Anda di halaman 1dari 1

Rufaidah is the 1st Nurse Adapun persoalan tersebut, Pemerintah Kota Pontianak

telah melakukan berbagai macam penanggulangan seperti me-


Moslem of the world lakukan pemadaman di daerah yang terjadi kebakaran maupun
penanggulanangan yang bersifat preventif yang dapat dilaku-
Caring with Rufaidah Ways kan seperti menyediakan Rumah Oksigen di Tujuh Fasilitas
Oleh Riyan Restu Rinaldi Kesehatan yang di tunjuk salah satunya RSUD Sultan Syarif
Alkadrie Pontianak.
Rufaidah Al-Asalmiya atau Siti Rufaidah adalah perawat
muslim pertama didunia, ia sudah ada jauh sebelum Pioneer
of Modern Nurse lahir kedunia. Semoga sekelumit kisah ini
bisa menambah pengetahuan kita tentang orang-orang yang
berjasa dalam bidang keperawatan. Rufaidah Al-Asalmiya
memiliki nama lengkap Rufaidah Binti Sa’ad Al-Bani Aslam
Al-Khazraj. Ia lahir di Yatrhrib, Madinah pada tahun 570 M
dan wafat pada tahun 632 M. Rufaidah hidup pada masa Ra-
sulullah SAW pada abad pertama Hijriah atau abad ke-8
Masehi. Ia termasuk golongan kaum Anshor (Golongan per-
tama yang menganut agama Islam di Madinah).
Siti Rufaidah berusaha memberikan pelayanan terbaiknya
bagi yang membutuhkan tanpa membedakan apakah kliennya Dengan terjadinya Bencana Asap tersebut, peran perawat san-
kaya atau miskin. Dia memberikan perhatian kepada setiap gatlah penting, sesuai dengan Konsep Keperawatan dari Ru-
muslim, miskin, anak yatim, atau penderita cacat mental. Dia faidah yaitu Upaya Preventive Care serta menyebarkan
merawat anak yatim dan memberikan bekal pendidikan. Ru- pentingnya penyuluhan kesehatan (Health Education) adapun
faidah digambarkan memiliki kepribadian yang luhur dan yang dapat di lakukan perawat dalam upaya Preventif sebagai
empati sehingga memberikan pelayanan keperawatan yang berikut:
diberikan kepada pasiennya dengan baik pula.. Inilah yang
Upaya Penyuluhan Kesehatan pada masyarakat atau keluarga
menjadi motivasi penulis untuk menerapkan atau mengap-
pasien yang belum terinfeksi ISPA adalah sebagai berikut:
likasikan Konsep Keperawatan dari Rufaidah.
Menganjurkan untuk rajin mencuci tangan dengan cara yang
September 2019 ini merupakan puncak dari bencana asap
benar, yaitu dengan 6 langkah cuci tangan yang benar, dengan
di Kalimantan Barat. Bencana Asap ini disebabkan oleh pem-
mencuci tangan yang benar virus yang menempel pada tangan
bakaran lahan maupun hutan oleh orang-orang yang tidak
akan hilang atau berkurang.
bertanggung jawab sehingga menimbulkan asap yang tidak
menghilang karena di pengaruhi juga dengan factor musim
kemarau. Bencana asap ini mengakibatkan berbagai macam
persoalan seperti udara yang tidak sehat, warga takut keluar
rumah, hilir mudik pesawat maupun kapal laut terganggu,
sekolah mupun perkuliahan di liburkan bahkan mernimbul-
kan berbagai persoalan penyakit seperti infeksi saluran perna-
pasan atas, bahkan bisa menjadi pneumonia/ bronchitis jika
terpapar lama. Di bawah ini table konsentrai particular dari
BMKG Pontianak:

mengkonsumsi Vitamin C untuk meningkatkan imun dan


kekebalan tubuh sehingga tidak mudah sakit.
Memakai masker di tempat umum maupupun di lingkungan
yang terdapat asap dan lebih baik untuk tetap dirumah.
Inilah upaya Preventif berupa penyuluhan Kesehatan yang
dapat dilakukan oleh perawat melalui pendekatan Konsep
Keperawatan Rufaidah Al-Asalmiya.

Berikut kadar nilai partikel udara :

Dari table & gambar diatas bisa kita ketahui bahwa udara
di kota Pontianak pada tanggal 15 September 2019 sangat