Anda di halaman 1dari 18

MATERIAL LOGAM DAN SIFAT-SIFATNYA

Disusun Oleh :

Kelompok 5 (A1)

Lailatul Munawarah (180140027)

Ovi Novalinda Elyfia Siregar (180140028)

Nurbaizura (180140029)

Rizzki Ramadhan (180140030)

Mila Rahma Yulianti (180140032)

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

LHOKSEUMAWE

2019
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT, saya bisa menyelesaikan makalah
tentang Logam untuk penyelesaian tugas dari mata kuliah Ilmu bahan dan Korosi .Saya
mengucapkan terimakasih kepada semua yang telah membantu pembuatan makalah ini,
sehingga makalah ini bisa selesai dan insya Allah bisa menjadi pegangan pada pengajaran
Ilmu bahan dan korosi.

Walaupun makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, maka dari itu saya berharap kepada
Bapak Dosen untuk memberikan kritik dan saran untuk penyempurnaan makalah tentang
Logam ini.

Sebagai penulis dari makalah ini saya berharap makalah ini bisa bermanfaat bagi kita semua.
Akhirnya saya mengucapkan atas perhatian dari semua pihak, saya ucapkan terima kasih.

DAFTAR ISI
Kata pengantar

1. PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang penulisan

1.2 Tujuan penulisan

1.3 Metode penulisan

2. PEMBAHASAN

2.1 Defisi logam dan non logam

2.1.1 Pengertian logam (ferro)

2.1.2 Pengertian non logam (non ferro)

2.2 Macam-macam logam ferro

2.3 Macam-macam logam non ferro

2.4 Klasifikasi logam

3. PENUTUP

3.1 Kesimpulan

BAB 1

PENDAHULUAN
1.Latar belakang penulisan
Logam adalah bahan/material teknik yang sangat banyak di gunakan dalam berbagai bidang.
Dalam dunia keteknikan, logam merupakan material yang paling mendominasi dari bahan-
bahan teknik lainnya sebagai bahan yang paling utama dalam pembuatan mesin. Di dunia
pendidikan kita harus mengerti unsur-unsur yang terkandung di dalam logam tersebut.

Pada makalah ini penulis akan memaparkan hal yang bersifat teknis dan detail tentang logam.
Penulis akan memberikan penjelasan tentang makalah ini dan semoga penjelasan tersebut
menambah wawasan pembaca.

Ilmu logam adalah ilmu yang mempelajari tentang benda yang mengandung besi (ferro) dan
bukan besi (non ferro). Logam terbuat bukan dalam bentuk murni, melainkan dalam bentuk
batuan yang mengandung bijih besi yang juga merupakan persenyawaan antara besi dan
oksigen tapi dalam bentuk silivat. Bijih besi di hasilkan dari pertambangan.

Dalam pengertian logam yang merupakan besi atau bukan besi dapat kita jumpai dimana-
mana.Seperti pembangunan gedung-gedung yang sekarang bahan-bahannya sebagian dari
besi, pembuatan workshop/gudang yang memakai kerangka baja dan juga di tempat
penampungan besi-besi bekas, yang nantinya besi-besi bekas tersebut akan di daur ulang lagi.

2.Tujuan penulisan
Tujuan dibuatnya makalah ini adalah untuk :

 Menyampaikan definisi logam dan non logam

 Menyampaikan jenis-jenis logam dan klasifikasi logam

 Menyampaikan sifat-sifat logam

 Menyampaikan kegunaan logam

4.Metode Penulisan
Metode penulisan yang digunakan penulis dalam penulisan makalah ini adalah :

 Buku pengetahuan dasar teknik mesin, dimana penulis berusaha memperoleh


kerangka isi dengan buku yang relevan.

 Buku catatan di SMK, dimana penulis menambah pembahasan isi dengan mater-
materi yang telah ada dalam buku catatan tersebut.
BAB II

PEMBAHASAN

1.Definisi Logam dan Non Logam

2.1.1 Pengertian Logam (Ferro)

Logam ferro adalah suatu logam paduan yang terdiri dari campuran unsur karbon dengan
besi. Untuk menghasilkan suatu logam paduan yang mempunyai 2 sifat yang berbeda dengan
besi dan karbon maka dicampur dengan bermacam logam lainnya. Logam adalah elemen
kerak bumi (mineral) yang terbentuk secara alami. Jumlah logam diperkirakan 4% dari kerak
bumi. Logam dalam bidang keteknisian adalah besi. Biasanya dipakai untuk konstruksi
bangunan-bangunan, pipa-pipa, alat-alat pabrik dan sebagainya.
Contoh dari logam yang sudah memiliki sifat-sifat penggunaan teknis tertentu dan dapat
diperoleh dalam jumlah yang cukup adalah besi, tembaga, seng, timah, timbel nikel,
aluminium, magnesium. Kemudian tampil logam-logam lain bagi penggunaan khusus dan
paduan, seperti emas, perak, platina, iridium, wolfram, tantal, molybdenum, titanium, vokalt,
anti monium (metaloid), khrom, vanadium, beryllium, dan lain-lain.

Logam adalah unsur kimia yang mempunyai sifat-sifat, yaitu :

 Dapat ditempa dan diubah bentuk

 Penghantar panas dan listrik

 Keras (tahan terhadap goresan, potongan atau keausan), kenyal (tahan patah bila
dibentang), kuat (tahan terhadap benturan, pukulan martil), dan liat (dapat ditarik).

Yang dimaksud besi dalam bidang keteknisan adalah besi teknis, bukan besi murni, karena
besi murni (Fe) tidak memenuhi pernyataan teknik, persyaratan teknik adalah kekuatan
bahan, keuletan, dan ketertahanan terhadap pengaruh luar (korosi, aus, bahan kimia, suhu
tinggi dan sebagainya).

Besi teknis selalu tercampur dengan unsure-unsur lain misalnya karbon (C), silicon (Si),
mangan (Mn), Fosfor (P), dan belerang (S). Unsur-unsur tersebut harus dalam kadar tertentu,
sesuai dengan sifat-sifat yang dikehendaki, secara garis besar besi teknik terbagi menjadi :

a. Besi kasar : kadar karbon lebih besar dari 3,5%, tidak dapat ditempa.

b. Besi : kadar karbon lebih besar dari 2,5%, tidak dapat ditempa.

c. Baja : kadar karbon kurang dari 1,7%, dapat ditempa.

 Table jenis dan klasifikasi logam

no Klarifiskasi Jenis Bentuk Pemakaian contoh dalam bangunan

1 Logam Emas, perak Batangan Aksesoris, interior.


mulia dsb.

2 Logam Air raksa Cair Patri


setengah
mulia

3 Logam Nikel, kobalt Butiran, batangan Campuran baja, konstruksi luar beton
biasa berat
>30 kg/dm3
4 Logam Besi tuang Plat blok Pengunci, pengantung landasan isolasi
biasa
ringan <30 Plumbum(timah
kg/dm3 hitam)

5 Logam Baja Plat, profil, batangan, Hubungan dak standar dengan atap,
campuran tempa, gelombang bangunan, jembatan, neraca, tulangan bet
plat, blok lantai

Penggantung, kunci, kran.


Kuningan

Table sifat-sifat baja dapat dipengaruhi oleh campuran logam yang lain.

Pengaruh terhadap sifat-sifat baja


Campuran
logam
Menambah Mengurangi

Karbon (C) Kekokohan, kekerasan, sifat Titik lebur, keuletan, regangan sifat
pengerasan mengelas dan menempa

Silisium (Si) Menambah elastisitas, Sifat mengelas


kekokohan, kekerasan dan
daya tahan karat

Fosfor (P) Leburan encer Rengangan dan daya kekuatan pukul

Sulfur (S) Lebaran kental, serpihan Daya kekuatan pukul


mudah patah
Mangan (Mn) Kekerasan, kekokohan, daya Sifat membuat serpih
kekuatan pukul dan daya
keausan

Nikel (Ni) Keuletan regangan, Pegangan oleh suhu tinggi


kekokohan, daya tahan karat,
tahan listrik dan suhu tinggi

Khrom (Cr) Kekerasan, kekokohan, daya regangan


tahan karat, suhu tinggi dan
ketajaman

Varadium (V) Daya tahan lama, kekerasan Daya tahan suhu tinggi
dan keuletan

Molibdenium Kekerasan daya tahan lama Regangan dan sifat menempa


(Mo)

Kobalt (Co) Kekerasan, ketajaman Keuletan mengurangi daya tahan


suhu tinggi

Wolfram (W) Kekerasan, kekokohan, daya regangan


tahan karat, suhu tinggi dan
ketajaman

· Table perubahan struktur logam

Sistem
Cara Hasil
pengubahan

Pemanasan Logam dipanaskan, kemudian Struktur logam berbentuk


dibiarkan dingin dengan sendirinya baru dan logam jadi lebih
lemah

Pendinginan kejut Logam di panaskan, kemudian Menambah kekokohan


didinginkan cepat dalamn air atau
oli
Pengerasan Logam dipanaskan, kemudian Menambah kekerasan
didingikan sedenikian rupa dan ketajaman
sehingga pengerasan merata

Tempering Logam yang telah diperkeras Menambah elastisitas


dipanaskan pada suhu 180o-300oC

Tempering kejut Logam yang telah diperkeras Mempertinggi batas


dipanaskan pada suhu450o-700oC regang

Pelapisan nitrogen Pengerasan dilakukan dalam oven Memperkeras permukaan


dengan semprotan nitrogen logam dan daya tahan
karat

Pelapisan karbon Pengerasan dilakukan dalam oven Memperkeras tepi dan


dengan pelapisan karbon sehingga inti logam tetap lunak
mempengaruhi permukaan logam

2.1.2 Pengertian Non Logam (Non Ferro)

Logam Non-Ferro (Non-Ferrous Metal) ialah jenis logam yang secara kimiawi tidak
memiliki unsur besi atau Ferro (Fe), oleh karena itu logam jenis ini disebut sebagai logam
bukan Besi (non Ferro). Beberapa dari jenis logam ini telah disebutkan dimana termasuk
logam yang banyak dan umum digunakan baik secara murni maupun sebagai unsur paduan.
Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi terutama dalam
pengolahan bahan logam, menjadikan semua jenis logam digunakan secara luas dengan
berbagai alasan, mutu produk yang semakin ditingkatkan, kebutuhan berbagai peralatan
pendukung teknologi serta keterbatasan dari ketersediaan bahan-bahan yang secara umum
digunakan dan lain-lain.

Logam non Ferro ini terdapat dalam berbagai jenis dan masing-masing memiliki sifat
dan karakteristik yang berbeda secara spesifik antara logam yang satu dengan logam yang
lainnya. Keberagaman sifat dan karakteristik dari logam Non Ferro ini memungkinkan
pemakaian secara luas baik digunakan secara murni atau pun dipadukan antara logam non
ferro bahkan dengan logam Ferro untuk mendapatkan suatu sifat yang baru yang berbeda dari
sifat asalnya.

Pengertian dari bahan bukan logam atau non logam adalah unsure kimia yang mempunyai
sifat-sifat, yaitu :

 Elastis (karet), cair (bahan pelumas, dan tidak dapat menghantarkan arus listrik
(bahan isolasi)).
 Peka terhadap api (bahan baker, tidak dapat terbakar (Asbes) dan mudah pecah
(keramik)).

2.2 Macam-Macam Logam Ferro

Logam ferro adalah suatu bahan yang mengandung unsure kebesi-besian seperti pada table
dibawah ini :

 Ikhtisar logam

Nama Komposisi Sifat Penggunaan

Besi tuang Campuran besi dan Rapuh, tidak dapat Alas mesin, badan
karbon (4%) di tempa baik untuk ragum, bagian-
dituand sukar diles bagian mesin bubut,
blok silinder, cincin
perak, meja datar

Besi tempa Campuran besi Dapat ditempa, liat, Kait keran, landasan
murni (99%) sedikit tidak dapat diruang kerja plat, rantai
besi rongsokan jangkar

Baja lunak Campuran besi dan Dapat ditempa, liat Mur, baut, pipa,
karbon (0,1%-0,3%) sekrup

Baja karbon Campuran besi dan Lebih kenyal Poros, rel baja,
sedang karbon (0,4%-0,6%) paron

Baja karbon Campuran besi dan Dapat ditempa, Perlengkapan mesin


tinggi karbon (0,7%-1,5%) dapat disepuh, bubut, perlengkapan
mudah ditempa mesin frais, kikir,
gergaji, pahat, tap,
stempel

Baja cepat Baja karbon tinggi Rapuh, dapat Mesin bubut, mesin
tinggi (HSS- di tambah nikel/ disepuh, keras, dapat frals, mesin bor, dll
High speed kobalt, khrom / dimudakan, tahan
steel) tungken suhu tinggi

Pengaruh karbon terhadap sifat logam

Dapat digolongkan sebagai berikut :

1. Besi yang mengandung kadar C = 0%-0,5%, mempunyai sifat mudah ditempa dan
tidak dapat disepuh atau dikeraskan. Besi ini dinamakan besi tempa.

2. Besi yang mengandung kadar C = 0,5%-1,7%, mempunyai sifat dapat ditempa dan
dapat disepuh. Besi ini dinamakan baja.

3. Besi yang mengandung kadar C = 2,5%-6,67%, mempunyai sifat mudah dituang


(dicor) dan besi ini dinamakan besi tuang.

 Pengaruh kadar zat arang dalam besi

1. Zat asam

Terdapat pula dalam udara,yaitu campuran dari 21% zat asam dan 78% zat lemas, selanjutnya
1% helium, argon dan beberapa unsur zat lain. Zat asam dalam udara dapat menyebabkan
logam besi rusak.

2. Oksid

Persenyawaan antara zat asam dengan unsur yang lain dinamakan oksid. Batu besi magnet,
magnesit(Fe2O3)kandungan Fe 60 % sampai dengan 70% (Rusia, Swedia, Amerika). Batu
besi merah, hemafite(Fe2O3), kandungan Fe 40% sampai dengan 60 % (Kanada, Spanyol,
Inggris, Rusia). Proses dapur tinggi adalah proses reduksi, karena dalam dapur tinggi, zat
asam dikeluarkan oksid besi dan tinggal besinya.

3. Karbonat

Batu besi spoat (FeCo3)adalah karbonat besi, karena dalam persenyawaan ini terdapat
carbonium (zat orang). Batu besi spatik (Fe2(O3)), kandungan Fe 30 % sampai 40% (jerman,
Austria)

4. Zat arang

Unsur ini sangat penting untuk produksi baja. Zat arang murni terdapat dalam intan yang
grafit. Zat arang ini diperoleh dari arang tulang belulang, arang kulit, arang kayu, arang batu
(batu bara),dan lainnya. Dengan menambah zat arang dalam besi, baik banyak atau sedikit.
Maka akan terjadi persenyawaan-persenyawaan besi zat arang yang mempunyai sifat-sifat
keras. Unsur besi terdapat di alam, bahan dalam bentuk logam murni, tetapi terdapat dalam
bentuk persenyawaan besi oksida, yang masih tercampur dengan unsur-unsur lain dan zat
pengotor.

2.3 Macam-Macam Logam Non Ferro

Unsur logam yang paling penting dan paling banyak digunakan dalam industry adalah besi
karena hampir 90 % dari logam-logam yang digunakan dalam industry adalah besi. Selain
besi,logam yang penting anatara lain: alumunium (Al), timbal (Pb), nikel (Ni), perak(Ag),
seng(Zn), dan lain sebagainya. Yang digunakan dalam keadaan murni ataupun dalam bentuk
paduannya. Logam – logam tersebut harus mempunyai sifat-sifat fisika atau mekanik yang
sesuai dengan persyaratan-persyaratan yang dikehedaki.

Logam non ferro adalah suatu bahan yang tidak mengandung besi, yang dapat digolongkan
menjadi :

 logam berat : nikel, seng, tembaga, timah putih dan timah hitam

 logam mulia/murni : emas, perak, platina

 logam ringan : alumunium, barium, kalsium

 logam refraktori/tahan api : Molibdenum , titanium, wolfram, zirkonium

 logam radio aktif : radium dan uranium.

1. Tembaga, Copper, Cuprum (Cu)

Diperoleh dari biji besi yang mengandung besi, timah hitam, seng dan sedikit mengandung
perak dan emas. Sifat-sifat tembaga antara lain :sifat mekanik baik, tahan korosi, daya hantar
listrik dan panas lebih baik, mampu dikerjakan mesin, mudah disambung dengan solder
maupun dilas, BD 8,9 dan titik cair 1,083° C, serta dapat digosok dan temperature tempa
lebih rendahdibanding bahan-bahan dari logam ferro. Pada pengerjaan panas suhu yang
diperlukan antara 800°C-900°C, seperti untuk rolling extension dan forging/tempa. Baik
dalam keadaan panas maupun dalam keadaan dingin, tembaga sangat luwes dan dapat
direnggangkan, digiling dan dimartil. Pemberian bentuk dalam keadaan panas sekitar 650°C,
sedangkan dalam keadaan dingin 300°C-700°C. Kegunaan tembaga, yaitu alat-alat listrik,
telepon dan telegram, kawat listrik, refrigerator dan pipa-pipaketel serta tembaga tidak bias
digunakan untuk perabot masak.

2. Mangan, Manganese (Mn)

Sifat-sifat mangan adalahbaja konstruksi dan baja mesin memperbaiki sifat kekuatan tprik
dan tahan aus serta baja perkakas memperbaiki sifat tanah ukuran. Kegunaannya adalah
sebagai unsur paduan, bila dipadu dengan baja konstruksi dan baja mesin digunakan untuk
pekerjaan yang menginginkan kekuatan tarik dan tahan aus. Bila dipadu dengan baja
perkakas digunakan untuk pekerjaan yang menginginkan ketahanan ukuran.

3. Nikel, Nickolium (Ni)


Sifat-sifat nikel yaitu cukup keras, BD 8,7 dan titik lebur 1, 455° C dengan kelihatan tinggi
dan mudah dibentuk dalam keadaan dingin atau panas dan tahan korosi. Bijih Nickel
mengandung 2,5 % Nickel yang bercampur bersama-sama unsur lain yang sebagian besar
terdiri atas besi dan silica serta hampir 4 % Tembaga dan sedikit Cobalt, Selenium,
Tellurium, Silver, Platinum dan Aurum. Sedangkan Tembaga, besi dan Nicel berada pada
bijih itu sebagai Sulfida. Kegunaannya adalah untuk industri kimia, alat-alat listrik dan alat-
alat kedokteran.

4. Uranium(U)

Sifat-sifat uranium adalah BD 18,7, uranium murni malleable /liat dan ductile mudah di
bentuk dan menstabilkan carbide keras. Kegunaannya untuk bahan amunisi dan persenjataan.

5. Alumunium (Al)

Sifat-sifat Alumunium adalah penghantar arus listrik tinggi. Jenis logam ringan (BD 2,7)
dengan titik lebur 600°C, mudah dikerjakan/ dituang, penghantar panas, tahan karat dan non
magnetis. Kegunaan Alumunium adalah untuk bahan bangunan, alat-alat rumah tangga,
mesin penggerak, mesin tenaga / penghasil kalor yang besar untuk pemanas, kabel dan pipa
serta pembuatan mesin motor dan kapal terbang. Alumunium terdapat dua macam yaitu:
alumunium tuangan mempunyai kekuatan tarik sebesar 10kg/ mm2 dan regangannya 18 -25
% dan alumunium tempa mempunyai kekuatan tarik sebesar 18-28kg/mm2 dan regangannya
3-5%.

6. Magnesium(Mg)

Magnesium ialah logam yang berwarna putih perak dan sangat mengkilap dengan titik cair
651ºC yang dapat digunakan sebagai bahan paduan ringan, sifat dan karakteristiknya sama
dengan Aluminium.
Oxid film yang melapisi permukaan Magnesium hanya cukup melindunginya dari pengaruh
udara kering, sedangkan udara lembab dengan Magnesium memiliki kekuatan tarik hingga
110 N/mm2 dan dapat ditingkatkan melalui proses pembentukan hingga 200 N/mm2. Sifat-
sifatnya adalah BD rendah 1,7, lunak dan titik cair rendah 800°C serta tahan korosi.
Kegunaannya adalah untuk bangunan dan kapal udara serta foto grafi dan sebagai unsure
paduan non fero.

7. Kobalt (Co)

Cobalt (Co) ialah logam yang berwarna putih silver ini memilki titik cair 1490ºC dan bersifat
magnetic tinggi. Cobalt diperoleh bersama unsur Nickel serta element-element mineral
tertentu dan dipisahkan selama proses pemurnian pada unsur Nickel.
Sifat-sifatnya adalah bila dipadu dengan baja maka akan menjadi keras, tahan panas dan
tahan aus. Kegunaannya kobalt bila dipadu dengan baja banyak dipergunakan untuk
konstruksi tahan tahan pesawat terbang dan konstruksi tahan panas.

8. Timah Putih, Tin, Stannum (Sn)


Timah putih (Sn) ialah logam yang berwarna putih mengkilap, sangat lembek dengan titik
cair yang rendah yakni 232ºC. Sifat-sifatnya yaitu titik cair rendah 232°C, BD rendah 7,3,
tahan terhadap udara lembab, kekerasan dan kekuatan sangat rendah dan tergolong logam
lunak serta daya tahan korosi cukup tinggi. Kekuatan timah putih untuk pembungkus pipa-
pipa/tabung yang dapat dilipat, tabung-tabung pasta gigi dan plat-plat lembaran yang dapat
dibuat kaleng makanan.

9. Timah Hitam, Lead, Timbal, Plumbum (Pb)

Timah Hitam memiliki berat jenis (ρ) yang sangat tinggi yaitu =11,3 kg/dm³ dengan titik cair
327ºC, digunakan sebagai isolator anti radiasi Nuclear. Timah hitam diperoleh dari senyawa
Plumbum-Sulphur (PbS) yang disebut “Gelena” dengan kadar yang sangat kecil. Sifat-sifat
timah hitam adalah berwarna kebiru-biruan, agak lunak, mudah dituang, disolder, dan dilas
(dengan api zat asam) sanagt mudah diberi bentuk dalam keadaan dingin dan panas, kekuatan
tariknya sangat rendah BD 11,4 dengan titik cair 274°C sangat tahan reaksi kimia dan tahan
korosi. Kegunaanya adalah sebagai penutup atap , pipa saluran, pembungkus barang kesenian
dari gelas, pembuatan penyehat, alat-alat dan saluran dalam industri kimia.

10. Wolfrom, Tungsten (W)

Tungten, Wolfram (W) memiliki titik cair 3410ºC berwarna kelabu, sangat keras dan rapuh
pada temperature ruangan, tetapi ulet dan liat pada Temperatur tinggi. Sifat-sifat wolfrom
adalah keras BD 20 titk cair tinggi 3400°C dan titk didih 5900°C, dapat digilas menjadi
lembaran dan bila dipadu dalam baja perkakas, akan memperbaiki ketahanan ausnya dan sifat
tahan hangatnya. Kegunaannya dalam bidang elektronika seperti katoda tabung electron dan
bidang kelistrikan, seperti kawat pijar dalam lampu, elektroda, pegas, unsure pemanas dan
tabung sinar X.

11. Seng, Zincum (Zn)

Seng (Zn) ialah logam yang berwarna putih kebiruan memiliki titik cair 419ºC, sangat lunak
dan lembek tetapi akan menjadi rapuh ketika dilakukan pembentukan dengan temperature
pengerjaan antara 100ºC sampai 150ºC tetapi sampai temperature ini masih baik dan mudah
untuk dikerjakan.Seng terdapat dialam terikat secara kimia secara di dalam bijih (asam
belerang atau asam arang). Bijih seng yang terpenting adalah seng belerang dan seng
karbonat (Galmei). Sifat-sifat seng mempunyai warna kelabu muda BD 7,1 dengan titk cair
149°C. dan pada suhu 130°C-150°C seng dapat dipecah-pecah dan kenyal hingga dapat
digiling serta tahan korosi. Kegunaan seng adalah untuk melindungi besi/ baja dengan jalan
mencelupkan kedalam cairan yang disebut sepuh seng. Untuk melapisi besi/baja secara
galvanis, melindungi permukaan benda dengan jalan disemprotkan membuat elemen-elemen
listrik dan bahan baku pembuat cat. Bila dipadu dengan alumunium, magnesium dan tembaga
yang disebut dengan samak, dipergunakan untuk membuat alat-alat bagian mobil seperti
pintu dan karburator.

12. Khrom, Chromium (Cr)


Khrom terdapat di alam dalam bentuk bijih khrom yang disebut khromit (FeO.Cr2O3). Bijih
khromit berwarna hitam mengandung33%-35% Cr2O3. Khrom adalah logam yang berwarna
putih kebiruan lebih keras daripada kaca tapi rapuh. Sifat-sifat fisika dari khrom adalah titik
lebur 1550°C dengan titik didih 2477°C dan kerapatan 7,138 gr/cm3, mudah larut dalam
asam-asam seperti asam klorida, asam sulfat dan asam nitrat, untuk unsure paduan dalam baja
konstruksi dan baja mesin, memperbaiki kekuatan tarik dan ketahanan korosi dan unsure
paduan dalam baja perkakas, memperbaiki ketahanan ukuran. Kegunaan khrom sebagai
unsure pemadu untuk bahan penghantar panas, bahan tahanan. Untuk paduan dengan besi
(ferro-khrom), untuk logam paduan nikhrom yang disebut khromel yang mempunyai tahanan
listrik yang sangat tinggi, unsure paduan baja konstruksi dan baja mesin, untuk baja perkakas.

13. Boron (B)

Boron (B) memiliki titik cair 2300ºC dan Boron-Carbide sangat keras dan tahan terhadap
pengaruh kimia. Proses pemurnian Boron termasuk sangat sulit akan tetapi kerap kali Boron
ditemukan dalam keadaan murni sehingga disebut sebagai logam Murni atau logam langka
(rare-metal). Boron tidak digunakan sebagai element akan tetapi Boron digunakan sebagai
bahan pembuatan Dies, Nozle untuk Injection moulding, pivot serta permukaan bearing.
Boron dibuat dalam bentuk bubukan sehingga pembentukannya dilakukan dengan proses
Sintering.

14. Cadmium (Cd)

Cadmium (Cd) ialah logam yang berwarna putih kebiruan sifatnya sangat lunak dan lembek
dengan titik cair hanya 321ºC. Sebagai bahan dasar dari Cadmium ini ialah endapan Seng.
Endapan pekat dari Cadmium terdapat dibagian tertentu dari instalasi pengolahan Seng (Zn),
Cadmium digunakan dalam paduan yang memiliki titik cair rendah serta bahan tambah pada
Tembaga. Yang penting dalam pemakaian Cadmium ini ialah sebagai lapisan pelindung pada
Baja atau Kuningan (Brasses).

15. Iridium (Ir)

Iridium (Ir) ini disebut sebagai baja putih ini adalah logam dari kelompok Platinum
yang memiliki titik cair 2454ºC.
Penggunaannya sebagai bahan paduan dengan unsur Platinum-Alloy yang kuat dan keras
serta meningkatkan titik cairnya.

16. Platinum (Pt)

Platinum (Pt) adalah salah satu jenis logam berat yang berwarna putih kelabu dan sangat
mengkilap dengan titik cair 1773ºC dan memiliki sifat yang mudah dibentuk, ulet dan tidak
mengandung Oxide atau tar dalam udara bebas. Platinum sangat cocok digunakan dalam
paduan dengan Iridium yang dapat meningkatkan kekerasannya. Platinum terdapat dalam
paduan logam mulia serta endapan Tembaga-Nickel. Platinum dapat pula diperoleh melalui
proses extraksi pada mas (gold) dan Nickel.
Platinum (Pt) digunakan sebagai bahan pembuatan Contact point pada system kelistrikan
motor bakar, kabel tahanan polymeter serta kawat Thermocouple.
2.4 Klasifikasi Logam

Klasifikasi ikatan logam menurut golongannya adalah:

1. Ikatan Logam pada Unsur Transisi

Logam transisi cenderung memiliki titik leleh dan titik didih yang tinggi. Alasannya adalah
logam transisi dapat melibatkan elektron 3d yang ada dalam kondisi delokalisasi seperti
elektron pada 4s. Lebih banyak elektron yang dapat terlibat, kecenderungan daya tarik akan
semakin lebih kuat. Contoh ikatan logam pada unsur transisi transisi adalah Ag, Fe, Cu dan
lain-lain.

2. Ikatan logam pada unsur golongan utama

Ikatan logam pada unsur golongan utama relatif lebih lemah dibandingkan dengan dengan
unsur golongan transisi. Contohnya kristal besi lebih kuat dibandingkan dengan kristal logam
magnesium.

Berdasarkan unsur penyusunnya dibagi menjadi 2 yaitu:

1. Ikatan logam antar unsur sejenis

Misalnya Ikatan antara unsur litium dengan unsur litium yang lainnya.

2. Ikatan logam antar unsur yang berbeda jenis (alloy).

Bahan-bahan logam yang bukan hanya dibuat dari satu jenis unsur logam tetapi telah
dicampur atau ditambah dengan unsur-unsur lain disebut alloy atau sering disebut lakur atau
paduan. Alloy terbentuk apabila leburan dua atau lebih macam logam dicampur atau leburan
suatu logam dicampur dengan unsur-unsur nonlogam yang campuran tersebut tidak saling
bereaksi serta masih menunjukan sifat sebagai logam setelah didinginkan.

Alloy dibagi menjadi dua macam yaitu alloy selitan dan alloy substitusi. Disebut alloy selitan
bila jari-jari atom unsur yang dipadukan sama atau lebih kecil dari jari-jari atom
logam. Sedangkan alloy substitusi terbentuk apabila jari-jari unsur yang dipadukan lebih
besar dari jari-jari atom logam.
BAB III

PENUTUP

1.Kesimpulan

Dalam pembuatan makalah tentang ilmu logam ini, penulis menyimpulkan bahwa:

Secara umum dalam dunia pendidikan terutama bagi mereka yang mengambil jurusan teknik
mesin. Dalam pemaparannya, ilmu logam sangat penting untuk mengetahui kandungan-
kandungan dan unsur-unsur yang terdapat dalam suatu besi (Ferro) dan bukan besi (non
Ferro). Dan juga untuk mengetahui sifat-sifat dan kegunaannya.
DAFTAR PUSTAKA

Mulyadi shaleh,Irfan, Amd. Pengetahuan Dasar Teknik Mesin.Martapura.2008