Anda di halaman 1dari 15

OPTIMALISASI SINERGITAS PEMERINTAH

DAERAH DENGAN MASYARAKAT DESA


DALAM PENGELOLAAN PARIWISATA DI
KABUPATEN LABUHANBATU UTARA

Presented By
Syahrizal Effendi Lubis
LATAR BELAKANG
Dunia Pariwisata sekarang ini dapat menjadi unggulan untuk
menggali potensi daerah, terutama desa beserta strategi
pemberdayaan masyarakat melalui Badan Usaha Milik Desa.
Maka sangat logis jika ada semacam kehendak untuk
menempatkan desa yang berpotensi dan memiliki sumber-
sumber produksi sebagai landasan strategisnya, sekaligus
memberdayakan masyarakatnya. Sektor ini dicanangkan
selain sebagai salah satu sumber penghasilan devisa yang
cukup andal, menyerap tenaga kerja dan mendorong
perkembangan investasi.
2 11/14/2018
Pembangunan pariwisata merupakan bagian dari
pembangunan nasional yang utuh, pembangunan bangsa dan
Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tak terbatas
kepada pembangunan fisik saja. Secara internal
pengembangan pariwisata ini diharapkan dapat memberikan
kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan
secara eksternal diharapkan mampu menjadi sektor utama
yang memberikan pemerataan kesejahteraan pada wilayah
sekitarnya.

Apabila mengacu pada Pasal 24 No. 4 tahun 2015


Permendes PDTT pada point ke-6 menegaskan bahwa bentuk
usaha yang dapat dikelola BUMDes salah satu diantaranya,
3 11/14/2018
yaitu:
“BUMDes dapat menjalankan usaha bersama (holding)
sebagai induk dari unit-unit usaha yang dikembangkan
Masyarakat Desa baik dalam skala lokal desa maupun
kawasan pedesaan. Masing-masing unit usaha tersebut dapat
berdiri sendiri yang diatur dan dikelola secara sinergis oleh
BUMDes agar tumbuh menjadi usaha bersama”.

Unit usaha BUMDes tersebut dapat menjalankan kegiatan


usaha bersama, yang meliputi: b) desa wisata yang
mengorganisir rangkaian jenis usaha dari kelompok
masyarakat.

4 11/14/2018
Kabupaten Labuhanbatu Utara mempunyai luas wilayah daratan
yakni seluas 3,571 Km2 dan secara administratif terbagi dalam 8
Kecamatan, 8 Kelurahan dan 82 Desa, baru memiliki (berdiri) 8
BUMDes, namun dari jumlah BUMDes yang ada tersebut tidak
satupun BUMDes yang berorientasi Desa Wisata.

Perlu diketahui bahwa Kabupaten Labuhanbatu Utara memiliki


objek wisata yang tersebar di beberapa desa yang menjadi
primadona pendapatan daerah maupun pendapatan desa seperti:
1) Salak Pondoh Desa Babussalam Kecamatan Marbau, 2) Goa
Tapak Tilas Desa Kuala Beringin Kecamatan Kualuh Hulu,
3) Pantai Monyet Desa Meranti Omas Kecamatan Na X-IX dan
4)
5
Puncak Manalese Desa Aek Buru Kecamatan11/14/2018
NA X-IX.
Oleh karena itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Labuhanbatu
Utara menerbitkan regulasi berupa Peraturan Bupati untuk
melakukan pembinaan dalam rangka memajukan BUMDes-
BUMDes yang berwawasan desa wisata tersebut. Berdasarkan
uraian tersebut, terlihat dengan jelas bahwa pembangunan dan
pengembangan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah
Kabupaten Labuhanbatu Utara belum berjalan, meskipun
beberapa desa memiliki potensi wisata. Sehubungan dengan
uraian diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian
dengan judul “Optimalisasi Sinergitas Pemerintah Daerah dan
Masyarakat Desa dalam Pengelolaan Pariwisata di Kabupaten
Labuhanbatu Utara”.

6 11/14/2018
PERUMUSAN MASALAH
1. Apa saja potensi wisata di Kabupaten Labuhanbatu Utara?
2. Bagaimana pengelolaan potensi wisata yang dikelola oleh
Masyarakat Desa di Kabupaten Labuhanbatu Utara?
3. Rekomendasi yang dapat diberikan kepada Pemerintah
Desa dan Masyarakat Desa agar terjadi optimalisasi
sinergitas dalam pengelolaan pariwisata di Kabupaten
Labuhanbatu Utara?

7 11/14/2018
TUJUAN PENELITIAN
1. Untuk mengetahui potensi wisata di Kabupaten
Labuhanbatu Utara?
2. Untuk mengetahui pengelolaan potensi wisata yang
dikelola oleh Masyarakat Desa di Kabupaten Labuhanbatu
Utara?
3. Untuk memberikan rekomendasi yang dapat diberikan
kepada Pemerintah Desa dan Masyarakat Desa agar
terjadi optimalisasi sinergitas dalam pengelolaan
pariwisata di Kabupaten Labuhanbatu Utara?

8 11/14/2018
MANFAAT PENELITIAN
1. Bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Labuhanbatu Utara,
diharapkan dapat menjadi kontribusi pemikiran untuk
mendorong lahirnya aturan dan peraturan yang mengatur
tentang BUMDes yang mengelola Desa Wisata sebagai tujuan
wisata di Kabupaten Labuhanbatu Utara
2. Bagi masyarakat, diharapkan dapat menambah wawasan dan
pengetahuan mengenai BUMDes-BUMDes yang bergerak di
bidang pariwisata baik yang sudah berkembang maupun baru
terbentuk oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Labuhanbatu
Utara.
3. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat menjadi referensi
dalam melakukan penelitian khususnya mengenai BUMDes
yang mengelola desa wisata.

9 11/14/2018
TEORI-TEORI YANG RELEVAN DALAM
PENELITIAN
1. DEFENISI BUMDes
Departemen Pendidikan Nasional Pusat Kajian Dinamika Sistem
Pembangunan (2007:3) BUMDes adalah lembaga usaha desa yang
dikelola masyarakat dan pemerintah desa dalam upaya memperkuat
perekonomian desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan
potensi desa. BUMDes sebagai suatu lembaga ekonomi modal
usahanya dari 2 sumber, yaitu modal awal BUMDes dari APBDes
dan modal BUMDes terdiri dari penyertaan modal desa dan modal
masyarakat desa.

10 11/14/2018
2. DEFENISI PARIWISATA
• Spillane (1998:15) mengatakan bahwa pariwisata adalah
keseluruhan dari gejala yang ditimbulkan oleh perjalanan dan
pendiaman tempat tinggal sementara, asalkan pendiaman itu tidak
menetap dan tidak memperoleh penghasilan dari aktivitas yang
bersifat sementara.
• Murphy dalam Pitana dan Putu (2005:45) mengatakan bahwa
pariwisata adalah keseluruhan dari elemen-elemen terkait
(wisatawan, daerah tujuan wisata, perjalanan, industri dan lain-lain)
yang merupakan akibat dari perjalanan tersebut tidak permanen.

11 11/14/2018
3. DEFENISI SINERGITAS
• Najiyati dan Rahmat (2011) mengatakan bahwa sinergi mengacu
pada kombinasi dari beberapa pihak untuk memperoleh keluaran
yang lebih baik dan lebih besar. Sehingga sinergi diartikan sebagai
suatu gabungan yang dapat menghasilkan output yang lebih baik.
Sinergitas yang baik dapat terjadi dengan 2 cara, yaitu:
 Komunikasi dibedakan menjadi 2 bagian yaitu sebagai suatu
kegiatan untuk memindahkan stimuli guna mendapat tanggapan
dan yang berorientasi pada kegiatan dimana seseorang
menerima stimuli rangsangan.
 Koordinasi berguna untuk menciptakan sinergitas yang baik
demi mendukung kelancaran komunikasi. Koordinasi yang baik
dilakukan oleh semua pihak yang bersangkutan untuk dapat
menyelesaikan suatu masalah atau menciptakan ide baru.
12 11/14/2018
METODE PENELITIAN
1. Tempat Penelitian
Tempat yang dipilih dalam penelitian ini adalah 4 desa di Kabupaten Labuhanbatu
Utara yang mempunyai potensi wisata untuk dibentuk BUMDes yang bergerak di
bidang pariwisata dan klasifikasi desa yang dijadikan tempat penelitian adalah
pedesaan
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini berlangsung selama 4 (empat) bulan dari bulan Agustus sampai
dengan November 2018.
3. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan mixed methodes, dimana penelitian dilakukan dengan
gabungan antara kualitatif dan kuantitatif.
4. Subjek Penelitian: 1) Pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Labuhanbatu Utara
yang terkait dengan kebijakan BUMDes, 2) Pengurus BUMDes di setiap desa yang
diteliti, 3) Badan Pemberdayan Masyarakat Desa, 4) Masyarakat, dan 5) Tenaga
Pendamping Desa.
13 11/14/2018
5. Teknik Pengumpulan Data: Wawancara mendalam (in-depth interview),
Dokumentasi, dan Observasi.
6. Jenis dan Sumber Data: Data primer, dan Data sekunder,.
7. Model Analisis Data: Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan
model analisis interaktif Miles M.B. Huberman dan A.M. Saldana, J (2014:31-33)
yakni metode analisis yang digunakan untuk proses analisis terhadap data yang
diperoleh dari lapangan dan bergerak timbal balik secara kontinou selama
penelitian berlangsung, dengan memadukan secara interaktif dan sirkuler antara
pengumpulan data(data collection), kondensasi data (data condensation),
penyajian data (data display) dan kemudian bagaimana penarikan kesimpulan dan
verifikasi (conclusion drawing/verification).

14 11/14/2018
Terima kasih, Semoga Bermanfaat

15 11/14/2018