Anda di halaman 1dari 1

PENGARUH PACO2 TERHADAP FISIOLOGI ALIRAN DARAH OTAK

Pengaruh ekstrinsik yang paling penting pada aliran darah otak (CBF) adalah “ketegangan gas
pernapasan”—khususnya PaCO2. CBF berbanding lurus dengan PaCO2 dengan rentang normal 20
dan 80 mm Hg (Gambar 26–3). Aliran darah berubah kira-kira 1-2 mL/100 g/min setiap perubahan 1
mmHg PaCO2. Efeknya hampir segera terjadi dan dianggap sebagai perubahan sekunder yanga
mengakibatkan perubahan pH dari (cairan cerebro spinal) CSF dan jaringan otak. Ion-ion tidak mudah
melintasi penghalang darah-otak , namun tidak termasuk CO2, perubahan akut pada PaCO2 yang
tidak merubah HCO3 dapat mempengaruhi CBF. Dengan demikian, asidosis metabolik akut memiliki
sedikit efek pada CBF karena ion hidrogen (H +) tidak bisa dengan mudah melewati sawar darah-otak.
Setelah 24 hingga 48 jam, konsentrasi ion HCO3 di CSF menyesuaikan untuk mengimbangi perubahan
PaCO2, sehingga efeknya hipokapnia dan hiperkapnia berkurang. Hiperventilasi yang bermakna
(PaCO2 <20 mm Hg) menggeser kurva disosiasi oksigen-hemoglobin ke kiri, sehingga berpengaruh
pada perubahan CBF, dimana dapat menyebabkan perubahan EEG yang mengarah ke gangguan otak,
bahkan pada individu normal (Morgan 6th ed)