Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN KASUS BESAR

OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIS (OMSK) MALIGNA DENGAN


PARESE NERVUS FASIALIS PERIFER

Diajukan guna melengkapi tugas Kepaniteraan Senior Bagian Ilmu Kesehatan


THT-KL Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Dokter Pendidik Klinis:


dr. Wawan Siswadi, Sp.THT-KL

Disusun Oleh :
Sukiswanti Andryana Sari SN (1913020024)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER PROGRAM PROFESI


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
BAGIAN THT-KL RSUD DOKTOR SOESELO SLAWI
2019
HALAMAN PENGESAHAN

Melaporkan kasus Seorang Perempuan usia 40 Tahun menderita Otitis


Media Supuratif Kronis,(OMSK) Maligna dengan Parese Nervus Fasialis Perifer :
Penguji Kasus : dr. Wawan Siswadi, Sp.THT-KL
Dibacakan Oleh : Sukiswanti Andryana Sari SN
Dibacakan : 28 Oktober 2019
Diajukan guna memenuhi tugas Kepaniteraan di Bagian Ilmu Kesehatan
THT-KL Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Slawi, 28 Oktober 2019


Mengetahui
Penguji kasus

dr. Wawan Siswadi, Sp. THT-KL


DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) atau yang biasa disebut
“congek atau teleran” adalah radang kronis telinga tengah dengan adanya
lubang (perforasi) pada gendang telinga (membran timpani) dan riwayat
keluarnya cairan (sekret) dari telinga (otorea) lebih dari 6-8 minggu, baik
terus menerus atau hilang timbul. Sekret dapat encer, kental, bening atau
berupa nanah.1
Angka kejadian OMSK di negara-negara berkembang lebih banyak
dibandingkan negara-negara maju. Hal ini disebabkan oleh faktor
sosioekonomi, higiene buruk dan kepadatan penduduk.2 OMSK biasanya
terjadi pada sosial ekonomi rendah, area pedesaan dengan kebersihan dan
faktor nutrisi yang kurang.3 Faktor risiko OMSK lainnya yaitu infeksi
saluran pernafasan atas yang sering, status imun yang buruk dan perokok
pasif. 2 Prevalensi morbiditas pada kasus telinga dan gangguan pendengaran
di Indonesia cukup tinggi, yaitu sebesar 18,5%, sedangkan prevalensi
OMSK di Indonesia antara 3-5,2% atau kurang lebih 6,6 juta penduduk
Indonesia menderita OMSK.4
OMSK mempunyai potensi untuk menjadi serius karena
komplikasinya yang dapat mengancam kesehatan dan dapat menyebabkan
kematian seperti kehilangan pendengaran, meningitis, abses serebri,
mastoiditis, parese nervus fasial, kolesteatoma, jaringan granulasi dan
empiema subdural.5

B. Tujuan
1. Untuk mengetahui anatomi dan fisiologi telinga.
2. Untuk mengetahui, mengerti dan memahami kasus Otitis Media
Supuratif Kronis (OMSK).
BAB II
LAPORAN KASUS

I. IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. S
Umur : 40 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Alamat :
No RM :

II. KELUHAN UTAMA

III. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


DAFTAR PUSTAKA

1. Djaafar ZA. Kelainan telinga tengah. Dalam: Soepardi E.A, Iskandar N,


Bashiruddin J, Restuti R.D. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung
Tenggorok Kepala & Leher. Ed.VII. 2012. Jakarta: Balai Penerbut FKUI.
Hlm. 62-66.
2. Helmi. Komplikasi Otitis Media Supuratif Kronis dan Mastoiditis. Dalam:
Soepardi E.A, Iskandar N, Bashiruddin J, Restuti R.D. Buku Ajar Ilmu
Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala & Leher. Ed.VII. 2012.
Jakarta: Balai Penerbut FKUI. Hlm 70-77.
3. Aboet, A. 2007. Radang telinga tengah menahun. Pidato pengukuhan jabatan
guru besar tetap dalam bidang ilmu kesehatan telinga hidung tenggorok bedah
kepala dan leher. Proseding rapat terbuka Universitas Sumatera Utara.
Medan: USU-eRepository, pp: 1-27