Anda di halaman 1dari 6

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP)

PENDIDIKAN KESEHATAN

A. TOPIK :
Pendidikan kesehatan pada ibu menyusui tentang ASI Eksklusif
B. TUJUAN :

a. Tujuan Umum

Ibu menyusui membutuhkan pendidikan kesehatan / health education seperti ASI


ekslusif. Setelah dilakukan penyuluhan tentang pemberian ASI ekslusif
diharapkan ibu dapat mengerti dan memahami manfaat ASI ekslusif bagi ibu dan
bagi bayi.

b. Tujuan Khusus

Setelah dilakukan penyuluhan tentang ASI eksklusif diharapkan ibu dapat:


1. Mengetahui pengertian ASI ekslusif.
2. Mengetahui manfaat pemberian ASI ekslusif.
3. Mengetahui langkah-langkah menyusui yang benar.
4. Mengetahui cara memperbanyak ASI.

C. SASARAN :

Ibu menyusui (Ny.Y)

D. METODE PEMBELAJARAN

1. Ceramah
2. Tanya Jawab
3. Demonstrasi

E. MEDIA PEMBELAJARAN

Dilakukan dengan media leaflet tentang ASI Eksklusif


F. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

No. Kegiatan Waktu


1. Pendahuluan : 2 menit
 Memberi salam pembuka dan perkenalan diri
 Menjelaskan tujuan
 Kontrak waktu
 Membalas salam
 Mendengarkan
 Memberi respon
2. Penjelasan : 10 menit
 Pengertian ASI ekslusif.
 Manfaat pemberian ASI ekslusif.
 Langkah-langkah menyusui yang benar.
 Cara memperbanyak ASI.
3. Penutup : 3 menit
 Tanya jawab

 Menyimpulkan hasil penyuluhan

 Memberikan salam penutup


 Menanyakan hal yang belum jelas
 Aktif bersama menyimpulkan
 Membalas salam

G. WAKTU PELAKSANAAN

Pendidikan kesehatan tentang ASI Eksklusif akan dilaksanakan pada hari Jumat, 6
September 2019. Di ruang PBRT, pukul 19.00 WIB.
H. MATERI

a. Pengertian ASI eksklusif


ASI Eksklusif adalah ASI yang diberikan untuk bayi sejak baru lahir sampai 6
bulan tanpa makanan pendamping dan minuman pralakteal (air gula, aqua, dan
lainnya).
b. Tujuan pemberian asi ekslusif

1. Bagi bayi dapat membantu memulai kehidupannya dengan baik,mengandung


antibody , asi mengandung komposisi yang tepat, mengurangi kejadian karies
dentis, memberi rasa aman dan nyaman pada bayi dan adanya ikatan antara ibu
dan bayi, terhindar dari alergi, asi meningkatkan kecerdasan bayi , membantu
perkembangan rahang dan merangsang pertumbuhan gigi karena gerakan
mengisap mulut bayi pada payudara.

2. Bagi ibu sebagai kontrasepsi, aspek kesehatan ibu, aspek penurunan berat
badan, aspek psikologi.

c. Manfaat pemberian ASI bagi bayi


1. Sebagai makanan tunggal untuk memenuhi semua kebutuhan pertumbuhan bayi
sampai usia 6 bulan.
2. Meningkatkan daya tahan tubuh karena mengandung berbagai zat kekebalan
sehingga akan lebih jarang sakit, mengurangi mencret, sakit telinga dan infeksi
saluran pencernaan.
3. Melindungi anak dari serangan alergi.
4. Mengandung asam lemak yang diperlukan untuk pertumbuhan otak sehingga
bayi ASI eksklusif potensial lebih pandai.
5. Meningkatkan daya penglihatan dan kepandaian bicara.
6. Membantu pembentukan rahang yang bagus.
7. Mengurangi resiko terkena penyakit kencing manis, kanker pada anak, dan
diduga mengurangi kemungkinan menderita penyakit jantung.
8. Menunjang perkembangan motorik sehingga bayi ASI eksklusif akan lebih
cepat bisa jalan.
9. Menunjang perkembangan kepribadian, kecerdasan emosional, kematangan
spiritual dan hubungan sosial yang lebih baik.
10. Meningkatkan jalinan kasih sayang antara ibu dan bayi.

Langkah – langkah menyusui yang benar


Teknik menyusui yang tidak benar dapat mengakibatkan puting susu menjadi
lecet, ASI tidak keluar optimal sehingga mempngaruhi produki ASI selanjutnya
atau bayi enggan menyusu.
1. Sebelum menyusui ASI dikeluarkn sedikit, kemudian dioleskan pada puting &
sekitar areola sebagai desinfektan & menjaga kelembaban puting susu.
2. Gunakan bantal atau selimut untuk menopang bayi , bayi ditidurkan diatas
pangkuan ibu dengan cara :
a. Bayi dipegang dengan satu lengan kepala bayi diletakkan pada lengkung siku
ibu dan bokong baui diletakkan pada lengan. Kepala bayi tidak boleh tertengadah
atau bokong bayi ditahan dengan telapak tangan ibu.
b. Satu tangan bayi diletakkan dielakang badan ibu dan yang satu didepan.
c. Perut bayi menempel badan ibu, kepala bayi menghadap payudara
d. Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus
e. Ibu menatap bayi dengan kasih sayang
3. Tangan kanan menyangga payudara kiri dan keempat jari dan ibu jari menekan
bagian atas areola .
4. Bayi diberi rangsangan untuk membuka mulut ( rooting refleks) dengan cara
menyentuh pipi dengan puting susu atau menyentuh mulut bayi
5. Setelah bayi membuka mulut dengan cepat kepala bayi didekatkan ke payudara
ibu dengan puting serta areola dimasukkan ke mulut bayi. Usahakan sebagian
besar areola dapat masuk mulut bayi, sehingga puting susu berada dibawah langit
langit dan lidah bayi akan menekan asi keluar daritempat penampungan asi yang
terletak dibawah areola.
Cara memperbanyak asi
1. Menyusui sesering mungkin
2. Motivasi yang kuat untuk menyusui bayi
3. Pemeriksaan payudara u/ meningkatkan produksi ASI jg dpt direncanakan dari
jauh hari
4. Penggunaan BH yang terlalu sempit akan mempengaruhi produksi ASI
5. Sehabis dilahirkan bayi langsung diperkenalkan dengan payudara
6. Untuk mengatasi keterbatasan ASI perbanyaklah makan daun katuk, bayam,
daun turi (sayuran hijau lainnya) yang banyak mngandung zat untuk
memperbanyak produksi ASI.

I. METODE EVALUASI

a. Mengajukan pertanyaan lisan.


 Tes awal.
Apa itu ASI ekslusif?
 Tes akhir
Apa saja manfaat ASI?
b. Observasi.
 Respon/tingkah laku ibu saat diberi pertanyaan: apakah mereka diam atau
menjawab (benar atau kurang tepat).
 Ibu antusias atau tidak.
 Ibu mengajukan pertanyaan atau tidak.

J. DAFTAR PUSTAKA

Saleha, Sitti.2009. Asuhan kebidanan pada Masa Nifas. Makasar : Salemba


Medika
Retna, Diah. 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Nuha medika.

K. LAMPIRAN MATERI (LEAFLET)


SATUAN ACUAN PEMBELAJARAN (SAP)

PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG ASI EKSKLUSIF PADA BAYI

DI RUANG PBRT RSUP Dr. KARIADISEMARANG

Disusun Oleh :
SITI NUR LUTHFIANA
P1337420919064

PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS

JURUSAN KEPERAWATAN

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG

2019