Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Telah terjadi perubahan yang cukup fundamental dalam mekanisme

penyelenggaraan pemerintah di Indonesia. Perubahan tersebut terutama terkait

dengan dilaksanakannya otonomi daerah sebagaimana yang diamanatkan

dalam UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah dan Undang-

Undang Nomor 25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara

Pemerintah Pusat dan Daerah. Kedua Undang-undang itu mensyaratkan ada

otonomi yang memberikan desentralisasi kewenangan yang lebih luas dari

Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah. Pada perjalanan selanjutnya

sesuai dengan tuntutan reformasi sebagaimana yang diamanatkan oleh UU

Nomer 22 Tahun 1999 yang menginginkan termujudnya sistem dan semangat

desentarlisasi dan dekonsentarlisasi, melalui DPRD Propinsi Kalimantan

Tengah, Pembantu Bupati Wilayah Sukamara diusulkan ke Pemerintah Pusat

untuk menjadi kabupaten yang definitif. Perwujudan kabupaten yang telah

lama menjadi idaman ini telah terjawab dengan ditetapkannya/disahkannya UU

Nomor 5 Tahun 2002 tentang Delapan Kabupaten Baru di Kalimantan Tengah

oleh DPR RI melalui Sidang Paripurna pada tanggal 11 maret 2002.


Konsekuensi logis terjadinya pelimpahan wewenang adalah dalam hal

penatan perangkat organisasi Pemerintah Daerah yang berubah baik dalam

struktur maupun pola manajemen birokrasinya di tingkat Pemerintah Daerah.

Sebab bagaimanapun juga perangkat aturan dan hukum yang ditetapkan dalam

rangka mengatur pemerintahan, efektivitasnya akan sangat ditentukan dalam


implementasinya. Perkembangan pemerintah sebagai organisasi modern yang

pada hakekatnya merupakan organisasi pelayan masyarakat, efektivitasnya

tergantung kepada sistem administrasi dan pola manajemen yang diterapkan

(Kaspinor, 2004).

B. Rumusan masalah
Rumusan masalah dalam organisasi peran kepemimpinan dan fungsi

manejemen terkait dengan struktur organissasi.

BAB II

TINJAUN PUSTAKA
A. Tinjaun teori

1. Konsep peran kepemimpinan

a. Pengertian

Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement,

yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum

memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Kata

manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang

berarti “mengendalikan,” terutamanya “mengendalikan kuda” yang

berasal dari bahasa latin manus yang berati “tangan”. Kata ini mendapat

pengaruh dari bahasa Perancis manège yang berarti “kepemilikan kuda”

(yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan

kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia. Bahasa

Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi

ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.

Manajemen merupakan proses penatalaksanaan kegiatan

organisasi melalui upaya orang lain untuk mencapai tujuan bersama.

Sedangkan manajemen keperawatan merupakan pengalokasian aktifitas

keperawatan yang dilaksanakan oleh para perawat dalam upaya

memberikan pelayanan keperawatan yang merupakan bagian integral

dari pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu, keluarga,

kelompok, dan masyarakat.

2. Konsep pengorganisasian

a. Pengertian
Pengorganisasian adalah proses pengelompokan orang, alat -

alat, tugas - tugas, kewenangan dan tanggung jawab yang seimbang dan

sesuai dengan rencana operasional sehingga suatu organisasi dapat

digerakkan sebagai suatu kesatuan dalam rangka mencapai tujuan yang

telah ditetapkan ( Subur,1997 ).

Pengorganisasian meliputi proses memutuskan tingkat

organisasi yang diperlukan untuk obyektif divisi keperawatan,

departemen, pelayanan atau unit. Setiap unit harus melalui tipe

pekerjaan , yang langsung dilakukan terhadap klien, macam perawat

sesuai dengan pekerjaan , serta jumlah pengelola atau supervisi yang

diperlukan ( Swanburg, 2000 ).

3. FUNGSI MANAJEMEN

a. fungsi manajemen ada 5 yg paling penting menurut Handoko (2000:21)

yg berasal dari klasifikasi paling awal dari fungsi-fungsi manajerial

menurut Henri Fayol :

1) Planning

Planning atau perencanaan merupakan pemilihan atau penetapan

tujuan-tujuan organisasi dan penentuan strategi kebijaksanaan

proyek program prosedur metode sistem anggaran dan standar yg

dibutuhkan utk mencapai tujuan.

2) Organizing

Organizing atau pengorganisasian ini meliputi:

a) Penentuan sumber daya-sumber daya dan kegiatan-kegiatan yg

dibutuhkan utk mencapai tujuan organisasi.


b) Perancangan dan pengembangan suatu organisasi atau kelompok

kerja yg akan dapat membawa hal-hal tersebut ke arah tujuan.


c) Penugasan tanggung jawab tertentu.
d) Pendelegasian wewenang yg diperlukan kepada individu-individu

utk melaksanakan tugasnya.

3) Staffing

Staffing atau penyusunan personalia adl penarikan (recruitment)

latihan dan pengembangan serta penempatan dan pemberian

orientasi pada karyawan dalam lingkungan kerja yg menguntungkan

dan produktif.

4) Leading

Leading atau fungsi pengarahan adl bagaimana membuat atau

mendapatkan para karyawan melakukan apa yg diinginkan dan harus

mereka lakukan.

5) Controlling

Controlling atau pengawasan adl penemuan dan penerapan cara dan

alat utk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dgn yg

telah ditetapkan.

4. Pemimpin

a. Pengertian Pemimpin

Kepemimpinan adalah perpaduan berbagai perilaku yang

dimiliki seseorang sehingga orang tersebut mempunyai kemampuan

untuk Mendorong Orang lain bersedia dan dapat menyelesaikan tugas -

tugas tertentu yang dipercayakan kepadanya ( Ordway Tead ).


Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi

aktifitas seseorang atau sekelompok orang untuk mau berbuat dan

mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan ( Stogdill ).

b. Tugas - tugas pimpinan :

1) Sebagai pengambil keputusan

2) Sebagai pemikul tanggung jawab

3) Mengerahkan sumber daya untuk mencapai tujuan sebagai pemikir

konseptual

4) Bekerja dengan atau melalui orang lain

5) Sebagai mediator, politikus, dan diplomat.

BAB III

PEMBAHASAN
A. Peran pemimpin dalam organisasi

Peran pemimpin dalam struktur organisasi menurut penulis adalah

sebagai pemimpin suatu unit organisasi, pemimpin harus melaksanakan tugas-

tugas seremonial seperti menyambut tamu penting, menghadiri pernikahan

anak buahnya, atau menjamu makan siang pelanggan atau kolega. Seorang

pemimpin bertanggung jawab atas hasil kerja orang-orang dalam unit

organisasi yang dipimpinnya. Kegiatan yang terkait dengan itu berhubungan

dengan kepemimpinan secara langsung dan tidak langsung. Yang berkaitan

dengan kepemimpinan secara langsung antara lain menyangkut rekrutmen dan

training bagi stafnya. Sedang yang berkaitan secara tidak langsung antara lain

seorang pemimpin harus memberi motivasi dan mendorong anak buahnya.

Pengaruh seorang pemimpin jelas terlihat pada perannya dalam memimpin.

Otoritas formal memberi seorang pemimpin kekuasaan potensial yang besar;

tetapi kepemimpinanlah yang menentukan seberapa jauh potensi tersebut bisa

direalisasikan.

B. Fungsi manajemen dalam struktur organisasi

Fungsi manajemen dalam struktur organisasi menurut saya adalah

perencanaan merupakan pemilihan atau penetapan tujuan-tujuan organisasi dan

penentuan strategi kebijaksanaan proyek program prosedur metode sistem

anggaran dan standar yg dibutuhkan untuk mencapai tujuan. pengorganisasian

ini meliputi: Penentuan sumber daya-sumber daya dan kegiatan-kegiatan yg

dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi, Perancangan dan pengembangan

suatu organisasi atau kelompok kerja yg akan dapat membawa hal-hal tersebut
ke arah tujuan, Penugasan tanggung jawab tertentu, Pendelegasian wewenang

yg diperlukan kepada individu-individu untuk melaksanakan tugasnya,

penyusunan personalia adalah penarikan (recruitment) latihan dan

pengembangan serta penempatan dan pemberian orientasi pada karyawan

dalam lingkungan kerja yg menguntungkan dan produktif, fungsi pengarahan

adalah bagaimana membuat atau mendapatkan para karyawan melakukan apa

yg diinginkan dan harus mereka lakukan, pengawasan adalah penemuan dan

penerapan cara dan alat utk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai

dgn yg telah ditetapkan.

Dalam penyususnan penyusunan personalia adalah penarikan latihan

dan pengembangan serta penempatan dan pemberian orientasi pada karyawan

dalam lingkungan kerja yg menguntungkan, sedangkan fungsi pengarahan

adalah bagaimana membuat atau mendapatkan para karyawan melakukan apa

yg diinginkan dan harus mereka lakukan. pengawasan adalah penemuan dan

penerapan cara dan alat utk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai

dgn yg telah ditetapkan.

BAB IV

PENUTUP
A. KESIMPULAN

Manusia adalah makhluk Tuhan YME yang kompleks dan unik dan

diciptakan dalam integrasi dua substansi yang tidak dapat berdiri sendiri.

Organisasi adalah sarana dalam pencapaian tujuan, yang merupakan

wadah kegiatan dari orang-orang yang bekerjasama dalam usahanya mencapai

tujuan.

Manajemen merupakan kemampuan dan keterampilan khusus yang

dimiliki oleh seseorang untuk melakukan suatu kegiatan baik secara

perorangan ataupun bersama orang lain atau melalui orang lain dalam upaya

mencapai tujuan organisasi secara produktif, efektif dan efisien.

Fungsi manajemen keperawatan dalam organisasi adalah

mengembangkan seseorang. Hal tersebut berjalan bilamana perawat mau

belajar dan menggunakan ilmu yang ditunjukkan oleh pengalaman dan

penelitian yang dikembangkan agar fungsi organisasi dalam manajemen

keperawatan semakin berkembang.

Perawat manajer perlu bekerja untuk struktur organisasi ideal. Mereka

harus membangun, menguji, mengakui kesalahan, berkompromi, dan

menerima. Mereka harus merancang organisasi yang sederhana untuk

menyelesaikan pekerjaan. Organisasi adalah produktif jika orang memberikan

perhatian yang memenuhi kebutuhan klien dan setiap karyawan merasakan

kepuasan.

Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada klien tidak

dapat bekerja sendiri, tetapi harus bekerja sama dengan tim kesehatan lain
untuk menyelesaikan masalah kesehatan yang dihadapi klien. Kerja sama antar

perawat dengan tim kesehatan tersebut harus ditata sehingga menghasilkan

pelayanan kesehatan yang berkualitas, penataan yang dimaksud adalah

pengorganisasian segala sumber yang dapat dimanfaatkan untuk mencapai

tujuan pelayanan keperawatan.

B. SARAN

Dalam penulisan makalah ini kami menyadari banyak kekurangan dan

kesalahan sehingga masih jauh dari sempurna dikarenakan terbatasnya ilmu

pengetahuan yang kami miliki. Maka dari itu kami mohon masukan dari

teman- teman semua untuk kemajuan makalah ini. Semoga makalah ini dapat

bermanfaat.

DAFTAR PUSTAKA
Kaspinor (2004).Nursing Management, A System Approach.WB Saunders

Company. Philadelphia.

Prayitno, Subur. ( 1997 ). Dasar - dasar administrasi kesehatan masyarakat.

Airlangga University Press. Surabaya.

Swanburg. (2000 ).Administrasi Rumah Sakit di Indonesia. FKUA. Surabaya.