Anda di halaman 1dari 34

PERANGKAT RPP SMK

MENGEMUKAKAN TENTANG PERATURAN CUTI


KELAS XI / SEMESTER II

Standar Kompetensi : Melaksanakan Pembelajaran Kolaboratif

Penyusun:

Putri Utia LN (130412611901)

PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
2015

0
KATA PENGANTAR

Puji syukur, kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas kemurahan-Nya, sehingga
kami dapat menyelesaikan contoh perangkat pembelajaran ini. Contoh perangkat ini
dibuat dengan maksud dapat dijadikan contoh bagi Peserta PPG Ekonomi, khususnya
di Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Fakultas Ekonomi Universitas
Negeri Malang , untuk merencanakan pembelajaran Administrasi Perkantoran.
Perangkat ini dibuat sebagai acuan bagi para mahasiswa untuk melakukan peer-
teaching, microteaching dan implementasinya dalam pembelajaran nyata melalui
kegiatan PPL sehingga diperoleh hasil belajar kognitif , afektif dan psikomotorik.
Hasil belajar kognitif Administrasi Perkantoran meliputi produk dan proses, hasil
belajar psikomotorik berupa keterampilan dalam melaksanakan aktivitas kerja ilmiah,
hasil belajar afektif terdiri dari perilaku berkarakter dan keterampilan sosial.
Dengan demikian perangkat pembelajaran ini merupakan contoh perangkat RPP
dan kelengkapannya yang melatihkan keterampilan berpikir, keterampilan proses,
psikomotor, keterampilan sosial dan menumbuhkembangkan perilaku berkarakter.
Perangkat ini terdiri dari: silabus, RPP, LK dan Kunci LK , LP-1: Penilaian
Produk, Kunci LP-2: Penilaian Proses, LP-3 Penilaian Psikomotor, LP-4: Pengamatan
Perilaku Berkarakter, dan LP-5: Pengamatan Keterampilan Sosial.
Mudah-mudahan perangkat ini memberikan kemudahan bagi mahasiswa ekonomi
calon guru Administrasi Perkantoran dalam mengelola pembelajaran sehingga
memberikan ruang yang amat luas bagi peserta didiknya untuk mengembangkan
keterampilan berpikir, keterampilan proses, keterampilan sosial, dan mewujudkan
perilaku berkarakter.

Malang, April 2015

Daftar Isi
1
halaman
Kata Pengantar 1
Daftar Isi 2

Silabus 3
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 5
LK-1: 13
LK-2: 19
LP-1: Penilaian Produk 30
LP-2: Asesmen Kinerja Proses 34
LP-3: Asesmen Kinerja Psikomotor 36
LP-4: Pengamatan Perilaku Berkarakter 37
LP-5: Pengamatan Keterampilan Sosial 38
Modul Siswa :

2
SILABUS MATA PELAJARAN:
ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN

Kompetensi Inti* Satuan Pendidikan : SMK


Kelas /Semester : XI / 1 dan 2
Kompetensi Inti:
KI 1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli ( gotong royong, kerjasama, toleran, damai), responsive
dan proaktif dan menunjukkan Sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan social dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
KI 3: Memahami, menerapkan dan Menganalisis pengetahuan factual, konseptual, dan procedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab phenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah
KI 4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah
pengawasan langsung

Alokasi Sumber
Kompetensi Dasar Materi Pokok Pembelajaran Penilaian
Waktu Belajar
1.1 Bertambah
keimanannya d.
Bertambah keimanannya
dengan menyadari
hubungan keteraturan
dan kompleksitas alam
dan jagad raya terhadap
kebesaran Tuhan yang
menciptakannya
1.2 Penerapan administrasi
kepegawaian secara
efektif dan efisien
berdasarkan nilai-nilai
agama yang dianut di
dunia perkantoran
1.3 Meyakini bahwa bekerja
di bidang administrasi
kepegawaian adalah
salah satu bentuk
pengamalan perintah
Tuhan yang harus
3
dilakukan secara
sungguh-sungguh
2. 2.1 Memiliki motivasi
internal dan
menunjukkan rasa ingin
tahu dalam
pembelajaran
administrasi
kepegawaian
2.2 Menunjukkan perilaku
ilmiah (jujur , disiplin,
tanggung jawab, peduli,
santun, ramah
lingkungan, gotong
royong) dalam
melakukan
pembelajaran
administrasi
kepegawaian sebagai
bagian dari sikap ilmiah
2.3 Menghargai kerja
individu dan kelompok
dalam pembelajaran
sehari-hari sebagai
wujud implementasi
sikap kerja
2.4 Memiliki sikap proaktif
dalam melakukan
kegiatan administrasi
kepegawaian
SEMESTAR 1
3.1 Mengemukakan formasi  Prinsip-prinsip Mengamati Tugas
5 X 5 JP Ardian, Zul
dan pengadaan penyusunan formasi Cara menganalisi
Membuat daftar Afdi, SH
pegawai.  Sistem penyusunan
formasi dan MANAJEMEN
formasi kebutuhan pegawai, surat
pengadaan pegawai. KEPEGAWAIAN
4.1. Mengindentifikasikan  Faktor-faktor SMEA, Penerbit
formasi dan penyusunan formasi lamaran pegawai baik di
Armico,
pengadaan pegawai.  Analisa kebutuhan
Observasi Bandung :
pegawai tempat kerja saat prakerin
1990
 Pengadaan pegawai Rubrik formasi dan
atau di sekolah
4
Menanya
Dokumen kelengkapan
yang akan dilampirkan
dalam surat lamaran kerja pengadaan pegawai.

Eksperimen/explore
Mencari dokumen Portofolio
kelengkapan surat lamaran
dari berbagai sumber. Formasi dan
pengadaan pegawai.
Asosiasi
Membandingkan dokumen Tes
kelengkapan surat lamaran Tes tertulis bentuk
dari berbagai sumber. uraian dan/atau
pilihan ganda
Komunikasi tentang formasi dan
Mempresentasikan cara pengadaan pegawai.
melaksanakan analisis
jabatan dari berbagai
sumber.

3.2. Mengemukakan cara Mengamati Tugas


penanganan  cara penanganan Cara penanganan
5 X 5 JP
pemeliharaan dokumen pemeliharaan pemeliharaan dokumen Membuat peraturan
administrasi dokumen administrasi administrasi kepegawaian cara penanganan
kepegawaian kepegawaian pemeliharaan
Menanya dokumen administrasi
4.2 Mempraktikkan cara
 Praktik cara kepegawaian
penanganan
penanganan Tentang cara penanganan
pemeliharaan Observasi
pemeliharaan dokumen pemeliharaan dokumen
dokumen administrasi
administrasi administrasi kepegawaian
kepegawaian Rubrik cara
kepegawaian
penanganan
Eksperimen/explore
pemeliharaan
Mencari sumber-sumber
dokumen administrasi
cara penanganan
kepegawaian
pemeliharaan dokumen
administrasi kepegawaian Portofolio
Asosiasi Cara penanganan
Membandingkan cara pemeliharaan
penanganan pemeliharaan
5
dokumen administrasi
dokumen administrasi
kepegawaian
kepegawaian antara satu
Tes
kantor dengan kantor lain
Tes tertulis bentuk
Komunikasi uraian dan/atau
pilihan ganda tentang
Mempresentasikan cara
cara penanganan
penanganan pemeliharaan
pemeliharaan
dokumen administrasi
dokumen administrasi
kepegawaian
kepegawaian
3.3 Mengidentifikasi  Pangkat : Mengamati Tugas
5 X 5 JP
pangkat dan jabatan o Arti pangkat dan Tata cara penetapan
pegawai tingkat pangkat dan jabatan Membuat Format
kepangkatan pegawai tentang pangkat dan
4.3 Mengidentifikasikan o Kenaikan jabatan pegawai
pangkat dan jabatan pangkat Menanya
pegawai Tentang pangkat dan Observasi
o Pengangkatan
dalan pangkat jabatan pegawai
Rubrik Format
 Jabatan : pangkat dan jabatan
oPengertian jabatan
Eksperimen/explore pegawai
 Pejabat yang
berwenang dalam pangkat dan jabatan
pegawai Portofolio
jabatan tertentu
Asosiasi Daftar pangkat dan
Membandingkan pangkat jabatan pegawai
dan jabatan pegawai
antara satu kantor dengan Tes
kantor lainnya Tes tertulis bentuk
uraian dan/atau
Komunikasi pilihan ganda tentang
Mempresentasikan pangkat dan jabatan
pengamatan tentang pegawai
pangkat dan jabatan
pegawai
3.4. Mengemukakan  Tujuan membuat DP3 Mengamati Tugas
5 X 5 JP
penilaian pelaksanaan  Unsur-unsur yang Tata cara penilaian
pekerjaan dinilai pelaksanaan pekerjaan Membuat penilaian
 Pejabat penilai pelaksanaan pekerjaan
4.4 Mempraktikkan Menanya
6
penilaian pelaksanaan  Tata cara penilai penilaian pelaksanaan Observasi
pekerjaan  Atasan jpejabat pekerjaan
penilai Rubrik penilaian
 Sifat dan penggunaan Eksperimen/explore pelaksanaan pekerjaan
DP3 penilaian pelaksanaan
 Penyimpanan DP3 pekerjaan Portofolio

Asosiasi Penilaian pelaksanaan


Membandingkan penilaian pekerjaan
pelaksanaan pekerjaan
Tes
Komunikasi
Tes tertulis bentuk
Mempresentasikan
penilaian pelaksanaan uraian dan/atau
pekerjaan pilihan ganda tentang
penilaian pelaksanaan
pekerjaan

SEMESTER 2
 Pembuatan DUK Mengamati
3.5. Mengemukakan Daftar  Nomor urut dalam DUK di tempat prakerin/di Tugas
Urut Kepangkatan (DUK DUK
Membuat Daftar Urut 5 X 5 JP
 Keberatan atas nomor sekolah.
Kepangkatan (DUK
urut dalam DUK
4.5 Menidentifikasikan  Perubahan dan Observasi
Daftar Urut penghapusan nomor Menanya
Kepangkatan (DUK) urut serta Rubrik Daftar Urut
Komponen-komponen yang
penggunaan DUK Kepangkatan (DUK
ada dalam DUK di tempat Portofolio

prakerin. Daftar Urut


Kepangkatan (DUK
Tes
Eksperimen/explore
Tes tertulis bentuk
Mengoreksi DUK di tempat
uraian dan/atau
pilihan ganda
prakerin.apakah sudah
tentang Daftar Urut
Kepangkatan (DUK)
sesuai dengan ketentuan

7
yang berlaku.

Asosiasi
Menganalisa DUK di

tempat prakerin.

Komunikasi
Mempresentasikan hasil
analisa tentang DUK di
tempat prakerin.

3.6 Mengemukakan Tugas


4 x 6 JP
peraturan cuti  Pengertian cuti Mengamati
 Jenis cuti Membaca peraturan Membuat surat
pengajuan untuk
4.6 Mengkaji peraturan perundangan tentang cuti mendapatkan
cuti tunjangan perawatan,
di tempat prakerin.. tunjangan cacad dan
uang muka

Menanya Observasi
Pertanyaan tentang
permohonan cuti Rubrik surat
pengajuan untuk
Eksperimen/explore mendapatkan
Membuat surat tunjangan perawatan,
tunjangan cacat dan
permohonan untuk uang muka

berbagai jenis cuti


Portofolio

Dokumen surat
Asosiasi pengajuan untuk
Membandingkan/sharing mendapatkan
tunjangan perawatan,
tentang peraturan cuti
8
dengan tempat kerja lain.

Komunikasi tunjangan cacad dan


Mempresentasikan hasil uang muka

sharing tentang peraturan Tes


Tes tertulis bentuk
cuti dengan tempat kerja uraian dan/atau
pilihan ganda
lain. tentang peraturan
cuti

3.7 Mengemukakan  Pengobatan, Mengamati Tugas


4 x 6 JP
peraturan perawatan, perawatan dan Membaca peraturan
tunjangan cacad dan rehabilitasi perawatan, tunjangan Membuat surat
uang muka  Tunjangan cacad cacad dan uang muka pengajuan untuk
 Uang duka dan biaya mendapatkan
4.7 Mengkaji peraturan pemakaman Menanya tunjangan perawatan,
perawatan, tunjangan Pertanyaan tentang tunjangan cacad dan
cacad dan uang muka Perawatan, tunjangan uang muka
cacad dan uang muka

Eksperimen/explore Observasi
Membuat prosedur
Rubrik surat
pengurusan biaya
pengajuan untuk
Perawatan, tunjangan
mendapatkan
cacad dan uang muka
tunjangan perawatan,
tunjangan cacat dan
Asosiasi
uang muka
Membandingkan prosedur

pengurusan biaya Portofolio


Perawatan, tunjangan Dokumen surat
pengajuan untuk
cacad dan uang muka mendapatkan
tunjangan perawatan,
antara dua lembaga yang
9
berbeda jaminan asuransi tunjangan cacad dan
uang muka
kesehatan
Tes
Tes tertulis bentuk
uraian dan/atau
pilihan ganda
Komunikasi tentang perawatan,
Mempresentasikan hasil tunjangan cacad dan
uang muka
prosedur pengurusan biaya

Perawatan, tunjangan

cacad dan uang muka

antara dua lembaga yang

berbeda jaminan asuransi

kesehatan

3.8 Mengemukakan  Pengertian dan Mengamati Tugas


5 x 6 JP
prosedur Pendidikan tujuan Pendidikan dan Latihan
dan Latihan  Penggolongan yang ada di tempat DU/DI Membuat Tata Tertib
pendidikan dan melalui tayangan video tentang disiplin
4.8 Mengidentifikasi latihan PNS pegawai di tempat
prosedur Pendidikan  Latihan pra jabatan Menanya kerja
dan Latihan dan latihan dalam
SOP Pendidikan dan Observasi
jabatan
Latihan yang
Rubrik Tata Tertib
diselenggarakan oleh
tentang disiplin
DU/DI
pegawai di tempat
kerja
Eksperimen/explore
Membuat prosedur Portofolio
Pendidikan dan Latihan
Dokumen Tata Tertib
Asosiasi
tentang disiplin
Mendiskusikan
10
pelaksanaan Diklat
pegawai di tempat
kerja

Komunikasi Tes
Mempresentasikan hasil
Tes tertulis bentuk
diskusi tentang Diklat, uraian dan/atau
pilihan ganda tentang
disiplin pegawai di
tempat kerja

11
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Satuan Pendidikan : SMK Negeri I Malang
Mata Pelajaran : Administrasi Kepegawaian
Kelas/Semester : Kelas XI / Semester II
Materi Pembelajaran : Mengemukakan Tentang Peraturan Cuti
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit

I. Standar Kompetensi : Melaksanakan Pembelajaran Kolaboratif.


II. Kompetensi Dasar : Mengemukakan tentang Peraturan Cuti.
III. Indikator
A. Kognitif
1. Produk:
a. Mengerti dasar hukum Peraturan Cuti di dalam UU dan PP.
b. Memahami tujuan pemberlakuan Cuti.
c. Mengetahui Kewenangan Pemberian putusan Cuti.
d. Pengenalan dan pemahaman jenis-jenis Peraturan Cuti .
2. Proses:
Melaksanakan praktek interaksi pemberian putusan Cuti berdasarkan kasus-kasus
yang dihadapkan.

B. Psikomotor
Mengemukakan kembali pengertian dan jenis Peraturan Cuti berdasarkan kasus
yang dihadapkan di depan kelas.

C. Afektif
1. Mengembangkan perilaku berkarakter, meliputi :
a. Beretiket
b. Sopan santun
c. Rendah hati
d. Bersikap menyenangkan
2. Keterampilan sosial:
a. berkomunikasi
b. menjadi pendengar yang baik
c. Berpendapat
d. Bertanya

IV. Tujuan Pembelajaran:


A. Kognitif

12
1. Produk:
a. Secara mandiri dan tanpa membuka bahan ajar, siswa dapat mendeskripsikan
pengertian Peraturan Cuti dengan mengerjakan soal terkait di LP 1 : Produk
sesuai dengan kunci jawaban.
b. Secara mandiri/berkelompok dan tanpa membuka bahan ajar, siswa dapat
mendeskripsikan Jenis Peraturan Cuti sesuai buku manual dengan mengerjakan soal
terkait di LP 1 : Produk sesuai dengan kunci jawaban.
c. Secara mandiri siswa dapat menjelaskan tujuan Pemberlakuan Cuti dengan
mengerjakan soal terkait pada LP 1 : Produk sesuai dengan kunci jawaban.
d. Secara mandiri siswa dapat menjelaskan Kewenangan Pemberian putusan Cuti.
e. Secara mandiri siswa dapat membuat contoh nyata kasus berdasarkan Jenis
Peraturan Cuti.

2. Proses
Disediakan seperangkat alat tulis. Selanjutnya siswa mengidentifikasi kasus
berdasarkan jenis Peraturan Cuti dengan mendiskusikan kepada siswa lain.
Kemudian mengutarakan pendapat juga putusan di depan kelas. Siswa juga membuat
contoh nyata kasus berdasarkan jenis Peraturan Cuti yang kemudian didiskusikan
oleh dan secara kelompok.

B. Psikomotor
1. Disediakan seperangkat alat tulis menulis ( kertas folio bergaris)
2. Disediakan beberapa contoh kasus, kemudian siswa mengidentifikasi dan
menentukan putusan Cuti.

C. Afektif
1. Karakter:
Terlibat dalam proses belajar mengajar berpusat pada siswa, paling tidak siswa
dinilai Membuat kemajuan dalam menunjukkan karakter beretiket, hangat, sopan
santun, rendah hati, bersikap menyenangkan dalam berkomunikasi secara lisan
sesuai dengan LP 4 : Pengamatan Perilaku berkarakter.
2. Keterampilan sosial:
Terlibat dalam proses belajar mengajar berpusat pada siswa, paling tidak siswa
dinilai Membuat kemajuan dalam menunjukkan perilaku keterampilan sosial

13
bertanya, menyumbang ide atau berpendapat, menjadi pendengar yang baik, dan
berkomunikasi, sesuai dengan LP 5 : Keterampilan sosial.

V. Model dan Metode Pembelajaran:


Model Pembelajaran: Model Pembelajaran Kooperatif (MPK)
Metode Pembelajaran : tugas proyek berupa mengidentifikasi kasus pemberian
Putusan Cuti.

VI. Bahan
- Lembar Kerja 1, 2, 3
VII. Alat :
Seperangkat alat tulis menulis, LCD monitor, Papan Tulis.

VIII. Proses Belajar Mengajar


A. Pendahuluan

Penilaian
Kegiatan
oleh
Pengamat
1 2 3 4
1. Mengkomunikasikan tujuan pembelajaran produk, proses,
psikomotor, keterampilan sosial, dan karakter. Siswa dapat
mengemukakan pengertian Peraturan Cuti.
2. Guru menjelaskan Tujuan dan Kewenangan Pemberian putusan Cuti
kepada siswa.
3. Guru meminta siswa mengemukakan pendapatnya berdasarkan
contoh kasus pemberian putusan Cuti.
4. Guru menyampaikan tujuan kompetensi yang harus dikuasai siswa.

B. Inti

Penilaian
Kegiatan oleh
Pengamat
1 2 3 4
Penggalan 1

14
Penilaian
Kegiatan oleh
Pengamat
1 2 3 4
a. Siswa mengutarakan pengetahuan mengenai Cuti.
b. Guru menjelaskan pengertian Cuti dan Peraturan Cuti.
c. Guru menyampaikan dasar hukum tentang peraturan cuti.
d. Guru menyampaikan pejabat yang berwenang memberikan putusan
Cuti.
e. Siswa membaca jenis peraturan cuti.
f. Guru menjelaskan jenis peraturan cuti dan memberikan siswa untuk
bertanya.
Penggalan 2
a. Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok kooperatif .
Setiap kelompok terdiri dari 2 – 3 siswa, untuk membuat kasus
berdasarkan jenis peraturan cuti.
b. Membimbing siswa membuat kasus nyata berdasarkan jenis
peraturan cuti.
c. Membimbing siswa membuat putusan Cuti.
e. Meminta masing-masing siswa dalam setiap kelompok agar
bertanggung jawab atas terselesaikannya tugas itu.
f. Melakukan evaluasi formatif dengan asesmen kinerja psikomotor
dengan cara meminta siswa menunjukkan hasil diskusi kelompok.

Penggalan 3
a. Membimbing tugas kelompok peraturan cuti dengan menggunakan
bahasa yang lembut dan sopan sesuai prosedur yang tertulis di
lembar kerja. Bila ada siswa yang menunjukkan karakter tidak sopan
segera diingatkan.
b. Guru melakukan evaluasi formatif dengan Instrumen penilaian
dengan skala diskriptif terhadap aspek kelancaran, ketepatan dan
kelengkapan. Serta memberi kesempatan siswa lain untuk belajar
menjadi pendengar yang baik . (Fase 5 MPK)
Penggalan 4
a. Membimbing kelompok berkomunikasi untuk menyampaian pendapat
dalam menarik kesimpulan dengan mengacu pada Lembar Kerja.

b. Memberikan penghargaan kepada individu dan kelompok yang


berkinerja baik dan amat baik dalam kegiatan belajar mengajar

15
Penilaian
Kegiatan oleh
Pengamat
1 2 3 4
tersebut.

C. Penutup

Penilaian oleh
Kegiatan Pengamat
1 2 3 4
Menutup pelajaran dengan membimbing siswa membuat rangkuman
dan memberi
Pekerjaan Rumah

X. Sumber Pembelajaran

1. LK 1 : pengetian Peraturan Cuti, tujuan, dan dasar hukum peraturan Cuti


2. LK 2 : jenis peraturan Cuti
3. Kunci LK 1, 2.
4. LP 1: Produk
5. LP 2: Proses
6. LP 3: Psikomotor
7. LP 4: Pengamatan Perilaku Berkarakter
8. LP 5: Pengamatan Keterampilan Sosial
9. Tabel Spesifikasi Penilaian
10. Silabus
11. Modul

Daftar Pustaka
BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan), 2007, Model Silabus dan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran. Publikasi Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan
Menengah.

Bukulayananadministrasikepegawaiantahun2013,manajemen administrasi kepegawaian-cuti pegawai


negeri sipil.

16
Nama/Kelompok _______________________ Kelas: _________ Tgl: _______________

Lembar Kerja 1 : Pengetian Peraturan Cuti, tujuan, dan dasar hukum peraturan
Cuti

Tujuan :

1. Dapat mengetahui arti Cuti;


2. Dapat mengetahui tujuan peraturan cuti;
3. Dapat mengetahui dasar hukum peraturan cuti.
Alat :
1. Alat tulis

Rumusan Masalah : Apakah arti Cuti ?


Langkah – langkah :
1. Mendefinisikan dengan bahasa sendiri tentang arti cuti.
2. Menyebutkan tujuan diberlakukannya cuti
3. Menyebutkan dasar hukum UU/PP mengenai peraturan Cuti.

Pengamatan

Gambar 1.

Perhatikan Gambar 1. Dalam rangka usaha menjamin kesegaran jasmani dan rohani,
maka kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) setelah bekerja dalam waktu tertentu perlu
diberikan cuti.

Analisis :
1. Menurut pendapat anda apakah yang yang dimaksud dengan
Cuti? . .....................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
...........................................
2. Sebutkan Tujuan diberlakukannya Cuti?

17
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
.......................

3. Sebutkan dasar hukum tentang peraturan Cuti ?


........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
.......................

18
Nama/Kelompok _______________________ Kelas: _________ Tgl: _______________

Kunci Lembar Kerja 1 : Mengemukakan tentang peraturan cuti

1. Menurut pendapat anda apakah yang yang dimaksud dengan Cuti?


Cuti adalah tidak masuk kerja yang diizinkan dalam jangka waktu tertentu.

2. Sebutkan tujuan diberlakukannya cuti ?


1. Untuk memberikan kesempatan istirahat dalam rangka menjamin kesegaran
jasmani dan rohaninya
2. Untuk kepentingan yang bersangkutan.

3. Sebutkan dasar hukum tentang peraturan cuti ?


1. Undang-Undang nomor 8 tahun 1974 sebagaimana telah diubah dengan Undang-
Undang Nomor 43 Tahun1999.
2. Peraturan Pemerintah No.43 tahun 1976 Tentang Cuti PNS
3. Surat Edaran Kepala BAKN No. 01/SE/1977

19
Nama/Kelompok _______________________ Kelas: _________ Tgl: _______________

Lembar Kerja 2
Jenis Peraturan Cuti

Tujuan
1. Memahami jenis peraturan Cuti

Alat :
1. Alat tulis
2.
Rumusan Masalah : Apa sajakah jenis peraturn Cuti?

Langkah Kerja
1. Menyebutkan jenis peraturan cuti.

Analisis

1. Sebutkan dan jelaskan jenis peraturan cuti !

........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................
........................................................................................................................................

20
Kunci Lembar Kerja 2 : Jenis Peraturan Cuti

Nama : NIM : Tanggal :

LEMBAR PENILAIAN (LP) 1: PRODUK

1. Sebutkan dan jelaskan jenis peraturan cuti?


1. Cuti Tahunan
Setiap PNS yang telah bekerja sekurang-kurangnya satu tahun secara terus
menerus berhak atas cuti tahunan. Lamanya cuti tahunan adalah 12 hari kerja
Cuti tahunan dapat diambil secara terpecah=pecah dengan ketentuan setiap
bagian tidak boleh kurang dari 3 (tiga) hari kerja
Cuti tahunan yang tidak diambil dalam tahun yang bersangkutan dapat
diambil dalam tahun berikutnya untuk paling lama 18 (delapan belas) hari
kerja termasuk cuti tahunan dalam tahun yang sedang berjalan
Cuti tahunan yang tidak diambil dalam kuruk waktu 2 (dua) tahun berturutturut
atau lebih, dapat diambil dalam tahun berikutnya untuk paling lama 24
(dua puluh empat) hari kerja, termasuk cuti tahunan dalam tahun yang sedang
berjalan
Apabila cuti tahunan dijalankan ditempat yang sulit perhubungannya, maka
waktu cuti tahunan dapat ditambah untuk paling lama 14 (empat belas) hari.
Ketentuan ini tidak berlaku bagi cuti tahunan yang diambil kurang dari 12 (dua
belas) hari kerja
Untuk kepentingan dinas cuti tahunan dapat ditangguhkan pelaksanaannya
oleh pejabat yang berwenang memberikan cuti tahunan. Penangguhan ini
tidak boleh lebih llama dari satu tahun. Apabila terjadi penangguhan maka cuti
tahunan yang ditangguhkan itu dapat diambil oleh PNS yang bersangkutan
dalam tahun berikutnya selama 24 (dua puluh empat) heri kerja termasuk cuti
tahunan yang sdang berjalan.
2. Cuti Besar
Setiap Pegawai Negeri Sipil yang telah bekerja sekurang-kurangnya 6 (enam)
tahun secara terus menerus berhak atas cuti besar selama 3 (tiga) bulan,
termasuk cuti tahunan dalam tahun yang bersangkutan
Yang dimaksud bekerja secara terus menerus adalah bekerja dengan tidak
terputus karena menjlankan cuti di luar tanggungan negara atau karena
diberhentikan dai jabatan negara dengan menerima uang tunggu.
Cuti besar yang tidak diambil oleh PNS yang bersangkutan tepat pada
waktunya, dapat diambil pada ahun-tahun berikutnya, tetapi keterlambatan
pengambulan cuti besar itu tidak dapat diperhitungkan untuk pengambilan cuti
besar kurang dari 3 bulan, maka sisa cuti besar yang menjadi haknya hapus
Apabila ada kepentingan dinas yang mendesak mala pelaksanaan cuti besar
21
dapat ditangguhkan untuk paling lama 2 (dua) tahun. Dalam hal yang
demikian maka waktu penangguhan itu dihitung penuh untuk perhitungan hak
atas cuti berikutnya.
3. Cuti Sakit
Setiap Pegawai Negeri Sipil yang menderita sakit berhak atas Cuti Sakit
PNS yang sakit selama 1 (satu) atau 2 (dua) hari harus memberitahukan kepada
atasannya baik secara tertulis maupun dengan pesan melalui perantara orang
lain.
PNS yang sakit lebih dari 2 (dua) hari sampai dengan 14 (empat belas) hari,
harus mengajukan permintaah cuti sakit secara tertulis kepada pejabat yang
berwenang memberikan cuti dengan melampirkan surat keterangan dokter,
baik dokter pemerintah maupun dokter swasta.
PNS yang sakit lebih dari 14 (empat belas) hari, harus mengajukan permintaah
cuti sakit secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti
dengan melampirkan surat keterangan dokter, baik dokter pemerintah
maupun dokter swasta yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan.
Cuti sakit tersebut diberikan untuk paling lama 6 (enam) bulan berdasarkan
surat keterangan dokter pemerintah atau dokter swasta yang ditunjuk oleh
Menteri Kesehatan
PNS yang telah menderita sakit selama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan
belum sembuh dari penyakitnya, harus diuji kembali kesehatannya oleh dokter
yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan
Apabila berdasarkan hasil pengujian kesehatan tersebut PNS yang
bersangkutan:
a. Belum sembuh dari penyakitnya, yeyapi ada harapan sembuh dan dapat
bekerja kembali sebagai PNS, maka ia diberhentikan dengan hormat dari
jabatan karena sakit, dengan mndapat uang tunggu menurut peraturan
perundang-undangan yang berlaku
b. Belum sembuh dari penyakitnya dan tidak ada harapan untuk dapat
bekerja kembali sebagai PNS, maka ia diberhentikan dengan hormat
sebagai PNS dengan mendapat hak-hak kepegawaian menurut peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
PNS wanita yang mengalami gugur kandunan berhak atas cuti sakit paling
lama 1 ½ (satu setengah) bulan.
PNS yang mengalami kecelakaan dalam dan karena menjalankan tugas
kewajibannya yang mengakibatkan PNS tersebut perlu mendapat perawatan,
5. Cuti di Luar Tanggungan Negara
Cuti diluar negara dapat diberikan kepada PNS yang telah bekerja
sekurangkurangnya
5 (lima) tahun secara terus menerus dan adanya alasan-alasan
pribadi yang penting dan mendesak
Yang dimaksud dengan alasan-alasan pribadi yang penting dan mendesak
misalnya seorang PNS wanita yang suaminya bertugas di luar negeri, sehingga
mengharuskan PNS wanita tersebut mendampingi suaminya di tempat tugas
itu.
Cuti diluar tanggungan negara hanya dapat diberikan ddengan surat keputusan
pejabat yang berwenang memberikan cuti setelah mendapat persetujuan dati
kepala BKN.
Cuti diluar tanggungan negara bukanlah hak, karena itu permintaan cuti diluar
tanggungan negara dapat dikabulkan atau ditolak oleh pejabat yang
22
berwenang, demi kepentingan dinas.
Cuti diluar tanggunagn negara diambil untuk waktu paling lama 3 (tiga) tahun
dan apabila ada alasan penting dapat diperpanjang untuk paling lama satu
tahun.
Selama menjalankan cuti diluar tanggungan negara, PNS yang bersangkutan
dibebaskan dari jabatannya, kecuali dalam hal PNS wanita menjalankan cuti
diluar tanggungan negara untuk persalinan yang keempat dan seterusnya.
Jabatn yang lowong karena pemberian cuti diluar tanggungan negara dapat
diisi.
PNS setelah habis menjalankan cuti diluar tanggungan negara wajib
melaporkan diri kepada instansinya induknya untuk ditempatkan kembali
apabila ada lowongan, PNS yang tidak melaporkan diri kepada instansi
induknya setelah habis masa menjalankan cuti diluar tanggungan negara,
diberhentikan dengan hormat sebagai PNS.
Penghasilan PNS selama menjalankan Cuti
Selama menjalankan cuti diluar tanggunan negara PNS yang bersangkutan
tidak menerima penghasilan apapun dari negara. Selama menjalankan cuti
besar, PNS yang bersangkutan tetap menerima gaji dan tunjangan keluarga,
kecuali tunjangan jabatan (bila ada).PNS wanita berhak atas cuti bersalin untu
persalinan anaknya yang pertama,
kedua, dan ketiga. Persalinan pertama yang dimaksud adalah persalinan
pertama sejak yang bersangkutan menjadi PNS. Sedangkan untuk persalinan
anak yang keempat dan seterusnya, kepada PNS wanita tersebut tidak
diberikan cuti bersalin, tetapi dapat diberikan Cuti di luar tanggungan negara.
Pegawai Negeri Sipil wanita yang akan bersalin untuk yang keempat dan
seterusnya, apabila menjelang saat persalinan tersebut mempunyai hak atas
cuti besar, dapat menggunakan cuti besar tersebut sebagai cuti persalinan.
Lamanya cuti besar adalah 1 (satu) bulan sebelum dan 2 (dua) bulan setelah
persalinan.
Pegawai Negeri Sipil wanita yang telah selesai menjalankan cuti di luar
tanggungan negara untu persalinan, dengankeputusan pejabat yang
berwenang diaktifkan kembali dalam jabatan semula.
6. Cuti Karena Alasan Penting
Pegawai Negeri Sipil dapat cuti karena alasan penting untuk paling lama 2
bulan. Lamanya cuti karena alasan penting hendaknya ditetapkan sedemikian
rupa, sehingga benar-benar hanya untuk waktu yang diperlukan saja.
Yang dimaksud cuti karena alasan penting adalah cuti karena:
a. Ibu, bapak. Istri/suami, anak, adik, kakak, mertua, atau menantu sakit
keras atau meninggal dunia.
b. Salah seorang anggota keluarga yang dimaksud dalam huruf a diatas
meninggal dunia dan menurut ketentuan hukun yang berlaku PNS yang
bersangkutan harus mengurus hak-hak dari anggota keluarganya yang
meninggal itu.
c. Melangsungkan perkawinan pertama
d. Alasan penting lainnya yang ditetapkan oleh Presiden
Untuk mendapatkan cuti karena alasan penting, PNS harus mengajukan secara
tertulis dengan menyebutkan alasannya kepada pejabat yang berwenang
memberikan cuti, karena alasan penting diberikan dengan surat keputusan
pejabat yang berwenang.
Dalam hal mendesak, sehingga PNS yang bersangkutan tidak dapat menunggu
23
keputusan dari pejabat yang berwenang, maka PNS tersebut dapat
mengajukan permintaan izin smentara kepada Kepala Pemerintahan setempat.

Daftar Pustaka

Bukulayananadministrasikepegawaiantahun2013,manajemen administrasi kepegawaian-


cuti pegawai negeri sipil.

24
Kunci LP 1 : Produk

1. Menurut pendapat anda apakah yang yang dimaksud dengan Cuti?


Cuti adalah tidak masuk kerja yang diizinkan dalam jangka waktu tertentu.

2. Sebutkan tujuan diberlakukannya cuti ?


1. Untuk memberikan kesempatan istirahat dalam rangka menjamin kesegaran
jasmani dan rohaninya
2. Untuk kepentingan yang bersangkutan.

3. Sebutkan dasar hukum tentang peraturan cuti ?


1. Undang-Undang nomor 8 tahun 1974 sebagaimana telah diubah dengan Undang-
Undang Nomor 43 Tahun1999.
2. Peraturan Pemerintah No.43 tahun 1976 Tentang Cuti PNS
3. Surat Edaran Kepala BAKN No. 01/SE/1977

25
LEMBAR PENILAIAN 2: PROSES

Prosedur :

1. Siapkan seperangkat alat tulis .


2. Tugasi siswa untuk membuat kasus berdasarkan jenis peraturan cuti.
3. Siswa bertukar tugas kasus yang mereka buat dengan teman/antar kelompok untuk
didiskusikan
4. Penentuan skor kinerja siswa mengacu pada format Asesmen kinerja dibawah ini
5. Berikan format ini kepada siswa sebelum asesmen dilakukan
6. Siswa diijinkan mangases kinerja mereka sendiri dengan menggunakan format ini.

Format Asesmen Kinerja Proses


No Rincian Tugas Kinerja Skor Skor Asesmen
Maksimum Oleh siswa Oleh guru
sendiri
1. Persiapan:
- menyiapkan alat tulis menulis 10
- termasuk kertas folio bergaris 10
2 Mengerjakan kasus
- Aktif berdiskusi dengan teman.
20
3. Menukar tugas kasus
- Diskusi dengan kelompok 30
- Aktif berpendapat 30
Jumlah 100

Malang, April 2015


Siswa Guru

(…………………………) (........................................)

LEMBAR PENILAIAN 3: PSIKOMOTOR

Prosedur :

26
1. Disediakan peralatan telekomunikasi (telepon PABX)
2. Tugasi siswa melakukan komunikasi dengan skenario dialog pada LK 2
3. Penentuan skor kinerja siswa mengacu pada format asesmen kinerja
dibawah ini.
4. Berikan format ini kepada siswa sebelum asesmen dilakukan.
5. siswa diijinkan mengakses kinerja mereka sendiri dengan menggunakan
format ini.
Format Asesmen Kinerja Psikomotor
No Rincian Tugas Kinerja Skor Skor Asesmen
Maksimum Oleh siswa Oleh guru
sendiri
1 Menjelaskan pengertian cuti. 10
2. Menjelaskan tujuan peraturan cuti. 10
3 Menjelaskan dasar hukum peraturan cuti 10
4 Menjelaskan jenis peraturan cuti 30
5 Mengidentifikasi jenis peraturan cuti 40
berdasarkan kasus.
100
Jumlah

Malang, April 2015


Siswa Guru,

(........................................) (........................................)

LP 4: Format Pengamatan Perilaku Berkarakter

Siswa: Kelas: Tanggal:

Petunjuk:
Untuk setiap perilaku berkarakter berikut ini, beri penilaian atas perilaku berkarakter
siswa menggunakan skala berikut ini:
D = Memerlukan C = Menunjukkan B = Memuaskan A = Sangat
perbaikan kemajuan baik

Format Pengamatan Perilaku Berkarakter

27
No Memerlukan Menunjukkan Memuaskan Sangat baik
Rincian Tugas Kinerja
perbaikan (D) kemajuan (C) (B) (A)
(RTK)
1 Beretiket

2 Sopan santun

3 Rendah hati

4 Bersikap
menyenangkan

Malang, April 2015


Pengamat

( )

LP 5 : Format Pengamatan Keterampilan Sosial

Siswa: Kelas: Tanggal:

Petunjuk:
Untuk setiap keterampilan sosial berikut ini, beri penilaian atas keterampilan sosial siswa
itu menggunakan skala berikut ini:
D = Memerlukan C = Menunjukkan B = Memuaskan A = Sangat
perbaikan kemajuan baik

Format Pengamatan Keterampilan Sosial

28
No Memerlukan Menunjukkan Memuaskan Sangat baik
Rincian Tugas Kinerja
perbaikan (D) kemajuan (C) (B) (A)
(RTK)

1 Bertanya

2 Menyumbang ide atau


pendapat

3 Menjadi pendengar
yang baik

4 Komunikasi

Malang, April 2015


Pengamat

(…………………....................)

Modul :
CUTI PEGAWAI NEGERI SIPIL

A. UMUM
Dalam rangka usaha menjamin kesegaran jasmani dan rohani, maka kepada
Pegawai
Negeri Sipil (PNS) setelah bekerja dalam waktu tertentu perlu diberikan cuti.

B. DASAR HUKUM
1. Undang-undang nomor 8 Tahun 1974 sebagaimana telah diubah dengan
Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999
2. Peraturan Pemerintah No. 24 tahun 1976 Tentang Cuti PNS
3. Surat Edaran Kepala BAKN No. 01/SE/1977

C. PENGERTIAN

29
Cuti adalah tidak masuk kerja yang diizinkan dalam jangka waltu tertentu

D. TUJUAN
1. Untuk memberikan kesempatan istirahat bagi PNS dalam rangka menjamin
kesegaran jasmani dan rokhaninya
2. Untuk kepentingan PNS yang bersangkutan

E. PEJABAT YANG BERWENANG MEMBERIKAN CUTI


1. Pemimpin lembaga tertinggi /Tinggi Negara bagi pemimpin Kesekretariatan
Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara;
2. Menteri, Jaksa Agung, Pimpinan Lembaga Pemerintah Tertinggi Non
Departemen, Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tertinggi Negara/Lembaga
Tinggi Negara dan Pejabat lain yang ditentukan Presiden bagi PNS dalam
lingkungan kekuasaannya;
3. Kepala Perwakilan RI di Luar Negeri
Pejabat sebagaimana tersebut diatas dapat mendelegasikan kewenanannya
kapada Pejabat lain dalam lingkungannya untuk memberikan cuti, kecuali
ditentukan lain

F. JENIS CUTI
1. Cuti Tahunan
2. Cuti Besar
3. Cuti Sakit
4. Cuti Bersalin
5. CKAP
6. Cuti diluar tanggungan Negara

1. Cuti Tahunan
Setiap PNS yang telah bekerja sekurang-kurangnya satu tahun secara terus
menerus berhak atas cuti tahunan. Lamanya cuti tahunan adalah 12 hari kerja
Cuti tahunan dapat diambil secara terpecah=pecah dengan ketentuan setiap
bagian tidak boleh kurang dari 3 (tiga) hari kerja
Cuti tahunan yang tidak diambil dalam tahun yang bersangkutan dapat
diambil dalam tahun berikutnya untuk paling lama 18 (delapan belas) hari
kerja termasuk cuti tahunan dalam tahun yang sedang berjalan
Cuti tahunan yang tidak diambil dalam kuruk waktu 2 (dua) tahun berturutturut
atau lebih, dapat diambil dalam tahun berikutnya untuk paling lama 24
(dua puluh empat) hari kerja, termasuk cuti tahunan dalam tahun yang sedang
berjalan
Apabila cuti tahunan dijalankan ditempat yang sulit perhubungannya, maka
waktu cuti tahunan dapat ditambah untuk paling lama 14 (empat belas) hari.
Ketentuan ini tidak berlaku bagi cuti tahunan yang diambil kurang dari 12 (dua
belas) hari kerja
Untuk kepentingan dinas cuti tahunan dapat ditangguhkan pelaksanaannya
oleh pejabat yang berwenang memberikan cuti tahunan. Penangguhan ini
tidak boleh lebih llama dari satu tahun. Apabila terjadi penangguhan maka cuti
tahunan yang ditangguhkan itu dapat diambil oleh PNS yang bersangkutan
dalam tahun berikutnya selama 24 (dua puluh empat) heri kerja termasuk cuti
tahunan yang sdang berjalan.
2. Cuti Besar
30
Setiap Pegawai Negeri Sipil yang telah bekerja sekurang-kurangnya 6 (enam)
tahun secara terus menerus berhak atas cuti besar selama 3 (tiga) bulan,
termasuk cuti tahunan dalam tahun yang bersangkutan
Yang dimaksud bekerja secara terus menerus adalah bekerja dengan tidak
terputus karena menjlankan cuti di luar tanggungan negara atau karena
diberhentikan dai jabatan negara dengan menerima uang tunggu.
Cuti besar yang tidak diambil oleh PNS yang bersangkutan tepat pada
waktunya, dapat diambil pada ahun-tahun berikutnya, tetapi keterlambatan
pengambulan cuti besar itu tidak dapat diperhitungkan untuk pengambilan cuti
besar kurang dari 3 bulan, maka sisa cuti besar yang menjadi haknya hapus
Apabila ada kepentingan dinas yang mendesak mala pelaksanaan cuti besar
dapat ditangguhkan untuk paling lama 2 (dua) tahun. Dalam hal yang
demikian maka waktu penangguhan itu dihitung penuh untuk perhitungan hak
atas cuti besar berikutnya.
3. Cuti Sakit
Setiap Pegawai Negeri Sipil yang menderita sakit berhak atas Cuti Sakit
PNS yang sakit selama 1 (satu) atau 2 (dua) hari harus memberitahukan kepada
atasannya baik secara tertulis maupun dengan pesan melalui perantara orang
lain.
PNS yang sakit lebih dari 2 (dua) hari sampai dengan 14 (empat belas) hari,
harus mengajukan permintaah cuti sakit secara tertulis kepada pejabat yang
berwenang memberikan cuti dengan melampirkan surat keterangan dokter,
baik dokter pemerintah maupun dokter swasta.
PNS yang sakit lebih dari 14 (empat belas) hari, harus mengajukan permintaah
cuti sakit secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti
dengan melampirkan surat keterangan dokter, baik dokter pemerintah
maupun dokter swasta yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan.
Cuti sakit tersebut diberikan untuk paling lama 6 (enam) bulan berdasarkan
surat keterangan dokter pemerintah atau dokter swasta yang ditunjuk oleh
Menteri Kesehatan
PNS yang telah menderita sakit selama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan
belum sembuh dari penyakitnya, harus diuji kembali kesehatannya oleh dokter
yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan
Apabila berdasarkan hasil pengujian kesehatan tersebut PNS yang
bersangkutan:
a. Belum sembuh dari penyakitnya, yeyapi ada harapan sembuh dan dapat
bekerja kembali sebagai PNS, maka ia diberhentikan dengan hormat dari
jabatan karena sakit, dengan mndapat uang tunggu menurut peraturan
perundang-undangan yang berlaku
b. Belum sembuh dari penyakitnya dan tidak ada harapan untuk dapat
bekerja kembali sebagai PNS, maka ia diberhentikan dengan hormat
sebagai PNS dengan mendapat hak-hak kepegawaian menurut peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
PNS wanita yang mengalami gugur kandunan berhak atas cuti sakit paling
lama 1 ½ (satu setengah) bulan.
PNS yang mengalami kecelakaan dalam dan karena menjalankan tugas
kewajibannya yang mengakibatkan PNS tersebut perlu mendapat perawatan,
berhak atas cuti sakit sampai sembuh.
Manajemen Administrasi Kepegawaian | Cuti Pegawai Negeri Sipil 160
4. Cuti Bersalin
31
PNS wanita berhak atas cuti bersalin untu persalinan anaknya yang pertama,
kedua, dan ketiga. Persalinan pertama yang dimaksud adalah persalinan
pertama sejak yang bersangkutan menjadi PNS. Sedangkan untuk persalinan
anak yang keempat dan seterusnya, kepada PNS wanita tersebut tidak
diberikan cuti bersalin, tetapi dapat diberikan Cuti di luar tanggungan negara.
Pegawai Negeri Sipil wanita yang akan bersalin untuk yang keempat dan
seterusnya, apabila menjelang saat persalinan tersebut mempunyai hak atas
cuti besar, dapat menggunakan cuti besar tersebut sebagai cuti persalinan.
Lamanya cuti besar adalah 1 (satu) bulan sebelum dan 2 (dua) bulan setelah
persalinan.
Pegawai Negeri Sipil wanita yang telah selesai menjalankan cuti di luar
tanggungan negara untu persalinan, dengankeputusan pejabat yang
berwenang diaktifkan kembali dalam jabatan semula.
5. Cuti Karena Alasan Penting
Pegawai Negeri Sipil dapat cuti karena alasan penting untuk paling lama 2
bulan. Lamanya cuti karena alasan penting hendaknya ditetapkan sedemikian
rupa, sehingga benar-benar hanya untuk waktu yang diperlukan saja.
Yang dimaksud cuti karena alasan penting adalah cuti karena:
a. Ibu, bapak. Istri/suami, anak, adik, kakak, mertua, atau menantu sakit
keras atau meninggal dunia.
b. Salah seorang anggota keluarga yang dimaksud dalam huruf a diatas
meninggal dunia dan menurut ketentuan hukun yang berlaku PNS yang
bersangkutan harus mengurus hak-hak dari anggota keluarganya yang
meninggal itu.
c. Melangsungkan perkawinan pertama
d. Alasan penting lainnya yang ditetapkan oleh Presiden
Untuk mendapatkan cuti karena alasan penting, PNS harus mengajukan secara
tertulis dengan menyebutkan alasannya kepada pejabat yang berwenang
memberikan cuti, karena alasan penting diberikan dengan surat keputusan
pejabat yang berwenang.
Dalam hal mendesak, sehingga PNS yang bersangkutan tidak dapat menunggu
keputusan dari pejabat yang berwenang, maka PNS tersebut dapat
mengajukan permintaan izin smentara kepada Kepala Pemerintahan setempat.
6. Cuti di Luar Tanggungan Negara
Cuti diluar negara dapat diberikan kepada PNS yang telah bekerja
sekurangkurangnya
5 (lima) tahun secara terus menerus dan adanya alasan-alasan
pribadi yang penting dan mendesak
Yang dimaksud dengan alasan-alasan pribadi yang penting dan mendesak
misalnya seorang PNS wanita yang suaminya bertugas di luar negeri, sehingga
mengharuskan PNS wanita tersebut mendampingi suaminya di tempat tugas
itu.
Cuti diluar tanggungan negara hanya dapat diberikan ddengan surat keputusan
pejabat yang berwenang memberikan cuti setelah mendapat persetujuan dati
kepala BKN.
Cuti diluar tanggungan negara bukanlah hak, karena itu permintaan cuti diluar
tanggungan negara dapat dikabulkan atau ditolak oleh pejabat yang
berwenang, demi kepentingan dinas.
Cuti diluar tanggunagn negara diambil untuk waktu paling lama 3 (tiga) tahun
dan apabila ada alasan penting dapat diperpanjang untuk paling lama satu
32
tahun.
Selama menjalankan cuti diluar tanggungan negara, PNS yang bersangkutan
dibebaskan dari jabatannya, kecuali dalam hal PNS wanita menjalankan cuti
diluar tanggungan negara untuk persalinan yang keempat dan seterusnya.
Jabatn yang lowong karena pemberian cuti diluar tanggungan negara dapat
diisi.
PNS setelah habis menjalankan cuti diluar tanggungan negara wajib
melaporkan diri kepada instansinya induknya untuk ditempatkan kembali
apabila ada lowongan, PNS yang tidak melaporkan diri kepada instansi
induknya setelah habis masa menjalankan cuti diluar tanggungan negara,
diberhentikan dengan hormat sebagai PNS.
Penghasilan PNS selama menjalankan Cuti
Selama menjalankan cuti diluar tanggunan negara PNS yang bersangkutan
tidak menerima penghasilan apapun dari negara. Selama menjalankan cuti
besar, PNS yang bersangkutan tetap menerima gaji dan tunjangan keluarga,
kecuali tunjangan jabatan (bila ada).

33