik
ada hubungan pelanggan yang kuat. Pemasar harus berhubungan dengan mereka
berproses dalam menciptakan nilai tambah, bahkan menikmati produknya,serta
menjadi pelanggan yang loyal.

Pemasar berkewajiban mengimpormasikan, melibatkan diri bahkan mendorong


mereka dengan baik ketika ia menyarangkan untuk membuat pelanggan menjadi
pusat budaya perusahaan karena perusahaan yang berpusat pada pelanggan
mempunyai keahlian dalam membangun hubungan pelanggan, bukan hanya produk,
tetapi mempunyai kemampuan atau keahlian dalam rekayasa pasar. Pemasar yang
berhasil adalah pemasar yang secara total memuaskan pelanggan dengan
menguntungkan.

7
Pemasar harus dapat mengetahui, memahami serta dapat memcari jalan keluar
terhadap kesulitan atau ketidak tauan dalam mendapatkan akses informasi serta
dinamika informasi sehingga konsumen dapat memutuskan untuk memberli produk
serta dari pengalaman dan apa yang di dapat dari karakteristik dari produk itu
menjadikannya puas dan kembali membeli bahkan menjadi pelanngan yang loyal.
Dari aspek pandang di atas dari sekian pelanggan dengan berbagai karakteristik diatas
secara realitas ada perbedaan presepsi yang mendasar dalam menilai, menyatakan apa
puas, serta dari pasca pembelian dan konsumsi dapat menjawab konsep diatas
Olehnya itu sesgera pemasar dapat meyakinkan pelanggan dengan cara atau tindakan
antara lain:

1. Membangun nilai

Nilai adalah: Perkiraan konsumen tentang kemampuan total suatu produk


untuk memenuhi kebutuhannya. Nilai Terhantar pada Pelanggan adalah selisih
antara jumlah nilai bagi pelanggan dan jumlah biaya dari pelanggan. Dan Jumlah
nilai adalah sekelompok keuntungan yang diharapkan pelanggan dari barang dan
jasa tertentu. Pelanggan biasanya akan memilih penawaran yang paling tinggi
nilai terhantarnya, dengan harapan akan mendapatkan Kepuasan. Kepuasan
adalah Tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja (atau hasil)
yang dia rasakan dibandingkan dengan harapan.

Bagaimana pembeli membentuk harapannya :

- Pengalaman
- Komentar orang lain
- Janji dan informasi dari pemasar
- Informasi dari pesain

Menghantarkan Nilai dan Kepuasan Pelanggan :

 Rantai Nilai (Value Chain)

8
Proses penciptaan nilai bukan hanya tgjwb bagian pemasaran, namun
semua bagian dlm perusahaan. Rantai nilai diwujudkan dlm 9 kegiatan
penting: bahan baku, operasi, logistik keluar, pemasaran & penjualan,
pelayanan Infrastruktur, MSDM, Teknologi, dan pengadaan barang.

 Sistem Penghantaran Nilai


Perusahaan harus mencari keunggulan bersaing di luar rantai nilainya
sendiri, sampai ke rantai pemasok, penyalur, dan akhirnya
pelanggannya.

2. Mempertahankan pelanggan.

Marketer harus berupaya agar pelanggan tetap loyal pada produk kita, tidak
berpindah ke produk yang lain. Lebih efisien kita mempertahankan pelanggan
100 orang dr pada kita menciptakan 100 orang pelanggan baru lagi. Biaya
menarik 1 pelanggan lebih besar dr pd mempertahankan 5 pelanggan lama

Cara mempertahankan pelanggan diantaranya:

1. Menyulitkan pembeli untuk berganti pemasok. Pelanggan tidak akan pindah ke


pemasok lain jika biaya modalnya tinggi, biaya pencarian tinggi, potongan
sebagai pelanggan setianya hilang, dll

2. Memberikan kepuasan pelanggan yang tinggi sehingga pelanggan tidak mudah


tertarik dengan tawaran lain dengan harga yang lebih murah

Bagaimana menciptakan nilai hubungan dengan pelanggan :

1. Memberikan keuntungan finansial bagi hubungan pelanggan

2. Menambahkan keuntungan sosial, dengan memberikan pelayanan yang lebih


pribadi. Tidak hanya sebagai pelanggan tetapi sebagai klien.

Menambahkan ikatan stuktural disamping finansial dan sosial Misalnya menyediakan


jaringan komputer pemesanan

9
2.2.2 Model Konsumen dalam Keputusan Pembelian
Perusahaan perlu mengidentifikasi model konsumen dalam keputusan pembelian
untuk mengenali konsumen tersebut. Shiffman dan Kanuk (2010:480-482)
memperkenalkan model konsumen yang mengacu pada tentang bagaimana
konsumen berperilaku berdasarkan 4 (empat) pandangan,yaitu:
1. Economic view (pandangan ekonomis), yaitu konsumen digolongkan sebagai
seorang yang membuatkeputusan.
2. Passive view (pandangan pasif), yaitu konsumen yang digambarkan sebagai
konsumen yang patuh terhadap keinginan dan promosi daripemasar.
3. Cognitive View (pandangan kognitif), yaitu model yang fokus pada proses
konsumen dalam mencari dan mengevaluasi informasi mengenai merek dan
tokoeceran.
4. Emotional view (pandangan emosional), yaitu konsumen yang pada saat
melakukan pembelian cenderung memperhatikan dan mencari informasi
dengan memperhatikan perasaan dan suasanahatinya.
2.2.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsuman
1. Pengaruh Psikologis
 Motivasi
Kebutuhan yang mendesak untuk mengarahkan seseorang untuk mencari
kepuasan dari kebutuhan. Kebutuhan manusia diatur menurut sebuah
hirearki, dari yang paling mendesak sampai paling tidak mendesak
(kebutuhan psikologikal, keamanan, social, harga diri, pengaktualisasian
diri). Ketika kebutuhan yang paling mendesak itu sudah terpuaskan,
kebutuhan tersebut berhenti menjadi motivator, dan orang tersebut akan
kemudian mencoba untuk memuaskan kebutuhan paling penting
berikutnya.
 Persepsi
Persepsi adalah proses dimana seseorang memilih, mengorganisasikan,
dan menerjemahkan informasi untuk membentuk sebuah gambaran yang

10
berarti dari dunia. Orang dapat membentuk berbagai macam persepsi
yang berbeda dari rangsanganyang sama.
 Pembelajaran
Pembelajaran adalah suatu proses, yang selalu berkembang dan berubah
sebagai hasil dari informasi terbaru yang diterima atau dari pengalaman
sesungguhnya, baik informasi terbaru yang diterimamaupun pengalaman
pribadi bertindak sebagai feedback bagi indicidu dan menyediakan dasar
bagi perilaku masa depan dalam situasi yang sama.
 Sikap
Sikap adalah evaluasi, perasaan suka atau tidak suka, dan kecenderunagn
yang relative konsisten dari seseorang pada sebuah obyek atau ide.
2. Pengaruh Pribadi
 Situasi Ekonomi
Keadaan ekonomi seseorang akan mempengaruhi pilihan produk,
contohnya rolex diposisikan konsumen kelas atas sedangkan timex
dimaksudkan untuk konsumen menengah.
 Gaya Hidup
Pola kehidupan seseorang yang diekspresikan dalam aktivitas,
ketertarikan, dan opini orang tersebut. Orang-orang yang datang dari
kebudayaan, kelas sosial, dan pekerjaan yang sama mungkin saja
mempunyai gaya hidup yang berbeda.
 Kepribadian
Kepribadian adalah karakteristik unik dari psikologi yang memimpin
kepada kestabilan dan respon terus menerus terhadap lingkungan orang
itu sendiri, contohnya orang yang percaya diri, dominan, suka
bersosialisasi, otonomi, defensive, mudah berapdaptasi, agresif.
3. Pengaruh Sosial
 Grup
Sikap dan perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak grup-grup kecil.

11
Kelompok dimana orang tersebut berada yang mempunyai pengaruh
langsung disebut membership group.
 Keluarga
Keluarga memberikan pengaruh yang besar dalam perilaku pembelian,
para pelaku pasar telah memeriksa peran dan pengaruh suami, istri, dan
anak dalam pembelian produk dan servis yang berbeda.
 Peran dan Status
Seseorang memiliki beberapa kelompok seperti keluarga, perkumpulan-
perkumpulan, organisasi. Sebuah role terdiri dari aktivitas yang
diharapkan pada seseorang untuk dilakukan sesuai dengan orang-orang di
sekitarnya. Tiap peran membawa sebuah status yang merefleksikan
penghargaan umum yang diberikan oleh masyarakat.
4. Pengaruh Budaya
 Subkultur
Sekelompok orang yang berbagi system nilai berdasarkan persamaan
pengalaman hidup dan keadaan, seperti kebangsaan, agama, dan daerah.
 Kelas Sosial
Pengelompokan individu berdasarkan kesamaan nilai, minat, dan
perilaku. Kelompok sosial tidak hanya ditentukan oleh satu faktor saja
misalnya pendapatan, tetapi ditentukan juga oleh pekerjaan, pendidikan,
kekayaan, dan lainnya.

Walaupun seluruh faktor ini berdampak besar pada pilihan konsumen, beberapa
konsumen misalnya, memperlihatkan loyalitas terhadap merk tertentu yang berarti
mereka membelin karena puas dengan kinerja atas merk produk tersebut. Orang
seperti itu lazimnya setia terhadap merk produk yang telah mereka gunakan. Produk-
produk tersebut seringkali mencerminkan pengaruh sosial dan psikologi terhadap
konsumen tersebut.

12
2.3 Bauran Pemasaran

Menurut Kotler dan Armstrong (2012:75), “Marketing mix is the set of


tactical marketing tools that the firm blends to produce the response it wants in the
target market”, artinya menyatakan bahwa bauran pemasaran adalah seperangkat alat
pemasaran taktis yang memadukan perusahaan untuk menghasilkan respon yang di
inginkan dalam target pasar. Bauran pemasaran (marketing mix) terdiri dari 4
(empat) komponen dalam strategi pemasaran yang disebut 4P,yaitu:
1. Product (produk) adalah suatu barang, jasa, atau gagasan yang dirancang
dan ditawarkan perusahaan untuk kebutuhankonsumen.
2. Price (harga) adalah jumlah uang yang harus dibayar pelanggan untuk
mendapatkan produk.
3. Place (tempat, termasuk juga distribusi) adalah penempatan suatu produk
agar tersedia bagi target konsumen, sejenis aktivitas yang berkaitan dengan
bagaimana menyampaikan produk dari produsen ke konsumen.
4. Promotion (promosi) adalah aktivitas mengkomunikasikan dan
menyampaikan informasi mengenai produk kepada konsumen, dan
membujuk target konsumen untuk membeliproduk.

Pada perkembangannya, menurut Lovelock dan Wirtz (2011:44-48), teori


bauran pemasaran juga disesuaikan dengan kondisi industri dimana industri jasa
mengenal 3P tambahan sehingga menjadi 7P, yaitu:
1. Process (proses) adalah dimana pelayanan menjadi perhatian, penciptaan
dan pemberian elemen produk memerlukan desain dan pelaksanaan proses
yangefektif.
2. Physical environment (lingkungan fisik) adalah desain dari penampilan
pelayanan, dari bangunan, landscaping, kendaraan, perabot interior,
peralatan, seragam staf, signs, printed materials, dan lainnya yang terlihat
memberikan bukti nyata atas kualitas pelayanan perusahaan, fasilitas
pelayanan, dan membimbing konsumen melalui prosespelayanan.

13
3. People (orang) adalah individu yang berinteraksi langsung dengan
konsumen, yang membutuhkan keterampilan interpersonal yang baik dan
sikappositif.
2.4 Transaksi

Transaksi adalah unit dasar dari pertukaran. Transaksi merupakan perdagangan


nilai-nilai diantara dua pihak. Transaksi tidak mengharuskan uang sebagai salah satu
nilai yang diperdagangkan atau dipertukaran. Transaksi meliputi beberapa dimensi :

- Setidak-tidaknya dua hal yang bernilai


- Kesepakatan terhadap persyaratan
- Waktu dan tempat persetujuan
2.5 Konsep Produksi (production concept)

Konsep ini berorientasi pada produksi dimana para manajer perusahaan


memusatkan upaya untuk mencapai efisiensi yang tinggi dan distribusi yang luas.
Pada konsep ini permintaan lebih banyak daripada penawaran.
Konsep produksi adalah suatu orientasi manajemen yang menganggap bahwa
konsumen yang menyenangi produk-produk yang telah dapat tersedia dan dapat
dibeli. Oleh karena itu tugas utama manajemen adalah mengadakan perbaikan dalam
produksi dan distribusi sehingga lebih efisien.

Konsep produksi merupakan salah satu konsep tertua dalam bisnis. Konsep
produksi menyatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia di
banyak tempat dan murah harganya. Manajer organisasi yang berorientasi produksi
memusatkan perhatian pada usaha-usaha untuk mencapai efisiensi produksi yang
tinggi dan distribusi yang luas.

Asumsi bahwa konsumen terutama tertarik pada kemudahan mendapatkan


produk dan harga yang rendah berlaku paling tidak dalam dua situasi. Pertama adalah
jika permintaan atas produk melebihi penawaran, seperti yang ada di Negara
berkembang. Dalam situasi ini, konsumen lebih tertarik untuk mendapatkan produk
daripada keistimewaan produk tersebut, dan pemasok akan memusatkan perhatian

14
pada usaha untuk menigkatkan produksi. Situasi kedua adalah ketika biaya produksi
tinggi dan harus diturunkan untuk memperluas pasar

Beberapa organisasi jasa juga menerapkan konsep produksi Banyak praktek


dokter dan dokter gigi dikelola dengan prinsip lini perakitan, seperti juga beberapa
agen pemerintah (seperti kantor tenaga kerja dan biro lisensi). Memang, orientasi
manejemen ini dapat menangani banyak kasus perjam, namun konsep ini sering
dituding tidak ramah dan memberikan pelayanan yang buruk.

Konsep produksi merupakan falsafah manajemen yang terdapat dalam dua


macam keadaan yaitu :
- Keadaan dimana permintaan untuk suatu produk melebihi penawaran.
Dalam keadaan ini konsumen siap untuk membeli setiap macam produk
yang dapat diperolehnya
- Keadaan adanya orientasi produksi dimana biaya produk tinggi dan
harus ditekan melalui usaha mempelajari bagaimana memproduksi
dengan lebih efisien. Konsep produksi ini tidak hanya terdapat pada
perusahaan yang menghasilkan barang, tetapi juga banyak organisasi
yang menghasilkan jasa mengikuti konsep ini adalah perusahaan
angkutan dan perusahaan asuransi.

Konsep produksi berpendapat bahwa konsumen akan menyukai produk yang


tersedia dimana-mana dan harganya murah. Konsep ini berorientasi pada produksi
dengan mengerahkan segenap upaya untuk mencapai efesiensi produk tinggi dan
distribusi yang luas.

Konsep produk mengatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang


menawarkan mutu, performansi dan ciri-ciri yang terbaik

Konsep penjualan berpendapat bahwa konsumen, dengan dibiarkan begitu saja,


organisasi harus melaksanakan upaya penjualan dan promosi yang agresif.

15
2.6 Konsep Pemasaran

Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan


organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta
memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan
para pesaing.

Konsep pemasaran adalah falsafah bisnis yang muncul untuk menantang


konsep-konsep sebelumnya. Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunci untuk
mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar
sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien
dibandingkan para pesaing. Konsep pemasaran bersandar pada empat tiang utama
yaitu :
- Focus pasar
- Orientasi kepada pelanggan
- Pemasaran yang terkoordinasi
- Kemampulabaan

Konsep pemasaran adalah falsafah bisnis yang menentang tiga konsep diatas.
Pemikiran dasarnya terwujud pada pertengahan tahun 1950-an. Konsep pemasaran
menyatakan bahwa kunci untuk meraih tujuan organisasi adalah menjadi lebih efektif
daripada para pesaing dalam memadukan kegiatan pemasaran guna menetapkan dan
memuaskan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran.

Konsep menjual atau penjualan memusatkan perhatian pada kebutuhan


penjual, konsep pemasaran pada kebutuhan pembeli. Konsep menjual/penjualan sibuk
dengan kebutuhan penjual untuk mengubah produknya untuk menjadi uang tunai
konsep pemasaran sibuk dengan gagasan untuk memuaskan kebutuhan pelanggan
melalui produk dan segala sesuatu yang berkaitan dengan penciptaan, pertukaran,
pengiriman dan akhirnya pengkonsumsian produk tersebut.

16
2.7 Pemasaran Social

Dalam tahun-tahun belakangan ini, beberapa orang mempertanyakan apakah


konsep pemasaran merupakan falsafah yang tepat dalam era perusakan lingkungan
hidup, keterbatasan sumber daya, ledakan jumlah penduduk, kelaparan dan
kemiskinan dunia, dan pengabaian pelayanan sosial. Perlukah perusahaan yang telah
melaksanakan tugas memuaskan keinginan konsumen dengan sangat baik untuk
beroperasi bagi kepentingan jangka panjang konsumen dan masyarakat? Konsep
pemasaran mengesampingkan pertentangan potensial antara keinginan konsumen dan
kesejahteraan sosial jangka panjang. Keadaan ini memerlukan konsep baru yang
memperluas konsep pemasaran. Beberapa konsep yang diusulkan adalah "pemasaran
berkemanusiaan" dan "pemasaran sadar lingkungan hidup".

Kemudian yang terakhir adalah konsep pemasaran berwawasan sosial. Konsep


pemasaran berwawasan sosial menyatakan bahwa tugas organisasi adalah
menentukan kebutuhan, keinginan, dan kepentingan pasar sasaran serta memberikan
kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien daripada pesaing dengan
mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraaan konsumen dan masyarakat

Konsep berwawasan sosial mengajak pemasar membangun pertimbangan


sosial dan etika dalam praktek pemasaran mereka yang sering menjadi pertikaian
yaitu laba perusahaan, pemuasan keinginan konsumen, kepentingan publik. Sejumlah
perusahaan telah mencapai penjualan dan laba yang mengesankan dengan menerima
dan menerapkan konsep pemasaran berwawasan sosial.

Konsep pemasaran social berpendapat bahwa tugas organisasi adalah


menentukan kebutuhan, keinginan dan kepentingan pasar sasaran serta memberikan
kepuasan yang diharapkan dengan cara yang lebih efektif dan efisien daripada para
pesaing dengan tetap melestarikan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan
masyarakat.

Konsep pemasaran social mengajak para pemasar untuk membuat


keseimbangan diantara tiga pertimbangan dalam menetapkan kebijakan pemasaran

17
mereka yaitu laba perusahaan, pemuasan keinginan konsumen, dan kepentingan
masyarakat. Konsep pemasaran social menuntut keseimbangan diantara ketiga
pertimbangan tersebut.

2.8 Tujuan Pemasaran

Tujuan pemasaran atau marketing objective, adalah apa yang akan dicapai
oleh perusahaan melalui bagian pemasaran. Apabila kepuasan konsumen tersebut
terpenuhi, maka hasil penjualan produknya akan meningkat, dan akhirnya tujuan
pemasaran dapat tercapai, yaitu perolehan laba. Sebaliknya, apabila perusahaan
melalaikan kebutuhan konsumen dan hanya berfikir dari sudut pandang produsen
saja, kemungkinan hasil penjualan produknya akan menurun, sehingga laba yang
diperoleh minim, bahkan dapat terjadi adanya kerugian. Kepuasan konsumen adalah
segalanya bagi perusahaan yang berorientasi kepada pemasaran/marketing.

2.9 Alasan Perusahaan Menggunakan Konsep Pemasaran

a. Pertumbuhan lamban
b. Penurunan penjualan
c. Pola beli yang berubah-ubah
d. Meningkatkan persaingan
e. Meningkatnya pengeluaran untuk pemasaran

f. Perubahan situasi ekonomi dan lingkungan lainnya

2.10 Kelebihan dan Kekurangan Konsep Pemasaran

2.10.1 Kelebihan Konsep Pemasaran


 Dengan menerapkan konsep Pemasaran, kita meberikan apa yang
dibutuhkan masyarakat dan meyakinkan bahwa masyarakat akan puas
terhadap apa yang diberikan kita dengan konsep seperti ini pelanggan
akan kembali untuk membeli kepada kita. atau kata lainnya
“Berlangganan”.

18
 Sangat mudah dalam memikat hati pelanggan, karena dengan konsep
Pemasaran kita menyediakan apa yang dibutuhkan pelanggan. Tidak
hanya asal menawarkan saja tetapi juga mengambil hati pelanggan.

 Pemasaran yang terkoordinir, maksudnya kita tidak akan memiliki stok


berlebih lagi, karena kita meyediakan sesuatu yang dibutuhkan oleh
pelanggan.

 Dalam hal modal, tidak diperlukan modal yang besar seperti pada konsep
penjualan, karena kita sudah memiliki pasar sasaran (target) kita. dengan
target yang sudah ada, kita tinggal menyediakan apa yang dibutuhkan oleh
pelanggan dan memuaskan hati pelanggan.

 Image di mata masyarakat akan berbeda dibandingkan menggunakan


konsep penjualan, karena dengan konsep pemasaran ini pelanggan tidak
akan merasa dibohongi, ataupun ditipu oleh kita karena kita memberikan
kepuasan pada pelanggan.
2.10.2 Kelemahan Konsep Pemasaran
 Penyebarannya sangat minim, karena dengan konsep ini kita tidak
melakukan promosi, jadi kita hanya dikenal di daerah tertentu saja, dan
sulit untuk mengembangkannya untuk ke kawasan yang lebih luas.

 Persaingan kuat, dalam satu Pasar sasaran bisa banyak penganut konsep
pemasaran ini, dan mereka akan berlomba-lomba untuk menyediakan
kebutuhan pelanggan.

 Susah untuk ber Inovasi, karena kita hanya menyediakan apa yang
diperlukan oleh pelanggan saja, dan kita tidak bisa seenak kita
mengeluarkan produk kita sendiri yang nantinya tidak ada kepastian
bahwa produk yang kita munculkan pasti laku di Pasar Sasaran.

 Perlu banyak relasi / koneksi dengan badan-badan tertentu atau


masyarakat sekitar Pasar Sasaran, karena dengan banyaknya koneksi dan

19
relasi kita dapat dengan mudah mengambil hati pelanggan dan
memeperkecil kemungkinan pelanggan beralih dari kita.

20
BAB III

Penutup

3.1 Kesimpulan

Pemasaran adalah kegiatan pemasar untuk menjalankan bisnis guna


memenuhi kebutuhan pasar dengan barang dan atau jasa, menetapkan harga,
mendistribusikan, serta mempromosikannya melalui proses pertukaran agar
memuaskan konsumen dan mencapai tujuan perusahaan. Konsep pemasaran
mengatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan
kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan
secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing. Konsep berwawasan sosial
mengajak pemasar membangun pertimbangan sosial dan etika dalam praktek
pemasaran mereka yang sering menjadi pertikaian yaitu laba perusahaan, pemuasan
keinginan konsumen, kepentingan publik. Sejumlah perusahaan telah mencapai
penjualan dan laba yang mengesankan dengan menerima dan menerapkan konsep
pemasaran berwawasan sosial.

Tujuan pemasaran atau marketing objective, adalah apa yang akan dicapai
oleh perusahaan melalui bagian pemasaran. Apabila kepuasan konsumen tersebut
terpenuhi, maka hasil penjualan produknya akan meningkat, dan akhirnya tujuan
pemasaran dapat tercapai, yaitu perolehan laba. Sebaliknya, apabila perusahaan
melalaikan kebutuhan konsumen dan hanya berfikir dari sudut pandang produsen
saja, kemungkinan hasil penjualan produknya akan menurun, sehingga laba yang
diperoleh minim, bahkan dapat terjadi adanya kerugian. Kepuasan konsumen adalah
segalanya bagi perusahaan yang berorientasi kepada pemasaran/marketing.

3.2 Saran

Pada era globalisasi ini pemasarn tidak lebih merupkan perang informasi dari
pihak satu ke pihak lainnya dengan tujuan penjualan. Lingkungan pemasaran cepat
sekali berubah, dengan adanya perubahan-perubahan ini maka kebutuhan akan
informasi, produk terbaru, perubahan sikap dan sifat pada pembeli akan keputusan

21
dan pengambilan suatu barang produk, dan mampu melihat peluang pada pemasaran
yang tepat akan sangat dibutuhkan. Maka dari itu semoga makalah ini dapat
membantu generasi muda untuk dapat mengatasi masalah yang terjadi di lingkungan
pemasaran.

22
Daftar Pustaka

Kotler, Philip. 1993. Manajemen Pemasaran Analisis, Perencanaan, Implementasi,


dan Pengendalian. Penerbit Erlangga.

Kotler, Philip. Manajemen pemasaran (terjemahan Hendra Teguh dan Ronny A. Rusli
AK) Edisi Revisi. Jakarta : PT. Ikrar Mandiriabadi. 1997

Kotler, Philip. Manajemen Pemasaran. Jakarta : Pt Indeks Kelompok Gramedia.


2005

https://www.academia.edu/22870500/MAKALAH_KONSEP_PEMASARAN

Sunyoto, Danang. 2014. Dasar-dasar Manajemen Pemasaran (Konsep, Strategi, dan


Kasus). Jakarta: PT. Buku Seru.

www.google.com / Stanton, William J, Prinsip Pemasaran. (terjemahan Yohanes


Lamarto). Jakarta : Erlangga. 1997

23