Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Teori-teori keperawatan berpengaruh secara signifikan dalam
memperbaiki praktek keperawatan, melalui riset keperawatan, dan praktik
keperawatan memberikan fenomena yang perlu dilakukan riset untuk dapat
memperkokoh teori keperawatan. Teori-teori keperawatan yang disusun secara
jelas meningkatkan pemahaman terhadap fenomena keperawatan yang ada dan
mengarahkan perkembangan ilmiah dari ilmu dan praktek keperawatan itu
sendiri.
Teori keperawatan berkembang sebagai bagian yang tidak terpisahkan
dari perkembangan pemikiran dan ide-ide yang dituangkan ahli keperawatan
berdasarkan filosofi, paradigma, serta latar belakang pendidikan dan kehidupan
para ahli tersebut, sehingga masing-masing teori mempunyai perbedaan asumsi
terhadap praktek keperawatan. Akan tetapi pada dasarnya semua teori
keperawatan yang ada mempunyai apresiasi yang sama yaitu terhadap proses
pemberian asuhan keperawatan, dimana klien diberikan kesempatan dan ruang
untuk dapat berkembang secara mandiri dalam memenuhi kebutuhan
kesehatannya selama rentang kehidupan.
Penerapan teori keperawatan dalam praktek layanan keperawatan
memberikan dasar kerja dan memberikan kerangka kerja perawat dalam
melakukan asuhan keperawatan. Teori keperawatan sekarang ini sedang
berkembang pesat untuk menjadi sebuah sain keperawatan mulai dari teori pada
ranah filosofi, grand theory, middle range theory maupun practice theory, dalam
makalah ini akan dibahas tentang grand theory Menurut McEwen & Wills (2006)
yang termasuk dalam grand theory adalah Myra E. Levine: The Conservation
Model, Martha E. Roger: Unitary of Human Being,Dorothea E. Orem: Self Care
Deficit Theory of Nursing, Imogene King: Interacting System Framework and

1
2

Middle Range Theory of Goal Attainment, Betty Neuman:System Model, Sister


Calista Roy: Adaptation Model, Dorothy E. Johnson: Behavior Syastem Model,
Anne Boykin & Savina O.S.: Nursing as Caring : A Model for Transforming
Practice. Salah satu teori keperawatan yang dapat di terapkan oleh perawat dalam
pemberian asuhan keperawatan kepada pasien adalah teori dari Martha E. Rogers
tentang “Unitary Human Beings”. Menurut Roger dalam teorinya berpendapat
bahwa manusia merupakan individu yang holistik, saling memberikan timbal
balik dengan individu yang lain dan lingkungan disekitarnya. Rogers,
memandang keempat konsep dalam paradigma keperawatan yang terdiri dari
manusia, lingkungan, kesehatan, dan keperawatan merupakan satu kesatuan yang
utuh dan saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Perawat sebagai
pemberi layanan keperawatan seyogyanya mampu memberikan asuhan
keperawatan yang komprehensif, disesuaikan dengan situasi dan kondisi individu
yang dirawat maupun lingkungan yang mempengaruhi individu tersebut..Perawat
harus mempunyai landasan teori keperawatan yang memadai agar dapat memilih
dan menerapkan teori yang tepat dan sesuai dengan kondisi lingkungan di
Instansi pelayanan kesehatan. Berdasarkan hal tersebut, maka kelompok akan
menganalisa dan membahas teori Rogers dan penerapannya agar perawat dapat
menggunakan suatu kerangka kerja dalam asuhan keperawatan kepada pasien
berdasarkan teori ini, Oleh karena itu Teori Martha E. Rogers serta penerapannya
di lapangan sangat diperlukan dibahas dan disajikan, sehingga pada akhirnya
perawat diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan keperawatan dalam
memberikan asuhan keperawatan berdasarkan pada suatu teori keperawatan.
3

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penulisan makalah ini adalah:
1. Bagaimanakah biografi Martha Elizabeth Rogers ?
2. Bagaimanakah definisi dan konsep utama teori keperawatan Martha Elizabeth
Rogers?
3. Bagaimanakah gambar dari teori keperawatan Martha Elizabeth Rogers ?
4. Bagaimanakah aplikasi dari teori keperawatan Martha Elizabeth Rogers ?

C. Tujuan
Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini adalah:
1. Mengetahui biografi Martha Elizabeth Rogers.

2. Menjelaskan definisi dan konsep teori keperawatan Martha Elizabeth Rogers.

3. Mengetahui gambar dari teori keperawatan Martha Elizabeth Rogers.

4. Menjelaskan aplikasi dari teori Martha Elizabeth Rogers.


4

BAB II
TINJAUAN TEORI
A. Biografi Martha E. Rogers
Martha Elizabeth Roger lahir pada tanggal 12 Mei 1914 di Dallas,
Texas.Beliau memulai karir sarjananya ketika beliau masuk di Universitas
Tennessee diKnoxville pada tahun 1931.Beliau masuk sekolah keperawatan di
RSU Knoxvillepada September 1933.Beliau menerima gelar Diploma
Keperawatan pada tahun 1936 dan menerima gelar B.S dari George Peabody
College di Masville pada tahun 1937. Pada tahun 1945 beliau mendapat gelar MA
dalam bidang pengawasan kesehatan masyarakat dari Fakultas Keguruan Universitas
Columbia, New York. Beliau menjadi Eksekutif Direktur dari pelayanan
keperawatan di Phoenix, AZ. Beliau meninggalkan Arizona pada tahun 1951 dan
kembali melanjutkan sekolah di Universitas Johns Hopkins, Baltimre MD
dengan memperoleh gelar MPH tahun 1952 dan Sc.D tahun 1954. Beliau di
tetapkan menjadi Kepala Bagian Keperawatan di NewYork University pada
tahun 1954. Secara resmi beliau mengundurkan diri sebagai Professor dan
Kepala Bagian Keperawatan pada tahun 1975 setelah 21 tahun dalam pelayanan.
Pada tahun 1979 beliau pensiun dengan hormat dengan memakai gelar
Professornya dan terus aktif mengembangkan dunia keperawatan sampai beliau
meninggal pada 13 maret 1994.
Dalam teorinya, Martha Rogers (1970), mempertimbangkan manusia
(kesatuan manusia) sebagai sumber energi yang menyatu dengan alam semesta. Manusia
berada dalam interaksi yang terus menerus dengan lingkungan (lutjens,1995).
Selain itu, manusia merupakan satu kesatuan utuh memiliki integritas diri dan
menunjukkan karakteristik yang lebih dari sekedar gabungan dari beberapa
bagian (Rogers 1970). Manusia yang utuh merupakan ” Empat sumber dimensi
energi yang diidentifikasi oleh pola dan manisfestasi karakteristik spesifik yang
menunjukkan kesatuan dan yang tidak dapat di tinjau berdasarkan bagian

4
5

pembentuknya” (Maminer-Toey,1994). Keempat dimensi yang di gunakan oleh


Martha E. Rogers antara lain yaitu sumber energi, keterbukaan, keteraturan dan
pengorganisasian, dan empat dimensionalitas manusia digunakan untuk
menentukan prinsip mengenai bagaimana berkembang.
B. Teori dan Konsep Keperawatan Menurut Martha E. Rogers
1. Definisi Keperawatan Menurut Martha E. Rogers
Keperawatan adalah ilmu humanistis atau humanitarian yang
menggambarkan dan memperjelas bahwa manusia dalam strategi yang utuh
dan dalam perkembangan hipotesis secara umum dengan memperkirakan
prinsip-prinsip dasar untuk ilmu pengetahuan praktis.Ilmu keperawatan
adalah ilmu kemanusiaan, mempelajari tentang alam dan hubungannya
dengan perkembangan manusia.
Rogers mengungkapkan bahwa aktivitas yang didasari prinsip –
prinsip kreatifitas, seni dan imaginasi. Aktifitas keperawatan dinyatakan
Rogers merupakan aktifitas yang berakar pada dasar ilmu pengetahuan
abstrak, pemikiran intelektual, dan hati nurani. Rogers menekankan bahwa
keperawatan adalah disiplin ilmu yang dalam aktifitasnya mengedepankan
aplikasi keterampilan, dan teknologi. Aktivitas keperawatan meliputi
pengkajian, intervensi, dan pelayanan rehabilitatif senantiasa berdasar pada
konsep pemahaman manusia atau individu seutuhnya.

2. Konsep Utama Teori Keperawatan Martha Elizabeth Rogers


Martha Elizabeth Roger mengemukakan empat konsep besar. Beliau
menghadirkan lima asumsi tentang manusia. Tiap orang dikatakan sebagai suatu
yang individu utuh. Manusia dan lingkungan selalu saling bertukar energi.
Proses yang terjadi dalam kehidupan seseorang tidak dapat diubah dan
berhubungan satu sama lain pada dimensi ruang dan waktu. Hal tersebut
merupakan pola kehidupan. Pada akhirnya seseorang mampu berbicara, berfikir,
merasakan, emosi, membayangkan dan memisahkan. Manusia mempunyai
6

empat dimensi, medan energi negentropik dapat diketahui dari kebiasaan dan
ditunjukkan dengan ciri-ciri dan tingkah laku yang berbeda satu sama lain dan
tidak dapat diduga dengan ilmu pengetahuan yaitu lingkungan, keperawatan dan
kesehatan.
Tujuan diagnosa keperawatan memberikan kerangka kerja dalam
intervensi keperawatan direncanakan dan dilaksanakan. Intervensi keperawatan
akan tergantung pada fokus diagnosa keperawatan. Fokus pada integralitas akan
diimplementasikan dengan lingkungan sama dengan pada individu. Diharapkan
perubahan pada suatu hal yang akan menyebabkan perubahan di sisi yang lain
secara simultan terpisah dari dunia penyakit. Di sana masalah tidak dapat
disetujui dengan efektif dalam arti umumnya perubahan diterima, ukuran
penyakit. Kreativitas dan imaginasi menjadi sangat penting.
Resonansi menyatakan bahwa diagnosa keperawatan ditujukan untuk
mendukung atau memodifikasi variasi proses kehidupan sebagai manusia yang
utuh. Karena proses kehidupan manusia merupakan suatu fenomense.
Rencana keperawatan pada bagian helicy membutuhkan penerimaan
individu terhadap perubahan yang terjadi strategi untuk meningkatkan dan
memodifikasi irama dan tujuan hidup. Untuk itu dibutuhkan informasi dan
partisipasi aktif klien pada proses keperawatan. konsep yang menyebutkan
manusia adalah unik dan dapat dikenali karena kemampuannya dalam
merasakan, memberi kesempatan perawat untuk membantu memecahkan
masalah kesehatannya dan mengatur agar tujuannya dapat mencapai kesehatan.
a. Teori yang berkaitan dengan konsep menciptakan perbedaan cara pandang
pada suatu fenomena. Kerangka kerja Martha E Roger akan memberikan
alternatif dalam memandang manusia dan dunia. Teori yang menyatakan
keperawatan menggunakan prinsip hemodinamika dalam memberikan
pelayanan kebutuhan manusia atau cara memandang keperawatan dari satu
sisi. Contoh adalah prinsip helicy yang menekankan pada pola kebiasaan
dan ritual.
7

b. Teori harus masuk akal, Mengetahui perkembangan yang masuk akal


merupakan hal penting perkembangan yang logis menyebabkan mengenai
asumsi pada prinsip hemodinamika.
c. Teori harus sederhana dan dapat disosialisasikan. Teori dapat
disosialisasikan sejak tidak tergantung pada beberapa keadaan. Itu
dinyatakan oleh Martha E Roger konsepsi manusia sangatlah sederhana.
Meskipun memberikan kaitan dalam pemahaman. Ditambahkan teori ini
dilandaskan pada penggunaan sistem terbuka yang sangat kompleks.
d. Teori didasarkan pada hipotesa dan bisa diuji.
e. Teori memberi dan membantu peningkatan batang keilmuan dalam disiplin
ilmu melalui penelitian sehingga teori tersebut sah.
f. Teori bisa digunakan sebagai pedoman dan peningkatan dalam praktek.
g. Teori harus konsisten dengan teori lain yang sah, hukum dan prinsip-
prinsip tetapi harus menghindari pertanyaan terbuka yang perlu diperiksa.

3. Bagan Teori Keperawatan Martha Elizabeth Rogers


Untuk menggambarkan dinamisme proses dalam keperawatan, Rogers
membuat ilustrasi dalam bentuk bagan sebagai berikut :
8

a. Integritas (Integrality) merupakan proses hubungan yang menguntungkan


antar manusia dan lingkungannya secara berkesinambungan.
b. Resonansi (Resonancy) merupakan prinsip yang membicarakan tentang
alam dan perubahan yang terjadi antara manusia dan lingkungan. Resonansi
dapat dijelaskan sebagai suatu pola-pola gelombang yang ditunjukkan
denagn perubahan-perubahan dari frekuensi terendah ke frekuensi yang
lebih tinggi pada gelombang perubahan.
c. Helicy merupakan prinsip yang menyatakan bahwa keadaan alami,
hubungan manusia, dan lingkungan adalah berkesinambungan,
menguntungkan, merupakan interaksi yang simultan antara manusia dan
lingkungan bukan menyatakan ritmitasi.
4. Aplikasi dari Teori Keperawatan Martha Elizabeth Rogers
a. Praktik
Martha Elizabeth Rogers mengungkapkan bahwa teori yang
diambilnya dari konsepnya sangat mungkin untuk di terapkan dalam
praktik keperawatan. Malinski (1986) mencatat ada tujuh trend yang ada
dalam praktik keperawatan, yang kesemuanya berdasar pada konsep teori
yang di kemukakan Martha E Rogers.
1) Pemberian kewenangan penuh dalam hubungan perawat klien
2) Menerima perbedaan sebagai sesuatu yang wajar
3) Penyesuaian terhadap pola
4) Menggunakan modalitas gelombang seperti lampu musik, pergerakan
dalam proses penyembuhan.
5) Menunjukkan suatu perubahan yang positif
6) Memperluas fase pengkajian dalam proses keperawatan
7) Menerima hubungan yang menyeluruh dalam hidup.
b. Pendidikan
Pada tahun 1963, Rogers mencetuskan ide untuk mendirikan
kembali program undergraduated dan graduated dalam pendidikan
keperawatan. Hal ini adalah di lakukannya sebagai refleksi terhadap evolusi
9

perubahan dalam ilmu keperawatan. Konsistensi terhadap definisi yang ia


berikan untuk keperawatan bahwa keperawatan adalah profesi yang di
pelajari, unik serta memiliki batang tubuh pengetahuan, maka ia sangat
menganjurkan bagi perawat untuk menempuh pendidikan dalam
keperawatan.
c. Penelitian
Model konseptual abstrak yang di kemukakan Martha E Rogers
secara langsung memiliki hubungan dengan riset dan pengembangan ilmu
keperawatan. Model konseptualnya memberikan arah dan stimulus untuk
aktifitas keilmuan tersebut. Model keperawatan Rogers menunjukkan
betapa uniknya realita profesi keperawatan. Peneliti yang memiliki asumsi
dan pemahaman seperti konsep Martha E Rogers akan menemukan
mendapatkan pandangan yang jelas tentang seperti apakah sesungguhnya
bekerja sebagai perawat. Secara jelas dalam konsepnya Martha E Roger
menunjukkan bahwa kebutuhan kritis dalam keperawatan adalah
merupakan dasar pengetahuan dalam aktifitas penelitian keperawatan.
d. Perkembangan dimasa depan
Rogers (1986a) percaya bahwa pengetahuan pengembangan dalam
model nya adalah "proses yang tiada akhir" menggunakan "banyaknya
pengetahuan dari berbagai sumber ... kemungkinan untuk membuat
kaleidoskop. Eksplorasi filsafat baru oleh para sarjana Rogerian ke budha,
hindu, dan aborigin contoh kepercayaan ini dalam kesatuan esensial
(madrid, 1997). Fawcett (2000) mengidentifikasi tiga theoris berikut dasar
yang dikembangkan oleh rogers dari ilmu kesatuan manusia:
1) Teori percepatan evolusi
2) Teori kolerasi ritmis perubahan
3) Teori fenomena paranormal
Penjelasan lebih lanjut dan pengujian teori-teori dan prinsip-prinsip
homeodynamic akan memberikan kontribusi untuk ilmu pengetahuan
keperawatan.
10

e. Agama
Fokus dari teori keperawatan Martah E. Rogers adalah memandang
manusia secara utuh dan saling bertukar enegi dengan lingkungannya. Hal
ini seperti halnya Prinsip dasar hubungan manusia dengan alam atau
makhluk lain di sekitarnya pada dasarnya ada dua: pertama, kewajiban
menggali dan mengelola alam dengan segala kekayaannya; dan kedua,
manusia sebagai pengelola alam tidak diperkenankan merusak lingkungan,
karena pada kahirnya hal itu akan merusak kehidupan manusia itu sendiri.
Mengenai prinsip yang pertama, Allah berfirman dalam Al-Quran surat
Hud ayat 61: Artinya: “Dia (Allah) telah menciptakan kamu dari bumi
(tanah) dan memerintahkan kalian memakmurkannya (mengurusnya)”.
Adapun mengenai prinsip yang kedua, yaitu agar manusia jangan merusak
alam, dinyatakan oleh Allah melalui berbagai ayat dalam Al-Quran, di
antaranya dalam surat Al-A’raf ayat 56: Artinya: “Janganlah kamu berbuat
kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya”. Dengan
demikian, dapat dipahami dengan jelas bahwa kesadaran melestarikan
lingkungan, sebagaimana yang dikampanyekan oleh orang-orang sekarang
ini, dasar-dasarnya telah digariskan oleh Islam sejak lima belas abad yang
lalu. Hanya saja, karena keterbelakangan, kemiskinan, dan kebodohannya
sendiri, umat Islam seringkali kurang memahami arti dari ayat-ayat dari Al-
Quran. Oleh karena itu, salah satu tugas utama Islam adalah menghapus
keterbelakangan, kemiskinan, dan kebodohan dari kehidupan umat.
Apa yang dikemukakan diatas merupakan prinsip dasar hubungan
manusia dengan alam sekitar, yaitu prinsip pemanfaatan dan sekaligus
pelestarian lingkungan alam. Agama memberi motivasi kepada manusia
untuk mewujudkan kedua hubungan itu dengan sebaik-baiknya.
Menguntungkan, merupakan interaksi yang simultan antara manusia dan
lingkungan bukan menyatakan ritmitasi.
11

BAB III
APLIKASI TEORI
Deskripsi Kasus
Teori Martha E. Rogers tidak memberikan teori yang spesifik dalam
aplikasinya dalam proses keperawatan, akan tetapi dengan mengadaptasikan prinsip
hemodinamik, maka perawat dapat menuangkan dasar-dasar pemikiran Martha E.
Rogers ke dalam tahap demi tahap proses keperawatan. Untuk lebih dapat
memudahkan pemahaman dapat kita lihat contoh kasus keperawatan yang kemudian
di dalam asuhan keperawatannya menggunakan konsep dasar hemodinamik Martha
E. Rogers
Contoh Kasus: Tn. M. Berusia 35 tahun adalah seorang karyawan sebuah
perusahaan swasta yang bergerak dibidang jasa. Posisi yang ditempati Tn. M adalah
sekretaris di perusahaan tersebut. Oleh karena itu, Tn. M. Terbiasa bekerja di ruang
ber AC dengan kondisi lingkungan yang tenang, bersih dan menyenangkan. Dua hari
yang lalu Tn. M mengalami kecelakaan di sebuah jalan pertokoan, ketika itu Tn. M.
Sedang istirahat dan keluar dari kantor untuk membeli makanan, Tn. M. Yang
hendak menyebrang tiba-tiba tertabrak sebuah sepeda motor yang mengakibatkan Tn.
M mengalami fraktur Femur yang membuatnya harus di rawat di RS.
Dalam kasus tersebut, aplikasi teori keperawatan Martha E. Rogers dalam mengatasi
masalah kesehatan yang dialami Tn. M adalah menggunakan konsep-konsep prinsip
hemodinamik (integrity, resonansi, dan helicy).

11
12

BAB IV
PEMBAHASAN

Komponen dalam proses keperawatan. Pengkajian keperawatan Tn. M


merupakan seorang pegawai swasta yang menempati posisi manajer di sebuah
perusahaan, klien mempunyai riwayat pendidikan seorang Sarjana. Tn. M merupakan
tulang punggung keluarga yang saat mengalami fraktur femur karena kecelakaan lalu
lintas, sehingga klien harus dilakukan operasi. Klien merasa sangat khawatir akibat
sakit yang dideritanya karena mengharus klien harus di operasi sehingga harus di
rawat lebih lama di rumah sakit dan tidak dapat melakasanakan tugas kantornya
sebagai seorang sekertaris di perusaan itu. Saat ini Tn. M merasa tidak berguna
karena tidak dapat manafkahi keluarganya dengan maksimal, klien tampak berdiam
diri ketika didatangi oleh perawat, dan tidak mau makan.
A. Pengkajian
1. Pengkajian integrasi
Tn M merasakan adanya perasaan kurang nyaman berada di rumah sakit
karena klien mengalami adanya keterbatasan dalam melakukan aktifitas,
kebutuhannya dipenuhi orang lain. selain itu, klien juga merasa takut dengan
tindakan-tindakan medis yang baru pertama ia rasakan
2. Pengkajian resonansi.
Tn M Klien mengalami kecelakaan lalu lintas (ditabrak). Pasien di bawa
ke rumah sakit dengan tungkai kanan tidak dapat digerakkan, klien mengalami
patah tulang femur 1/3 tengah dextra segmental terbuka kemudian mendapat
pertolongan dengan tindakan operasi. Sehingga klien tidak melakukan aktifitas
seperti biasa. Klien merasa tidak berguna saat ini.
3. Pengkajian Helicy
Tn M adalah seorang karyawan sebuah perarusaan swasta dan menajabat
sebagai sekertaris, klien bekerja di ruang ber AC dengan kondisi lingkungan

12
13

yang tenang, bersih dan menyenangkan. Klien baru pertama kali masuk rumah
sakit, sehingga klien merasa tidak nyaman dengan kondisi dirumah sakit
karena sangat berbeda dengan lingkurang di rumahnya dan tempat ia bekerja.
Saat ini pasien merasa dengan operasi yang dilakukan Dia tidak bisa
beraktivitas lagi.

B. Komponen Diagnosa Keperawatan


a. Gangguan rasa nyaman lingkungan berhubungan dengan kurang pengendalian
lingkungan
b. Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan kerusakan integritas struktur
tulang
c. Kecemasan berhubungan dengan adanya hospitalisasi
Stress akibat perpindahan berhubungan dengan pindah dari lingkungan ke
lingkungan yang lain

C. Komponen Rencana dan Implementasi


Implementasi ditekankan pada tiga faktor yakni: Resonanci, Helicy, dan
Integrity dengan cara mengurangi kecemasan, meningkatkan koping dan
bimbingan antisipasi.
a. Integrasi:
Memberikan lingkungan yang nyaman bagi klien
membantu klien untuk memahami bahwa perbedaan tidak dapat dihilangkan
Memodifikasi lingkungan untuk mengurangi perbedaan yang ditemukan
b. Resonansi:
Memberikan health education tentang kecemasan yang dialaminya
14

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari hasil penulisan makalah teori keperawatan Martha E. Rogers penulis
dapat menarik kesimpulan bahwa model Rogerian muncul dari basis sejarah yang
luas dan telah pindah ke garis terdepan sebagai pengetahuan ilmiah telah
berkembang. memahami konsep dan prinsip-prinsip ilmu manusia kesatuan
memerlukan pondasi dalam pendidikan umum, kesediaan untuk melepaskan
tradisional, dan kemampuan untuk melihat dunia dalam cara baru dan kreatif.
muncul dari dasar pendidikan yang kuat, model memberikan kerangka kerja yang
menantang dari yang untuk memberikan asuhan keperawatan. ide-ide abstrak
diuraikan dalam model Rogerian congruance mereka dengan knowlodge ilmiah
modern memacu teori-teori baru dan menantang yang lebih pemahaman manusia
kesatuan. keperawatan sarjana dan praktisi yang membawa ide-ide rogers ke
abad berikutnya.
B. Saran
Dengan adanya teori keperawatan Martha E. Rogers yang memandang
manusia secara keseluruahn dan terus-menerus terjadi pertukaran energi dengan
lingkungannya. Keperawatan merupakan seni dan ilmu yang berhubungan
lansung terhadap kebutuhan manusia dengan sifat dasar dan perkembangan
manusia. Maka perawat memerlukan kreatifitas dalam pemenuhan kebutuhan
dasar manusia dan meningkatkan status kesehatan manusia.

14
15

DAFTAR PUSTAKA

Asmadi N.S. (2008). Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: EGC


Mariner-tomey & Alligood. (2006). Nursing Theorists and Their Works. 6th Ed.St.Louis:
Mosby Elsevier, Inc
Perry dan Potter. (2009). Fundamental keperawatan ed 7. Jakarta: Salemba
Medika

15