Anda di halaman 1dari 20

F20-F29

Skizofrenia, Gangguan Skizotipal


dan Gangguan Waham

Sukiswanti Andryana Sari SN


1913020024
F20 Skizofrenia
Skizofrenia adalah gangguan yang berlangsung selama minimal 6 bulan
dan mencakup setidaknya 1 bulan gejala fase aktif. Sementara itu
gangguan skizofrenia dikarakteristikan dengan gejala positif (delusi dan
halusinasi), gejala negatif (apatis, menarik diri, penurunan daya pikir,
dan penurunan afek), dan gangguan kognitif (memori, perhatian,
pemecahan masalah, dan sosial).

2
PREVALENSI ETIOLOGI
• 1% dari populasi dunia (0.85%). • Keturunan
• Insidens 1:10.000 orang/tahun. • Gangguan Anatomi
• Prevalensi berdasarkan jenis • Biokimiawi
kelamin, wanita gejala lebih ringan, • Somatogenesis (Genetik,
lebih sedikit rawat inap. Biochemistry, Neuroanatomi,)
• Onset pada laki-laki terjadi lebih • Psikogenesis
awal daripada wanita. • Stres Psikologis dan Skizofrenia
• Onset puncak laki-laki umur 15-25
tahun, wanita 25-35 tahun, jarang
pada usia <10/>50 th.
Perjalanan penyakit Skizofrenia
• Fase prodromal
• Onset insidious yang terjadi selama berbulan-bulan atau lebih
• Ada perubahan perilaku seperti: penarikan diri secara sosial, hendaya dalam pekerjaan, afek tak
serasi, avolition, ide aneh
• Fase aktif
• Muncul gejala psikotik seperti waham, halusinasi, bicara dan perilaku kacau
• Memerlukan intervensi medik
• Bisa akut eksaserbasi
• Fase residual
• Gejala-gejala fase aktif hilang, ada hendaya dalam perasaan
• Ada gejala negative, gejala positif berkurang
Pedoman diagnostik
1. Ada sedikitnya satu gejala berikut ini yang amat jelas (dan biasanya dua gejala at
au lebih bila gejala-gejala itu kurang tajam atau kurang jelas):
(a) - Thought echo
- Thought insertion or withdrawal
- Thought broadcasting
(b) - Delusion of control
- Delusion of influence
- Delusion of passivity
- Delusional perception
(c) Halusinasi auditorik
(d) Waham aneh yang menetap
2. Atau paling sedikit dua gejala dibawah ini yang harus selalu ada secara je
las:
a) halusinasi
b) Inkoherensi
c) Perilaku katatonik, seperti fleksibilitas cerea, negativisme, mutisme, d
an stupor;
d) Gejala-gejala "negatif“
3. Adanya gejala-gejala khas tersebut diatas telah berlangsung selama kuru
n waktu satu bulan atau lebih.
4. Deteriorasi atau gangguan fungsi sosial.
(F20.0) Skizofrenia Paranoid
Merupakan tipe yang paling sering ditemukan
A. Gambaran klinis didominasi oleh waham yang bersifat stabil, biasanya disertai oleh halusin
asi
B. KRITERIA DIAGNOSTIK
− Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofren
− Halusinasi/waham harus menonjol
• Halusinasi pendengaran (ancaman, perintah),halusinasi penciuman atau pengecapan
rasa/bersifat sexual
• waham yang berupa dikendalikan, dipengaruhi, passivity / kejar (paling khas waham
kejar)
− Gangguan afektif, dorongan kehendak dan pembicaraan serta gejala katatonik yang tida
k nyata
(F20.1) Tipe Hebefrenik
Kriteria Diagnosis :
 Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofren
 Diagnosis untuk pertama kali hanya ditegakkan pada usia remaja atau dewasa muda (onset usia
15-25 th)
 Ciri khas kepribadian pemalu dan senang menyendiri atau solitary
Cont..
 Menegakkan diagnosis skizofrenia tipe hebefrenik ini perlu dilakukan observasi
selama 2-3 bln untuk melihat apakah gejala berikut ini bertahan atau tidak:
 Perilaku tdk bertanggung jawab, solitary, menyendiri, hampa tujuan dan
perasaan
 Afek dangkal (shallow) dan tidak wajar (inappropriate)
 Inkoheren
 Terdapat gangguan afektif, dorongan kehendak dan gangguan proses pikir
yang menonjol
(F20.2) TIPE KATATONIK
 Skizofrenia tipe ini jarang ditemukan
 Kriteria diagnostik
1. Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofren
2. terdapat 1/ > gejala2 spt: stupor/mutisme, kegelisahan, posturing,
negativisme, rigiditas, waxy flexibilitas / command outomatisme
3. apabila pasien tidak komunikatif dan terdapat manifestasi perilaku
katatonik maka untuk sementara penegakan diagnosis harus ditunda
sampai ada bukti katatonik yang bukan dicetuskan o/ penyakit otak,
gg metabolit, alkohol, atau obat-obatan.
(F20.3) TIPE TAK TERINCI
 Kriteria diagnostik
1. Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofren
2. Tidak memenuhi kriteria untuk diagnosis skizofren paranodi, hebefrenik,
katatonik, residual, atau depresi pasca skozofren
(F20.4) TIPE DEPRESI PASCA SKIZOFRENIA
Kriteria Diagnosis :
 Skizofrenia sudah berlangsung 1 tahun
 Gejala skizofrenia masih tetap ada
 Terdapat gejala2 depresif yang menonjol dan mengganggu,
memenuhi episode depresif dan berlangsung min 2 minggu
Apabila pasien tdk lagi menunjukkan gejala skizofren, diagnosis menjadi
episode depresif.
(F20.5) TIPE RESIDUAL
Kriteria Diagnostik :
• Gejala negatif menonjol
• Ada riwayat satu episode psikotik yang jelas dimasa lalu yang memenuhi
kriteria skizofren
• Paling sedikit melampaui kurun waktu 1 tahun dimana intensitas dan
frekuensi gejala yang nyata sangat berkurang dan telah menimbulkan
sindrom negatif
- Tidak terdapat dimensia, penyakit otak organik, atau depresi kronis
(F20.6) TIPE SIMPLEK
Kriteria Diagnosis :
 Diagnosis skizofren simplek sulit dibuat, tergantung pada pemantapan
perkembangan yg perlahan dan progresif dari :
 Gejala negatif yg khas dr skizofren residual tnp didahului riwayat
halusinasi, waham, atau manifestasi lain dari episode psikotik
 Kurang nyata gejala psikotiknya jika dibandingkan dengan skizofrenia
tipe lain
Penatalaksanaan
• Terapi somatik : terdiri dari obat anti psikotik.
• Terapi psikososial
• ECT (terapi kejang listrik) dapat dilakukan pada Skizofrenia katatonik
dan Skizofrenia refrakter.

Indikasi rawat inap pada pasien skizofrenia


• Untuk kepentingan diagnostic
• Untuk stabilisasi pengobatan
• Untuk keamanan pasien karena adanya ide bunuh diri serta
pembunuhan
• Untuk perilaku yang sangat kacau, ketidakmampuan mengurus
kebutuhan dasar ex. pangan, sandang, papan.
Prognosis Prognosis baik
Awitan lambat Awitan usia muda
Prognosis buruk

Faktor presipitasi jelas Tidak ada faktor presipitasi


Awitan akut Awitan insidius
Riwayat social, seksual, Riwayat social, seksual, pekerjaan premorbid buruk
pekerjaan premorbid baik
Gejala gangguan mood Perilaku austik/menarik diri
(terutama gangguan
depresif)
Menikah Lajang, cerai (janda, duda)
Riwayat keluarga dengan Riwayat keluarga dengan skizofrenia
gangguan mood
Sistem pendukung baik Sistem pendukung buruk
Gejala positif Gejala negative
Tanda dan gejala neurologis
Riwayat trauma perinatal
Relaps berulang kembali
Riwayat melakukan tindakan penyerangan
F21 Gangguan Skizotipal
Pedoman Diagnostik
• Rubrik diagnostic ini tidak dianjurkan untuk digunakan secara umum karena tidak dibatasi secara tegas dengan
skizofrenia simpleks atau dengan gangguan kepribadian schizoid atau paranoid.
• Bila istilah ini digunakan untuk diagnosis, tiga atau empat gejala khas berikut ini harus sudah ada, secara terus
menerus atau episodic sedikitnya untuk 2 tahun lamanya :
• (a) afek yang tidak wajar atau yang menyempit / konstriktif (individu tampak dingin dan
• acuh tak acuh)
• (b) perilaku atau penampilan yang aneh, eksentrik atau ganjil
• (c) hubungan social yang buruk dengan orang lain dan tendensi menarik diri dari
• pergaulan social
• (d) kepercayaan yang aneh atau pikiran bersifat magic, yang mempengaruhi perilaku dan
• tidak serasi norma-norma budaya setempat
• (e) kecurigaan atau ide-ide paranoid;
THANK YOU
BALANCED SCORECARD

If you would like to add your own data to the


graphs in this template, simply right click on
the graph or data-diagram and select Edit Data
in Excel.

20